
Hari ini adalah hari sikembar empat berulang tahun yang ke 6 tahun, Aura sudah memakai gaun yang dibelikan oleh Anna, serta ia juga sudah menyiapkan banyak kado untuk keempat kakaknya.
"Selamat ulang tahun abang kakak, semoga panjang umur sehat selalu dan diberikan rezeki yang berlimpah dan bermanfaat yaa abang kak". Ujar Aura memeluk mereka satu persatu.
"Terimakasih doanya dek". Ujar Raditya mewakili kembarannya.
"Ini kado buat kalian, maaf kalau kecil yaa, semoga kalian suka, jangan liat harganya liat aja barangnya ya abang kakak". Ujar Aura memberikan sebuah kado pada mereka.
"Ahhh makasih adikku". Ujar Ghea memeluk Aura begitupun juga dengan yang lainnya.
Kini sikembar empat sedang membagikan kue bolu, potongan pertama jelas Anna yang mendapatkan nya, kedua Rangga hingga terakhir Aura setelah Cleo, mereka semua tersenyum senang.
"Wahh banyak banget hadiah yang didapat oleh abang sama kakak". Ujar Aura menatap banyaknya kado dimeja sebelah.
"Emangnya kamu belum pernah mendapatkan hadiah ketika ulangtahun?". Tanya Cleo pada Aura.
"Aku belum pernah sama sekali, karena meskipun di panti ada yang memberikan aku barang, selalu diambil sama yang lainnya". Jawab Aura sambil menunduk.
"Aura, maafin aku, aku ga bermaksud buat kamu sedih, maafin yaa". Ujar Cleo memegang tangan Aura.
"Lepas! iyaa aku maafin". Ujar Aura mulai ketakutan.
Anna hampir saja memeluk Aura tetapi ia melihat Aura yang bisa menahan rasa takutnya, ia bersyukur karena Aura bisa menahannya, karena udah beberapa bulan Aura dekat dengan Cleo tetapi selalu menunduk ketika takut pada Cleo.
"Ulang tahun kamu kapan emangnya dek?". Tanya Nathalia pada nya.
"Aku ngga tau kak". jawab Aura sambil menunduk.
"Kenapa ngga tau?". Tanya Ghea padanya.
"Dari dulu aku gatau kapan aku ulangtahun kak, makanya setiap ngerayain ulangtahun selalu bareng sama yang usianya sama kaya aku". Jawab Aura berkaca kaca.
"Ya ampun maaf ya dek, kakak ngga maksud bikin kamu sedih". Ujar Ghea memeluk Aura.
"Iyaa gapapa kok kak". Ujar Aura padanya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian acara menari bersama dilakukan, Aura menari dengan para anak perempuan begitupun juga dengan Cleo, mereka melakukan nya dengan ceria, untung saja Anna merayakannya di dalam rumah tidak di dekat kolam seperti biasa ia lakukan ketika sikembar ulang tahun.
"Bagaimana sayang, kamu suka?". Tanya Anna pada anak anaknya.
"Sukaa bunda, makasih bunda kejutannya". Jawab Raditya memeluk Anna begitupun juga dengan kembarannya.
"Iyaa syaang sama sama". Ujar Anna mengelus rambut mereka satu persatu.
"Nanti juga bunda dan ayah akan melakukan yang sama untuk kamu Aura". Ujar Rangga mengelus rambut Aura dengan lembut.
"Aku ga berharap banyak ayah, aku hanya ingin hidupku bahagia bersama kalian, itu saja cukup". Ujar Aura membuat Rangga kagum.
"Nama lengkap kamu apa sayang? biar ayah cari tentang kamu melewati asisten ayah". Ujar Rangga pada Aura.
"Aura Putri Candrawangsa, Emang bisa ya ayah?". Tanya Aura dengan polos.
"Tentu saja bisa sayang". Jawaban Rangga membuat Aura tersenyum senang.
Anna dan para anaknya menghampiri Rangga dan Aura yang asik berbincang, membuat mereka penasaran apa yang dibincangkan oleh keduanya, Aura yang melihat Anna dan para abang kakaknya menghampiri nya pun tersenyum.
"Tadi aku bilang akan membantu Aura mencari keberadaan keluarga nya, semoga aja ada yang masih hidup baik di keluarga ayahnya atau bundanya". Jawab Rangga pada istrinya.
"Wah pantas saja Aura tersenyum terus daritadi, senang sayang?". Tanya Anna pada Aura.
"Tentu saja senang bunda". Jawab Aura padanya.
"Ahh baguslah, bunda senang melihat kamu senang sayang". Ujar Anna memeluk Aura.
Raditya serta adik kembarannya kembali ke acara ulangtahun mereka, karena acara masih berlanjut membuat mereka tidak bisa terus bersama Aura, Anna dan Rangga pun menemani mereka berempat sedangkan Aura masuk ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu.
"Aura, enak ya sekarang jadi keluarga orang kaya". Ujar Bintang padanya.
"Mau apa kamu?". Tanya Aura pada nya.
"Mau aku? kamu ga bahagia, kamu ga pantes jadi keluarga orang kaya, kalau miskin ya miskin aja". Ujar Bintang membuat Aura sakit hati.
__ADS_1
"Aku punya salah apa sih sama kamu Bintang? kenapa kamu perlakukan aku kaya gini?". Tanya Aura dengan berkaca kaca.
"Salah kamu, kamu sekolah ditempat yang salah, harusnya kamu ga sekolah aja sekalian, ga pantes kamu sekolah di sekolahan yang elit". Jawab Bintang semakin membuat Aura sakit hati.
"Apa hak kamu? emangnya kamu yang mempunyai sekolah itu hiks hiks? jawab bintang!!". Teriakan Aura sambil terisak pada Bintang.
"Kenapa diam aja? apa hak kamu melarangku sekolah Hahh!!! jawab!!!". Teriak Aura histeris sambil memegang kepalanya.
"Aku bencii hidup inii, aku bencii diperlakukan seperti inii, lebih baik aku ikut matii aja sama kedua orangtua ku, aku membenci orang seperti mu!". Teriak Aura menatap tajam Bintang.
Bintang yang baru tau sifat Aura ketakutan, apalagi tatapan Aura yang begitu tajam, hingga datanglah Anna serta yang lainnya ke dalam, Anna memeluk Aura yang histeris sambil memegang kepalanya.
"Aku ga pantas hidup!! ga pantass!! lebih baik aku matiii!!". Teriakkan Aura begiti menyayat hati Anna.
"Sayang kata siapa kamu ga pantas hidup? kamu pantas sayang?". Tanya Anna dengan berkaca kaca.
"Dia!! Dia Bundaa! dia yang bilang aku ga pantas berada di keluarga inii!! aku ga pantas sekolah disekolahan yang sama hiks hiks seperti abang!! kenapa aku harus hidup bunda? aku lelah bunda hiks hiks". Jawab Aura begitu pilu membuat Rangga mengusap air matanya.
"Aku gamauu hidup seperti ini bundaa hiks hiks, lebih baik aku mati bersama kedua orangtua ku, daripada aku harus diperlakukan tidak adil di dunia bahkan jika bisa aku tidak mau lahir saja ke dunia". Ujar Aura membuat semuanya berkaca kaca.
Ghea memeluk adiknya, ia merasa marah pada Bintang, kenapa juga orang itu harus berada di rumahnya, padahal ia tidak mengundang nya, Ghea menatap tajam Bintang membuat suasana semakin tegang.
"Puass kamuu Hahh!! puass kamuu membuatnya seperti inii!!". Teriak Ghea menarik kerah baju Bintang.
"Sayang Heyy anak Ayahh, jangan sayangg". Ujar Rangga menenangkan anaknya.
"Ngga Ayahh, dia harus merasakan apa yang dirasakan oleh Aura Ayahh". Ujar Ghea pada Ayahnya.
"Sayang, tenang Okee, biar ayah yang urus sayangg". Ujar Rangga memeluk Ghea.
"Aku mau dia keluar dari sekolahh ayahh, aku gamau tauu". Ujar Ghea pada ayahnya.
Bintang yang mendengar itupun tersenyum remeh, lalu mendekati Ghea dan menatapnya remeh, ia pikir Ghea adalah orang biasa saja, tetapi ia tidak tau jika Ghea adalah cucu dari pemilik sekolah TK dimana ia sekolah.
"Kamu gaakan bisa keluarin aku Ghea, karena kamu bukan siapa siapa". Ujar Bintang terkekeh.
__ADS_1
Rangga yang mendengar itupun kesal, ia membubarkan mereka semua, hingga kini tersisa Rangga serta keluarganya, Anna yang panik melihat Aura yang pingsan membuat Rangga segera menelepon dokter Kayla.