
Semenjak kejadian Ghea yang jatuh ke kolam karena di dorong oleh fans Andreas, kini Ghea pun tidak mau ada yang mendekati nya kecuali keluarganya, membuat Andreas uring uringan karena Ghea semakin sulit untuk ia jangkau.
"Makanya punya muka jangan terlalu ganteng". Ujar Daddy Rayzan padanya.
"Dih ini nih keturunan daddy juga kali, sama kaya daddy kan, dulu sebelum mendapatkan Mommy, daddy uring uringan, garagara fans daddy, daddy harus berjuang mendapatkan mommy selama beberapa tahun". Ujar Andreas membuat kedua orangtuanya saling tersenyum.
"Ya namanya juga berproses nak". Ujar Mommy Jessi padanya.
"Yaudah, aku juga akan berjuang mendapatkan Ghea". Ujar Andreas tegas.
"Ya daddy akan selalu mendukungmu Son". Ujar Daddy Rayzan sambil menepuk bahunya.
"Iya mommy doakan sayang". Ujar Mommy Jessi pada nya.
"Yaudah kalau gitu Dreas berangkat sekolah dulu". Ujarnya pada kedua orangtua nya.
"Iyaa syaang, yang bener belajarnya kamu tuh, jangan suka bolos". Ujar Mommy Jessi padanya.
"Iyaa mommy ku yang cantik". Ujar Andreas pada nya.
Setelah melihat kepergian Andreas, Daddy Rayzan dan Mommy Jessi nostalgia saat mereka belum menikah, bahkan pacaran pun tidak karena Daddy Rayzan langsung melamarnya dan Mommy Jessi menerimanya karena perjuangan Daddy Rayzan yang tak pernah kenal menyerah.
"Dulu kita yang begitu, sekarang anak kita mengalaminya". Ujar Mommy Jessi pada suaminya.
"Iyaa syaang, sekarang saja Andreas dan Andra akan lulus sekolah bentar lagi, sedangkan Ghea anaknya Rangga masih berumur 12tahun beda 3tahun sih ya gapapa tapi bedanya 10tahun mas akan tau kedepannya gimana". Ujar Daddy Rayzan padanya.
"Tapi ada kok mas, yang nikah beda nya 10tahun contohnya Deon dan Clara mas, mereka nikah saat umur Deon 28tahun sedangkan Clara 18tahun". Ujar Mommy Jessi.
"Ah benar juga apa yang kamu bilang sayang, mungkin asal jangan begini, misal umur aku 40 tahun umur kamu 18tahun, itu lebih cocok anak dan bapaknya kan". Ujar Daddy Rayzan terkekeh pada istrinya.
Kembali pada Andreas yang kini sedang melaksanakan ujian harian di sekolahnya, jika dulu ia nakal sering bolos ini itu, sekarang ia ingin berubah hingga membuat orang orang menatapnya heran termasuk Andra kembarannya.
"Woy bang, lo sehat kan?". Bisik Andra pada Andreas.
"Sehat lah, emangnya kenapa sih?". Bisik Andreas padanya.
"Ngga kaya biasanya lo ada didalam kelas, biasanya banyak bolos loh". Ujar Andra pada kembarannya.
"Biarin aja sih, demi membahagiakan orangtua juga, gue gamau bolos terus, kasian bokap nyokap, emangnya lo ngga kasian apa Dra?". Tanya Andreas pada kembarannya.
__ADS_1
"Ya kasian lah, gila aja gue ngga kasian sama orangtua sendiri bang". Jawab Andra pada kembarannya.
Sementara disisi lainnya Ghea sedang bersama saudara nya, karena sudah waktunya istirahat selama dijalan menuju kantin, banyak lelaki yang menyapa Ghea namun tak ia jawab karena trauma akibat insiden di tempat pernikahan sepupu Reynaldi.
"Dek, jangan ngelamun terus napa". Ujar Raditya pada adiknya.
"Iyaa bener kak, apa yang dibilang sama abang". Ujar Aura pada Ghea.
"Kita rindu kamu yang dulu loh dek". Ujar Geo ikut mengajak ngobrol kembarannya.
"Aku cuman takut kejadiannya saMa kaya kak Andre bang". Ujarnya menunduk.
"Sstt, abang akan selalu melindungi kamu sayang". ujar Raditya disetujui yang lainnya.
"Makaasihhh ya abangku sayang". Ujarnya pada abangnya.
Beberepa jam kemudian, mereka semua sudah berada di luar gerbang dan melihat Anna yang sudah menunggu mereka, Ghea memeluk Anna dengan cepat sementara yang mengadakan lomba siapa yang cepat sampai dihadapan Anna malah berjalan santai.
"Loh kok abang sama yang lainnya ngga lari kaya aku sih?". Tanya Ghea cemberut.
"Capek larii, jadi kamu yang menang dek". Jawab Raditya menyalimi tangan bundanya.
"Seperti biasa bunda, abang menjadi juaranya dikelas". Jawab Raditya pada bundanya.
"Begitu pun dengan Geo bunda". Ujar Geo pada Anna.
"Kelas kalian berpencar ya, Aura ngga sekelas lagi sama Cleo? ada perubahan kan dari sekolah?". Tanya Anna pada Aura.
"Iya bunda memang, Aura jadi sendiri deh biasanya kan ada Cleo". Jawab Aura pada Anna.
"Ya kenalan dong sama yang lainnya sayang". Ujar Anna pada Aura.
"Males ah bunda, banyak yang manfaatin dari pada berteman dengan tulus". Ujarnya pada Anna.
"Yaudah pulang yuk, tuh orangtua kalian udah ngejemput juga". Ujar Anna menatap Michelle dan Rania.
Semuanya menaiki mobil masing masing , selama dalam perjalanan pulang Anna selalu mengajak anak anaknya berbincang, agar Ghea tidak selalu melamun karena sungguh Anna tidak tega bahkan dulu saja Aura trauma hanya pada Cleo dan kolam renang membuatnya tersiksa.
Sekarang malah giliran anaknya yang trauma, tetapi tidak dengan kolam renang bahkan ia selalu ingin berenang di kedalaman 3 meter namun Anna melarang karena khawatir Ghea tenggelam, Ghea hanya pasrah daripada bundanya khawatir lagi.
__ADS_1
"Nahh, udah sampai dirumah nih sayangg , ayo turun". ujar Anna pada anak anaknya.
"Iyaa bunda". Ujar mereka lalu turun dari mobil.
"Wah ponakan Uncle udah pada pulang sekolah nih". Ujar Lion sambil menggenggam tangan Aera.
"Please deh abang eh uncle, jangan pegangan terus sama Aunty Aera ,ga bakal kemana mana kali". Ujar Raditya kesal.
"Hahaha gapa sih bocil satu ini". Ujar Lion terkekeh pada Raditya.
"Tau ahh, abang eh uncle harus ajak kita jalan jalan, sebelum kembali ke luar negeri". Ujar Raditya padanya.
"Okeee boss". Ujar Lion padanya.
Mereka semua sedang makan siang bersama kecuali Rangga yang memang ada urusan diluar, semua makan dengan nikmat hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa.
"Dua bulan lagi kalian kembali ke Amerika kan?". Tanya Anna pasa keduanya.
"Kayanya ditambah sebulan kak , masa pas banget kak Rania lahiran kita kembali nya". Jawab Lion disetujui oleh Aera.
"Baiklah, ingat kalian tidak boleh tinggal bersama".Ujar Anna pada keduanya.
"Kenapa ngga boleh kak'?". Tanya Lion dengan pura pura polos.
"Jangan pura pura gitu deh kamu, kakak tau yaa kamu ga bisa pura pura saMa kakak". Ujar Anna membuat Lion terkekeh.
Ghea menghampiri Lion lalu memeluknya membuat semuanya menatap pada Ghea, Lion mengusap rambut ponakannya yang gaakan lama lagi tidak bisa ia pantau. Ghea menangis di pelukan Lion membuat yang lain khawatir.
"Kenapa ponakan cantiknya uncle Ini?". Tanya Lion pada Ghea.
"Pasti nanti Ghea bakalan kangen sama uncle Lion dan Aunty Aera". Jawabnya dengan sesegukan.
"Kan bisa video call sayang". Ujar Lion menatap ponakannya.
"Heum beda rasanya uncle". Ujar Ghea padanya.
Lion akhirnya hanya diam mengelus rambut Ponakannya, hingga beberapa menit kemudian Ghea tertidur di pelukan Lion, segera ia bangkit dari duduknya dan menidurkan Ghea di ranjang kamar milik Ghea.
Cepat sembuh dari trauma kamu sayang.Batin Lion mengecup kening ponakannya.
__ADS_1