
Hari ini adalah pernikahan Berliana dan Bara, semuanya turut hadir begitupun dengan Adrian yang sudah menikah dengan Alana, semuanya mengucapkan selamat pada Berliana dan juga Bara yang sudah sah menjadi suami dan istri.
"Jangan kasih kendor ya Bar". bisik Adrian ditelinga adik iparnya.
"Asyiap bang". Ujar Bara sambil berbisik juga.
"Bang cepet ini ngantri panjang loh". Ujar Andira pada Adrian.
"Iyaa Sabarr napa". Ujar Adrian sambil berlalu pergi dari hadapan kedua pengantin.
"Kak Ana, Bang Bara, selamat ya buat kalian berdua semoga cepet hamil kaya aku". Ujar Andira sambil mengusap perutnya.
"Iyaa makasih doanya ya dek". ujar Berliana pada adik sepupunya.
"Iya sama sama kak". Ujar Andira pada kakak sepupunya.
"Yaudah sana makan, takutnya lapar tuh banyak makanan". Ujar Berliana pada adik sepupunya.
"Okee siap kak". ujar Andira sambil berlalu pergi menarik tangan suaminya.
"Sayang pelan pelan jalannya, ingat kamu lagi hamil". ujar Kenan pada istrinya.
"Eh iyaa mas lupa". Ujar Andira pada suaminya.
Andira sampai di stand makanan, ia mengambil berbagai makanan dengan dititipkan pada suaminya, membuat Kenan kewalahan membawa semua makanannya dan itu membuat semuanya khawatir pada Kenan.
"Dek kamutuh keterlaluan banget sih sama suami sendiri, kasian tuh Kenan bawa banyak makanannya". Ujar Raditya pada adiknya.
"Ah iyaa maaf ya sayang". Ujar Andira menatap suaminya dengan berkaca kaca.
"Iyaa gapapa kok sayang, jangan sedih mas gapapa". Ujar Kenan dengan tersenyum tipis pada istrinya.
"Beneran gapapa mas?". Tanya Andira pada suaminya.
"Beneran gapapa sayang". Jawab Kenan pada istrinya.
"Bener ya sayang?". Tanya Andira sekali lagi pada suaminya.
"Beneran sayang ngapain mas juga mas bohong". jawab Kenan pada istrinya.
"Heum yaudah kalau gitu, udah aja ngambil makanannya takutnya ngga habis juga mas". Ujar Andira pada suaminya.
"Yaudah terserah kamu aja sayang". Ujar Kenan pada istrinya.
"Yaudah kalau gitu udah aja mas". Ujar Andira padanya.
"Iyaa udah sayangg ini mas taro di meja ya". Ujar Kenan pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Andira sambil duduk disalah satu kursi begitipun dengan suaminya.
Beberapa menit kemudian Andira telah menghabiskan semua makanan yang begitu banyak, membuat Kenan serta yang lainnya terkejut melihatnya, tapi Andira tetap cuek bahkan dia sendawa dengan keras.
"Astaga sayang, kamu ga sopan banget sih". Ujar Anna pada anaknya.
"Hehe maaf bunda". Ujar Andira pada bundanya.
__ADS_1
"Aih yaudah gapapa sayang". Ujar Anna pada anaknya.
"Beneran bunda?". Tanya Andira padanya.
"Beneran lah sayang". Jawab Anna pada anaknya Andira.
"Makasih ya bunda". Ujar Andira padanya.
"Iyaa sama sama sayang". Ujarnya sambil mengelus rambut anaknya dengan lembut.
"Yaudah lebih baik sekarang kita pulang ya sayang, kamu kan lagi hamil harus banyak istirahat". Ujar Kenan pada istrinya.
"Heum yaudah ayok mas". Ujar Andira pada suaminya.
"Yaudah kalian hati hati ya, kalau sudah sampai kabari bunda". Ujarnya pada anak serta menantunya.
"Oke siap bunda". ujar keduanya pada Anna.
Sebelum pulang mereka berdua berpamitan pada yang lainnya, setelahnya baru mereka berdua pergi meninggalkan semuanya terutama Anna yang merasakan tidak enak dihatinya, semoga saja mereka selamat sampai rumah pikir Anna.
"Sayang kenapa kamu melamun?". Tanya Rangga pada Anna.
"Ngga papa sayang". Jawab Anna pada suaminya sambil tersenyum tipis.
"Beneran ngga papa syaang? tapi kenapa kamu seperti cemas begitu?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Aku merasa tidak tenang sayang sama mereka berdua, semoga aja mereka selamat sampai dirumah". Jawab Anna pada suaminya.
"Iyaa doakan saja mereka sayang, semoga sampai dirumah dengan selamat ssyang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Yaudah yuk kembali ke dalam". Ujar Rangga mengajak istrinya.
"Iya Ayok sayang". Ujar Anna pada suaminya.
Ting!
...Kenan Menantuku...
...Online...
Ayah bisa datang ke rumah sakit ngga?
Tadi ada sedikit kecelakaan saat perjalanan pulang ke rumah
^^^Astaga bagaimana bisa? tapi kalian gapapa kan? ngga ada yang luka kan?^^^
Ngga ada tapi cuman Andira syok aja karena ada yang nabrak mobil kita dari belakang
^^^Yaudah ayah sama yang lain kesana sekarang^^^
Jangan semua juga ayah, kasian kan lagi ngadain acara lamaran kak Berliana
^^^Yaudah Ayah saMa bunda aja yang kesana^^^
Okee ditunggu tapi hati hati ya dijalannya, jangan nyetir sendiri kalau bisa Yah
__ADS_1
^^^Okee siap Ken^^^
Anna menatap suaminya yang berhenti berjalan membuatnya menghampiri suaminya, Rangga menatap istrinya sebelum berbicara karena takut istrinya panik, tetapi Rangga memilih tanpa memberitahu yang sebenarnya terjadi pada istrinya.
"Sayang sebenarnya kita mau kemana sih?". Tanya Anna pada suaminya.
"Nanti juga kamu akan tahu sayang, ikut aja udah". Jawab Rangga pada istrinya.
"Heum baiklah sayang". Ujar Anna pada suaminya.
"Iyaa syaang , ayok masuk mobil syang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Anna tanpa bertanya pada suaminya.
"Loh mas ini kenapa jalannya seperti mau ke rumah sakit keluarga kamu?". Tanya Anna saat beberapa menit terdiam.
"Nanti juga kamu akan tahu sayang". Jawabnya pada istrinya.
"Mas ngga terjadi sesuatu kan pada keluarga kita?". Tanya Anna dengan sedih.
"Syang jangan banyak tanya dulu ya". Ujar Rangga sambil menarik tangannya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai didepan ruangan pasien, membuat Anna langsung menatap suaminya seolah bertanya tanya, hingga terbukalah pintu menampilkan Andira yang tengah terbaring lemah di ranjang pasien membuat Anna panik.
"Sayangg bagaimana bisa kalian ada dirumah sakit? apa terjadi sesuatu saat pulang? benar saja feeling bunda ngga enak ternyata ini toh". Ujar Anna dengan panik serta berkaca kaca.
"Ada orang yang tidak hati hati membawa mobilnya, untung saja kita engga kenapa napa bunda hanya saja Andira masih shoock". Ujar Kenan pada mertuanya.
"Ya ampun lain kali kalian diantar saja sama supir ya, bunda gamau kejadian ini terulang lagi". Ujarnya pada mereka berdua.
"Iyaa siap bunda, maafin kita berdua bikin bunda khawatir ya". Ujar Andira pada bundanya.
"Iyaa bunda maafkan sayang, karena bunda juga tidak bisa jika Tidak memaafkan kamu". ujar Anna memeluk anaknya.
"Gimana kehamilan kamu? gapapa sayang?". Tanya Rangga pada anaknya.
"Syukurnya gapapa ayah, kehamilan aku sangat kuat menurut dokter juga". jawabnya pada ayahnya.
"Syukurlah kalau begitu, ayah tenang dengarnya sayang, takutnya terjadi sesuatu pada kalian tadi". Ujar Rangga mengelus rambut panjang anaknya.
Beberapa menit kemudian mereka pulang dari rumah sakit, karena Andira sudah tidak papa hanya shock saja akibat kecelakaan tadi, Andira memasuki mobil Anna dan Rangga begitupun dengan Kenan karena mobil Kenan lagi dibengkel.
Semoga cukup tadi saja, kedepannya jangan. Batin Anna sambil terdiam beberapa saat kemudian.
...****************...
Mohon maklum, kalau akhir akhir ini sering telat update ya guys:)
Maaf sekali lagi ya, aku sering ketiduran saat lagi nulis buat update guys, maafin banget ya :(
Jangan kabur please, aku butuh kalian sebagai penyemangat ku :)
Terimakasih ya untuk semuanya:)
Jangan lupa juga Like, Comment and Votenya ya guys:)
__ADS_1