Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 84 (Khusus Ghea & Andreas)


__ADS_3

"Sayang". Panggil Andreas memeluk istrinya dari belakang.


"Kak, ngagetin aja sih". Ujar Ghea pada suaminya.


"Kamu wangi banget sih honey". Ujar Andreas membenamkan wajahnya di pundak istrinya.


"Kak , geli ihh lepas dulu, aku lagi masak loh inii". Rengek Ghea pada suaminya.


"Heum iyaa deh, yaudah aku tunggu di ruang makan sayang". Ujar Andreas pada Ghea.


"Iyaa sayang". Ujar Ghea pada suaminya.


Beberapa menit kemudian Ghea menghampiri suaminya yang sedang menunggunya, Ghea meletakkan piring yang berisi makanan tersebut di meja, Andreas yang melihat itupun ngiler karena dari wanginya saja pasti masakan istrinya sangat enak, saat Andreas ingin mencomot makanan tersebut Ghea langsung menepisnya.


"Cuci tangan dulu sana". Ujar Ghea pada suaminya.


"Okee sayang siap". Ujarnya pada Ghea.


"Sayang, kamu lucu sekali sih". Gumam Ghea saat melihat suaminya bertingkah seperti anak kecil.


"Syaang, yuk makan". Ujar Andreas pada istrinya.


"Iyaa kak". Ujarnya pada suaminya.


Mereka berdua makan bersama dengan lahap karena masakan Ghea seenak itu, Ghea merasa senang jika begini, beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.


"Sayang, bagaimana dengan pernikahan Rachel apakah kamu yakin ingin digabung?". Tanya Andreas pada istrinya.


"Iyaa aku pengen barengan sama Rachel kak". Jawabnya pada Andreas.


"Yaudah kalau gitu sayang". Ujarnya padanya.


"Kak, tapi kakak ngga akan salah kan nanti?". Tanya Ghea menatap suaminya.


"Ngga akan dongg, selama ini aja kakak ngga pernah salah mengenali kamu dan Rachel". Jawab Andreas pada istrinya.


"Pernah kak". Ujar Ghea menatap suaminya.


"Pernah kapan sayang?". Tanya Andreas menatap istrinya.


"Waktu itu sebelum kita menikah kak". Jawab Ghea membuat Andreas nyengir.


"Itu kan dulu sayang, sekarang aku udah bisa bedain, orang aku sama kamu, serumah sama kamu 1 tahun lebih masa gabisa bedain sih". Ujar Andreas sambil terkekeh pada istrinya.


"Heum yaudah deh gimana kamu aja kak". Ujar Ghea terkekeh pada suaminya.


Beberapa menit kemudian keduanya sedang menonton acara televisi di ruang tengah sambil mengemil, saat adegan ciuman membuat keduanya kikuk terutama Ghea ia langsung menutup matanya membuat Andreas mengulum senyumnya.


"Padahal udah pernah loh sayang, kenapa masih malu aja sih". Ujar Andreas pada Ghea.

__ADS_1


"Ya malu lah kak, udah selesai belum? ". Tanya Ghea yang masih menutup matanya.


"Udah syaang". Jawabnya pada Ghea.


"Beneran nih? awas kalau bohong". Ujar Ghea pada suaminya.


"Beneran syaang, ngapain aku bohong sama kamu". Ujarnya pada Ghea.


Ghea pun membuka matanya dan ia langsung menatap tajam suaminya, Andreas yang ditatap seperti itupun hanya bisa nyengir dan itu membuat Ghea semakin kesal bukan main, karena suaminya berbohong padanya.


"Udah dong sayang jangan marah lagi, maafin aku ya". Ujar Andreas memeluk istrinya.


"Tau ah aku kesel sama kamu". Ujar Ghea pada suaminya.


"Yaudah maaf sayang, aku harus apa biar kamu maafin suami kamu ini?". Tanya Andreas pada istrinya.


"Nyanyiin aku lagu baru aku mau maafin kakak". jawab Ghea pada suaminya.


"Baik mau aku nyanyikan lagu apa sayang?". Tanya Andreas pada istrinya.


"Emang kakak bisa nyanyi?". Tanya Ghea meremehkan suaminya.


"Wah kamu nantang ceritanya". Ujar Andreas pada istrinya.


"Iyaa cepat nyanyikan aku lagu apa saja yang bisa membuatku baper". Ujar Ghea pada suaminya.


"Baiklah sayang ,tunggu sebentar". Ujar Andreas padanya.


"Okee siap ibu negara". Ujarnya sambil terkekeh.


Andreas pun menyanyikannya lagu yang berjudul tentang sempurna, Ghea dengan senang melihat suaminya bernyanyi sambil memainkan gitarnya, sungguh membuat Ghea terbawa perasaan karena selama menyanyikan lagu untuknya Andreas selalu menatapnya dengan lembut.


Aduh jantung aku gaaman kalau gini caranya. Batin Ghea saat melihat tatapan suaminya.


Suaranya bagus banget sih kak, makin cinta aja sama kamu kak. Batin Ghea sambil tersenyum pada suaminya.


Andreas menyelesaikan nyanyiannya membuat Ghea menatap kagum suaminya, karena menyanyikannya dengan suara yang sangat merdu, ia memeluk suaminya dengan erat serta mencium bibirnya tipis, Ghea sangat senang diperlakukan oleh seperti ini oleh suaminya.


"Wah aku terharu mendengarnya kak". Ujar Ghea menatap suaminya.


"Iya harus terharu dong sayang, masa ngga". Ujar Andreas pada istrinya.


"Iyaa deh suamiku". Ujar Ghea menatap suaminya.


"Yaudah sayang kita istirahat yuk ke kamar". Ajak Andreas diangguki oleh istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kamar, mereka berdua, Ghea merebahkan tubuhnya begitupun juga dengan suaminya, keduanya sedang menatap atap rumah mereka sambil memikirkan tentang anak mereka berdua.


"Sayang, jika nanti anak kita beneran kembar kamu mau ngasih nama apa?". Tanya Andreas pada istrinya.

__ADS_1


"Nanti aja bahas nama nya kak', Kalau udah deket misal pas kandungan aku 8bulan". Jawab Ghea pada suaminya.


"Baiklah syaang". Ujar Andreas diangguki oleh istrinya.


Tak terasa mereka berdua tidur dengan saling berpelukan, hingga beberapa jam kemudian Ghea bangun terlebih dulu dibanding suaminya yang masih nyenyak, Ghea memilih untuk memasak sesuatu di dapur.


"Bikin pudding ah". Gumam nya saat melihat bahan bahan tersedia.


"Pudding Mangga kalau dicampur leci gimana ya rasanya?". Tanya Ghea pada dirinya sendiri.


"Jangan ngada ngada deh syang, ya pasti aneh rasanya". Ujarnya membuat Ghea terkejut.


"Loh kapan turunnya sih?". Tanya Ghea pada suaminya.


"Daritadi pas kamu bergumam sayang". Jawab Andreas pada istrinya.


"Iyaa deh iyaa kak". Ujar Ghea padanya.


"Bikin pudding coklat aja sayang". Ujar Andreas padanya.


"Okee siap syang, tunggu dimeja makan sana". Ujarnya pada Andreas.


"Okee siap syangku". Ujarnya sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


Ghea pun melanjutkan memasaknya, sedang asik mengaduk puding tiba tiba Andreas memeluknya kembali membuat Ghea terkejut kembali, tetapi hanya sesaat saja karena suaminya hanya sebentar memeluknya.


"Ngagetin aja sih kak". Gumam Ghea melihat suaminya.


"Untung aja ga kena tangan aku". Gumamnya lagi sambil mengelus dadanya.


"Sayang udah?". Tanya Andreas pada istrinya.


"Udah kak". Jawabnya padanya.


"Mana puding nya? aku mau sayang". Ujar Andreas pada istrinya.


"Iyaa ini kak". ujar Ghea menyimpan pudding buatannya di meja.


Andreas yang melihat itu pun langsung menelan ludahnya, karena dipastikan sangat enak menikmati puding saat panas terik matahari, Ghea tersenyum senang saat suaminya dengan lahap memakan pudding buatannya.


"Suka kak?". Tanya Ghea pada suaminya.


"Sukaa sayang, enak banget". Jawab Andreas dengan mulut penuhnya.


"Telen dulu kak', baru bicara". Ujar Ghea terkekeh melihat suaminya.


"Hehe iyaa syaang". Ujarnya terkekeh pada istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka berdua selesai memakan pudingnya, bahkan Andreas terus menambah pudding saking enaknya , Ghea yang melihat itu senang karena suaminya sangat lahap memakan pudding yang Ghea buat dengan sedikit racikan darinya.

__ADS_1


"Aku beruntung memiliki suami seperti kmu sayang". Ujar Ghea menatap suaminya.


"Aku yang lebih beruntung sayang, memiliki istri cantik dan baik". Ujarnya.


__ADS_2