Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 143


__ADS_3

Baby Raden dan Baby Zura sudah memasuki usia yang ke satu bulan, mereka berdua semakin membuat orang lain gemas karena pipi gembulnya, Andira sendiri pun merasa gemas pada kedua anaknya.


"Sayang kita kasih mereka adik yuk". Ujar Kenan membuat Andira mendelik.


"Kamu aja yang hamil sanah , anak kita aja masih kecil". Ujar Andira pada suaminya.


"Heheh maafin aku sayang, mas berkata seperti itu buat nanti sayang, kalau mereka udah berumur dua tahunan boleh ya?". Tanya Kenan pada istrinya.


"Boleh aja sayang tapi setelah umur anak anak tiga tahun lebih, titik no debat". Jawab Andira pada suaminya.


"Huft baiklah sayang mas siap". Ujar Kenan pada istrinya.


"Terimakasih ya mas udah ngertiin aku". Ujarnya sambil memeluk suaminya.


"Iya saMa saMa sayang". Ujarnya membalas pelukan istrinya.


Mereka berdua menatap Baby Raden dan Baby Zura dengan tatapa menggemaskan, sebelum kedua anaknya menjadi bahan rebutan baik Andira ataupun Kenan selalu menyempatkan diri mereka untuk menggendong anak anaknya terlebih dahulu.


Hingga datanglah para perebut anaknya memasuki kamar, Anna dan para kakaknya membawa Baby Zura sedangkan Rangga dan para abangnya membawa Baby Raden dari gendongan Kenan yang merupakan daddy nya.


"Kalian inii, padahal banyak loh anak bayi selain Baby Zura dan Baby Raden". Ujar Andira kesal pada mereka semua.


"Soalnya mereka semua sudah bukan bayi mungil lagi". Ujar Rachel pada adiknya.


"Heum yaudah deh terserah kalian aja". Ujarnya dengan kesal pada mereka.


"Yaudah kalau gitu kita bawa ya Baby Raden sama Baby Zura ke ruang tengah". Ujar Rangga pada anaknya.


"Yaudah nanti Dira sama Mas Ken nyusul". Ujar Andira pada ayahnya.


"Baiklah kalau begitu kita duluan ya". Ujar Anna hanya diangguki oleh keduanya.


Beberapa menit kemudian Andira dan Kenan menghampiri mereka yang sudah berada di ruang tengah, bahkan para keponakannya sudah mengajak anaknya yang masih kecil mungkin tidak mengerti apa yang dibicarakan para abangnya.


"Aunty Dira, lucu banget sih adiknya Bulan". Ujarnya pada Andira.


"Jelas lucu, kan semua anak bayi pasti lucu kan". Ujar Andira pada ponakannya.


"Iyaa sih emang tapi intinya Baby Zura dan Baby Raden sangatlah menggemaskan Aunty". Ujar Rembulan atau biasa dipanggil Bulan.


"Iyaa deh makasih ya kakak Bulan yang cantik". Ujarnya pada Bulan.


"Iyaa sama sama adikku yang menggemaskan". Ujar Bulan sambil terus menatap kedua bayi tersebut.


"Udah jangan ganggu lagii, kasian babyku". Ujar Kenan pada mereka.


"Iyaa bener apa yang dibilang oleh Mas Ken, jangan di ganggu mereka udah tidur". Ujar Andira pada mereka semua.

__ADS_1


"Okee deh tidurin aja di kamar Baby Raden saMa Baby Zura". Ujar Anna pada mereka.


"Yaudah nih tidurin Baby kalian". Ujar Rangga pada Andira dan Kenan.


"Giliran baby Raden sama Baby Zura tidur aja di kasih ke kita, his menyebalkan kalian itu". Ujarnya sambil membawa Baby Zura.


"Benar apa yang dibilang istriku, kalian menyebalkan". Ujarnya sambil menggendong Baby Raden dengan hati hati.


Anna serta yang lainnya yang melihat itupun mengulum senyumnya, karena merasa lucu pada mereka berdua karena mereka berdua baru beberapa bulan resmi menjadi orang tua, Anna menatap menantunya Marsya yang termenung.


"Sayang kamu kenapa nak?". Tanya Anna padanya.


"Aku hanya merindukan kedua orangtua ku bunda, bagaimana mereka sekarang? semoga saja mereka berdua selalu tenang di alam sana". Jawabnya dengan sedih membuat Anna langsung memeluknya.


"Doakan saja kedua orangtua kamu sayang, jangan sedih lagi sayang, kamu sekarang sudah mempunyai bunda serta yang lainnya sayang". Ujarnya sambil mengelus rambut menantunya.


"Iyaa makasih ya bunda, bunda udah menyayangiku seperti anak kandung bunda sendiri". Ujarnya dengan terisak pada Anna.


"Udah dong sayang, jangan nangis lagi , nanti cantiknya hilang loh". Ujar Anna pada menantunya.


"Iyaa bunda, ngga nangis lagi kok". Ujar Marsya pada Anna sambil tersenyum tipis.


"Nah gitu dongg, kan cantik liat kamu senyum gitu". Ujar Anna pada Marsya.


"Iyaa bunda hehe". Ujarnya pada Anna.


"Ngga kerasa ya bunda". Ujar Rachel pada Anna.


"Benar apa yang kamu katakan sayang". Ujar Anna pada anaknya.


"Bunda, apakah bunda akhir akhir ini sering sakit?". Tanya Gio yang sedaritadi diam saja.


"Heum ya bisa dikatakan begitu". Jawabnya pada anaknya.


"Bunda kenapa engga istirahat aja sih?". Tanya Raditya pada bundanya.


"Bunda ngga sakit parah kok". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada anaknya.


"Diobati dari yang kecil bunda, jangan menunggu sampai besar". Ujar Ghea padanya.


"Benar apa yang dibilang oleh Kak Ghea bun". Ujar Luna pada bundanya.


"Jangan hanya bunda dong, ayah kan juga ada sayang". Ujar Anna dengan cemberut pada mereka.


"Iyaa baik bunda ataupun ayah sama aja, harus banyak istirahat". Ujar Kenzo pada Anna.


Anna dan Rangga saling menatap karena anak anaknya selalu seperti ini ketika sedang berkumpul bersama, apalagi sekarang semua anak anaknya menyinap di rumah kediaman Anna dan Rangga, walapun begitu Anna senang anak anaknya menginap dirumah kediamannya.

__ADS_1


Ting!


...Ponakanku Arvian...


...Online...


Aunty, Bang Bintang ada?


^^^Ada sayang, kamu kapan ke Indonesia?^^^


Seminggu lagi Aunty, tapi jangan bilang dulu sama. yang lain ya, biar jadi kejutan


^^^Okee siap, Aunty tunggu kedatangan kalian semua ya Vian gantengg^^^


Tentu saja Aunty cantik 🤗❤


Ghea menyimpan ponselnya membuat yang lainnya menoleh pada Ghea, membuat Ghea hanya memberikan senyuman pada mereka semua, membuat mereka semua penasaran pada Ghea tetapi sang empunya hanya diam saja tidak menjelaskan.


"Kenapa kalian terus saja menatapku?". Tanya Ghea pada mereka.


"Ada yang kamu sembunyikan dari kita?". Tanya Anna pada anaknya.


"Ngga tuh, emangnya kenapa sih?". Tanya Ghea pada bundanya.


"Terus kamu habis chattingan dengan siapa sayang?". Tanya Andreas pada istrinya.


"Sama Vian, dia nanyain Bintang,udah sih gitu aja". Jawabnya dengan santai padanya.


"Heum baiklah kalau begitu". Ujarnya pada sang istri.


Beberapa menit kemudian kembali berbincang dengan riang tanpa adany Marsya, Mahesa, Kenan dan Andira diantara mereka semua, bahkan tanpa mereka sadari para anak anak sudah tertidur akibat perbincangan panjang tersebut.


Andreas yang menyadari itu terlebih dahulu pun langsung menggendong anaknya yang paling kecil ke kamarnya, begitupun Ghea yang mengikuti dari belakang suaminya tersebut, hingga sampailah mereka dikamar mereka.


...****************...


Maaf ya gays, ngga update kemarin karena capek banget + males banget ngetiknya kalau lagi ngantuk :(


Maaf juga aku kadang males kadang ngga kadang sinyal jelek, kadang ini kadang itu banyak kacangnya intinyamah hehe, maaf gays:)


Maaf sekali lagi ya guys :)


Jangan lupa Like Comment and Vote ya gays :)


Terimakasih sebelumnya ya para readers kesayanganku hehe :)


Selamat menjalani ibadah puasa, tidak terasa besok sudah memasuki puasa ramadhan yang ke 8, perasaan baru aja hari pertama puasa bulan ramadhan ya gays haha:)

__ADS_1


__ADS_2