
Rania sedang berkunjung ke rumah abangnya yang tak lain adalah Rangga, ia tiba tiba mengidam sesuatu dan itu berada di rumah Rangga, Anna yang sedang menyiram bunga pun melihat adik iparnya kemari.
"Loh Nia, kamu sendiri kesini?". Tanya Anna menghampiri Rania.
"Ngga lah kak, tuh mereka". Jawab Rania menunjuk ke arah suami dan anaknya.
"Loh jalan kaki? tumben banget". Ujar Anna pada adik iparnya.
"Bumil ngidam pengen jalan kaki ke rumah kamu dan juga ingin bertemu dengan siapa adikmu itu Leon yaa". Ujar Reynaldi padanya.
"Lion bang bukan Leon". Celetuk orang dibelakang Anna.
"Nah iyaa itu maksudnya". Ujar Reynaldi padanya.
Anna pun mengajak mereka masuk ke dalam rumahnya, Lion duduk disamping Anna sedangkan Rania sekeluarga duduk di sebrang Lion dan Anna, sementara itu anak anak pada main di belakang rumah.
"Ngidam apa sih kak?". Tanya Lion pada Rania.
"Kakak ngidam mengelus rambut kamu Lion". Jawab Rania pada adiknya.
"Haha boleh ngga nih sama abang rey?". Tanya Lion sambil terkekeh.
"Pasti bolehh dong Lion". bukannya Reynaldi yang menjawab melainkan istrinya sendiri yang menjawab.
"Beneran nih bang?". Tanya Lion pada Reynaldi.
"Beneran dong Lion". lagi dan lagi Rania yang menjawab membuat Reynaldi kesal.
"Sayang kamu boleh megang, tetapi jangan lama, mas ga suka". Ujar Reynaldi pada sang istri.
"Ish iyaa mas, cemburu amatt". Ujar Rania pada suaminya itu.
"Iyalah mas cemburu, kamu cuman boleh megang rambut mas kecuali kalau kamu ngidam baru boleh tapi itu juga hanya sebentar yaa sayang no debat!". Ujar Reynaldi dengan tegas.
"Iyaa mas iyaa ihh bawel daritadi kamu tuh". Ujar Rania gemas pada suaminya.
Lion pun diam saat Reynaldi memberikan Rania izin mengelus rambutnya walau hanya sebentar, Lion menatap orang yang selalu ia cintai berada ditangga menyaksikan nya siapa lagi jika bukan Aera, adik angkat lebih tepatnya bukan Lion yang mengangkat Aera menjadi adiknya.
Sedangkan Aera yang tadi bersama Lion dikamar, tiba tiba saja Lion turun kebawah, hendak menyusul tapi ia melihat rambut Lion yang sedang di elus oleh kakaknya Rania, ingin cemburu tapi Rania hanya mengidam bukan kemauan sendiri.
__ADS_1
"Loh dek, ngapain kamu diem disitu?". Tanya Anna yang melihat Aera.
"Ah engga kok kak, aku tadinya mau ambil minum, tapi ada tamu ya, jadi aku sungkan". Jawab Aera menghampiri Anna.
"Jangan sungkan dongg, Rania dan Reynaldi kan kakak kamu juga sayang". Ujar Anna pada Aera.
"Hehe iyaa kak". Ujar Aera nyengir pada Anna.
"Kamu mau gabung atau kembali ke atas?". Tanya Rangga pada Adiknya.
"Kayanya kembali ke atas, ada tugas yang belum selesai". Jawab Aera pada abangnya.
"Yaudah, nanti kakak panggil saat waktu makan siang ya". Ujar Anna diangguki oleh Aera.
Lion sedaritadi menahan senyumnya melihat Aera yang cemburu pada kakaknya Rania, kini Rania pun kembali manja pada suaminya, namanya juga ibu hamil tentu aja hormonnya berbeda beda, tanpa Lion sadari sedaritadi Rangga memperhatikan Lion yang sedang menatap punggung Aera.
"EHEUM". Deheman keras Rangga membuat semuanya menoleh.
"Kenapa sih mas?". Tanya Anna pada suaminya.
"Mumpung kita semua lagi disini, abang pengen nanya sama kamu Lion dan kamu harus menjawabnya dengan jujur". Ujar Rangga pada mereka semua.
"Mau nanya apa emangnya bang?". Tanya Lion dengan jantungnya berdegup kencang.
"Heum, ngga bangg, kan Lion ga mungkin menyukai Aera apalagi Aera adik Lion". Jawab Lion dengan gugup.
"Abang bilang, jawab dengan jujur Lion karena tanpa kamu sadari, abang selalu mengawasi mu dari jauh". Ujar Rangga dingin membuat suasana tegang.
Lelaki harus gentle dong. Batin Rangga memandang Lion.
"Yaudah Okee, Lion jujur sama kalian, kalau benar Lion menyukai bahkan mencintai Aera, Lion ingin menikah dengan Aera gamau saMa yang lain, lagi pula kita berdua juga tidak ada ikatan darah kan". Ujar Lion membuat semua terkejut kecuali Rangga.
"Lion? Kamu pernah bilang pada kakak bahwa kamu tidak menyukai Aera bahkan banyak yang menyukai Aera". Ujar Anna menatap Lion.
"Kakak kayanya salah memahami, maksud Lion tidak menyukai itu adalah saat lelaki lain mendekati Aera". Ujar Lion sambil tersenyum.
Rania dan Reynadli menepuk jidatnya, mereka juga baru menyadari nya, saat dulu Lion mengatakan 'aku tidak menyukainya' tapi saat itu tatapan Lion menatap tajam seorang pria yang mendekati Aera, kini keduanya mengerti mengapa Lion terkadang posesif.
Anna dan Rangga menyuruh Lion untuk berbicara kepada Daddy David dan Mommy Alexa, Karena hanya mereka berdua yang akan memberi restu bukan Anna dan Rangga, Lion pu menyanggupinya dan ia pun pergi meninggalkan keduanya.
__ADS_1
"Eh kalian mau kemana?". tanya Anna saat melihat Lion menggenggam tangan Aera.
"Kita akan ke rumah daddy dan mommy". Jawab Lion pada Anna.
"Kalian yakin? apa kamu juga menyukai Lion Aera?". Tanya Anna pada Aera.
"Iya, Aera menyukai bang Lion kak". Jawab Aera dengan menunduk malu.
"Baiklah, jika mom dad sudah memberi keputusan boleh atau tidaknya, kalian jangan memaksa". Ujar Anna diangguki oleh keduanya.
Sementara itu Mommy Alexa dan Daddy David sedang menonton film bersama, semenjak anak anaknya menikah kecuali Aera dan Lion, mereka Kesepian di rumah besar tersebut, untung saja pegawai mereka banyak.
"Rindu banget sama anak anak dad". ujar Mommy Alexa di pelukan suaminya.
"Besok kita berkunjung apa mau sekarang?". Tanya Daddy David pada istrinya.
"Heum besok aja deh dad, mommy rasanya malas gerak". Jawab Mommy Alexa pada suaminya.
"Yaudah kalau begitu, lebih baik kita nonton aja udah, kalau kamu malas bergerak". ujar Daddy David padanya.
"Yaudah deh dad". Ujarnya pada suaminya.
Ting Tong Ting Tong!!
Terdengar suara bunyi bel membuat keduanya menoleh, Daddy David hendak berdiri untuk membuka pintu, tetapi Mommy Alexa melarang karena entah kenapa ia sangat ingin membuka pintu tersebut.
"Ahhh anak Mommy sayangg". Ujar Mommy Alexa memeluk keduanya.
"Siapa mom?". Tanya Daddy David menyusul istrinya.
"Ini anak kita dad, Lion dan Aera". Jawab Mommy Alexa menggandeng tangan keduanya.
"Apakabar kalian? nginep terus di abang yaa, kita berdua gaada temen". Ujar Iip Daddy David pada keduanya.
"Sebenarnya Lion ingin membicarakan hal yang serius". Ujar Lion menatap keduanya.
"Mau bicara apa sayang?". tanya Mommy Alexa mengusap rambut Lion.
Lion pun menjelaskan pada keduanya, tentu saja iti membuat mereka berdua terkejut mendengarnya, tetapi hanya sesaat karena mereka tersenyum senang mendengarnya, sebenarnya sudah lama sekali mereka ingin melihat Lion pacaran bersama Aera.
__ADS_1
Karena Lion dan Aera jugA bukan anak kandung tetapi mereka berdua sudah Daddy David dan Mommy Alexa anggap layaknya anak sendiri, Lion dan Aera memeluk kedua orangtua dihadapannya serta mengucapkan terimakasih.
Lampu hijau telah ku dapatkan. Batin Lion tersenyum senang.