Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 62


__ADS_3

Kini Anna dan keluarga kecilnya menghadiri acara syukuran kehamilan Rania yang ke 5 bulan,, terlihat agak besar dari saat hamil Cleopatra anak sulung Reynaldi dan Rania. Anna mengucapkan selamat pada adik iparnya lalu mengelus perut nya serta memeluknya.


"Empat bulan lagi ponakan bakal launching nih". Ujar Anna terkekeh.


"Haha iyaa kak". Ujar Rania pada Anna.


"Semoga semangat yaa lahirannya, kan udah pengalaman ngelahirin, pasti sekarang udah bisa menguasai kan". Ujar Anna mengedipkan matanya.


"Ihh apaan sihh kakk". Ujar Rania malu padanya.


"Hahaah yaudah, kakak mau makan dulu yaa". ujar Anna diangguki oleh Rania.


"Bunda hiks hiks". Ujar Andira padanya.


"Loh sayang kenapa?". Tanya Anna mengusap air mata anaknya.


"Bunda, cakit gigi hiks hiks". Jawab Andira padanya.


"Kamu makan yang manis lagi kan?". Tanya Anna menatap anaknya.


"Iyaa bunda maaf". Ujarnya pada Anna.


Beberapa menit kemudian terlihat Aura serta yang lainnya menyusul Andira, mereka berhenti saat Anna menatap mereka dengan tatapan tajam nya, Aura serta yang lainnya menyengir saja melihatnya.


"Maaf yaa bunda, abang ga bisa larang adek". Ujar Raditya padanya.


"Iyaa bun, maafin kita ya gabisa larang adek makan yang manis tadi". Ujar Ghea pada bundanya.


"Heum yaudah gapapa, lain kali jangan sampai seperti ini". Ujar Anna pada mereka semua.


"Makasih ya bunda sayang". Ujar Mereka memeluk Anna bergantian.


"Iyaa sama sama sayang, yaudah sana kalian ajak adik kalian main lagi". Ujar Anna pada mereka.


Aura serta yang lainnya kembali ketempat dimana mereka duduk, Ghea menundukkan kepalanya saat ia dihadang oleh seseorang, ia mendongakkan kepalanya betapa terkejut nya ia kembali bertemu dengan seorang Pria.


"Ehh kakak diundang juga?". Tanya Ghea mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar.


"Eheum iyaa, kamu kok bisa ada diacara ini?". Tanya nya pada Ghea.


"Ya Karena aunty aku yang punya acara". Jawab Ghea padanya.


"WHATT!!". Teriak entah siapa dibelakang Pria tersebut.


Ghea sungguh terkejut melihat kedua pria kembar dihadapannya, Aura menghampiri Ghea yang dihadang dua pria di ikuti oleh Raditya, Aura berada di hadapan kedua pria tersebut.


"Kakak ngapain hadang kak Ghea?". Tanya Aura dengan tersenyum.


"Ah jadi namamu Ghea, nama yang indah". Ujar nya menatap Ghea.

__ADS_1


"Hei bang jangan ganggu adik kembaran ku". Ujar Raditya menatap tak suka.


"Oh jadi kalian juga kembar yaa". Ujarnya tanpa memperdulikan ekspresi Raditya.


"Andra Andreas!". Panggil seseorang membuat mereka menoleh.


"Loh uncle Rey kenal?". Tanya Ghea padanya.


"Tentu saja kenal sayang , karena mereka berdua adik sepupu jauh uncle sayang". Jawab Rey pada ponakannya.


"Wah ternyata dunia sempit sekali kak". Ujar Andra pada Reynaldi.


"Memangnya kenapa?". Tanya Rey pada nya.


"Ngga papa kak, jangan dianggap ucapan nya Andra". Ujar Andreas padanya.


Reynaldi pun memilih pergi dari sana, karena sebelumnya ia mengambil buah untuk istrinya yang mengidam, kini tinggal Ghea serta yang lainnya masih berdiri padahal niatnya tadi Ghea ingin duduk di gazebo.


"Kak boleh minggir ngga?". Tanya Ghea padanya.


"Boleh, tapi sebelumnya kenalan dulu dong". bukannya Andreas yang menjawab tapi kembarannya Andra.


"Baiklah nama aku Ghea". Ujar Ghea pada mereka berdua.


"Okee nama aku Andreas dan ini Andra saudara kembarku". Ujar Andreas membuat Andra kesal.


"Kenapa sih lo?". Tanya Andreas padanya.


"Gue juga mau memperkenalkan diri gue sendiri bukan sama lo". Jawab Andra padanya.


"Serah gue dongg". Ujar Andreas padanya.


"Rese lo Dre". Ujarnya kesal pada kembarannya.


Aura mengajak Ghea pergi dari hadapan Andra dan Andreas yang sedang berdebat, Ghea pun menyetujui karena ia malas melihat kedua orang dihadapannya itu, Andreas menoleh ke depan dan tidak melihat Ghea.


"Garagara lo Andra, jadi pujaan hati gue pergi". Ujar Andreas kesal padanya.


"Lo juga yang rese Dre". Ujar Andra pada kembarannya.


"Tau ah, nyebelin banget lo". Ujar Andreas meninggalkan Andra.


"Hoyy tungguin gue Dre". Ujar Andra mengejar kembarannya.


Rania menatap adik sepupu suaminya menghampiri nya, Rania melihat kejadian dimana adik sepupu suaminya itu menghadang Ghea ponakannya, Andreas dan Andra mengucapkan selamat pada Rania atas kehamilannya.


"Udah dicek belum kak jenis kelaminnya?". Tanya Andra pada nya.


"Ngga akan di cek, biar kejutan". Jawab Rania pada nya.

__ADS_1


"Yahh ga asik banget sih kak". Ujar Andra pada Rania.


"Hahaha dari dulu juga pas hamil Cleo dan sikembar juga kakak merahasiakan jenis kelaminnya". Ujar Rania terkekeh.


"His yaudah, semoga lancar sampai lahirannya ya kak". Ujar Andreas pada Rania.


"Iyaa makasih doanya Dre". Ujar Rania pada Andreas.


Beberapa menit semuanya pamit pulang namun ada juga yang menginap di rumah kediaman Reynaldi dan Rania, Anna dan Rangga selama dalam perjalanan sedikit berbincang untuk mengusir rasa kantuk mereka.


Tak terasa Anna dan Rangga sampai di rumah mereka, anak anak sudah tertidur mungkin karena kelelahan, Rangga menyuruh Lion membantu nya untuk mengangkat anak anaknya ke kamar, sementara Aera membantu Anna menggendong Baby Mahesa.


"Kak, Aera kembali ke kamar ya". Ujar Aera pada Anna.


"Iyaa dek, jangan tidur malem". Ujar Anna pada adiknya.


"Kalau gitu, Lion juga masuk kamar ya kak". Ujar Lion pada Anna.


"Iyaa sana tidur, besok kalian harus membantu kakak". Ujar Anna diangguki oleh mereka berdua.


"Sayang, sudah yuk tidur". Ujar Rangga pada istrinya.


"Iyaa suamiku". Ujar Anna pada suaminya.


Kini Anna dan Rangga sedang rebahan di kasur, namun hanya beberapa menit karena keduanya langsung tertidur pulas, mereka juga sama lelahnya apalagi Rangga yang mengemudi mobil tanpa ada yang mengganti.


Keesokkan harinya, Anna bangun terlebih dahulu, ia bersiap untuk memasak bersama adiknya Aera, ternyata Aera sudah berada di dapur entah membuat apa , Anna menghampiri Aera yang sedang asik mengaduk.


"Dek bikin apa?". Tanya Anna pada adiknya.


"Bikin pudding berbagai rasa Kak". Jawab Aera pada Anna.


"Wih kayanya enak nih". Celetuk seseorang dibelakang mereka.


"Bang Lion udah bangun?". Tanya Aera pada Lion.


"Belum, yaudah lahh". Jawab Lion dengan kesal.


"Ish gitu aja marah". Ujar Aera kembali fokus pada pudding yang sedang dibuat.


"Mending kamu bangunin anak anak kakak kecuali Andira dan Baby Mahesa". Ujar Anna pada adiknya Lion.


"Heum oke siapp". ujar Lion sambil berlalu pergi dari dapur.


Beberapa menit kemudian kini semuanya sudah berkumpul di meja makan, Raditya serta yang lainnya ngiler melihat pudding yang menggiurkan, ingin mencobanya namun dilarang oleh Anna karena hanya Aera yang bisa membolehkan mereka makan pudding tersebut.


Aera pun langsung menganggukkan kepalanya menandakan bahwa mereka boleh memakan pudding tersebut, membuat Raditya dan kembarannya senang sekali begitupun Aera yang senang melihat mereka.


Semoga kalian selalu menyukai apa yang aku buat. Batin Aera tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2