Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 98


__ADS_3

Anna dan suaminya mengantar putra mereka Raditya yang akan melamar kekasihnya Jennifer Putri Aurora biasa dipanggil Jenni , merupakan anak single parents dari ibu yang bernama Tania Putri Aurora , ia tidak menikah lagi karena ia merasa cukup dengannya saja Jennifer pasti bahagia.


"Bunda". Panggil Jenni padanya .


"Iyaa syang kenapa?". Tanya Tania padanya.


"Raditya dan kedua orangtuanya datang kemari". Jawab Jenni pada nya.


"Baiklah ayo sambut mereka dengan baik". Ajak Tania pada putrinya.


"Bunda, ayah silahkan duduk". Ujar Jenni setelah membuka pintu dan menyuruh mereka masuk.


"Siang bu Tania". sapa Anna sambil tersenyum pada nya.


"Siang juga bu Anna". Sapanya balik pada Anna.


"Begini bu, kedatangan saya dan keluarga saya ingin melamar putri ibu untuk anak saya Raditya , menjadi pendamping anak saya sampai akhir hayatnya, apakah ibu menerima lamaran anak saya?". Tanya Rangga pada Tania.


"Saya bisa saja menerimanya tapi tergantung anak saya, mau engga nya menerima lamaran dari putra bapak". jawab Tania padanya.


"Jenni bagaimana? apakah kamu mau menerima lamaran anak ayah?". Tanya Rangga pada Jennifer.


"Iyaa aku mau Yah". Ja-wab Jennifer dengan malu malu.


"Yess akhirnya". Ujar Raditya dengan senang.


"Jadi mau langsung nikah apa tunangan dulu?". Tanya Rangga padanya.


"Nikah aja langsung Yah, lebih cepat lebih baik". Bukan Jenni yang menjawab melainkan anaknya sendiri.


Jennifer yang mendengar itu pun merasa malu, karena Raditya sangat santai mengatakannya, Anna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya, sementara Tania hanya mengulum senyumnya mendengar perkataan Raditya.


"Baiklah lebih baik menikah saja, jangan bertunangan, karena kalian juga sudah lama berpacaran". Ujar Tania pada keduanya.


"Baiklah Radit setuju". Ujarnya dengan semangat.


"Jenni juga setuju bun". Ujar Jenni pada bundanya.


"Baiklah jika kalian sudah setuju, kita akan menyiapkan semuanya, iya kan mas?". Tanya Anna pada Rangga.


"Benar apa yang dibilang oleh istri saya, kita yang akan menyiapkan segalanya, jadi bu Tania tenang saja". Jawab Rangga padanya.


"Baiklah kalau begitu". Ujar Tania padanya.


Raditya dan Jenni saling melirik lalu memalingkan wajahnya masing masing, membuat para orangtua menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya, mau nikah aja seperti pertama kali pacaran malu malu kucing padahal sudah lama pacaran.


"Kalian ini ada ada aja". Ujar Rangga terkekeh.

__ADS_1


"Kenapa yah?". Tanya Raditya dengan mengangkat alisnya.


"Kamu dan Jenni akan menikah loh, tapi tingkah kalian seperti baru pertama ketemu, malu malu kucing segala". Jawab Rangga membuat keduanya semakin malu..


"Hahha ya ampun kalian ini benar benar lucu". Ujar Anna sambil tertawa pelan.


"Benar sayang, biasa aja kamu kalau menatap Adit, bukannya kalian sudah berhubungan lama". Ujar Tania pada putrinya Jenni.


"Udah jangan digoda goda mulu makin malu tuh anaknya". Ujar Rangga pada mereka.


"Kamu yang mulai duluan loh mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Hehe benar juga". Ujarnya pada istrinya.


Beberapa menit kemudian Anna dan Rangga serta Raditya pamit untuk pulang, Tania dan Jenni mengantar mereka sampai depan, Raditya melambaikan tangannya pada Tania dan Jenni membuat Anna dan Rangga tersenyum melihatnya.


"Bagaimana boy, degdegan?". Tanya Rangga sambil tersenyum menggoda.


"Apaan sih ayah, udah ah jangan goda Radit gitu". ujar Raditya pada ayahnya.


"Ciee yang mau nikahh nihh, kalah kamu sama Cleo". Ujarnya pada Raditya.


"Ish biarin yang penting nikah daripada ngga nikah nikah nanti". Gerutu Raditya pada ayahnya.


"Hahah baiklah boy". ujar Rangga sambil tertawa pelan.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Anna dan Rangga, saat masuk ke dalam rumah sudah adak anak anaknya yang lain begitu juga dengan cucu nya, bahkan Lion dan Aera turut hadir mendengar Raditya lamaran.


"Diterimalah, masa ga diterima". bukan Rangga yang menjawab melainkan ponakannya.


"Ponakan uncle mau melepas lajang nih, wah cocok Tuh nanti uncle naik panggung nyanyikan lagu melepas lajang". Ujarnya sambil terkekeh.


"Geo setuju Uncle, kita nyanyi melepas lajang karena pas kan lagunya". Ujarnya menyetujui saran dari uncle nya.


"Ya aku juga setuju". Ujar Rachel dan Ghea barengan.


"Okee fiks, kita nyanyikan melepas lajang untuk Raditya seorang". Ujar Lion terkekeh.


"Iyaa deh terserah kalian aja, asal jangan maluin Radit nantinya". Ujarnya pada mereka.


"Hahah siap deh siapp". ujar mereka kompak pada Raditya membuat sang empunya mendelik.


Raditya berjalan menuju anak dari Lion dan Aera yang sedang asik bermain sesuatu tanpa menyadari kedatangannya sedaritadi, ketiganya menoleh saat menyadari ada yang menghampiri mereka bertiga, mereka langsung memeluk abangnya.


"Wah abang kapan datang?". Tanya Laura padanya.


"Abang daritadi loh, kalian aja yang asik main". Jawab Raditya dengan gemas pada mereka.

__ADS_1


"Hehe maafin ya abang". Ujar Laura padanya.


"Iyaa gaapapa abang maafin asal cium pipi abang". Ujarnya pada mereka bertiga.


"Baiklah abang, kita akan mencium pipi abang". Ujarnya pada abangnya.


"Yaudah sini cium abang di mulai dari Laura". Ujar Raditya pada mereka sambil menunjuk pipinya.


Mereka bertiga pun mencium pipi Raditya bergantian, sedangkan Anna dan yang lainnya terkekeh melihat tingkah laku Raditya pada ketiga anak dari Lion dan Aera, hingga beberapa menit kemudian mereka kini sedang mengadakan acara makan makan bersama.


"Geo bagaimana denganmu? apakah sudah melamar gadismu?". Tanya Lion pada ponakannya.


"Belum uncle, Dia masih ingin diberikan waktu untuk berpikir, karena dia sebenarnya dari kalangan bawah dia takut kalian semua tidak menerima Luna, karena berbeda status dengan kita". Jawab Geo pada Lion.


"Bunda tidak mempermasalahkan itu semua yang penting Luna gadis baik baik, bunda tidak menilai dari segi materi nya". Ujar Anna pada anaknya.


"Entahlah bun, Geo sudah memberitahu tapi dia tetap merasa tidak pantas". Ujarnya dengan sedih pada Anna.


"Yaudah nanti biar bunda sama ayah yang bicara pada Luna". Ujar Anna pada anaknya.


"Heum baiklah bunda". ujarnya pada Anna.


Ting!


...Laluna Sayang...


...Online...


Geo 😢


^^^Ada apaa sayang? kenapa?^^^


Kamu tidak akan menikah dengan orang lain kan? karena aku selalu menginginkan waktu untuk berpikir? 😢


^^^Heii kamu kenapa bisa berpikir begitu? aku mencintaimu syaang mengapa harus menikah dengan yang lain? jika hatiku saja terisi oleh mu^^^


Aku takut kamu dijodohkan sama bunda dan ayahmu karena kamu belum menikah ☹️


^^^Syaang, abang aku aja belum menikah dengan Jenni jadi kamu tenang saja oke, selama kita masih hidup kita bisa menikah kok^^^


Heum beneran? kamu ngga akan nikah sama yang lain kan? aku takut Geo 😢


^^^Beneran sayang, apa perlu aku bawa bunda dan ayah untuk melamarmu sekarang?^^^


Heum tidak, aku merasa tidak pantas menjadi bagian dari keluargamu.


^^^Terus kamu maunya kita pacaran terus? tanpa adanya pernikahan? kalau kamu maunya seperti itu lebih baik kita akhiri saja hubungan kita, aku butuh yang serius!!^^^

__ADS_1


Geo menyimpan ponselnya dengan keras, ia sangat kesal dengan kekasihnya yang selalu saja menunda jawabannya, membuat keluarganya terus saja bertanya tanya kapan menikah, sedangkan Luna merasa bersalah dan sakit hati bersamaan olehnya.


Semoga saja kamu mengerti Luna. Batin Geo.


__ADS_2