Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 141


__ADS_3

Andira sudah pulang ke rumah kediaman Anna dan Rangga, Anna menggendong Baby Zura sedangkan Rangga menggendong Baby Raden, mereka semua sangat gemas melihat bayi kecil tersebut bahkan Andira dan Kenzo tidak bisa menggendong anaknya.


"Ih bunda gantian dong, aku kan Mommy nya". Ujar Andira pada bundanya.


"Haha iyaa bunda lupaa sayang". Ujar Anna sambil terkekeh..


"Kebiasaan deh kalian suka gitu kalau sama cucunya". Ujar Andira pada bundanya.


"Ya karena engga mungkin bunda gendong cucu orang yang engga dikenal kan". Ujar Anna sambil memberikan Baby Zura pada anaknya.


"Heum bener juga yak bun". Ujarnya pada bundanya.


"Iya pasti bener dong sayang". Ujar Anna pada anaknya.


Andira menggendong Baby Zura, sedangkan Baby Raden menjadi rebutan yang lainnya membuat Andira terkekeh melihatnya, karena suami nya begitu ingin menggendong Baby Raden tetapi selalu menjadi bahan rebutan.


"Liat abang kamu sayang, sekarang jadi rebutan banyak orang". Ujar Andira pada anaknya.


"Kalian berdua sangat menggemaskan". Ujarnya lagi sambil menatap anaknya.


"Sayangg". Rengek Kenan pada istrinya.


"Kenapa sayang?". Tanya Andira sambil tersenyum geli menatap suaminya.


"Aku sebagai daddy nya merasa tersisihkan loh". Jawabnya sambil membenamkan wajahnya di pundak istrinya.


"Haahah sabar sayangg, justru kita harusnya bersyukur, banyak yang menyayangi anak kita". Ujar Andira sambil tertawa pelan pada suaminya.


"Huft yaudah deh gapapa". Ujar Kenan pada istrinya.


"Yaudah kamu gendong Baby Zura nih". Ujar Andira pada suaminya.


"Pengen gendong Baby Raden sayang". Rengek Kenan pada istrinya.


"Iyaa nanti giliran dong sayang, sekarang kamu gendong Baby Zura dulu". Ujar Andira pada suaminya.


"Heum yaudah kalau gitu sini sayang, sama daddy". Ujarnya sambil menggendong Baby Zura.


Mereka sedang asik menggendong kedua bayi kembar tersebut , tiba tiba saja Marsya mengeluh sakit pada perutnya membuat Mahesa langsung menoleh begitipun dengan yang lainnya, tetapi Marsya bilang pada mereka agar jangan panik karena ia kesakitakan itu efek anaknya menendang dengan keras.


"Sayang jangan buat bunda tersiksa yaa". Ujar Mahesa sambil mengelus perut istrinya.


"Iyaa ayahh". Ujar Marsya layaknya anak kecil pada suaminya.


"Ohh ya, kira kira jenis kelaminnya apa ya?". Tanya Rachel padanya.

__ADS_1


"Aku sih sedikasihnya aja kak". Jawabnya pada Rachel.


"Heum kakak tebak sih, ini pasti cewek". Ujar Ghea pada Marsya.


"Yaa Marsya ngga tau kak". Ujarnya pada Ghea.


"Iyaa kakak hanya menebak saja". Ujarnya pada adik iparnya.


"Heum gitu ya kak". Ujarnya pada Ghea sambil mengangguk anggukan kepalanya.


Beberapa menit kemudian mereka memasuki kamarnya masing masing, kebetulan hari ini seluruh anak serta menantu Anna dan Rangga akan menginap dikediaman mereka, membuat Anna serta Rangga senang sekali rasanya.


Kini Anna dan Rangga sudah pindah kamar menjadi dilantai satu, karena mereka berdua sudah tidak kuat menaiki tangga walaupun ada lift, tetapi mereka berdua takut lift tersebut macet ditengah jalan hingga akhirnya memilih untuk pindah kamar.


"Sayang, umur kita sudah tidak muda lagi". Ujar Rangga pada istrinya.


"Iyaa aku tau sayang, ngga kerasa ya kita bahkan sudah memiliki cucu banyak". ujar Anna pada suaminya.


"Semoga aja kita masih bisa melihat cicit dari para cucu kita sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Iyaa semoga aja ya mas". Ujarr Anna pada suaminya.


"Iyaa sayang". ujar Rangga sambil memeluk istrinya.


"Cucu kita yang paling besar tuh siapa sih mas?". Tanya Anna pada suaminya.


"Ah semoga saja di antara mereka berdua ada yang sudah mendapatkan jodohnya suatu saat nanti". Ujar Anna sambil tersenyum senang.


"Haha iyaa semoga saja syaangg". Ujar Rangga pada istrinya.


Anna dan Rangga terus saja mengobrol sampai tidak terasa mereka berdua tertidur dengan nyenyak, hanya terdengar dengkuran lembut yang saling menyahut karena keduanya begitu nyenyak dalam tidurnya, bahkan suara ponsel berbunyi pun tidak membangunkan keduanya.


...****************...


Keesokkan harinya Andira sedang menjemur badan anaknya dibantu oleh suaminya, kini mereka berdua bisa menghabiskan waktunya bersama kedua anaknya karena jika yang lainnya sudah kumpul pasti menjadi bahan rebutan mereka semua.


"Uh anak Daddy ganteng dan cantik yaa". Ujar Kenan sambil menatap kedua buah hatinya.


"Anak mommy juga dongg, bukan hanya daddy". Ujar Andira pada suaminya.


"Yang jelas anak kita berdua sayang". Ujar Kenan sambil tersenyum tipis pada istrinya.


"Haha iyaa benar, keduanya adalah anak kita berdua sayang". Ujar Andira sambil menatap kedua anaknya yang sangat menggemaskan.


"Yaudah yuk masuk ke dalam rumah lagi sayang, udah lumayan lamaa kita menjemur badan Baby Raden dan Baby Zura sayang". Ajak Kenan pada istrinya.

__ADS_1


"Yaudah ayok sayang". Ujar Andira pada suaminya.


"Iyaa ayok sayang". Ujar Kenan pada istrinya sambil tersenyum pada sang istri.


"Kenapa natap aku terus sih sayang?". Tanya Andira pada suaminya.


"Ngga papa sayang, mas hanya senang saja bisa mempunyai istri seperti kamu dan mempunyai mereka berdua yang sangat menggemaskan". Jawab Kenan membuat pipi Andira seketika memerah karena malu.


"Kamu masih saja malu sayang". Ujar Kenan terkekeh pada istrinya.


"Ya namanya juga malu mas". Ujarnya pada sang suami.


"Haha iyadeh sayang". Ujar Kenan sambil tertawa kecil pada istrinya .


"Udah dong mas ih jangan diketawain terus akunya". Rengek Andira saat mereka sudah masuk ke dalam rumah.


"Habisnya kamu lucu sayang". Ujar Kenan pada istrinya.


"Iyaa aku tau, aku memang lucu terimakasih". Ujar Andira dengan tersenyum percaya dirinya.


"Inilah yang membuat mas semakin mencintaimu sayang". Ujar Kenan pada istrinya.


"Kenapa memangnya mas?". Tanya Andira pada suaminya.


"Ya karena kamu memang berbeda dengan perempuan lainnya syaang". Jawabnya sambil menatap sang istri.


Saat Andira hendak bertanya kembali pada sang suami, tiba tiba saja Baby Raden dan Baby Zura sudah diambil dari pelukan Andira dan suaminya Kenan, yang mengambilnya adalah Anna dan Rangga membuat mereka berdua menghela nafasnya kesal.


"Selalu aja seperti itu bunda sama ayah ih". ujar Andira pada mereka berdua.


"Heheh maaf sayang, habisnya anak kalian menggemaskan eh semua cucu ayah dan bunda memang menggemaskan". Ujar Rangga pada anaknya


"Huft iya deh terserah ayah saja mau bagaimana". Ujar Andira pada ayahnya.


"Hahah sudah lebih baik kalian berdua masuk ke kamar, biar Baby Raden dan Baby Zura kita yang urus".Ujar Anna pada keduanya.


"Baik bunda". Ujar keduanya pada Anna.


Andira dan Kenan meninggalkan Anna dan Rangga yang tengah asik menggendong kedua anak mereka, membuat mereka tidak bisa berbuat apa aapa pada kedua orangtuanya.


...****************...


Maaf ya gays seperti biasa ada bahan update lama ataupun engga update Karena capek banget pulang kerja selalu tidak menentu 😢


Jangan Lupa Like Comment and Vote nya juga ya guys :) Terimakasih sebelumnya hehe :)

__ADS_1


Kalian is the best banget tau ngga 😁


Maaf juga yang membuat update lama selain sinyal, karena akunya juga kadang ketiduran gays, jadi mohon dimaklumi ya sekali lagi, terimakasih semuanya yang sudah selalu membaca karyaku hehe, kalian baik :)


__ADS_2