
"Bundaa". Panggil Aura dengan lemah.
"Iyaa sayang, ini bunda sayang, akhirnya kamu sadar juga sayang, bunda khawatir sama kamu". Ujar Anna memeluk Aura.
"Bunda hiks Aura takut dalem bangett hiks". Ujar Aura memeluk Anna.
"Kenapa bisa kamu renang disana sayang?". Tanya Anna mengelus rambut Aura yang berkeringat.
"Cleo bilang aku cemen hiks bunda, aku gamau dibilang cemen kaya gitu hiks hiks". jawab Aura sambil tersedu sedu.
Rangga yang mendengar itupun menghela nafas nya, Cleo kalau bercanda tidak memikirkan kelanjutannya pikirnya, Rangga memeluk Anna yang masih menggigil ketakutan, begitupun Geo dan kembarannya maju menggenggam tangan Aura.
"Cleo jahatt bundaa! Aura bencii sama diaa! bercanda dia kelewatan Bunda hiks! dia bilang bercanda saat Aura sudah berenang di kolam sebelah hiks! ". Teriak Aura histeris sambil terisak.
"Mas, coba hubungin kak Kayla untuk meriksa keadaan Aura". Ujar Anna dengan panik.
"Iyaa sayang". Ujar Rangga segera keluar menghubungi Kayla.
"Bunda, Aura ngga apa apa kan?". Tanya Rachel yang takut Aura kenapa napa.
"Semoga aja gapapa sayang". Jawab Anna sambil terus menenangkan Aura yang histeris.
Beberapa menit kemudian Kayla datang, langsung memeriksa keadaan Aura, ia menyuntikkan obat penenang membuat Aura tidak histeris lagi, Geo yang memeluk ayahnya langsung ketakutan, takut terjadi apa apa pada adik mereka.
Kabar Aura yang teriak histeris sampai ke keluarga kediaman Rania dan Reynaldi terutama Cleo yang mendengar nya, mereka langsung mendatangi rumah kediaman Anna dan Rangga untuk melihat kondisi Aura.
"Aunty gimana Aura?". Tanya Cleo padanya.
"Aura lagi diperiksa sama Aunty Kayla, doain aja semoga gapapa ya Cleo". Jawab Anna pada ponakannya.
"Iyaa Aunty". Jawab Cleo pada Anna.
"Kak, gimana keadaan Aura?". Tanya Anna saat Kayla keluar dari kamar Aura.
"An, kayanya anak angkat kamu punya trauma deh karena kejadian tenggelam tadi". Jawab Kayla membuat semuanya kaget.
"Apaa? trauma? jadii Aura akan trauma kalau liat kolam renang apa gimana kak?". Tanya Anna dengan panik.
"Iyaa An, kakak harap kalian jangan banyak tanya saat Aura sadar nanti". Jawab Kayla pada mereka.
Cleo yang mendengar itupun takut Aura membencinya atau menjauhinya, ia tidak mau Aura jauh dari nya, hanya Aura lah yang menjadi teman saat dikelasnya.
"Kalau Aura masih histeris kaya tadi, kita harus bawa dia ke psikolog". Ujar Kayla pada Anna.
__ADS_1
"Baiklah kak, terimakasih ya kak". Ujar Anna pada Kayla.
"Oke sama sama, kalau gitu kakak pulang ya, kasian Abizzam nunggu dirumah". Ujar Kayla diangguki oleh Anna.
Waktu menunjukkan pukul jam 7 malam, Aura masih belum sadar sedangkan Cleo sekeluarga sudah pulang, karena tidak mungkin mereka menunggu sampai Aura bangun dari tidurnya.
"Garagara Cleo, Aura jadi seperti ini". Ujar Geo dengan kesal.
"Udah kalian jangan menyalahkan Cleo terus, kasian dia, bagaimanapun Cleo adik kalian". Ujar Anna apda anak anaknya.
"Iyaa benar apa yang dibilang bunda, setiap manusia pasti akan mempunyai kesalahan sayang". Ujar Rangga pada anak anaknya.
"Heum baiklah ayah". Ujar mereka pada Rangga.
"Lebih baik sekarang kita makan malam, kalian pasti lapar kan". Ujar Anna pada anaknya.
"Iyaa bunda, tapi kasian dong Aura, ga makan dari sore bunda". Ujar Raditya pada bunda nya.
"Iyaa sayang bunda tau, tapi sekarang lebih baik kalian makan dulu ya, daripada ikut sakit kan nanti bunda yang sedih". Ujar Anna langsung diangguki oleh anaknya.
Beberapa menit kemudian, Anna sekeluarga selesai memakan makanannya, Anna menyuruh anak anaknya untuk segera tidur tetapi sebelumnya membersihkan badannya terlebih dahulu, Anna Dan Rangga memasuki kamar tidur Aura setelah mengecek kamar anaknya satu persatu.
"Semoga trauma kamu cepat hilangnya ya sayang, maafin bunda tadi tidak terlalu memperhatikan kalian". Ujar Anna mengusap rambut putri nya.
"Sudah sayangg, kamu jangan sedih terus, doakan saja Aura cepat sembuh dari trauma nya". Ujar Rangga mengusap bahu istrinya.
"Semoga besok, kembali seperti biasanya ya sayang". Ujar Anna sambil mengecup kening Aura.
Anna dan Rangga meninggalkan kamar tidur Aura, mereka memasuki kamarnya untuk beristirahat, sehari tadi Anna cukup lelah karena panik hingga baru saja rebahan di kasur ia langsung terlelap, Rangga yang melihat itupun merasa kasihan.
"Kamu persis seperti mommy Alexa sayang, selalu merasa kasihan pada anak yang kamu anggap sebagai anak kandungmu sendiri, aku semakin mencintaimu sayang". Ujar Rangga menatap wajah istrinya.
"Terimakasih tuhan, engkau telah menghadirkan dia menjadi bagian dari hidupku, aku sangat mencintainya juga menyayanginya". Ujar Rangga sambil mengecup kening istrinya.
"Selamat tidur sayang, semoga besok hari kita seperti biasa lagi, jangan ada lagi kesedihan diraut wajah cantikmu". Ujar Rangga memeluk istrinya serta mencium leher istrinya.
Keesokkan harinya semuanya sudah bangun termasuk Aura, kini Aura memang terlihat seperti biasa tetapi mungkin jika ia melihat kolam renang dan Cleo, Aura akan kembali berteriak histeris. Terkadang Geo serta yang lainnya merasa kasian pada Cleo, yang dibenci oleh Aura karena insiden kemarin.
"Selamat pagii anaknya bunda". Ujar Anna pada mereka yang sudah siap dengan seragam nya.
"Pagii bunda". Ujar mereka dengan semangat termasuk Aura.
"Sarapan dulu sebelum kalian berangkat ke sekolah ya". ujar Anna pada mereka.
__ADS_1
"Iyaa siap bunda". Ujar mereka lagi bersama.
"Yaudah ayok sarapan". ajak Anna diangguki oleh mereka.
Beberapa jam kemudian kini anak anak sudah Anna antarkan ke sekolah, ia sekarang akan tetap di sekolah semenjak Aura mempunyai trauma dengan kolam renang atau air yang terisi dengan penuh dan juga pada Cleo.
"Bunda beneran mau nungguin kita sampai selesai sekolah?". Tanya Ghea pada bundanya.
"Beneran dong sayang, karena bunda juga ingin melihat bagaimana anaknya bunda belajar". jawab Anna mengusap kepala mereka satu persatu.
"Asikkk, akhirnya setelah sekian lama loh bunda kita mau bunda nungguin kita di sekolah". Ujar Raditya pada Anna.
"Iyaa sayang, maafkan bunda okee". Ujar Anna diangguki oleh mereka.
Cleo datang paling terakhir, saat ia masuk ke kelas nya Aura sedang menulis sesuatu, ia duduk disampingnya membuat Aura menoleh, hampir saja Aura berteriak histeris melihat Cleo namun kedatangan Marselina tepat waktu.
"Ini roti sandwich untuk adikku tersayang". Ujar Marselina memberikannya pada Aura dan Cleo.
"Terimakasih kak Marsel". Ujar mereka berdua padanya.
"Belajar yang benar ya adiknya kakak yang cantik dan tampan". Ujar Marselina mengelus rambut keduanya.
"Iyaa siap kak". Ujar keduanya pada Marselina.
Setelah melihat Marselina pergi, Aura kembali ketakutan menatap Cleo membuat Cleo sakit hati melihatnya, Aura menjauhinya bahkan mungkin membencinya sekarang.
"Aura". Panggil Cleo dengan pelan.
"Aura maafin aku ya, aku tau aku salah Aura". Ujarnya pada Aura.
"Aura". Panggilnya dengan memegang tangan Aura.
"Lepass!! aku gamauu! lepasin!! aku benci kamu Cleo!! kamu jahatt!! arghh". Teriak Aura terdengar sampai keluar.
Anna yang mendengar itupun langsung memasuki kelas Aura, segera ia memeluknya dengan erat sambil mengelus punggung Aura. Cleo yang terkejut melihat Aura histeris seperti itu membuatnya mundur perlahan.
"Tenang sayang, ini bunda sayang, bunda mohon tenangg". Ujar Anna dengan berkaca kaca.
"Hiks bunda, Aura takut bunda, Cleo jahat bunda". Ujar Aura dipelukan Anna.
"Bunda disini sayang, tenang oke, kamu gausah takut sayang". Ujar Anna mengusap air mata Aura.
"Bundaa, Cleo jahatt Bunda, Aarghhh dalem banget bunda". Ujar Aura sebelum kegelapan merenggutnya.
__ADS_1
"Aura bangun sayang!!". Teriak Anna mengguncang tubuh Aura.
Anna membawa Aura ke rumah sakit, karena takut terjadi apa apa, sedangkan para anaknya tetap menunggu di sekolah begitu juga dengan Cleo yang masih terkejut, ia menjadi pendiam semenjak Aura membencinya.