Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 76


__ADS_3

Ghea berkuliah dengan fakultas kedokteran sesuai keinginannya, berbeda dengan saudara nya yang lain, saat Ghea sedang menulis beberapa kata di buku materi nya, tiba tiba dosen masuk ke dalam kelas dan Ghea mengingatnya dia adalah Andreas.


"Selamat pagi anak anak, saya kesini membawakan dosen baru untuk mengisi materi di fakultas kalian, silahkan memperkenalkan diri". Ujar Rangga yang merupakan Ayah Ghea.


"Perkenalkan nama saya Andreas Putra M. panggil saja Pak Andre, semoga kalian bisa membantu saya untuk beradaptasi, terimakasih". Ujar Andreas yang sengaja tidak menyebutkan nama panjangnya.


Pak, udah punya pacar belum?


Minta nomornya boleh pak?


Mau dong jadi pacar bapak


Pak, udah nikah belum?


Pak ganteng banget sih


Aaaa sumpah Pak Andreas ganteng bangett


Rangga yang mendengar para teriakkan mahasiswa nya mengingatkannya pada Rangga dulu, bahkan sifat Anna turun pada Ghea anak nya, jika yang lain berteriak berbeda dengan Ghea yang menatap datar ke depan.


"SUDAH CUKUP!! KEMBALI BELAJAR! PERMISI". Teriak Rangga sambil berlalu pergi dari kelas.


"Baiklah kita mulai materi kita tentang ilmu perawatan". Ujar Andreas pada mereka.


"Baik pak". Ujar mereka termasuk Ghea.


"Ingat didalam pembelajaran saya, tidak boleh ada yang tidak memperhatikan, semuanya harus menghadap ke saya, termasuk kamu yang di ujung yang memakai kacamata". Ujar Andreas sambil menunjuk pada Ghea.



Andreas Vegas Putra Marvello biasa dipanggil Andre atau Marvel oleh orang terdekatnya, kini usia nya sudah memasuki 22 tahun, berprofesi sebagai seorang DOSEN, CEO, Vokalis Band, Dokter juga, Andreas bisa membagi waktunya dengan benar. Andreas juga selalu dipanggil Andra jika mereka tidak bisa membedakan nya, padahal sangat berbeda Sifat Andreas dan kembarannya.



Andra Xavier Putra Marvello biasa dipanggil Andra atau Xavier, berprofesi sebagai CEO, guru IPA di sekolah SMA serta bisa menjadi DOSEN di kampus Vegas keluarga Ghea. Andra kini berumur sama seperti abangnya 22 tahun. Andra terkenal playboy walau ia menjadi DOSEN, CEO atau pun Guru.



Ghea yang sedang menulis menoleh pada Andreas yang menunjuknya , Ghea kini menuruti perintah Andreas yang menyuruhnya memperhatikan materi yang di sampaikan oleh Andreas didepan. Beberapa menit kemudian bel istirahat berbunyi.


"Kamu yang namanya Ghea, ke ruangan saya!". Ujar Andreas sambil berlalu pergi dari kelas.


"Ish nyebelin banget sih". Gerutu Ghea melihat Andreas.

__ADS_1


"Lo ada salah ya sama pak Andre?". Tanya teman sekelasnya.


"Apaan sih ngga". Ujar Ghea sambil berlari keluar kelas.


Ghea mengetuk pintu ruangan dosen sebelum membukanya, setelah diperbolehkan masuk Ghea membuka pintu tersebut, terlihat Andreas yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya, Ghea mendekati Andreas karena sedaritadi hanya diam.


"Ada apa bapak memanggil saya?". Tanya Ghea dengan cuek.


"Pak Andreas yang terhormatt! tolong jika tidak ada hal penting saya akan keluar". Ujar Ghea kesal karena Andreas hanya diam saja.


"Baiklah jika bapak tidak ada hal penting, saya permisi". Ujar Ghea hendak berlalu pergi.


"Tunggu!". Teriak Andreas padanya.


"Apa pak?". Tanya Ghea dengan malas.


"Apa kamu sudah makan?". Tanya Andreas membuat Ghea kesal.


"Pertanyaan apa itu? please ya bapak yang terhormat saya mau makan gimana, belum istirahat udah disuruh ke ruangan". Ujar Ghea dengan kesal.


"Baiklah makan dengan saya dan saya mohon jangan panggil saya bapak jika sedang berdua". Ujar Andreas membuat Ghea melongo.


"Jadi kepentingannya itu menyuruh saya datang ke ruangan bapak?". Tanya Ghea dengan emosi..


"Iyaa memangg". Jawab Andreas dengan santai.


Andreas yang melihat itu pun sedih, ingin sekali ia dekat dengan Ghea, sudah bertahun tahun Andreas mencoba mendekati Ghea tetapi Ghea sama sekali tidak berubah, terkadang ia kesal mempunyai wajah tampan seperti ini tetapi jika tidak begini Ghea juga tidak akan menerimanya.


Ghea yang melihat ekspresi Andreas pun menjadi tidak enak, karena ia selalu aja menolak keras Andreas dari dulu, Ghea berdehem membuat Andreas menoleh padanya, Ghea menarik nafasnya sebelum berbicara padanya karena ia tidak mau amarah yang terus ada di dalam hatinya.


"Oke, saya mau makan bersama bapak, dengan syarat tidak boleh ada yang mengetahui, apalagi fans bapak". Ujar Ghea dengan datar.


"Beneran, makasihh Ghea". Ujar Andreas hendak memeluk Ghea.


"Eitss stop, jangan peluk". Ujar Ghea padanya.


"Baiklah, kita duduk dulu, aku akan pesankan makanannya". Ujar Andreas dengan semangat.


"Seneng banget sih". Gumam Ghea melihat tingkah Andreas.


Beberapa menit kemudian pesanan Andreas pun tiba, dia membawakan makanan tersebut pada Ghea, membuat Ghea yang melihat nya tergiur karena makanan tersebut adalah makanan kesukaannya, bagaimana Andreas mengetahui makanan kesuakaan Ghea? jelas ia bertanya pada kedua orang tuanya Ghea.


"Selamat makan Ghea". Ujar Andreas sambil tersenyum pada nya.

__ADS_1


"Ah ya selamat makan". Ujar Ghea pada Andreas.


"Semoga kamu suka ya, soalnya aku tadi hanya memilih saja, bahkan tidak bertanya terlebih dahulu padamu". Ujar Andreas pura pura tidak mengetahui makanan kesukaan Ghea..


"Ah iya tidak papa". Ujar Ghea tersenyum tipis.


"Baiklah". Ujar Andreas padanya.


Mereka berdua menikmati makanan tersebut dengan tenang, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, Ghea memimum minuman yang juga kesukaannya membuat Andreas tersenyum senang.


"Apa kamu suka? lain kali aku akan membelikannya nanti jika kita makan bersama". Ujar Andreas padanya.


"Ah iya aku suka, makasih ya kak". Ujar Ghea sambil tersenyum padanya.


"Iya sama sama Ghea". Ujar Andreas padanya.


"Kalau begitu aku kembali ke kelas ya kak". Ujar Ghea bangkit dari duduknya.


"Tunggu Ghea". Ujar Andreas padanya.


"Ya kenapa kak?". Tanya Ghea menatapnya.


Andreas mendekati wajah Ghea membuat sang empunya kaget, tetapi ia memejamkan matanya tetapi ia tidak merasakan apapun akhirnya ia membuka matanya kembali, Andreas tersenyum melihat Ghea salah tingkah seperti itu, sedangkan Ghea hanya bisa melarikan diri keluar ruangan.


"Huftt ada ada aja sih ah". Gumam Ghea memegang dada nya yang berdebar.


"Dulu aku merasakan nya saat SMP sekarang aku kembali merasakan seperti ini". Gumam Ghea sambil berjalan menuju kelasnya.


"Loh dek kamu dari mana?". Tanya Geo padanya.


"Ah dari ruangan dosen bang". Jawab Ghea padanya.


"Kamu udah makan dek?". Tanya Geo padanya.


"Udah kok bang, kebetulan tadi dosen mengajak makan bersama". Jawab Ghea padanya.


"Ga biasanya kamu mau diajak makan bersama dengan dosen". Ujar Geo padanya..


"Habis ga enak bang, udah di pesenin juga makanannya, jadi Ghea mau makan bersama dosen bang". Ujar Ghea pada abangnya.


"Baiklah". Ujar Geo padanya.


Beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi, mereka semua membawa kendaraan masing masing kecuali sikembar, tadi Ghea dan Geo berangkat bersama, tetapi saat pulang mereka bersama Raditya dan juga Rachel kecuali Chika yang dijemput abangnya.

__ADS_1


...****************...


Update 3 bab nih, maaf kemarin ga update guys:)


__ADS_2