
Tiga bulan kemudian tak terasa kini semua anaknya sudah melakukan sekolah normal, Anna dan yang lainnya sedang menonton perlombaan berenang untuk mensupport Aura. Karena mewakili sekolah untuk mengikuti lomba berenang se provinsi.
Aura memenangkan juara pertama lomba berenang, kini trauma Aura tentang berenang sudah sembuh sepenuhnya, berkat keluarganya yang selalu mendukung dirinya agar bisa sembuh dari rasa traumanya yang berlebihan.
"Selamat ya darling, Mommy bangga sama kamu begitupun juga dengan daddy, ya kan dad?". Tanya Audrey pada suaminya.
"Iyaa tentu jelas, daddy bangga sama kamu sayang". Jawab Marvel padanya.
"Selamat ya sayang, kamu hebatt". Ujar Anna padanya.
"Makasih bundaa , makasih semuanya". Ujar Aura sambil tersenyum pada mereka.
"Ini hadiah dari aku buat kamu". Ujar Cleo pada Aura.
"Makasih yaa Cleo". Ujar Aura sambil tersenyum padanya.
"Iyaa sama sama, semoga kamu suka yaa". Ujar Cleo dengan senyuman manisnya.
Cleo ganteng banget kalau udah senyum ehh. Batin Aura sambil memalingkan wajahnya menatap ke arah Ghea.
Ghea berlari menghampiri Aura namun ia malah menabrak seseorang, membuat Aura serta yang lainnya menatap Ghea khawatir, Ghea hampir saja jatuh jika tidak di tahan oleh seseorang di hadapannya itu.
"Ma-makasih kak". Ujar Ghea gugup.
"Ahh iya sama sama, lain kali hati hati ya". Ujarnya tersenyum lembut.
"Yaudah kalau gitu aku permisi kak". Ujar Ghea padanya.
"Eh tunggu, nih kartu nama kamu jatuh". Ujarnya pada Ghea.
"Terimakasih sekali lagi kak". Ujar Ghea sambil tersenyum.
Ghea segera berlari menghampiri Aura dan keluarganya, sedangkan orang yang tadi Ghea tabrak menatapnya dengan gemas, ia berpikir jika takdir mempertemukan nya kembali ia akan mengejar gadis tersebut.
"Woyy!! kesambet lo, senyum senyum sendiri". ujar seseorang padanya.
"Ah lo Andra, nyebelin banget". Ujarnya pada Andra yang merupakan kembarannya.
"Kenapa sih lo Andreas kembaranku yang tercinta?". Tanya Andra padanya.
"Ngga! udah ah geli tau ga". Ujar Andreas meninggalkan kembarannya.
__ADS_1
Sedangkan Ghea memegang dada nya merasa jantungnya berdebar kencang, Anna dan yang lainnya memperhatikan Ghea yang sedari tadi memegang dadanya, mereka pikir Ghea sakit tapi wajahnya senyum senyum sendiri daritadi.
"Kakak tenapa bunda?". Tanya Andira padanya.
"Ngga tau bunda juga". Jawab Anna pada putrinya.
"Kaka gamungkin gila kan?". Tanya Aura dengan polosnya.
"Ya gamungkin lah dek". Jawab Geo sambil terkekeh.
"Haha habisnya daritadi senyum senyum sendiri, liat tuh kak Ghea ngga sadar kita ketawa daritadi". ujar Aura menatap Ghea.
"Dekk, adekk sadarr, ngelamun mulu ih". Ujar Raditya menepuk pundak adiknya.
Ghea langsung tersadar ia menoleh ke semua orang yang menatapnya kecuali Rangga, Ghea tersenyum kikuk ditatap seperti itu oleh semuanya, Ghea merasa jantungnya seakan copot saat bertemu dengan seorang pria yang entah siapa.
Aduhh, ini kenapa jantung aku sakit, harus tanya bunda saMa ayah. Batin Ghea sedih.
Anna menatap anaknya yang menunduk sambil memegang jantung namun dengan ekspresi sedih, ia kembali heran karena tadi masih senyum senyum sendiri sekarang malah sedih, sepertinya ia harus bertanya langsung nanti dirumah pikirnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Anna, semuanya turun dari mobil kemudian Aura memangku Andira agar mudah keluar, Ghea paling terakhir keluar dari mobil hingga membuat Rangga memandangnya heran.
"Ayahh, apa Ghea punya penyakit yaa". Ujar Ghea membuat Anna dan Rangga saling menatap.
"Yaudah mending kita bahasnya di dalam rumah ya sayang". Ujar Rangga pada putrinya.
"Iyaa biar kamu leluasa sayang ceritanya". Ujar Anna pada anaknya.
"Yaudah deh bun yahh, Ayok masuk ke dalam". Ujar Ghea pada mereka berdua.
Kini semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga, Ghea masih sedih ia berpikir mempunyai penyakit serius, karena sedaritadi jantungnya berdebar kencang, Anna duduk di samping putrinya yang sedari tadi menunduk.
"Sayang, sekarang coba kamu cerita sama kita, kamu kenapa?". Tanya Anna pada Ghea.
"Bunda apa Ghea mempunyai penyakit serius ya? jantung Ghea kok berdebarnya kencang banget? hiks hiks Ghea gamau bunda". Jawab Ghea memeluk Anna.
"Sakit jantung? sayang memangnya kenapa bisa jantung kamu berdebar kencang seperti itu?". Tanya Rangga pada nya.
"Iyaa semenjak tadi Ghea nabrak kakak kelas gatau siapa pokoknya, jantung Ghea berdetak lebih cepat Ayahhh huaaa". Jawab Ghea membuat semuanya kaget.
Sedangkan disisi lain Andreas tengah memikirkan gadis cantik yang menabrak nya tadi, membuat Andra saudara kembarnya menggelengkan kepalanya sambil berpikir kenapa pula dengan kembarannya itu tersenyum sendiri udah kesambet kali pikirnya.
__ADS_1
Semoga saja kita bertemu kembali princess. Batin Andreas sambil tersenyum senang.
Kembali ke keluarga kediaman Anna, mereka masih shock mendengar perkataan Ghea, namun Lion yang sudah besar mengerti tentang apa yang Ghea rasakan karena ia pernah mengalaminya, sedikit ia melirik Aera yang tersenyum menatap baby Mahesa.
"Seandainya bisa, aku sangat menginginkan mu Aera". Gumam Lion membuat Mommy Alexa menoleh.
"Kamu bilang apa sayang?". Tanya Mommy Alexa padanya.
"Ahh ngga mom, tadi Maksud Lion tuh seandainya aja ternyata Ghea menyukai pria tadi". Jawab Lion dengan cepat pada Mommy Alexa.
"Ahh jika benar, belum waktunya dia mempunyai pacar nanti saja saat ia masuk kuliah". Ujar Mommy Alexa pada putranya.
"Ghea sayang, itu artinya kamu menyukai nya". Celetuk Aera membuat semuanya menoleh.
"Maksud aunty gimana? suka sama siapa?". Tanya Ghea dengan polosnya.
"Ahh ya sayang, kamu ga sakit kok, itu sudah biasa terjadi pada setiap orang syaang". Ujar Anna mengalihkan pembicaraannya.
Kini semuanya sedang melaksanakan makan siang bersama, kebetulan Rania juga mengidam sesuatu makanya mereka mengabulkannya, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul jam tiga sore, Aura pamitan begitupun yang lainnya karena akan pulang.
Tersisa keluarga kecil Rangga, Anna menatap anak anaknya yang tertidur di sofa, Anna meminta suaminya untuk memindahkan anak anaknya ke kamar tidur, karena tidur disofa takutnya membuat badan menjadi sakit.
"Sayang". Panggil Rangga sambil memeluk istrinya.
"Iyaa mas? kenapa?". Tanya Anna pada suaminya.
"Ke kamar, kita juga harus istirahat sayang". jawab Rangga pada istrinya.
"Baiklah, ayo mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Sayang, tambah anak lagi boleh?". Tanya Rangga selama berjalan menuju kamar.
"Nanti deh mas, tanya dulu anak anak, Mahesa aja masih kecil". Jawab Anna pada suaminya.
"Yaudah deh iyaa Syaang". Ujar Rangga mengecup pipi istrinya.
"Ihh mas, nanti ada yang liat". Ujar Anna pada suaminya.
"Ngga akan sayang". ujar Rangga sambil memasuki kamar mereka berdua.
Anna dan Rangga membersihkan badannya sebelum mereka tidur, keduanya saling berpelukan membuat Anna nyaman, hingga beberapa menit kemudian mereka berdua tidur dengan pulas apalagi sedaritadi Rangga mengelus rambut Anna.
__ADS_1