Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 30


__ADS_3

Hari ini Andrio serta yang lainnya berkumpul dikediaman keluarga Anggara, Anna dibantu suaminya untuk duduk karena perutnya yang besar membuat nya sering kali capek. Begitu juga Michelle dibantu oleh Andrio padahal Michelle masih bisa melakukan nya sendiri.


Kehamilan Anna sudah memasuki usia ke 8bulan sedangkan Michelle memasuki usia ke 6bulan, jadi pantas saja Anna dibantu oleh suaminya karena hamil kembar, tetapi sepertinya Michelle pun sama.


"Aduhh, sakitt". Ringis Anna membuat semua menoleh padanya.


"Kenapa sayang? perut kamu sakit lagi? kita ke dokter ya?". Tanya Rangga panik pada istrinya.


"Ngga perlu mas, ini baby nya nendang keras makanya sakit". Jawab Anna pada suaminya.


"Aduhh anak ayahh, jangan bikin bunda sakit ya sayang, kasian". Ujar Rangga mengelus perut buncit istrinya.


"Makasih mas, perut aku udah agak tenang saat kamu elus barusan". Ujar Anna tersenyum pada suaminya.


"Iyaa harus tenang dong anak Ayah didalam sana". Ujar Rangga mengelus kembali perut besar istrinya.


Michelle yang sedaritadi diam tiba tiba mual membuat semua orang menoleh khawatir, Andrio memapah istrinya ke kamar mandi dengan penuh hati hatii.


"Kenapa bisa Syaang? padahal udah lama loh kamu ngga mual mual, sekarang mual lagi?". Tanya Andrio sambil memijat tengkuk leher istrinya.


"Gataau mas , aku.. ". Belum sempat Michelle menjawab lengkap pertanyaan suaminya kegelapan merenggutnya.


"Sayangg!! Heyy bangun!". Teriak Andrio terdengar sampai ke ruang keluarga.


Mereka semua lantas menghampiri kecuali Anna karena ia takut terjatuh disaat hamil besar seperti ini, Rangga pun juga menemani istrinya sedangkan yang lain sedang menyusul Andrio dan Michelle.


"Ada apaa Ini Rio?". Tanya Mommy Alexa menatap Michelle cemas.


"Setelah mual pingsan mom". Jawab Andrio tak kalah cemas.


"Cepat panggil dokter dad". Ujar Mommy Alexa pada suaminya.


"Iyaa syaang". Ujarnya lalu menelepon dokter pribadi keluarga mereka.


Beberapa menit kemudian datanglah dokter perempuan, yang akan memeriksa keadaan Michelle. Ternyata Michelle kelelahan serta mual yang terjadi pada Michelle karena ia masuk angin.


"Kenapa bisa Michelle masuk angin Andrio? semalam kalian ada di rumah kan?". Tanya Mommy Alexa pada putranya.


"Eum itu mom, biasalah". Jawab Andrio malu.


"Astaga Putraku ini tidak sabaran sekali". Ujar Daddy David membuat Andrio malu begitu juga dengan Michelle.

__ADS_1


Dokter hanya tersenyum melihatnya, setelah memberikan obat ia pun pamitan pada mereka, diluar ia bertemu dengan Anna dan Rangga yang sedang berada diruang keluarga.


"Kalian makin sosweet sekali sih". ujar dokter tersebut membuat keduanya menoleh.


"Ehh Kak Kayla, makanya nikah dongg". Ujar Anna meledek dokter yang bernama Kayla tersebut.


"Mentang mentang kalian berdua udah nikah, jadi meledek terus, tau ahh kakak pulang aja, byee". Ujar Kayla sambil berlalu pergi dari sana.


Keduanya tertawa melihat Kayla yang marah karena di ledek, ya umur Kayla lebih tua dari Rangga dan Andrio, Kayla berumur 29tahun sedangkan Rangga dan Andrio berumur 23tahun.


"Ada apaa kalian pada ketawa?". Tanya Mommy Alexa yang sudah kembali ke ruang keluarga.


"Itu mom, Kak Kayla marah garagara aku ledekin belum nikah". Jawab Anna dengan tawa yang sudah berhenti.


"Aduh kalian ini ada ada aja". Ujar Daddy David padanya.


"Ahh iya, Rania bagaimana kabarnya ya? udah lama loh mas kita gaa ketemu Rania sejak menikah dengan Rey". Ujar Anna membuat semuanya menoleh padanya.


"Benar, mommy juga rindu pada anak Mommy, sayangnya sudah berumah tangga". Ujar Mommy Jinny sedih.


"Coba hubungi aja Rania nya". Ujar Daddy Dimitri pada istrinya.


"Ahh sayang akhirnya kamu berkunjung juga, setelah dua bulan lebih kamu ga berkunjung". Ujar Mommy Jinny memeluk putrinya.


"Ehh maaf, ayo kita masuk dulu". Ujarnya mengajak mereka berdua.


"Wahhh Rania, apakabar dek?". Tanya Anna padanya.


"Aku baik kak, maaf ya kak waktu acara 7bulanan aku ga hadir". Jawab Rania dengan menunduk.


"Gapapa Rania, santai aja oke". Ujar Anna pada adik iparnya.


Reynaldi menyapa mereka semua lalu ikut duduk di ruang keluarga, Rania dekat dengan Michelle dan Anna yang sedang hamil besar, Rania mengelus perutnya membuat Reynaldi teringat tujuan mereka datang kemari.


"Ahh iyaa aku lupa memberi tahu kalian". Ujar Reynaldi tiba tiba membuat semua menoleh ke arahnya termasuk dengan Rania.


"Kamu mau memberi tahu apa Rey?". Tanya Rangga pada nya.


"Sayang kamu lupa ya tujuan kita kesini tadinya mau apa". Ujar Reynaldi membuat Rania menepuk jidatnya.


"Ahh benar aku lupa, aku dan suamiku kemari ingin memberi kabar bahagia untuk kalian". Ujar Rania pada mereka.

__ADS_1


Mereka semua dibuat penasaran oleh pengantin baru beberapa bulan tersebut, Rania pindah tempat duduk menjadi dekat dengan suaminya, Rania dan Reynaldi saling melirik sebelum mengucapkan nya.


"Jadi sebenarnya Rania hamil". Ujar Rania pada mereka.


"Wahh beneran sayang? kamu ngga bohong kan?". Tanya Mommy Jinny bahagia.


"Beneran mom, Ini buktinya". Jawab Rania mengeluarkan foto usg.


"Ahh selamat ya Cantiknya Mommy, sekarang sudah menjadi calon ibu, semangat yaa sayang menjalani masa masa kehamilannya". Ujar Mommy Jinny memeluk putrinya.


"Dan kamu Reynaldi, beban tanggung jawab kamu semakin berat, kamu harus bisa membimbing keluarga kecil kamu dengan baik". Ujar Daddy Dimitri memeluk menantunya.


"Terimakasih dad". Ujar Reynaldi membalas pelukan mertuanya.


Anna serta yang lainnya memberikan selamat pada mereka berdua, hingga kini ibu hamil bertambah satu orang yang akan menjadi tiga orang ibu hamil. Namun sebulan lagi Anna akan melahirkan anaknya ke dunia.


"Sudah berapa bulan sayang?". Tanya Mommy Alexa pada Rania.


"Baru sebulan mom". Jawab Rania pada Mommy Alexa.


"Ahh ini Cucuku paling mungil nih nanti". Ujar Mommy Alexa mengelus perut Rania.


"Wahh kita akan mempunyai banyak cucu". Ujar Daddy David pasa mereka.


Semuanya tertawa bahagia mendengarnya, Lion dan Aera maju menghampiri ibu hamil yang sedang duduk berjajar, mereka mengelus perut Anna Dan Michelle serta Rania.


"Semoga kak Anna Dan bayinya nanti selamat yaa, semoga lancar ya kak nanti lahirannya". Ujar Lion pada Anna.


"Terimakasih syaang". Ujar Anna tersenyum senang pada Adiknya.


"Heyy ponakan Aera, jangan buat kak Michelle kesakitan ya kasian nantii". Ujar Aera mengusap perut Michelle.


"Iyaa Aunty Kecil". Ujar Michelle sambil tersenyum pada Aera.


Kini Rania yang di usap perutnya oleh keduanya, membuat Rania terharu atas doa yang diberikan adiknya pada ponakannya nanti, Rania mengusap rambut keduanya dengan senyuman yang manis.


"Terimakasih ya adik kakak yang ganteng dan cantik". Ujar Rania pada mereka berdua.


"Iyaa jelas ganteng dongg, Lion gitu loh". Ujar Lion dengan percaya dirinya.


"Iyaa Aera cantikk, kakak kemana aja sih". Ujar nya membuat semua menatap gemas.

__ADS_1


__ADS_2