
Rasanya Anna masih tidak menyangka di umurnya yangg sudah akan memasuki kepala 5 , ia masih awet muda saja begitupun dengan suaminya, Rangga memeluknya dari belakang membuat Anna tersenyum karena sikap suaminya dari dulu tidak berubah.
"Ada yang kamu pikirkan sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Ngga ada kok Yah". Jawabnya pada suaminya.
"Beneran syaang?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Beneran suamiku". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada suaminya.
"Yaudah kalau gitu, ikut aku ya sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Kemana sayang?". Tanya Anna pada suaminya.
"Udah ikut ajaa syaang". Jawabnya pada Anna.
Beberapa menit kemudian mereka sampai disebuah tempat yang sudah Rangga reservasi, Anna begitu takjub dengan keindahannya tempat tersebut karena Rangga memang menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyiapkan segalanya.
"Wah sayang ini indah sekali". Ujar Anna pada suaminya.
"Tentu harus indah dong sayang". Ujar Rangga memeluk istrinya.
"Bagaimana kamu menyiapkan semua ini sayang?". Tanya Anna menatap suaminya.
"Mudah syang cukup suruh anak buahku saja". Jawabnya pada istrinya.
"Ih aku kira kamu yang menyiapkan semuanya syaang". Ujar Anna pada suaminya.
"Aku memang tidak andil menyiapkannya tetapi ini ide aku yang buat sayang". Ujar Rangga menatap istrinya dengan lembut.
"Makasih ya sayang, aku sangat menyukai keindahan tempat ini". Ujar Anna menatap suaminya penuh cinta.
Rangga mengajak istrinya untuk makan bersama, di iringi dengan lagu membuat suasana semakin romantis, walaupun usia mereka bukan mudaa lagi tetapi keduanya begitu mesra membuat semuanya kagum.
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, Anna menyandar pada lengan suaminya sambil menatap indahnya tempat tersebut.
"I love you suamiku". Ujar Anna pada suaminya.
"I love you too istriku". Ujar Rangga menatap istrinya lalu mengecup bibir istrinya.
"Kamu ngga inget umur syang". Ujar Anna sambil tertawa kecil.
"Biarkan saja yang penting aku masih kuat diranjang". Ujarnya membuat Anna kesal pada sang suami.
"Ishh dasar mesum kamu sayang". Ujar Anna kesal pada suaminya.
__ADS_1
"Biarin mesum saMa istri sendiri daripada sama istri orang". ujar Rangga membuat Anna melototkan matanya.
"Awas aja kalau kamu beranii!". Ujar Anna dengan kesal.
"Ngga akan sayang, cukup kamu aja engga akan ada yang lain". Ujar Rangga pada istri tercintanya.
Beberapa jam kemudian mereka memutuskan untuk pulang karena tadi Mahesa mengabari bahwa Andira pingsan, membuat keduanya khawatir terjadi sesuatu pada anak perempuannya.
Sesampainya mereka dirumah mereka langsung berlari masuk tanpa memperdulikan kesehatan keduanya, membuat Mahesa yang melihat itupun langsung emosi tetapi sebisa mungkin ia sabar karena tidak mau terjadi keributan.
"Sayang bagaimana? kakakmu ngga papa kan?". Tanya Anna dengan panik.
"Ngga papa katanya kakak kelelahan karena terlalu fokus kerja". Jawab Mahesa pada bundanya.
"Ah Andira susah diomongin, bunda kan udah bilang jangan sampai kecapekkan tapi kakakmu itu bandel". Gerutu Anna sambil berlalu pergi ke kamar putrinya.
"Istri ayah kenapa sih?". Tanya Mahesa pada ayahnya.
"Istri ayah juga bunda kamu Mahesa". Jawabnya dengan kesal.
"I'm sorry ayah". Ujar Mahesa padanya.
"Iyaa gapapa boy, bagaimana kapan kamu akan melamar Marsya?". Tanya Rangga pada anak laki lakinya.
"Baiklah nanti kabari ayah dan bunda, biar kita berdua mengantarmu". Ujar Rangga pada anaknya.
Mahesa hanya mengangguk anggukan kepalanya mengerti, Rangga berlalu menyusul istrinya yang masuk ke dalam kamar Andira, sesampainya di kamar putrinya membuat nya tersenyum karena pandangan didepannya.
"Jarang banget Andira manja kecuali kalau sakit doang". Gumam Rangga melihat keduanya tidur sambil berpelukan.
"Aku sangat menyayangi kalian". Ujarnya dengan pelan.
"Loh ayah juga datang". Ujar Andira yang melihat keberadaan ayahnya.
"Ya ayah tentu datang sayang bersama bunda cuman ayah baru masuk ke kamar kamu aja". Ujar Rangga menghampiri mereka berdua.
"Ayahh Dira kangen sama ayah". Ujar Andira langsung memeluk ayahnya saat Rangga duduk di pinggir Ranjang.
"Kamu aneh sayang , padahal kita masih serumah loh". Ujar Anna terkekeh pada putrinya.
"Iyaa sih tapi tetep aja aku kangen, karena ayah sama bunda kan jarang banget ada dirumah, kalian berdua selalu aja berkunjung ke rumah abang ataupun kakak aku merasa tersisihkan ". Ujarnya membuat Anna dan Rangga tertegun.
"Maaf ya sayang, bukan maksud bunda sama ayah begitu sayang, maafin bunda ya". ujar Anna memeluk putrinya yang masih memeluk sang suaminya.
"Iya ayah juga minta maaf ya sayangnya ayaah". Ujar Rangga mengusap rambut anaknya.
__ADS_1
"Iyaa ayah bunda engga papa kok, asal kalian berdua jangan lupa sama aku dan Mahesa ya". Ujarnya lagi membuat keduanya tertegun.
"Maaf sayang maafin ayah dan bunda sekali lagi". Ujarnya sambil memeluk anak perempuannya dengan erat.
Andira hanya menganggukkan kepalanya dipelukan kedua orangtuanya, bahkan kini mereka bertiga tidur bersama karena permintaan Andira yang ingin tidur dipeluk oleh mereka berdua.
Anna dan Rangga saling menatap saat melihat anaknya sudah tertidur lelap, keduanya banyak melewatkan waktu bersama anak anak mereka yang lain nya, sehingga membuat Mahesa dan Andira merasa tersisihkan.
"Sayang bangun, makan terus minum obat dulu". Ujar Anna setelah beberapa jam mereka tertidur.
"Masih ngantuk bunda". Ujar Andira dengan suara seraknya.
"Makan terus minum obat dulu, nanti. lanjut lagi tidurnya sayang ya". Ujar Anna pada anaknya.
"Heum suapin bunda". Ujar Andira yang kini sudah bersandar di kepala ranjang.
"Yaudah bunda suapin sayang". Ujar Anna menyuapi anaknya untuk makan.
"Anak ayah manja sekali yaa". Ujar Rangga mengelus rambut putrinya.
"Biarin aja ayah". Ujar Andira sambil tersenyum tipis pada ayahnya.
"Iyaa deh anak ayah yang sebentar lagi ada yang ngelamar". Ujar Rangga meledek anaknya.
"Bundaa ih ayah nyebelin banget sih, lagian siapa yang akan mau sama aku yang workaholic gini?". Tanya Andira pada ayahnya.
"Pasti adalah sayang , ayah jamin itu karena putri ayah kan cantik begini masa engga ada yang tertarik sih". jawab Rangga pada anaknya.
Beberapa menit kemudian Anna selesai menyuapi anaknya makan serta Andira juga sudah selesai minum obatnya, Anna dan Rangga memilih keluar dari kamar putrinya karena tidak mau mengganggu anaknya.
"Bagaimana keadaan Kak Dira? udah membaikkan bun?". Tanya Mahesa saat melihat bundanya.
"Iyaa Dira sudah mendingan syang ah ya sayang kenapa kamu engga tidur siang?". Tanya Anna pada putranya.
"Ngga bisa tidur bun". Jawabnya pada bundanya.
"Kenapa? cerita sama bunda sayang". Ujar Anna langsung duduk di samping anaknya.
"Ngga papa sih, Mahesa cuman takut saat melamar Marsya ternyata dia menolak gimana dong bun". ujar Mahesa pada bundanya.
"Udah kamu tenang aja son, pasti Marsya menerima kamu percaya sama ayah". Ujar Rangga pada anaknya.
"Percaya sama ayah Tuh musyrik". Ujarnya membuat Anna tertawa terbahak bahak.
Rangga yang melihat itupun langsung menggelitiki pinggang istrinya yang memang kelemahan sang istri, benar saja Anna terus berkata ampun pada suaminya karena ia benar tidak kuat.
__ADS_1