Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
8 Bertemu Dengan Calon


__ADS_3

Rita dan teman band nya sedang berdiskusi mau membawakan lagu apa-apa saja.


Cafe Devan mulai rame yang datang, ya mungkin karna malam minggu banyak anak muda yg datang untuk sekedar nongkrong ataupun pacaran. Rita melihat cafe semakin rame mulai gugup dia gak nyakin apa bisa memberikan yang terbaik buat para pengunjung cafe atau malah Rita disuruh turun.


Rita melihat kearah Devan, Rita melihat Devan sedang dengan cewek mengobrol begitu asik, cewek itu juga memegang tangan Devan.


“Rita....” panggil Rio yang sudah siap dengan gitarnya.


“He... iya” Rita menoleh  kearah  Rio yang berdiri disampingnya.


“Yuk kita mulai”   ucap Rio mengambil posisi.


Rita mengambil microphone lalu mengambil napas agar tidak terlalu gugup, Rita mendekatkan microphone dekat dengan mulutnya.


“Selamat malam semua...” ucap Rita menyapa pengunjung cafe, “kenalkan saya Rita Ratna Sari, saya disini untuk menghibur malam minggu kalian dengan lagu-lagu yang akan kami bawakan, yang malam minggu nya bareng pacar semoga malam minggu kalian berakhir dengan bahagia dan buat yang jomblo jangan pada sedih melihat orang pacaran semoga setelah ini kalian mendapatkan jodoh kalian.”


Rita menoleh kebelakang meanggukan kepala kepada teman-teman band nya, mereka mulai memainkan alat musik masing-masing Rita mulai bernyanyi.


(diharapkan sambil mendengarkan lagu)


A THOUSEND YEARS



Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything, take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


 


 


Pengunjung cafe bertepuk tangan setelah Rita selesai nyanyi, Rita tidak menyangka pengunjung cafe bakalan suka dengan nyanyiannya.


“Terimakasih semuanya” Rita tersenyum bahagia.


“Lagu selanjutnya adalah mengejar mimpi dari Yovie & Nuno buat kalian yang ditinggal sama pasangan karna orang lain dan masih mengharapkannya lagu ini cocok  untuk kalian yang tau lagunya bisa nyanyi bareng” Rita tersenyum lalu mengambil posisinya.


Iringan musik mulai memenuhi cafe Rita kembali bernyanyi kali ini bernyanyi bersama Rio.


(Rita)


Dan semenjak ada dia


Kamu bukan kamu yang seperti dulu


Tiada lagi kisah indah


Dan kini kusendiri berteman bayangmu


Malam kini berganti


Sunyi sepi untukku


(Rita & Rio)


Meskipun engkau telah pergi


Mungkin takkan kembali


Aku di sini tetap di sini, sayangku


Aku masih rindu padamu


Aku masih sayang padamu


Meski kini cintamu bukan aku


(Rio)


Dan kini aku tahu


Jendela hatimu tertutup untukku


Ingin kulihat lagi


Wajah yang selalu kurindu


Meskipun engkau telah pergi


Mungkin takkan kembali


Aku di sini tetap di sini, sayangku


Aku masih rindu padamu


Aku masih sayang padamu

__ADS_1


Meski kini cintamu bukan aku


(Rita dan Rio)


Ingin rasa aku berlari


Walau hanya mengejar mimpi


(Rita)


Meskipun engkau telah pergi


Mungkin takkan kembali


Aku di sini tetap di sini, sayangku


(Rio&Rita)


Aku masih rindu padamu


Aku masih sayang padamu


Meski kini cintamu bukan aku


Meskipun engkau telah pergi (pergi)


Mungkin takkan kembali (kembali)


Aku di sini tetap di sini, sayangku


Aku masih rindu padamu


Aku masih sayang padamu


Meski kini cintamu bukan aku


Meski kini cintamu bukan aku


 


Rita mendapatan tepuk tangan lagi dari pengunjung cafe.


“Terimakasih semuanya yang sudah setia menonton penampilan kami, kami akan beristirahat selama 15 menit, sekali lagi terimakasih” ucap Rita senyum.


“Wah Ri suara lo keren” puji Rio.


“Biasa aja kok, kalau gak ada kalian yang bermain alat musik mungkin gak sebagus tadi” tawa kecil Rita.


“Yuk ges kita turun” ucap Surya.


Mereka berjalan menuruni pangung menuju meja mereka, dibawah sudah ada Devan menunggu Rita.


“Makasih Ri udah mau nyanyi disini” Devan tersenyum.


“Iya Pak sama-sama, kalau gitu saya mau nyusulin anak-anak dulu” kata Rita pergi meninggalkan Devan.


Rita berjalan menuju meja yang sudah disiapkan Devan untuk mereka beristirahat. Diatas meja sudah disiapkan berbagai makanan untuk mereka santap bersama, Rita duduk disamping Rio dan berhadapan dengan Adit.


“Rita ternyata lo disini” kata Tika yang sudah berdiri disamping meja Rita.


Rita menoleh, “Tika lo kok bisa disini?” tanya Rita kenget.


Rita belum sempat memberi tahu sahabatnya kalau dia bernyanyi dicafe Devan.


“Gue tadi mau ajak lo malam mingguan eh ternyata lo malah disini bareng cogan pula lagi” Tika melihat cowok-cowok yang ada dimeja Rita.


“Lo kok bisa tau gue disini?”


“hehehe gue dikasih tau kakak lo kak Radit”


“Jangan bilang kalau lo datang bareng kak Radit lagi?” Rita menyipitkan matanya.


“heheh tau aja sih lo” tawa kecil Tika.


“oh ya ges kenali ini sahabat gue nama nya Tika” Rita mengenalkan Tika keteman band nya.


“Hai” jawab Rio, Adit dan Surya bersama.


“Tik ini Rio yang ini Adit dan ini Surya mereka ini teman band gue disini, sorry gue belum sempat kasih tau kalian” kata Rita memperkenalkan teman bandnya.


“Santai aja Ri awalnya gue kanget lo nyanyi disini kan lo itu demam panggung”


“hmmm ges Tika boleh gabung duduk bareng kita gak?” Rita meminta izin kemereka.


“Boleh kok duduk aja” jawab Adit mempersilahkan Tika duduk.


“Makasih” ucap Tika duduk disamping Rita.


“Eh kak Radit mana?” tanya Rita.


“Katanya mau kekamar mandi dulu” Tika melihat sekeliling mencari kebaradaa kak Radit, “nah tu dia, kak Radit sini” panggil Tika.


Kak Radit melihat Tika dan berjalan mendekati meja mereka.


“Kakak kok gak kasih tau kalau mau kemari kan bisa pergi sama-sama tadi” ngomel Rita.


“Tadinya gue gak mau kemari tapi ini teman lo ngeselin pengen nyusulin lo katanya” kata kak Radit melihat Tika yang sudah tertawa.


“Yaudh duduk aja sini terserah kalian mau pesan apa” ucap Rita, “kak ini teman band aku, ini Adit, Surya dan Rio” Rita kembali mengenalkan teman-temannya.


“Hai salam kenal semua” ucap kak Radit sopan lalu duduk disamping Adit.


“Iya kak salam kenal” kata Adit.


Mereka berenam mulai akrab, sudah 15 menit mereka beristirahat saatnya mereka kembali kepanggung.


“Yuk Ta kita kepanggung” kata Adit bangkit dari duduk.


“Kak, Tika gue keatas panggung dulu” ucap Rita bangkit dari duduk.


Mereka berlima berjalan menuju panggung, mereka mulai mengambil posisi masing-masing. Adit kembali memegang drum, Surya dengan bass nya, Rio dengan gitar listriknya dan Rita dengan microphone.


“Hallo semua selamat datang di Cafe Romansa buat kalian yang baru datang kenalkan saya Rita yang akan menghibur kalian dengan berbagai lagu yang akan saya nyanyikan untuk kalian semua. Kali ini saya ingin mengajak salah satu dari kalian untuk naik keatas panggung menyumbangkan sebuah lagu untuk kita semua. Apakah ada yang bersedia untuk naik dan bernyanyi bersama saya disini?” ucap Rita melihat sekeliling cafe.


Salah satu pengunjung cafe mengangkat tangan keatas.


“Ya Mas yang mengangkat tangan bisa langsung naik atas panggung, kita beri tepuktangan untuk mas nya” Rita bertpuk tangan.


“Mas namanya siapa?”


“Nama saya Putra” ucap pengunjung itu memperkenalkan diri.


“Baik mas Putra mau nyanyi lagu apa ini?”


“Saya ingin mempersembahkan lagu ini untuk pacar saya yang ada disana” melihat kearah salah satu meja yang berada didekat jendela, “malam ini akan menjadi hari yang tak terlupakan untuk kamu” ucap Putra.


Putra mulai berdiskusi dengan Rita dan bandnya tentang lagu yang ingin ia bawakan, setelah mendapat intruksi dari Putra mereka mulai menyiapkan diri untuk mulai. Iringan musik mulai dimainkan Putra dan Rita mulai bernyanyi bersama.


 


(Putra)


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahanmu


Kupandang tajam bola matamu


Cantik, dengarkanlah aku


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini 'ku tak ragu

__ADS_1


Ku sungguh memintamu


Putra melihat pacarnya yang sedang menatapnya.


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


(Putra & Rita)


Aku tak main-main


(Putra)


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Kuingin melamarmu


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini 'ku tak ragu


'Ku sungguh memintamu


Putra mulai berjalan menuju mejanya.


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Putra memegang tangan pacarnya, pengunjung dicafe itu memperhatikan mereka dengan tatapan terharu dan bahagia.


Aku tak main-main


Putra berlutut didepan pacarnya


“kita sudah bersama-sama selama 5 tahun terimakasih kamu sudah setia menunggu aku, maaf kalau aku belum bisa menjadi cowok yang baik buat kamu tapi....”


Satu yang kutahu


Kuingin melamarmu


“Aku mau kita terus bersama selamanya sampai tuhan memisahkan kita berdua”


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata (membuka mata) dan tertidur di sampingku (di sampingku)


Aku tak main-main (main-main)


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu (satu yang kutahu)


Oh, satu yang kumau


Kuingin melamarmu


Putra mengeluarkan kotak cinci dari dalam kantong bajunya.


“Apakah kamu mau jadi ibu dari anak-anak kita nanti? Menjadi satu-satunya orang yang selalu aku liat setiap harinya? Menjadi satu-satunya orang yang akan menyambut aku setiap paginya dengan senyumanmu? Menghabiskan waktu kamu setiap saat denganku? Apa kamu siap dengan semuanya?”


Cewek itu terharu dengan perkataan Putra ya bisa dibilang romantis banget (author aja yang nulis mau nangis). Cewek itu menganggukan kepala.


“Iya aku siap dengan semuanya, aku mau jadi ibu dari anak-anak kita.”


Putra langsung memakaikan cincin itu di jari manis pacarnya lalu memeluknya. (Duh author gak tahan huhuhuhu).


Pengunjung cefe yang melihat bertepuk tangan termasuk Rita dan bandnya.


“Wah selamat buat mas Putra dan mbaknya, semoga lancar sampai hari-H nya jangan lupa kalau nikah undang kami ya” Tawa Rita.


*****


Minggu pukul 10.00 WIB


Rita baru bangun dari tidurnya samalam dia baru pulang jam 11 malam setelah mengantarkan Tika pulang. Rita pergi kekamar mandi hanya untuk menyuci muka saja lalu dia keluar kamar berjalan turun menuju meja makan.


“Pagi ma pa” sapa Rita yang masih mengantuk duduk didepan mama.


“Pagi sayang, gimana semalam? Lancar gak?” tanya mama sebari menaruh nasi goreng untuk Rita.


“Alhamdulillah lancar ma, semalam ada yang ngelamar pacarnya malahan”


“Wah romantis kali pastinya” kata mama.


“Ri kamu gak lupa kan sama hari ini?” tanya papa melihat Rita.


“Emang ada apaan hari ini pa?” Rita melihat papanya bigung.


“Loh sayang hari ini kan kamu mau ketemu sama calonmu” jelas mama.


“Hah emang hari ini?” kanget Rita.


“Kan kamu sendiri yang bilang kalau mau ketemunya hari minggu aja, papa udah kasih tau dia katanya nanti sore dia kemari”


“Baik lah” Rita memakan nasi goreng nya.


*****


Sore hari Rita masih berbaring diatas tempat tidurnya bermain-main dengan Hpnya. Mama masuk kekamar Rita.


“Rita kok masih tidur-tiduran sih, ayok bangun calon kamu udah datang tu dibawah”


“Hah kok cepat banget kan masih jam 3 ma” ucap Rita protes.


“Kan papa gak sebutin jam berapa hanya bilang sore ini kan udah sore sayang, udah sana siapa-siap gak baik loh tamu suruh tunggu lama.”


“Hmmmm iya deh Rita siap-siap dulu” bangkit Rita.


Mama keluar dari kamar, Rita mulai memilih-milih baju yang bakal dia gunakan. Setelah menuntukan baju yang akan dia gunakan Rita pergi masuk kekamar mandi.


Rita sudah selesai besiap-siap, kali ini dia menggunakan dress berwana krim-hitam dengan rambut terurai. Kira-kira seperti ini baju yang digunakan Rita.


 


 



 


Rita turun dari kamarnya menuju ruang tamu disana sudah ada kak Radit, Papa, Mama dan cowok yang dijodohkan. Rita memperhatikan dandanan cowok itu dia menggunakan baju kemeja berwarna biru dan jelana kain, terbilang tampilan nya cukup sopan sekali ya. Rita berdiri sebelah kak Radit, Rita berbisik kepada kakaknya itu.


“Ini orangnya?”


Kak Radit hanya menganggukan kepala.


“Nak Fahmi ini anak tante dan om namnya Rita” kata mama memperkenalkan Rita.


“Hallo saya Rita” menjulurkan tangan.


“Iya saya Fahmi” ucapnya tanpa menyalami Rita.


“Yaudh kalian mau jalan sekarang?” tanya papa melihat Fahmi.

__ADS_1


“Maaf om tante kalau saya lanjang, boleh tidak kalau Rita mengganti pakaian nya yang lebih tertutup lagi?” tanya Fahmi melihat mama papa.


Rita kanget dengan perkataan Fahmi, kurang sopan apa coba pakaian nya ini. Rita melihat pakaiannya, Rita berpikir tidak ada yang salah dari pakaian yang dia gunakan ini. Apa harus Rita menggunakan gamis?


__ADS_2