Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 68


__ADS_3

Anna dan Rangga serta keluarga kecil mereka menghadiri acara pernikahan sepupu dari Reynaldi yang kebetulan rekan kerja Rangga yang berkerja sama di perusahaan Rangga, ternyata Reynaldi memiliki sepupu dari Daddy nya lebih banyak dibandingkan sepupu dari Mommy nya.


"Wahh ngga nyangka bertemu dengan pak Rangga". Ujar pengantin pria padanya.


"Iyaa pak Bima, tidak menyangka ya ternyata rekan kerja akan menjadi sepupu ku juga". Ujar Rangga terkekeh.


"Ohh yaa? aku baru mengetahuinya". Ujarnya menatap Reynaldi.


"Yaiya lah, orang pas gue nikah, lo nya ngga datengg". Ujar Reynaldi dengan bahasa gaulnya.


"Widih biasanya juga ngomong anda saya, sekarang lo gue". Ujarnya terkekeh.


"Iya lah udah punya pawangnya". Ujar Rangga membuat Reynaldi menatapnya.


"Pawang apa maksudnya?". Tanya Reynaldi bingung.


"Pawang hujan bang". Celetuk Andreas dibelakang Reynaldi.


"Bukanlah bego, pawang cinta yang bener". Ujar Andra sambil terkekeh.


"Haha intinya abang sudah menemukan pawang nya yaitu kak Rania". Ujar Andreas membuat Reynaldi mengerti.


"Ohh". Ujar Reynaldi cuek.


Semua orang yang tadinya menatap Reynaldi takut, kini menahan tawa karena Reynaldi sudah membuat adik sepupu nya berbicara panjang lebar dan hanya di jawab dengan singkat padat dan jelas, Reynaldi mengendikkan bahunya saat orang orang menatapnya.


"Om, Ghea mana?". tanya Andreas padanya.


"Ghea ada bersama yang lain". Jawab Rangga padanya.


"Baiklah terimakasih om". Ujar Andreas diangguki oleh Rangga.


"Wah bang, lo bakal punya calon menantu". Ujar Reynaldi pada Rangga.


"Apaan calon menantu? anak gue masih kecil, enak aja dia mau ambil anak gue di umur nya yang masih dini". Gerutu Rangga membuat Bima terkekeh.


"Wah ternyata pak Rangga sangat posesif ya terhadap keluarga". Ujar Bima pada Rangga.


"Harus itu pak Bima". Ujarnya pada Bima.


Sedangkan ditempat lain Ghea sedang bersama para adik dan abangnya berada di dekat kolam, mereka sedang menikmati bolu yang ada di ada jajaran makanan, saat Ghea akan menyuapkan bolu itu ke dalam mulutnya.


"Haii Ghea". Sapa Andreas tiba tiba membuat Ghea tertunda memakan bolu nya.


"Ah haii kak Andre". Ujar Ghea menyapa balik Andreas dengan gugup.

__ADS_1


"Kamu makan aja dulu bolu nya". Ujar Andreas saat melihat Ghea memegang sebuah piring kecil yang berisi bolu.


"Ahha iyaa kak, kakak juga mau?". Tanya Ghea pada Andreas.


"Kamu aja, kakak ga terlalu suka yang manis kecuali kamu". Jawab Andreas membuat Ghea malu.


"Ish kak, jangan gombalin adik ku". Ujar Raditya kesal.


"Biarin saja, aku akan selalu mendekati adikmu agar menjadi milikku". Ujar Andreas menggoda Raditya.


"Ish abang kok ngga nyadar diri banget sihh". Gerutu Raditya padanya.


"Nyadar diri apanya? ganteng? jelas dongg, baik? pastinya, iyaa kan sayang". Ujar Andreas merangkul bahu Ghea.


Tanpa mereka sadari, ada banyak tatapan tajam menuju pada Ghea, sehingga membuat Ghea merasakan tatapan itu makanya ia gemetar, Andreas yang merasakan bahwa tubuh Ghea gemetar pun melepaskannya.


"Baiklah, nikmati Kembali". Ujar Andreas sambil menarik Andra pergi dari sana.


"Huftt, syukurlah dia pergi". Gumam Ghea menatap punggung Andreas.


"Kenapa dek?". Tanya Raditya pada Ghea.


"Gapapa bang". Jawab Ghea pada abangnya.


Kini Ghea sendirian karena abangnya serta yang lain kembali menuju tempat makanan, Ghea sedang menatap kolam renang di bawahnya, ia pastikan bahwa ini sangat dalam walaupun ia pernah menjuarai lomba renang.


"Iyaa kak? kenapa ya?". Tanya Ghea dengan sopan.


"Jauhi Andreas, atau lo akan tau sendiri akibatnya". Ujarnya pada Ghea.


"Aku tidak mendekati kak Andre yang seperti kalian kira". Ujar Ghea dengan santai.


"Alah jangan bohong deh lo, gue liat sendiri lo diem aja di rangkul sama Andreas". Ujar nya pada Ghea..


"Bukan aku yang mendekati nya, tapi dialah yang mendekati ku!!". Teriak Ghea pada nya.


"Bocah kaya lo ga pantes sama sekali bersama Andreas". Ujarnya sambil mendorong tubuh Ghea.


BYURRRR


Anna dan Rangga yang sedang berbincang langsung mengalihkan pandangan mereka saat mendengar suara dari kolam, segera mereka berlari takutnya salah satu anak mereka kecebur ke kolam renang lagi.


"To-tolongg akhh dalem banget". Ujar Ghea.


"Hahaha masa gabisa renang sih". Ujar salah satu dari mereka tertawa.

__ADS_1


"Ayo sini maju dongg". Ujar nya pada Ghea dengan pandangan remeh.


"To-longg bundaa". Ujar Ghea dengan susah payah bertahan agar tidak tenggelam.


Saat itulah Anna panik melihat putri nya ada di kolam renang yang dalam, Rangga segera masuk ke dalam kolam renang membuat para gadis yang tadi membully Ghea terdiam karena yang menyelamatkan Ghea adalah orang ternama.


"Itu bukannya pemilik kampus serta sekolah yang elit itu ya". Bisik nya pada temannya.


"Iyaa benar, kok bisa cewek kaya dia ditolong sama orang itu?". Bisiknya pada ketua dari mereka.


"Mana gue tau, kita liat aja nanti". Ujarnya pada anak buahnya.


"Mas, bawa cepatt mas". ujar Anna yang sedaritadi mendengar perbincangan mereka.


Rangga mengangkat Ghea yang sudah pingsan ke teras, Anna membawa kepala anaknya untuk ia rebahkan di pahanya, membuat para gadis remaja tersebut penasaran siapa sebenarnya Ghea, mengapa membuat Anna dan Rangga begitu khawatir.


Andreas datang saat diberitahu oleh Andra bahwa Fans nya mendorong pujaan hatinya ke kolam, Andreas mendekati Anna dan Rangga lalu menyuruh mereka masuk kedalam rumah, Rangga yang sudah tidak kuat mengangkatnya pun menyuruh Andreas.


"Mas, sakit pinggangnya kambuh lagi ya". Ujar Anna pada suaminya.


"Iyaa tapi cuman sementara, mungkin karena tegang". ujar Rangga pada istrinya.


"Ah mas, beritahu mereka siapa kita, beraninya Membully Ghea". Ujar Anna menunjuk ke empat gadis remaja tersebut.


"Ohh kalian yang membuat anak saya masuk kolam? kalian mendorong nya iyaa!!". Teriak Rangga pada mereka berempat.


"Memangnya dia siapa om?". Tanya salah satu dari mereka dengan pelan.


"Asal kalian tau, Ghea Adisti Putri Yunanda adalah anakku dan kalian dengan beraninya mendorong anakku, tunggu panggilan orangtua dari sekolah". Jawab Rangga membuat keempat gadis tersebut kaget.


Anna dan Rangga pergi meninggalkan mereka yang masih terkejut dengan fakta tersebut, mereka menghampiri Andreas yang sudah membawakan dokter ke rumahnya, Andreas menyuruh Rangga mengganti bajunya dengan baju yang baru ia beli.


"Bagaimana apakah Ghea sudah sadar Dre?". Tanya Rangga yang sudah mengganti bajunya.


"Udah om, tapi Ghea kayanya bakalan trauma liat Andreas atau tidak mau dekat dengan lelaki lain selain keluarga ". Jawabnya dengan lemas.


"Ini semua garagara Andreas om". ujarnya lagi dengan berkaca kaca.


"Ssstt udahh , bukan salah kamu kok Dre, dulu aja bunda pernah mengalaminya garagara suami bunda terlalu tampan". Ujar Anna pada Andreas..


"Bunda?". Beo Andreas menatap Anna.


"Ya, bunda akan selalu mendukung kamu mendapatkan anak gadis bunda, tapi ingat jangan menikah muda juga". Ujar Anna sambil tersenyum pada Andreas.


Andreas yang mendengar itu memeluk Rangga, karena sungkan memeluk Anna, Rangga yang mendapat pelukan itupun kaku karena tidak terbiasa kecuali jika dengan Lion, akhirnya Rangga membalas pelukan Andreas.

__ADS_1


Restu sudah ku dapatkan. Batin Andreas tersenyum senang.


__ADS_2