Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
14 Suprise 2


__ADS_3

Betapa terkejunya Rita melihat seorang pria tinggi, berkulit putih, rambut yang pirang, tersenyum manis melihat Rita dengan kue yang ada di tangannya.


Rita berlari mendekati pria itu dan memeluk nya. Rita begitu senang bertemu dengan pria itu, sampai-sampai Rita tidak mau melepaskan nya.


"Rita udang dong kasihan itu Novan nya" ucap Mama tersenyum.


Rita melepaskan Novan, "Lo kapan balik nya sih?"


"Tadi pagi" tersenyum.


"Kenapa gak bilang? Kan gue bisa jemput lo di bandara" Rita memukul lengan Novan.


"Suprise" Novan menaikan sebelah alisa nya.


"Happy Birthday Princess Rita" memberikan kue ulang tahun kepada Rita.


"Thankyou My Friend" menerima kue ulang tahunnya itu.


Rita berjalan menuju meja makan di ikuti oleh Novan dari belakang.


"Udah senang?" tanya Papa melihat Rita yang begitu Happy nya.


"Very very happy" ucap Rita dengan senyum sumringah.


"Masih lama? gue udah lapar nih" Kesel Kak Radit.


"Rita potong tumpeng nya dulu" ucap Mama memberikan sendok kepada Rita.


Rita mengambil sendok, lalu memotong tumpeng bagian atas nya. Rita menaruh berbagai lauk kedalam piring yang berisi tumpeng yang di potong nya tadi.


Rita menyuapi Mama dan Papa lalu mencium mereka. Selanjutnya Rita menyuapi Kakak satu-satunya yaitu Kak Radit, Kak Radit mengusap kepala Rita. Terakhir Rita menyuapi Novan, Novan sangat senang mendapat suapan dari Rita. Setelah selesai menyuapi satu-satu mereka semua makan bersama.


*****


Novan merupakan sahabat Rita dari kecil, Novan tinggal satu komplek dengan nya, sejak kecil mereka sudah main bareng, Mereka juga satu sekolahan pas SMA. Tapi sekarang Novan sedang melanjutkan kuliah di Prancis. Rita sangat senang bertemu lagi dengan Novan setelah 2 tahun lebih tidak ketemu dengan nya.


Walaupun mereka sahabatan bukan berarti mereka bebas dari perasaan suka. Novan mempunyai perasaan terhadap Rita, tapi sebaliknya Rita hanya menganggap Novan sahabatnya gak lebih dari itu. Novan tidak mau merusak persahabatan mereka cuman karna ia menyukai Rita.


"Mana oleh-oleh untuk gue?" tanya Rita duduk disebelah Novan.


Mereka berdua sekarang ada di taman belakang rumah Rita.


"Ada di koper gue"


"Gimana lo selama disana?"


"Happy" jawab Novan singkat.


"Kenapa lo gak pernah kasih kabar ke gue selama disana?" Rita melihat sekilas Novan.


"Gue sibuk dengan urusan kuliah"


"Gue kira lo udah lupa sama gue" ucap Rita sedih.


Novan mengusap rambut Rita, "kalau gue lupa ga mungkin gue rela-relain pulang ke sini cuman mau rayain ultah lo doang."


Rita tersenyum. "besok malam temanin gue yuk" Rita melihat Novan.


"Kemana?"


"Ngamen"

__ADS_1


"Orang tua lo udah kaya ngapain lagi lo ngamen."


"Ini ngamen berkelas kali, bukan yang di pinggir jalan" tawa Rita.


"Maksud nya?" Novan masih tak mengerti.


"Nyanyi di cafe"


"Emang lo bisa nyanyi?"


"Wah lo ngeremehin gue"


Mereka pun asik menggobrol berdua, menghabiskan waktu bersama. Novan tidak lama di Indonesia, minggu depan dia udah harus balik ke Prancis. Novan ingin menghabiskan waktu bersama Rita sebelum dia kembali.


****


Malam minggu Rita mengajak Novan untuk ikut dengan nya ke Cafe. Sesampai nya Rita dan Novan di cafe, Rita memperkenalkan Novan kepada teman Band nya dan juga kepada Devan.


"Gess kenalin ini Novan teman gue" Rita memperkenalkan Novan kepada teman Bandnya.


Mereka saling bersalaman.


"Van ini Rio,


"Salam kenal semua" ucap Novan sopan.


Rita melihat Devan yang berada di meja kasir. Rita menghampiri Devan bersama Novan.


"Malam Pak" sapa Rita.


Devan melihat Rita sekilas, "Malam."


"Novan ini Pak Devan, dosen gue sekaligus pemilik Cafe ini" lanjut Rita memperkenalkan Devan.


"Hallo saya Novan, salam kenal" Novan mengulurkan tangan nya.


Devan menyambut uluran tangan Novan.


"Van!" Seru Rita.


Mereka berdua melihat kearah Rita. Rita yang baru menyadari kalau nama belakang mereka sama.


"He maksud gue Novan" canggung Rita.


"Kenapa Ri?" tanya Novan.


"Lo bisa nyanyikan? gimna kalau kita coleb bareng?" ajak Rita.


"Bos lo izinin gak?" Novan melihat Devan.


"Iya terserah tapi gak ada bayaran buat kamu" jawab Devan dingin.


Devan pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua yang masih berdiri di depan kasir. Novan merasa sikap Devan dingin jadi was-was terhadap nya.


"Bos lo dingin banget kayak es, gua aja sampai beku berdiri di samping nya."


"Gak usah lebay lah, Pak Devan emang orang nya susah untuk ditebak." ucap Rita.


"udah ah gue bentar lagi harus naik ke panggung lo duduk aja di meja kosong mana aja oke" lanjut Rita.


"Hmmm baiklah, semangat ya" mengusap rambut Rita.

__ADS_1


Rita tersenyum dan pergi menaiki panggung. Novan berjalan menuju meja yang kosong, Novan mencari tempat duduk yang berada di tengah agar dia bisa leluasa melihat Rita.


Disisi lain ada seorang pria yang memperhatikan Novan yang terus memandang Rita. ya orang itu adalah Devan, ada sedikit kekesalan di hati Devan. Devan tidak suka Novan terlalu memperhatikan Rita seperti itu.


"Sayang...!!" seru seseorang wanita yang membuat Devan tersadar dari lamunannya.


Devan melihat kearah wanita itu, "Hay kapan kamu datangnya?" tanya Devan mengukir senyuman di bibinya.


"Barusan, kamu sedang liatin apaan sih?" wanita itu memperhatikan arah pandangan Devan.


"Enggak ada, yuk masuk ke ruanganku aja" Devan mengajak wanita itu masuk ke ruangannya.


Wanita itu dengan senang hati langsung menggandeng lengan kekarnya Devan. Wanita itu dan Devan sudah berada di ruangan nya. Devan duduk di kursinya dan wanita itu langsung duduk di pangkuan Devan.


"Kamu tadi gak sedang memperhatikan wanita lain kan?" wanita itu menginterogasi Devan.


"Enggak kok, Aku sudah punya kamu mana berani aku melihat wanita lain selain dirimu" Devan memegang dagu wanita itu.


Wanita itu tersenyum bahagia.


****


Rita baru selesai manggung saat dia mau turun dari panggung, lampu di cafe mati semua. Rita melihat sekeliling, ada satu cahaya dari sebuah lilin dan lampu kembali hidup.


Devan, teman Band dan karyawan cafe mendekati Rita sambil membawa kue ulang tahun. Rita kangen dengan suprise yang di berikan kapadanya.


"Happy Birthday to you, Happy Birthday to you, Happy birthday Happy birthday Rita" ucap mereka semua di ikuti seluruh pengunjung cafe.


Kue itu di dekatkan nya kepada Rita, Rita meniup lilin itu. Dia merasa senang mendapatkan suprise dari mereka.


"Makasih semua" ucap Rita.


"Happy birthday Rita" ucap Rio menyalami Rita dan di ikuti oleh Surya dan Adit.


Devan memberikan kue itu kepada Rita dan langsung pergi begitu saja, Rita menerima kue itu dan menaruhnya di atas meja Novan. Rita memotong kue dan membagikan nya kepada semua orang.


Seorang wanita datang mendekati Rita dan mengucapkan happy birthday untuk Rita, Rita menerima uluran tangan wanita itu dengan wajah yang bingung.


"Gue Syifa calon istri nya Devan, salam kenal ya" ucap wanita itu memperkenalkan dirinya.


"Saya Rita, makasih udah ngucapin" ujar Rita dengan senyuman.


"Kok saya belum pernah liat mbak disini?" tanya Rita yang baru melihat wanita itu di cafe nya Devan.


"Jangan panggil mbak Syifa aja, ya karna gue baru balik dari Prancis" jawab Syifa.


Rita menganggukan kepala, "Eh iya Syifa ini kenalin Novan teman Rita dia juga baru pulang dari Prancis" Rita memperkenalkan Novan kepada Syifa.


"Wow kebetulan sekali ya" Syifa melihat kearah Novan.


Tidak butuh waktu lama untuk mereka bertiga beradaptasi, mereka bertiga mengobrol bareng layaknya teman yang sudah lama dekat.


****


--------------------------------


Jangan lupa setelah selesai membaca tinggalkan jejek berupa komen dan like.


Dukungan kalian sangat berati agar outhor lebih semangat lagi menulisnya.


Follow ig author: @p_putri97 untuk kasih saran dan kritik

__ADS_1


__ADS_2