
6 Tahun Kemudian..
Waktu tak terasa kini usia anak mereka sudah menginjak umur 12 tahun yang akan memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP), Anna dan Rangga juga telah mengembalikan Aura pada keluarga kandung nya.
Aura ternyata masih memiliki keluarga lengkap, bahkan keluarga Aura lebih kaya dibanding keluarga Anggara maupun Yunanda, tetapi kekayaan Candrawangsa ikut melimpah pada Keluarga Anggara maupun Yunanda dan juga Dirgantara.
Anna dan Rangga di karuniai lagi seorang anak perempuan dan lelaki, yang bernama Andira Putri Yunanda berumur 3 tahun serta Mahesa Putra Anggara Yunanda berumur 1 tahun, mereka begitu bahagia dengan kehidupan nya sekarang.
"Bunda". Panggil Raditya pada nya.
"Iya sayang kenapa?". Tanya Anna pada nya.
"Aku kangen banget sama Aura bun, kapan ya ketemu Adek?". Tanya Raditya dengan berkaca kaca.
"Nanti juga ketemu sayang, kalau udah waktunya". Jawab Anna pada putranya.
"Heum tapi kapan bunda?". Tanya Raditya memeluk bundanya.
"Berdoa aja sayang, semoga cepat bertemu dengan Aura ya". Ujar Anna pada putranya.
Raditya pun mengangguk dalam dekapan Anna, hingga beberapa menit kemudian ia beranjak menghampiri kembarannya, yang sedang menyiapkan barang bawaan nanti masuk sekolah menengah.
"Gimana bang? udah tanya ke bunda?". Tanya Rachel padanya.
Ghea dan Rachel wajah serupa tapi sifatnya yang berbeda, Ghea kembali menjadi pendiam semenjak Aura pergi, di depan oranglain dia cuek tetapi bersama keluarganya ia selalu hangat, begitu juga dengan Geo tetapi jika Raditya tetaplah dirinya tetapi agak cengeng setiap mengingat Aura.
Aura pun kini tumbuh dengan sempurna , dia semakin cantik dan baik serta bertutur lembut semenjak kembali dengan keluarganya, Aura pun sama dengan mereka yang selalu merindukan nya, ia juga rindu saat bermain bersama ataupun berenang bersama Raditya serta kembarannya.
Adapun juga Cleopatra tumbuh menjadi pribadi yang sempurna namun ia begitu dingin semenjak Aura pergi ke Amsterdam bersama keluarga kandungnya, ia akan menghangat pada keluarga atau orang terdekat nya, bahkan kini ia mempunyai adik kembar.
"Abang". Panggil kedua adiknya.
"Iyaa kenapa dek?". Tanya Cleo padanya.
"Ayok siap siap, kan mau ke rumah Aunty Anna". Jawab Raina padanya.
"Ah yaudah tunggu di ruang tengah ya, abang ganti baju dulu". Ujarnya tersenyum pada kedua adiknya.
"Okee abang". ujar mereka lalu pergi dari hadapan Cleo.
"Huftt kapan aku bertemu lagi denganmu Aura?". Tanya Cleo pada dirinya sendiri.
Sedangkan kini Aura sedang bersiap siap kembali ke Jakarta, ia akan melanjutkan sekolah menengah disana, serta kedua orangtua nya yang memang akan pindah karena pekerjaan orantuanya, walau mereka sibuk bekerja tetapi selalu meluangkan waktu mereka untuk para anaknya.
__ADS_1
"Kak Aura keliatannya senang banget?". Tanya Anggini yang merupakan adik Aura.
"Tentu saja kakakmu senang, karena nanti ia akan bertemu dengan para abang dan kakaknya". Ujar Audrey pada anaknya.
"Wahh, nanti kenalin dong kak sama aku dan Marcel". Ujar Anggini berbinar menatap Aura.
"Iya nanti kakak kenalin". Ujarnya pada Anggini.
Kembali pada Anna dan Rangga yang sedang menunggu kedatangan Rania dan Reynaldi, karena akan mendaftarkan anak anaknya sekolah menengah, sambil menunggu Anna menyusui anaknya yang masih kecil.
"Aduhh sayang, jangan digigit nak". Ujar Anna meringis.
"Pelan pelan aja sayang ya, gaada yang rebut kok". Ujar Anna menatap Mahesa dengan lembut.
"Haha dasarr anak ayah makin pintar". Ujar Rangga menatap Mahesa.
"Udah jangan diganggu mas". Ujar Anna pada suaminya.
Beberapa menit kemudian Rania sekeluarga tiba di rumah kediaman Rangga dan Anna, Ghea yang mendengar suara mobil pun melihat ke depan, ia memeluk Cleo, Raina dan Randy bergantian. Andrio dan Michelle memang sudah berada di rumah Rangga dan Anna.
Mereka langsung saja berangkat menuju sekolahan bersama, karena Reynaldi masih lelah akhirnya membawa dua mobil yang bisa muat orang banyak, sebelum mereka ke sekolahan mampir ke toko ATK karena Raditya dan yang lainnya melupakan sesuatu.
"Bagaimana bisa lupa sih nak?". Tanya Rangga pada anaknya.
"Bukan kita aja loh Yah, kak Marselina Kak Nata sama Cleo juga sama". Ujar Raditya dengan kesal mewakili kembarannya.
"Iyaa syaang maafin ayah yaa". Ujar Rangga pada anaknya.
"Okee siap bos". Ujar mereka bersama sambil terkekeh.
Selama menunggu para suami selesai mengantar para anaknya, Anna dan yang lainnya berbincang bersama mengenai perkembangan anaknya, hingga beberapa menit kemudian Rangga dan yang lainnya kembali ke dalam mobil.
"Kok lama mas?". Tanya Anna pada suaminya.
"Tadi abang pengen pup bunda". Jawab Geo pada bundanya.
"Owalah pantesan". Ujarnya pada mereka.
"Yaudah kita lanjut aja ke sekolah". Ujar Ghea pada mereka.
"Gooo". Ujar mereka membuat Anna terkekeh.
Sedangkan Aura baru saja tiba di bandara, karena ia memakai pesawat pribadi bersama keluarganya jadi cepat sampainya, segera saja mereka ke sekolahan yang akan Aura masuki..
Ting!
...Audrey...
...Online...
Kita sudah berada di Jakarta, tolong jangan beritahu anak anakmu, biar menjadi kejutan π€
__ADS_1
^^^Okee siapp , tenang aja gampang itumah π^^^
Okee siipp, kita sedang dalam perjalanan menuju sekolahan tempat dimana anak anakmu bersekolah nanti π
...Ahh senangnya, aku sangat merindukan Aura π...
Kau tidak merindukanku? π
^^^Tentu saja aku merindukan mu Audrey, sepupu jauhku, aku masih terkejut sampai sekarang tauu π^^^
Yaudah, udah dulu yaa takutnya Aura penasaran
^^^Okee, sampai berjumpa nanti disekolah π€^^^
Anna menyimpan ponselnya sambil terus tersenyum membuat yang lain menatapnya heran, Rania menepuk pundak Anna membuat kakak iparnya itu menoleh menatap Rania , serta ia menyadari sedaritadi semuanya menatapnya kecuali suaminya.
"Kenapa pada liatin aku?". Tanya Anna pada mereka.
"Kakak yang kenapa daritadi senyum terus?". Tanya Rania padanya.
"Ahh kakak hanya senang, sekarang mereka akan sekolah menengah Nia". Jawab Anna pada Rania.
"Sesenang itu kak? karena kakak sedaritadi senyum terus?". Tanya Reynaldi pada Anna.
"Iyaa senang lahh dan juga bentar lagi kan Andira masuk TK". jawab Anna pada nya.
Semuanya pun mengangguk anggukan kepalanya mengerti, selama dalam perjalanan menuju sekolahan, Anna selalu mengusap kepala anak anaknya dengan tersenyum membuat Rangga yang sesekali melirik istrinya heran.
Kenapa pula istriku daritadi senyum terus, kek menang hadiah lotre aja. Batin Rangga kembali fokus ke jalanan.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sekolah yang akan dimasuki oleh para anak, bersamaan dengan Aura yang sudah masuk kedalam bersama keluarganya, namun mereka tidak menyadarinya karena hanya Anna yang menyadari adanya Audrey.
Ting!
...Annaaaaaπ€...
...Online...
Aku melihatmu Audrey
^^^Tentu saja, karena aku cantik makanya kamu melihatku π^^^
Idihh, PD banget kamu, Cantikkan juga anakmu Aura dan Anggini π
^^^Iyaa kan nurun dari Mommy nya lahh gimana sih π^^^
Bercanda, gitu aja marahhh πππ
^^^Tauu ahh sebell π‘^^^
Anna terbahak membuat mereka menoleh terhadapnya, lalu Anna tersenyum kikuk karena banyak yang menatap ke arahnya, Rangga yang melihat itu merasa khawatir padanya karena banyak tersenyum juga tidak baik apalagi hanya memandang ponselnya.
__ADS_1
Astaga mikir apa aku inii. Batin Rangga menepuk jidatnya.