Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 116


__ADS_3

Tiga Tahun Kemudian..


"Abang adek jangan lari lari sayang, nanti jatuh nak". teriak Luna pada anaknya.


"Hehe i'm sorry mom". Ujarnya pada Luna.


"Jangan gitu ah, mommy takut kamu jatuh syaang". Ujar Luna menatap kedua anaknya.


"Iyaa maafin abang Gabriel sama Adek Gibran ya mom". Ujar Gabriel memeluk Luna.


"Iyaa maafin yaa mom". Ujar Gibran yang ikut memeluk Mommy nya.


"Iyaa mommy maafin sayang". Ujar Luna mengelus rambut kedua anaknya.


Geo datang menghampiri mereka yang sedang asik berpelukan, benar saja kata ayahnya ia akan merasakan namanya cemburu karena kedua anaknya memeluk istrinya, Geo segera menyingkirkan kedua anaknya dengan pelan.


"Ini istri daddy, jangan kalian peluk peluk". Ujar Geo pada mereka berdua.


"Ihh daddy, mommy juga kan ibu kita berdua bukan punya daddy aja". Ujar Gibran padanya.


"Ngga ada ya, Okee kalian boleh peluk mommy kalian sampe umur 17tahun, inget itu". Ujar Geo pada keduanya.


"Ish daddy nyebelin banget sih mom". Ujar Gabriel pada Mommy nya.


"Tau tuh daddy menyebalkan sekalii". Ujar Luna yang ikut ikutan membuat suaminya kesal.


"HONEYY!!". teriaknya kesal pada istrinya.


"Kenapa sih dad? berisik tau ngga". Ujar Gibran padanya.


"Daddy cemburu sama kita dek". Ujar Gabriel padanya.


"Ahahaha daddy cemburu sama anak sendiri". Ujar Gibran tertawa sambil memegang perutnya.


Anna menghampiri mereka semua yang langsung saja heboh melihat Anna datang bersama yang lainnya, Gibran dan Gabriel langsung berlari menghampiri Cleona dan Arvian dan yang lainnya juga, bahkan Keynan dan Kendra langsung ditarik ke ruang bermain oleh Gibran dan Gabriel.


"Aduh dasar anak anak itu ya". Ujar Anna terkekeh melihat tingkah mereka semua.


"Biarin aja bunda, daripada main berdua bahaya tadi aja hampir jatuh dari tangga". Ujar Luna pada Anna.


"Apaa?? siapa yang hampir jatuh dari tangga sayang?". Tanya Anna dengan panik.


"Keduanya bunda karena berlari larian saat menuruni tangga, tapi bunda tenang aja gapapa kok". Jawabnya pada Anna.


"Beneran ngga papa kan?". Tanya Anna pada menantunya.


"Iyaa gapapa bunda". Jawab Luna pada mertuanya.


"Syukurlah kalau begitu". Ujar Anna pada menantunya.


Rangga menghampiri Geo yang berada diruang tengah, kemudian duduk disamping anaknya membuat Geo menoleh padanya, Anna dan Luna ikut duduk diruang tengah begitupun dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pekerjaan mu son?". Tanya Rangga pada Geo.


"Baikk yah, bahkan semakin berkembang pesat". Jawabnya pada Rangga.


"Baguslah kalau begitu, kalau kamu bagaimana?". Tanya Rangga menatap Raditya.


"SaMa seperti Geo yah, kita berdua berada di posisi yang sama hanya saja lebih berkembang pesat perusahaan adik ipar aku Kenzo". Jawabnya membuat Kenzo tersenyum tipis.


"Ah ayah pun juga terkalahkan oleh menantu sendiri". Ujar Rangga yang menyetujui ucapan anaknya.


"Sudah pasti kita semua terkalahkan oleh Bang Kenzo". Ujar Andreas pada mereka.


"Benar juga sih apa yang dibilang oleh bang Andre". Ujar Geo padanya.


Kini mereka sedang makan siang bersama di iringi dengan berbincang singkat, bahkan Bintang sempat sempatnya bertanya pada mereka semua dengan pertanyaan diluar nalar, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya.


Anna serta para menantu dan anak perempuannya membereskan piring bekas mereka makan siang, setelahnya mereka kembali bergabung dengan para suami yang sedang berbincang bersama.


"Bunda". Panggil Bintang pada Ghea.


"Iya kenapa sayang?". Tanya Ghea pada putranya.


"Bintang boleh engga bun makan ice cream bersama Bulan?". Tanya Bintang dengan hati hati.


"Tentu saja boleh, tetapi ingat tidak boleh kebanyakan makan ice cream kalian ini gampang sekali sakitnya". Jawab Ghea menatap Bintang dan Bulan.


"Okee siap bunda". Ujar Mereka berdua pada Ghea.


"Baik ayah"..Ujar mereka berdua pada Andreas.


"Ah ya bagaimana dengan kehamilan kamu syaang?". Tanya Anna pada Luna.


"Baik bunda, baby nya engga rewel lagi". Jawabnya pada mertuanya.


"Syukurlah kalau begitu". Ujarnya pada Luna.


"Iyaa bunda". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada mereka.


Tiba tiba perasaanku tidak enak, melihat senyuman dari istriku ini. Batin Geo saat melihat istrinya tersenyum kepada mereka.


Bukan hanya Geo yang menyadari melainkan semuanya pun menyadarinya, mereka merasa waswas karena dulu saat hamil Gibran dan Gabriel permintaan Luna sangatlah aneh membuat mereka tersiksa.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? ". Tanya Luna pada mereka.


"Engga papa sayang". Jawab Geo diangguki oleh yang lainnya.


"Ah iya aku sampai lupa, aku pengen sesuatu dari kalian". Ujar Luna membuat semuanya menoleh padanya.


"Sesuatu apa sayang?". Tanya Anna menatap menantunya.


"Aku pengen kalian makan Jengkol". Jawab Luna membuat mereka melotot.

__ADS_1


"Jengkol?? apa itu jengkol?". Tanya mereka pada Luna.


"Loh kalian ngga tau jengkol itu apa?". Tanya Luna dengan polosnya.


"Memangnya apa itu jengkol?". Tanya Ghea padanya.


"Coba kalian searching aja di internet". Jawab Luna pada mereka.


Mereka semua langsung mengeluarkan ponselnya termasuk Geo suaminya, beberapa menit kemudian mereka menghela nafasnya bersamaan karena sekarang mereka tau apa yang di inginkan Luna sangatlah membuat mereka menderita.


"Jadi bagaimana? kalian mau? enak loh jengkol di goreng apalagi kalau disemur". Ujar Luna membayangkan enaknya jengkol.


"Sayang, ngga ada permintaan lain? ".Tanya Geo pada istrinya.


"Engga ada syaang, aku maunya kalian makan jengkol itu segera". Jawab Luna dengan tegas.


"Ah baiklah sayang, kalau begitu aku yang beli jengkolnya ya". Ujar Geo hendak bangkit dari duduknya.


"Ngga perlu, semuanya udah siap kok, bibiii bawakan jengkol goreng dan semur jengkol serta nasinya yaa!!!". Teriak Luna pada pekerja dirumahnya.


"Siapp nyonya". Ujarnya sambil berlari ke dapur.


"Sayang, aku tidak menyangka kau sudah menyiapkannya". Ujar Geo dengan lirih.


"Tentu saja aku sudah menyiapkannya dengan cepat". Ujar Luna sambil tersenyum pada mereka semua.


Wajar saja Luna mengidamkan jengkol karena ia asli orang bandung yang berpendidikan di negara orang, hingga hanya Luna saja yang berbicara dengan bahasa sunda yang menurut mereka asing.


"Kumaha (Bagaimana)?". tanya Luna pada mereka yang sudah memakan satu biji jengkol.


"Kumaha itu apa sayang?". Tanya Geo menatap istrinya.


"Kumaha itu artinya Bagaimana sayang". Jawabnya pada sang suami.


"Bagaimana apanya maksud kamu?". Tanya Anna yang menatap menantunya.


"Bagaimana jengkolnya enak ngga bun?". Tanya Luna pada mereka.


"Heum lumayan lah". Jawab Jenni padanya.


"Tapi kalian jangan kaget nantinya". Ujar Luna menahan tawanya.


"Kaget kenapa sayang?". Tanya Geo pada istrinya.


"Nafas kalian akan menjadi jawabanbya". Jawabnya dengan terkekeh.


Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanan yang disuruh oleh Luna, kini mereka kembali berbincang riang bersama tetapi semuanya langsung menutup hidungnya mencium bau sesuatu begitupun dengan Luna.


"Bau apa sih ini?". Tanya Kenzo pada mereka.


"Ah sekarang aku tauu, yang kamu maksud nafas kalian yang akan menjadi jawabannya tuh ini kan, jengkol itu menyebabkan bau". Ujar Raditya menatap Luna yang tersenyum tanpa rasa bersalah pada mereka.

__ADS_1


__ADS_2