
Tenang, masih ada Bonchap atau BonBab kok seudah Tamat hehe :)
Selamat membaca ya gays:)
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys hehe:)
...****************...
"Uncle Leon!!"
"Hustt Ra, abangg bukan Uncle Leon manggilnya". Ujar Raden pada adik kembarannya.
"Hehe i'm sorry ya Bang Lele". Ujar Zura sambil cengengesan pada Leonard.
"Namanya Bang Leonard dek, bukan Bang Lele duh kamu ini dek" . Ujar Raden menepuk jidatnya.
"Terserah Zura, Bang Leon aja ngga masalah dipanggil Bang Lele". Ujarnya sambil menatap Uncle nya tersebut.
"Yayaya gimana kamu aja dek". Ujar Raden pada adik kembarannya.
Leonard hanya menatap datar dua sepupunya, terutama Zura yang menatapnya dengan memuja padahal umurnya masih 13 tahun, sedangkan Leonard sekarang sudah memasuki umur 26tahun yang dimana sudah seharusnya memiliki calon istri.
"Kak Lau!!". Teriak Raden saat melihatnya.
"Haiii adikku yang paling tampan". Ujar Laura memeluk erat Raden.
"Kakak makin cantik aja ya, mana Bang Yudha?". Tanya Raden pada Laura.
"Jangan sebut nama dia Den". Ujar Leonard padanya.
"Loh emangnya kenapa bang?". Tanya Raden padanya.
"Jangan aja pokoknya". Jawab Leonard padanya.
"Yaudah yuk kita pulangg, yang lain nunggu kalian berdua". Ujar Zura dengan serius.
"Yaudah ayok kita pulang". Ujar Laura sambil menggandeng tangan Raden.
"Lah kok kita ditinggal". Ujar Zura menatap Raden dan Laura.
Leonard menatapnya dengan datar lalu menarik tangan Zura sedikit keras, membuat Zura tersentak karena tarikan Leonard namun ia tersenyum senang, tetapi itu membuat Leonard bingung menatapnya.
"Ngapain kamu senyum senyum?". Tanya Leon pada Zura dengan tatapan heran.
"Haha ng-ga papa kok bangg". Jawabnya dengan gugup pada Leonard.
"Dihh aneh banget kamu itu". Ujarnya sambil menatapnya datar.
"Biarin". Ujarnya dengan pelan sambil menundukkan kepalanya pada Leonard.
__ADS_1
"Jangan nunduk, nanti mahkota kamu jatuh". Ujarnya dengan datar pada Zura.
"Ihh abangg bisa ngga jangan bikin jantung aku sakit". Ujarnya pada Leonard
"Maksud kamu?". Tanya Leonard pada Zura.
"Tau ah abang nyebelin". Ujarnya sambil melepaskan tangannya yang sedaritadi digenggam oleh abangnya Leonard.
Leonard menatap Zura dengan pandangan yang sulit di mengerti, akhirnya ia menyusul mereka bertiga yang sudah memasuki mobil, Leonard lagi lagi harus duduk bersama dengan Zura yang entah kenapa membuatnya kesal, karena Zura terlihat sedang menjauhinya..
"Bang Leon kenapa?". Tanya Raden padanya.
"Ngga papa kok Den". Jawabnya dengan raut wajah datarnya.
"Heum yaudah kalau gitu". Ujarnya pada Leonard.
"Dek, kamu juga kenapa diam aja? biasanya juga cerewet?". Tanya Raden pada adik kembarannya.
"Aku lagi ngga pengen banyak ngomong aja". Jawabnya dengan dingin pada abangnya membuat Raden heran dengan sikap adik kembarannya.
"Heum yaudah kalau gitu lanjutkan saja". Ujar Raden padanya.
"Dih abang ini aneh banget tau engga". Gerutu Zura pada abangnya.
"Loh abang salah apa sih?". Tanya Raden pada adik kembarannya.
"Dih kamu itu kenapa sebenarnya dek? Menstruasi yaa?". Tanya Raden pada adik kembarannya.
"Iyaa, emangnya kenapa??". Tanya Zura dengan kesal pada abangnya.
"Udah jangan berdebat lagi yaa, kita kan sedang dalam perjalanan ke rumah". Ujar Laura menengahi mereka berdua.
"Okee siapp kak". Ujar keduanya pada Laura.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Anna dan Rangga, mereka berempat turun dari mobil namun Zura langsung berlari memasuki rumah setelah turun dari mobil, membuat yang lainnya terkejut dengan tingkah Zura.
"Adik kamu kenapa sayang?". Tanya Andira pada anak lelakinya.
"Dia lagi PMS mom, jadi biasalah". Jawab Raden dengan santai pada Mommy nya.
"Kamu jadi abang terlalu santai tau engga, gimana kalau sebenarnya ada yang coba adik kamu pendam". Ujar Andira pada anaknya.
"Iyaa maaf mom tapi memang Zura sedang PMS, tadi saja Zura marah marah terus sama aku". Ujar Raden pada Mommy nya.
"Bukan berarti marahnya perempuan itu karena PMS bang, tapi bisa saja ada yang ia pendam membuatnya seperti itu". Ujar Melati pada abang sepupunya.
"Benar apa yang dibilang sama Melati bang". Ujar Madina pada abangnya.
"Heum baiklah abang kalah". Ujarnya pada mereka berdua sambil berlalu memasuki rumahnya.
__ADS_1
Andira serta yang lainnya pun ikut memasuki rumah, Leonard langsung menyusul ke kamar Zura walau bagaimana pun yang membuat Zura seperti itu adalah dirinya, belum sempat ia membuka pintu kamar Zura ia terkejut mendengar pernyataan sesuatu di dalam kamar Zura.
Sedangkan di dalam kamar Zura, hanya ada Zura dan Raden di dalamnya.
"Aku seharusnya ngga boleh suka sama Bang Leon kan bang, tetapi aku gabisa halangin perasaan aku ini, apalagi aku juga baru umur 13 tahun mungkin hanya cinta monyet ya semoga saja hanya cinta monyet semata bang". Ujar Zura sambil menatap abangnya dengan sedih.
"Kan abang udah bilang sama kamu Ra, hiraukan perasaan kamu itu dan biasa saja jika bertemu Bang Leon". Ujar Raden mengelus pundak adik kembarannya.
"Rasanya aku pengen pindah aja bang". Ujarnya membuat keduanya terkejut.
"Pindah kemanaa dek? kamu itu bukannya syuting film disini kan?". Tanya Raden dengan raut wajah paniknya.
"Mungkin aku akan ikut Zesika aja bang". Jawabnya pada abangnya.
Ceklek..
"Abang ngga setuju kamu pergi!!". Teriaknya membuat keduanya terkejut.
"Maksud abang apaan sih? kenapa harus teriak teriak? ngagetin tau engga". Ujar Zura kesal pada abang sepupunya Leonard.
"Iyaa bener apa yang dibilang Zura bang". Ujar Raden menatap abangnya.
"Intinya abang ngga mau kamu pergii titik!!". Ujarnya dengan tegas sambil berlalu pergi dari hadapan Raden dan Zura yang menatap kepergian Leon dengan heran.
"Gimana bang akting aku bagus kan?". Tanya Zura pada abangnya.
"Iyaa baguss, pertahankan". Jawabnya pada adik kembarannya.
Keduanya keluar dari kamar Zura untuk menghampiri mereka yang sudah berkumpul di ruang keluarga, keduanya menjadi pusat perhatian karena jarang sekali Raden dan Zura dekat seperti adik kakak yang sedang akur.
Aneh banget. Batin Leonard sambil menatap Zura.
Jangan tatap Zura please. Batinnya sambil memalingkan wajahnya ke arah Raden abang kembarannya.
...****************...
Nulis Bab \= Sabtu, 08 April 2023
Update Bab \= Minggu, 09 April 2023
Semangat terus ya gays, menjalani ibadah puasa Ramadhan 1444 Hijriyah nya :)
Ngga kerasa lebaran 12 hari lagi ya gays :( Maaf kalau author banyak kesalahan ya :)
Author mulai lanjut ngetik jam 15.40 sore gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 300 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 7 malam sepulang kerja gays, jadi maaf kalau lama ya karena aku juga bukan hanya menulis satu bab untuk satu novel tapi ada tiga novel gays, jadi aku selang seling nulisnya gays hehe :)
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)
__ADS_1