Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 119


__ADS_3

Anna berkunjung ke rumah Luna yang memang mengidam sesuatu darinya, saat sampai di rumah Anna melihat cucunya sedang bermain bersama, keduanya sangat akur tidak seperti Bulan dan Bintang yang selalu saja bertengkar.


"Halo cucu oma yang ganteng". Ujar Anna menatap Gibran dan Gabriel.


"Halo Omaa, kangen oma". Ujar Gabriel memeluknya.


"Oma juga kangen sama kalian berdua". Ujar Anna mengelus rambut mereka berdua.


"Opa mana oma? ". Tanya Gibran padanya.


"Opa kerja saayang". Jawabnya sambil tersenyum pada cucunya.


"Kerja mulu apa ngga bosen oma?". Tanya Gibran padanya.


"Ya tentu saja ada rasa bosannya, tetapi kita para lelaki harus mencari nafkah untuk keluarga". Celetuk Geo pada mereka berdua.


"Ayahh". Ujar mereka memeluk Geo.


"Kangen sama ayah ya sayang?". Tanya Geo pada mereka berdua.


"Iyaa kangen yah, kangen dibeliin mainan". Jawaban mereka membuat Geo melongo.


Anna yang mendengar jawaban cucunya pun tertawa begitupun juga dengan Luna, membuat Geo kesal pada mereka yang tertawa senang diatas penderitaan nya apalagi ayahnya juga ikut menertawakannya.


"Kalian menyebalkan". Ujar Geo pada mereka.


"Hahaha maaf ya Ayah, kita bercanda kok". Ujar Gibran memeluk Geo.


"Ayah maafkan sayang". Ujarnya sambil mengelus rambut putranya.


"Terimakasih ayahh". Ujar Gibran padanya.


"SaMa saMa boy". Ujar Geo dengan lembut memeluk Gibran.


"Gibran aja yang dipeluk? Gabriel engga yah?". Tanya Gabriel dengan wajah cemberut.


"Sini sayang, peluk ayah". Ujar Geo sambil melebarkan kedua tangannya.


"Ayahh maafin Gabriel yahh". Ujar Gabriel yang kini sudah didalam pelukan Geo.


"Iya ayah maafkan boy". Ujar Geo mengelus rambut anaknya.


"Horeee!! makasih ayahh". Ujarnya pada ayahnya.


"Iyaa boy saMa sama". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada anaknya.


Anna yang melihat itupun tersenyum senang karena mereka akur, hingga tatapan nya tertuju pada Luna yang terlihat memegang perutnya membuat Anna berpikir apakah menantunya akan melahirkan tetapi mengingat belum waktunya menantunya itu melahirkan.


"Sayang kamu kenapa?". Tanya Anna pada Luna.


"Luna gapapa kok bunda". Jawabnya pada Anna.


"Beneran sayang?". Tanya Anna pada menantunya.


"Beneran bunda buat apa Luna bohong sama bunda". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada mertuanya.


"Huft baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil menghela nafasnya.

__ADS_1


"Iyaa bunda, tenang aja kalau bunda tadi liat aku tadi megang perut karena tendangan Baby nya bun". Ujarnya menenangkan mertuanya.


"Baiklah kalau begitu syaang". Ujarnya diangguki oleh menantunya tersebut.


"Iyaa bunda sayang". Ujar Luha pada Anna.


Beberapa menit kemudian Anna pamit untuk pulang karena suaminya sudah menjemput, Geo mengantar bundanya sampai pintu depan bersama kedua anaknya lalu menyalimi tangan Anna bergantian dengan Gibran dan Gabriel.


Anna memasuki mobil setelah suaminya membukakan pintu mobilnya, Rangga menyempatkan dirinya untuk mencium kedua cucunya serta mengelus rambut triple G membuat ketiganya berdecak kesal.


"Ayah bagaimana tadi kerjanya Yah?". Tanya Anna pada suaminya.


"Baik sayang, cuman ayah gemes aja sama salah satu orang". Jawabnya pada sang istri.


"Gemes kenapa sayang?". Tanya Anna pada suaminya.


"Ya gemas masa ada yang pengen kerjasama saMa perusahaan tapi maksa banget". Jawabnya saat mengingat kejadian tadi di kantor.


"Beneran sayang? emang siapa sih?". Tanya Anna pada suaminya.


"Siapa lagi kalau bukan Alex sayang". Jawab Rangga pada istrinya.


"Alex? suaminya Clara Yah? ". Tanya Anna pada suaminya.


"Iyaa istriku yang cantik". Jawabnya sambil tersenyum pada istrinya.


Anna hanya mengangguk anggukan kepalanya mengerti, beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya terlihat Mahesa dan Andira yang sedang duduk diteras rumah.


"Loh kalian sedang apa?". Tanya Rangga saat turun dari mobil.


"Ya ampun maafin ayah sayang". Ujarnya sambil membuka pintu rumahnya.


"Lain kali Mahesa ataupun Kak Dira harus mempunyai kunci rumah cadangan masing masing Yah". Ujar Mahesa pada ayahnya.


"Iyaa boy pasti akan ayah lakukan". Ujar Rangga pada anaknya.


"Yaudah yuk masuk". Ujar Anna pada mereka bertiga.


"Iyaa bunda". Ujar ketiganya pada Anna.


Beberapa menit kemudian Anna dan suaminya telah sampai di kamar mereka, Anna merebahkan tubuhnya yang lelah begitupun dengan Rangga tapi sebelum itu Rangga menyuruh istrinya untuk membersihkan badannya.


Sambil menunggu Anna yang sedang membersihkan badannya, Rangga memainkan ponselnya sambil berjoget membuat Anna yang sudah keluar sedaritadi menahan tawanya melihat tingkah suaminya tersebut.


"Asik bener Yah hahahaa". Ujar Anna sambil tertawa menatap suaminya.


"Sayang! sejak kapan kamu keluar?". Tanya Rangga dengan raut wajah malu.


"Sepuluh menit yang lalu sayang". Jawabnya dengan tersenyum tipis padanya.


"Loh udah lama dong? kok aku ngga denger kamu keluar dari kamar mandi sih?". Tanya Rangga dengan malu pada istrinya.


"Iyaa engga akan denger orang kamunya asik joget ayah hahaha". Jawabnya sambil tertawa pelan.


"Ish kamu tuh seneng ya liat aku malu begini?". Tanya Rangga dengan cemberut.


"Tentu saja tidak sayangku buat apa malu". Jawabnya sambil tersenyum pada suaminya.

__ADS_1


"Beneran sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Beneran sayang, lebih baik sekarang kamu mandi ya udah mulai sore loh". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada suaminya.


"Oke siap sayang". Ujarnya sambil tersenyum pada istrinya.


Saat melihat suaminya memasuki kamar mandi, Anna langsung rebahan sambil memainkan ponselnya hingga tak terasa ia tertidur, beberapa menit kemudian Rangga keluar dari kama mandi dan melihat istrinya yang sudah terlelap begitu pulas membuatnya gemas.


"Kamu adalah cinta pertama dan cinta terakhirku syaang". Ujar Rangga mengecup kening istrinya.


"Nyenyak ya syaang tidurnya". Ujarnya mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Ah lebih baik aku juga tidur". Gumamnya sambil tidur disamping istrinya.


"Aku sayang kamu Annabelle Putri Anggara, istri serta ibu dari anak anakku". Gumanya sambil tersenyum tipis menatap istrinya.


Ting!


...Geo Putraku...


...Online...


Ayah saMa bunda udah sampai?


Yahh, Bunda!!


Astaga


Semoga saja kalian memang sudah sampai rumah dengan selamat.


Beberapa jam kemudian mereka baru terbangun dari tidurnya, Anna menoleh pada suaminya yang juga menoleh padanya, kemudian keduanya tersenyum sambil saling memeluk dengan erat hingga beberapa saat mereka bangkit dari tidurnya.


Kini mereka sudah berada diruang makan karena Anna merasa lapar, begitupun juga dengan yang lain untung saja Anna sudah memasak sebelumnya, membuat mereka berempat langsung memakannya dengan lahap.


"Eh ayah baru sadar ada pesan dari Geo". Ujar Rangga saat melihat ponselnya.


"Emang Geo kirim pesan apa sayang?". Tanya Anna pada suaminya.


"Cuman nanyain udah sampai rumah belumnya sayang". Jawabnya pada sang istri.


"Ohh gitu ya sayang". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


"Iyaa Syaang". Ujar Rangga sambil tersenyum tipis pada istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun .


...****************...


Maaf ya guys kalau telat update nya, soalnya masih puasa Qodo akunya :) 4 hari lagi Guys :)


Jangan lupa gays ⬇️


LIKE ❤❤❤


COMMENT ❤❤❤


VOTENYA ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2