
Tiga bulan kemudian
Kehamilan Andira sudah memasuki bulan ke enam sementara kehamilan Marsya sudah memasuki bulan ke empat, terlihat perut Marsya maupun Andira sama sama besar yang artinya mereka berdua hamil kembar.
"Bagaimana kandungan kalian? ada keluhan?". Tanya Anna pada keduanya.
"Dira sering banget mual bunda kalau liat suami sendiri tapi Mas Ken juga sering mual mual bunda". Jawabnya pada sang bunda.
"Pantas saja Kenan akhir-akhir ini kelihatan lesu banget ternyata ini toh penyebabnya". Ujar Andreas terkekeh pada adik iparnya.
"Ih udah jangan godain adik iparku sayang". Ujar Ghea pada suaminya.
"Iyaa engga kok engga sayang". Ujar Andreas dengan cemberut.
"Kamu mau ngerasain apa yang Kenan rasain?". Tanya Ghea padanya.
"Ngga sayang, aku ngga mau". Jawabnya sambil memeluk istrinya.
"Yaudah makanya jangan ngeledek Kenan". Ujar Ghea pada suaminya.
"Iyaa sayang engga ngeledek deh". Ujar Andreas pada istrinya.
"Minta maaf sama Kenan". Ujar Ghea pada suaminya.
"Maaf ya Ken, abang udah ngeledek kamu". Ujar Andreas pada adik iparnya.
"Iyaa gapapa bangg, santai aja". Ujar Kenan sambil tersenyum tipis pada Andreas.
"Beneran nih gapapa?". Tanya Andreas padanya.
"Iyaa beneran lah ngapain juga aku bohong". Jawab Kenan pada Andreas.
"Syukurlah kalau begitu". Ujar Andreas sambil menghela nafasnya lega.
"Takut banget sama Kak Ghea bang?". Tanya Kenan padanya.
"Heum engga juga tuh". Jawabnya dengan ragu pada adik iparnya.
"Beneran ngga takut mas?". Tanya Ghea menatapnya tajam.
"Iyaa takut dong syang masa engga". Jawabnya membuat yang lain tertawa.
"Hahaha dasar abangg, tadi bilangnya engga takut eh ternyata yang benernya abang Tuh takut ya". Ujar Andira pada abang iparnya.
"Pasti suamimu atau suami kalian juga takut sama istrinya masing masing, bukan begitu ayah?". Tanya Andreas menatap mertuanya.
"Hahah iya Dre bener apa yang kamu bilang, makanya sekarang ayah ngga mau lihat bunda marah nanti ayah yang ngga bisa masuk kamar". Jawabnya sambil tertawa pelan.
"Nah aku setuju nih sama ayah, aku ngga bisa kalau ngga dikasih jatah". Ujar Raditya pada ayahnya.
"SaMa aku juga". Ujar Kenzo pada mertuanya.
"Wah kompaknya kalian semua". Ujar Anna sambil terkekeh menatap para suami.
"Iyaa harus kompak dong bunda". Ujar mereka pada Anna.
Anna terdiam menatap Geo membuat anaknya menatapnya balik, Anna menatap sedih karena semenjak kecelakaan tiga bulan yang lalu, membuat kaki anaknya lumpuh walaupun sementara tetap saja membuatnya sedih.
__ADS_1
"Bunda kenapa nangis?". Tanya Geo pada bundanya.
"Bunda nangis?". Tanya Anna sambil meraba matanya.
"Iyaa tuh kan ada air matanya". Jawab Geo pada bundanya.
"Haha bunda kelilipan". Ujarnya sambil tertawa hambar.
"Bunda jangan bohong deh, mana ada kelilipan orang ngga ada debu?". Tanya Geo menatap intens bundanya.
"Bunda engga bohong sayang". Jawabnya sambil menatap anaknya.
"Iya deh aku percaya". Ujar Geo pada bundanya.
"Sayang". Panggil Luna membuat Geo menoleh padanya.
"Iyaa kenapa sayang?". Tanya Geo pada istrinya.
"Kayanya ada yang kangen sama kamu deh". Jawabnya pada sang suami.
"Haa? siapa sayang?". Tanya Geo sambil mengangkat alisnya.
"Liat nih". Jawabnya sambil memberikan ponsel milik suaminya .
...Cleo Suaminya Aura...
...Online...
^^^Lah tinggal ngumpul aja ke rumah gimana sih^^^
Masalahnya sekarang aku gabisa, karena menetap di Eropa dan aku ngga bisa ambil cuti bang
^^^Aish yaudah nanti kita yang kesana nemuin kalian semua^^^
Wahh yang bener bang?
^^^Benerlah ngapain juga abang bohong sama kamu dek^^^
Yaudah aku tunggu kedatangan kalian semua ya di Eropa
^^^Okee tunggu aja, udah dulu abang mau istirahat^^^
Okee bang, cepat sembuh yaa bangg
^^^Iyaa makasih dek^^^
Geo menyimpan ponselnya kembali disamping nakas tempat istrinya duduk, Anna menatap anaknya seraya bertanya pada anakmya dan Geo langsung menjelaskannya pada bundanya, Anna mengangguk anggukan kepalanya mengerti apa yang diucapkan oleh Geo.
Anna pun menyuruh mereka semua untuk beristirahat, karena Geo juga harus banyak istirahat agar kakinya cepat sembuh, mereka pun beranjak pergi dari tempat tersebut untung saja sudah ada lift jadi Geo tetap berada di kamarnya.
"Sayangg". Panggil Anna saat mereka sampai di kamar nya.
"Iya kenapa sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Rasanya aku ga sanggup melihat Geo seperti itu". Jawabnya dengan sedih.
__ADS_1
"Sayang lebih baik kamu doakan kesembuhan anak kita, jangan terus bersedih". Ujar Rangga pada istrinya.
"Heum iyaa syaang". Ujarnya pada Rangga.
"Yaudah lebih baik kita tidur sekarang sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa ayok sayang". Ujar Anna pada suaminya.
"Iyaa sayang, sini aku peluk". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa ayah". Ujar Anna memeluk suaminya dengan rasa nyaman.
Sedangkan dirumah kediaman Andrio dan Michelle, mereka tengah makan siang bersama apalagi masakan Michelle sangatlah enak, membuat semua yang memakan sangat lahap dan selalu menambah kembali.
"Makanan Mommy mama mami bunda emang the best deh". Ujar Adrian pada Michelle.
"Kamu selalu saja memanggil bunda dengan banyak sebutan syang". Ujar Michelle terkekeh pada anaknya.
"Terserah Rian aja bunda". Ujarnya dengan santai pada Michelle.
"Iya deh gimana kamu aja bangg, makan aja udah jangan ngomong terus". Ujar Berliana pada abangnya.
"Iya ini juga kan lagi makan". Ujar Adrian pada adiknya.
"Udah jangan ngobrol lagii, makan yang bener". Ujar Michelle pada mereka berdua.
"Okee siap bunda, mom". Ujar keduanya pada Michelle.
"Okee sipp sayang". Ujarnya pada kedua anaknya.
Mereka makan dengan nikmat hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, Michelle dibantu oleh ketiga anak perempuan memberekan piring bekas mereka makan tadi.
"Bunda, mami, mom". Panggil mereka dengan cara yang berbeda.
"Iya kenapa sayang?". Tanya Michelle pada ketiga anaknya.
"Bunda bisa engga istirahat aja biar kita aja yang mengerjakan semuanya, kasian bunda kecapekkan". Ujar Berliana pada bundanya.
"Bener apa yang dibilang sama Berlian mam, lebih baik mami duduk manis aja di kursi, biar kita yang mengerjakannya". Ujar Nathalia pada maminya.
"Sekarang mom, duduk aja dengan manis yaa, biar kita aja yang lanjutkan". Ujar Marselina pada mommynya.
"Huft baiklah jika kalian memaksa". ujar Michelle pada anak anaknya.
"Nah good biar kita yang mengerjakannya". Ujar Marselina pada momnya.
Michelle tersenyum tipis melihat ketiga anak perempuannya, ia merasa terharu dengan perlakuan mereka terhadapnya, semoga saja mereka menjalani rumah tangganya dengan bahagia tanpa adanya gangguan dari rumah.
Bunda bersyukur memiliki kalian semua, semoga Bunda masih bisa melihat kalian. Batin Michelle sambil tersenyum menatap nya.
...****************...
Maaf ya kalau akhir akhir ini aku telat updatenya, soalnya udah mulai kerja jadi kecapean terus, jangan lupa klik tombol Like, Comment dan juga Vote ya gays:)
Kadang aku suka ketiduran saat lagi nulis buat di update, karena kecapean mohon dimaklumi ya semuanya, aku udah berusaha untuk bisa update tapi selalu ketiduran :(
Terimakasih para readers:)
__ADS_1