
Dua bulan kemudian, baik keluarga kecil Geo ataupun Cleo sudah pulang ke rumah kediaman mereka masing masing tetapi masih di dampingi oleh para orangtua untuk mengurus anak mereka, Bunda Anna berada di rumah kediaman Geo dan Luna sedangkan Mami Rania berada di rumah kediaman Cleo dan Aura.
"Mami, Aura masih ngeri kalau megang baby Nana atau Vian mii". Ujar Aura yang sedaritadi melihat Mami Rania mengelap tubuh anaknya.
"Kenapa sih sayang? kalian aneh deh, dulu aja bisa kan? kenapa anak sendiri ngga bisa?". Tanya Mami Rania sambil tersenyum.
"Rasanya beda aja gitu mii, dulukan sering gendong ponakan karena udah di urus sama ibunya bukan anak sendiri". Jawabnya pada Mami Rania.
"Ah benar juga ya sayang, Mami dulu juga begitu waktu gendong Ghea pas masih bayi, coba kamu pakaikan Baby Cleona baju bisakan". Ujar Mami Rania pada menantunya.
"Bisa mam, kan udah di ajarin saMa mami". Ujarnya sambil mengurus anaknya yang sudah di elap.
"Baguslah, sekarang tinggal Baby Arvian yang mami elap, ugh berat yaa sayangg pasti berat badan nya 4kg". Ujar Mami Rania saat menggendong cucu lelakinya.
Sedangkan di rumah kediaman Geo dan Luna, Anna sedang mengajari Luna tentang mengurus anaknya dengan benar, hingga beberapa menit kemudian Luna langsung mengerti dengan ajaran yang diberikan oleh mertuanya tersebut.
"Nah benar seperti itu memakaikan baju pada anak kalian". Ujar Anna pada menantunya.
"Ah gini toh, nih Hubby bunda kalau memakaikan baby Gibran sama Baby Gabriel ngga pernahh bener". Ujar Luna sambil menatap suaminya.
"Ah wajar saja sayang, setiap suami pasti begitu dulu juga ayahnya memakaikan baju pada anak anaknya terbalik, yang seharusnya buat cowok dipakaikan kepada anak cewek begitupun sebaliknya". Ujar Anna terkekeh jika mengingat masa lalu.
"Ihh bunda jangan di ceritain ah, maluu tau". Ujar Geo pada bundanya.
"Haahha serah bunda dong sayang". Ujar Anna pada anaknya yang menatapnya kesal.
"Istri ayah nih suka banget nistain anaknya". Ujarnya pada Rangga.
"Hahaha biarin aja serah bunda kamu lah". Ujar Rangga sambil tertawa padanya.
"Ish ayah sama aja kaya bunda, nyebelin". Ujarnya sambil cemberut.
"Sayang liat suami kamu sudah cemberut seperti itu". Ujar Anna sambil terkekeh menatap anaknya.
"Hahah lucu banget sih Hubby". Ujar Luna sambil memegang pipi suaminya.
Anna dan Rangga meninggalkan keluarga kecil Geo, kini mereka sedang berada di halaman belakang rumah kediaman Geo dan Luna , Anna sedang melihat banyaknya ikan yang kesana kemari membuatnya senang menatapnya apalagi ikan ikannya sangat lucu dan besar .
"Syaang kalau kamu menyukainya, kita bisa membeli ikan yang sama seperti itu". Ujar Rangga memeluk istrinya dari belakang.
"Ah engga usah deh mas, gini aja juga gapapa kok". Ujar Anna pada suaminya.
"Ah ya sayang, kamu mau liburan berdua bersama ku?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Liburan? kemana mas?". Tanya Anna dengan raut wajah senang.
__ADS_1
"Kemanapun yang kamu mau syaang". Jawabnya pada sang istri.
"Beneran mas?". Tanya Anna pada suaminya.
"Beneran bunda, istriku cantikku syangku". Jawabnya sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
"Mas ih kalau ada yang liat gimana". Ujarnya memukul pelan dada suaminya.
"Ngga akan lah sayang kalaupun ada pasti Geo sendiri dan ia bisa menyalurkannya pada Luna". Ujar Rangga pada istrinya.
"Bukan hanya Geo loh mas". Ujarnya pada sang suami.
"Iyaa Syaang, yaudah kita masuk lagi". Ujar Rangga mengajak istrinya masuk ke dalam rumah.
Anna dan Rangga kembali masuk ke dalam rumah, terlihat sudah tidak ada Luna dan Geo diruang tengah membuat keduanya masuk kedalam kamar, tetapi baru saja akan masuk kamar mereka berdua mendengar tangisan Luna dan kedua bayinya bersamaan.
"Ya ampun syang, kamu kenapa nangis? ". Tanya Anna memghampiri Luna.
"Bunda, hubby bun". Ujarnya sambil terisak pada Anna.
"Geo kenapa sayang? buat ulah lagi? biar ayah hukum anak itu". Ujar Rangga menatap menantunya.
"Bukan yah, aku dapat kabar dari temannya Hubby James kalau Hubby kecelakaan saat akan berangkat kantor yah bun". Ujarr Luna membuat keduanya terkejut mendengarnya.
"Sàÿàńg? kamu ngga bercanda kan sama bunda? ". Tanya Anna padanya.
"Sayang kamu tenang ya biar ayah yang mengecek keadaan Geo, kamu jaga Luna sayang, aku pergi dulu". Ujar Rangga diangguki oleh keduanya.
Rangga dengan tergesa gesa keluar dari rumah serta memasuki mobilnya dengan cepat, ia begitu tidak menyangka akan mendengar hal ini tentang anaknya bohong jika Rangga tidak sedih mendengarnya karena ia sangat khawatir dengan anaknya.
"Jika benar kamu kecelakaan setidaknya kamu bertahan Geo, anak dan istrimu masih membutuhkanmu". Gumam Rangga sambil menatap lurus ke depan.
"Kamu harus bertahan boy". Ujarnya lagi dengan perasaan yang begitu sedih.
Beberapa menit kemudian Rangga sampai di rumah sakit dimana putranya di rawat tetapi saat akan memasuki rumah sakit, ponselnya berbunyi membuatnya menghentikan langkahnya lalu mengeluarkan ponselnya dari saku.
Ting!
...Luna Menantuku...
...Online...
Ayahh, bagaimana? ayah sudah sampai kan? ayah bunda pingsan ayahh 😭😭
^^^Astaga bagaimana bisa? ayah sudah sampai rumah sakit, sebentar ya kamu tunggu bunda^^^
__ADS_1
Semoga saja Hubby baik baik saja ayah 😢
^^^Iyaa syaang, doakan terus suami mu yaa^^^
Iyaa ayahh
Rangga berlari masuk ke dalam rumah sakit ia melihat seseorang yang ia kenali, itu adalah James yang sedang menunggu keadaan Geo yang masih diperiksa oleh dokter, Rangga menghampiri James yang sedaritadi menunduk dengan perasaan cemas.
"Bagaimana kondisi Geo?". Tanya Rangga padanya.
"Om Rangga? Geo masih diperiksa sama dokter om". Jawabnya dengan menunduk.
"Bagaimana bisa terjadi? apa kamu mengetahuinya?". Tanya Rangga menatap James.
"Engga tau jelas om, yang pasti saat dalam perjalanan menuju kantor ada orang yang mengikuti mobil Geo dan aku tidak tau jika mereka akan menabrak mobil Geo om". Jawabnya dengan cemas.
"Huftt baiklah jika seperti itu, om akan menyuruh anak buah om mencari siapa dalang yang membuat Geo masuk rumah sakit". ujar Rangga membuat James hanya mampu menganggukkan kepalanya .
Ting!
...Luna Menantuku...
...Online...
Ayah bagaimana?
^^^Masih diperiksa sayang, bunda bagaimana?^^^
Bunda udah sadar dari pingsannya yah, yah kabari Luna jika terjadi sesuatu pada Geo ya Ayah 😢
^^^Iyaa ayah akan mengabarimu nanti, sekarang kamu. jangan banyak pikiran ingat anak anakmu. masih kecil saayang^^^
Baiklah ayah, kalau begitu udah dulu ya Ayah.
^^^Iyaa syaang^^^
Ceklek.
"Dokter bagaiamana kondisi anak saya dok?". Tanya Rangga padanya.
"Anak tuan sedang kritis karena mengeluarkan banyak darah , dia butuh transfusi darah". Jawabnya membuat Rangga panik.
"Ambil darah saya dok". Ujarnya pada dokter tersebut.
"Baiklah mari ikut saya tuan, kita akan menguji tes darahnya". Ujarnya diangguki Rangga.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Rangga sudah kembali menghampiri James yang masih setia duduk disana, Rangga duduk disampingnya membuat James menoleh kearah Rangga yang notabennya ayah Geo.