Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 43


__ADS_3

Lima bulan kemudian, Anna serta yang lainnya berkunjung ke rumah kediaman keluarga Rania dan Reynaldi, Rania saat itu sedang memandikan anaknya yang semakin gembul. Sedangkan Reynaldi mengerjakan pekerjaan kantor di rumahnya.


"Halo ponakan aunty yang ganteng". Ujar Anna pada Baby Cleo.


"Wahh kak, sikembar dibawa juga?". Tanya Rania pada mereka berdua.


"Iyaa nih, biar Baby Cleo ada temennya". Jawab Michelle mewakili Anna.


"Ahh senangnya, sayang liat abang sama kakak kamu datang". Ujar Rania pada putranya.


Baby Raditya serta yang lainnya mendekati adik mereka, Baby Cleo tersenyum senang melihatnya apalagi Baby Geo mengelus pipi nya serta menciumnya, membuat Baby Cleo tertawa dengan keras.


"Anaknya mamah ini tampan sekali sih sama seperti para abangnya iyaa". Ujar Rania menatap gemas anaknya.


"Iyaa dong Aunty ia". Oceh Baby Raditya padanya.


"Kalian udah mamam belum?". Tanya Rania pada Ponakannya.


"Dah nty". Ujar mereka pada Rania.


"Pinternya ponakan aunty". Ujar Rania memeluk ke emam Ponakannya.


Anna dan Michelle menatap Baby Cleo yang sudah tertidur pulas , kenapa anak bayi selalu menggemaskan pikir mereka, Anna menatap suaminya lalu menatap anaknya.


"Dulu aja menggemaskan, udah besarr nyebelin". Gumam Anna terdengar oleh Michelle.


"Siapa An?". Tanya Michelle pada adik iparnya.


"Ahh ngga kak". jawab Anna dengan kikuk.


"Bilang aja kali An". Ujar Michelle padanya.


"Iyaa pas bayi mungkin Mas Rangga juga menggemaskan, tapi sudah besar menyebalkan". Ujar Anna dengan tersenyum malu.


Michelle yang mendengar itu tertawa, ia setuju pada Anna memang saat bayi pasti menggemaskan, tetapi saat sudah besar akan sangat menyebalkan, Rangga dan Andrio melirik istri mereka yang tertawa entah karena apa.


"Ada apaa sih sayang? kayanya seru". Ujar Rangga pada istrinya.


"Ahh ngga ada apa apa Mas". Ujar Anna dengan menahan senyumnya.


"Heum masa? aku ga percaya sayang". Ujar Rangga menatap istrinya dengan penuh selidik.


"Ish tatap nya biasa aja kali mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Ya habisnya kamu ga ngomong jujur". Ujar Rangga pada istrinya.

__ADS_1


"Urusan wanita, kamu ga boleh tau mas". Ujar Anna pada suaminya.


Rangga pun tidak bertanya lagi, ia mengajak anaknya bermain bersama membuat keempatnya tersenyum senang, Rangga menggelitiki pinggang anaknya membuat mereka tertawa terbahak.


Anna yang mendengar itupun tersenyum senang, ia menghampiri suaminya karena sedaritadi ia hanya melihat Baby Cleo saja, Anna ikut menggelitiki tapi bukan anaknya tetapi pada Rangga membuat keempat anaknya senang karena ada yang membalasnya.


"Hahaha geli sayangg hahaha".


"Hahaha rasain kamu mas nihh hahah".


"Ampun sayang gelii, lepas sayangg hahah".


"Hahaha kamu curang mass, ihh lepas mahh aku gakuat mas gelii".


"Ini akibatnya sayang, kamu ganggu in aku sih".


Baby Raditya serta yang lainnya melihat kelakuan Anna dan Rangga pun tertawa keras, untung saja Baby Cleo anteng tidur jadi tidak terbangun, Andrio yang melihatnya pun menggelengkan kepalanya.


"Aduh kalian melebihi anak kecil tau". Ujar Andrio menatap keduanya.


"Hahah habisnya geli abang". Ujar Anna yang sudah menghentikan nya.


"Ck ck ck kalian tuh yaa". Ujar Reynaldi tersenyum pada mereka sambil berdecak.


"Sayang, aku lapar". Ujar Rania tiba tiba pada suaminya.


"Udah kenyang mas". Ujar Rania pada suaminya.


"Sedikit lagi sayang, habisin". Ujar Reynaldi pada istrinya.


"Tapi perut aku udah kenyang mas". Ujar Rania pada suaminya.


"Yaudah deh sayang, aku yang habisin". Ujar Reynaldi membuat semua terharu.


Rania terharu, karena selama hidupnya akan ada yang berbeda setelah dia menikah dengan Reynaldi, suaminya yang selalu dingin dan tak tersentuh kini sangat berubah semenjak mereka menikah.


"Makasih ya mas". Ujar Rania pada suaminya.


"Makasih buat apa Syaang?". Tanya Reynaldi yang baru selesai menghabiskan makanan sisa istrinya.


"Untuk semuanya mas, aku merasa bahagia". Jawab Rania memeluk suaminya.


"Iyaa sayang, harusnya mas yang bilang terimakasih, karena kamu sudah memberikan mas keturunan yang tampan syaang". Ujar Reynaldi pada istrinya.


Beberapa jam kemudian tak terasa kini waktu menunjukkan pukul 4 sore, Anna dan yang lainnya berpamitan pada mereka berdua, Rania memeluk Anna dan Michelle serta mengucapkan terimakasih karena telah berkunjung.

__ADS_1


Setelah melihat kepergian abang dan kakaknya, Rania dan Reynaldi kembali ke kamar mereka melihat Baby Cleo, takutnya terbangun dan menangis karena tidak menemukan mereka berdua.


"Sayang, lebih baik kamu mandi terlebih dahulu, biar aku yang menjaga baby Cleo". Ujar Reynaldi saat mereka masuk kamar.


"Lebih baik mas dulu deh, takutnya nanti Baby Cleo lapar mas". Ujar Rania pada suaminya.


"Ngga akan sayang, sanah cepet kamu mandi". Ujar Reynaldi pada istrinya.


"Yaudah deh, bentar ya Mas". Ujar Rania diangguki oleh suaminya.


Sambil menunggu istrinya mandi, Reynaldi mengecek dokumen yang dikirim oleh asistennya, hingga suara pintu terbuka membuatnya menoleh ternyata Rania sudah selesai mandi.


"Wangi sekali istriku". ujar Reynaldi menghampiri istrinya.


"Iyaa pasti wangi mas, orang baru mandi". Ujar Rania pada suaminya.


"Yaudah, sekarang mas yang mandi". Ujar Reynaldi pada istrinya.


"Iyaa mas, sanah mandii bau tauu". Ujar Rania terkekeh.


Rey yang mendengar itu pun langsung mengecup bibir istrinya dengan gemas, membuat Rania terdiam karena ulah suaminya, Rey pun masuk ke dalam kamar mandi melihat istrinya terdiam.


"Ihh mas Reyy!". Ujar Rania sedikit berteriak.


"Nyebelin banget sih punya suami". Ujar Rania sambil berjalan ke lemari baju nya.


"Tapi aku sayang banget sama kamu mas".Gumamnya sambil tersenyum.


Setelah memakai baju nya, Rania menghampiri Baby Cleo yang kebetulan menangis segera Rania memberi anaknya asi, tanpa Rania sadari Rey melihatnya membuat suaminya itu menelan lidahnya.


Astaga makin berisi aja. Batin Reynaldi melihat dada istrinya.


"Sayang nanti malam aku ya". Ujar Rey sambil berkedip pada istrinya.


"Ihh mas kebiasaan banget deh, keluar kamar mandi ga denger suara nya". Ujar Rania kaget pada suaminya.


"Hahah kamu terlalu sibuk sayang makanya ngga denger aku buka pintu kamar mandi". Ujar Reynaldi pada istrinya.


Reynaldi memakai bajunya dihadapan istrinya membuat Rania kesal melihat nya, tetapi suaminya tetap ngeyel jika di bilangin, jadi Rania membiarkan suaminya itu memakai baju di depannya.


"Astaga mas, kamu tuh yaa kebiasaan pakai baju ga di kamar ganti". Ujar Rania kesal.


"Iyaa biarin, biar kamu terbiasa sayang". Ujar Reynaldi menggoda istrinya.


"Ihh nyebelin banget sih mas". ujar Rania pada suaminya.

__ADS_1


"Nyebelin gini tapi kamu tetap cinta dan sayang kan?". Tanya Reynaldi pada istrinya.


Rania hanya tersenyum saat ditanya oleh suaminya, bagaimanapun juga ia memang sangat mencintai serta menyayangi suaminya itu, Reynaldi mengecup bibir istrinya serta ********** sebentar sebelum pergi keluar kamar.


__ADS_2