Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 102


__ADS_3

2 Tahun Kemudian...


Rembulan tumbuh menjadi anak perempuan satu satunya membuat nya begitu sangat di manja oleh keluarganya, kini ia sudah berusia 4 tahun mempunyai dua adik laki laki yang berusia 1 tahun dan kembarannya Bintang sebagai abangnya


"Bundaa, abang nyebelin banget sihh". Ujarnya pada Ghea.


"Kenapa sih Syaang?". Tanya Ghea pada anaknya.


"Abang Bintang nyebelin bundaa". Jawab nya sambil merengek pada bundanya.


"Abang ngapain sihh". Ujar Ghea menatap putranya.


"Ngga papa kok bun". ujarnya pada Ghea.


"Ngga papa gimana? itu adik kamu sampe kesal begitu". Ujar Ghea menatap intens anaknya.


"Iyaa maaf deh, tadi abang ambil mobil mobilan nya adek bun". Ujarnya terkekeh pada bundanya.


"Sayang jangan gitu dong kasian adek". Ujarnya pada anaknya.


"Iyaa bunda maaf". Ujarnya pada Ghea.


"Minta Maaf sama Adek abang". Ujarnya pada Bintang.


"Yaudah, dek maafin abang ya sayang, abang janji ngga akan gitu lagi". Ujarnya pada Rembulan sambil mengulur tangannya.


"Iyaa Adek maafin abang awas kalau gitu lagi, adek gamau maafin abang lagi". Ujarnya menjabat tangan abangnya sambil tersenyum.


"Nah bunda enak liat nya". Ujarnya sambil tersenyum pada anak anaknya.


"Iyaa bunda maaf ya kalau buat bunda selalu saja lelah karena kita". Ujar Bintang dengan tiba tiba.


"Tidak apa apa syaang bunda senang menjalaninya". Ujarnya pada anaknya.


Andreas menghampiri mereka semua yang sedang berkumpul diruang tengah, Andreas duduk disamping istrinya membuat Ghea menoleh, ia begitu terkejut melihat suaminya sudah pulang membuatnya langsung memeluk erat suami yang ia rindukan.


"Mas kangen banget". Ujarnya pada Andreas.


"Maaf ya mas pergi lama banget, habisnya banyak yang harus diurus di Paris sayang". Ujarnya mengelus rambut istrinya.


"Ayahh kangen". Ujar keduanya ikut ikutan memeluk Andreas disamping.


"Uhh anak ayah yang cantik dan tampan ini semakin tumbuh Besar". Ujar Andreas sambil tersenyum pada anaknya.


"Iyaa dong yah, masa mau tumbuh kesamping kaya iklan susu". Ujar Bulan padanya.


"Hahaha iyaa sayang maaf". Ujarnya mencium gemas pipi gembul anaknya.


Sedangkan disatu sisi Anna dan Rangga sedang berkunjung ke rumah kediaman Raditya dan Jenni, mereka berdua sangat merindukan Raja dan Ratu serta anak Raditya dan Jenni yang lainnya, saat sampai di rumah kediaman anaknya Anna dan Rangga langsung disambut oleh pelukan cucunya.


__ADS_1


Anna dan Rangga memasuki rumah anaknya terdapat bingkai foto dimana Jenni saat sudah melahirkan anak mereka berdua, tidak hanya itu bahkan anaknya memajang foto saat mereka belum mempunyai anak tetapi dengan bingkai foto kecil tidak seperti foto pernikahan dan foto saat mereka bertiga sedang jalan bersama.





"Hai Syaang, Apakabar?". tanya Anna memeluk menantunya.


"Baik bunda, bunda sama ayah Apakabar?". Tanya Jenni pada mereka berdua.


"Ayah saMa bunda baik sayang, bagaimana dengan kehamilan kamu?". Tanya Anna pada Jenni.


"Ya tidak separah saat hamil Raja dan Ratu bun". Jawabnya sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.


"Syukurlah kalau begitu sayang, ngga ada keluhan kan nak?". Tanya Anna pada Jenni.


"Ngga ada kok bun, hanya sakit pinggang aja sih". Jawabnya pada Anna.


"Yaudah biasa itumah syaang". Ujarnya mengelus perut menantunya.


"Iyaa bunda". Ujarnya pada Anna.


Beberapa jam kemudian Anna dan Rangga pamitan untuk pulang pada Jenni dan Raditya, selama dalam perjalanan pulang Anna terus saja tersenyum membuat Rangga mengangkat alisnya heran, tetapi ia membiarkan saja istrinya itu.


"Sayang kamu kenapa sih?". Tanya Rangga yang pada akhirnya bertanya.


"Cuman senang aja mas". Jawabnya pada Rangga.


"Iyaa senang karena mempunyai cucu yang banyak mas, apalagi jika Geo sudah menikah cucu kita akan bertambah". Jawab Anna sambil tersenyum senang pada suaminya.


"Ah begitu ternyata, kirain mas kamu mikirin orang lain selain Mas". Ujarnya pada Anna.


"Ya ngga mungkin dong, suami aku aja tampan begini masa mikirin orang lain sih kecuali anak kita". Ujarnya pada sang suami.


"Baguslah kalau begitu syang". Ujarnya pada suaminya.


"Iyaa suamiku". Ujarnya sambil tersenyum manis pada suaminya.


Beberapa jam kemudian mereka sampai dirumah kediaman mereka, Anna dan Rangga turun dari mobilnya saat masuk ternyata sudah ada Geo dan Laluna yang menunggu mereka pulang ke rumah membuat Anna dan Rangga segera menghampiri mereka berdua.


"Kalian menunggu lama?". Tanya Anna pada keduanya.


"Ngga kok bunda, kita juga baru lima menit yang lalu sampainya". Jawab nya pada Anna.


"Jadi kalian nunggu bunda dan ayah mau apa? ". tanya Anna pada keduanya.


"Kita kesini mau membicarakan pernikahan kita bunda". jawab Geo pada Anna.


"Ohh ya kalian akan menikah? kapan? biar bunda dan ayah yang siapkan semuanya". Ujar Anna dengan semangat menatap mereka berdua.

__ADS_1


"Heum beberapa bulan lagi bunda". Ujarnya pada Anna.


"Ah baiklah kabari bunda kalau kalian sudah menentukan tanggal dan bulan yang sebenarnya". Ujar Anna menatap mereka berdua.


"Iyaa siap bundaku sayang". Ujar Geo sambil tersenyum pada Anna .


"Baiklah kalau begitu bunda ke kamar dulu bersihkan diri". Ujarnya diangguki Oleh Geo dan Laluna.


Beberapa menit kemudian Anna dan Rangga kembali turun ke bawah, mereka melihat anaknya yang termenung sendirian di ruang tengah membuat keduanya menghampiri Mahesa yang tidak menyadari kedatangan Anna dan Rangga.


"Sayang kamu kenapa?". Tanya Anna pada anaknya Mahesa .


"Gapapa kok bunda". Jawab Mahesa padanya.


"Jangan bohongin bunda deh, kenapa sih anak bunda seneng banget bohong sama Bunda". ujarnya dengan sedikit sedih.


"Bunda Mahesa ngga bermaksud buat bunda sedih, lagipula Mahesa ngga bohong bunda". Ujarnya memeluk bundanya.


"Bunda ngga percaya sama kamu". Ujarnya memalingkan wajahnya.


"Yaudah deh, Mahesa jujur sama bunda, sebenarnya ada seseorang yang mengganggu Mahesa akhir akhir ini". Ujarnya pada sang bunda.


"Siapa yang berani ganggu anak ayah? biar ayah hajar orangnya". Ujar Rangga yang sedaritadi diam pada anaknya.


"Mengganggu pikiran ku lebih tepatnya". Ujarnya pada Rangga.


"Jangan bilang kamu sedang menyukai seseorang boy?". Tanya Rangga pada anaknya.


Mahesa yang ditanya seperti itupun menunduk malu membuat Anna dan Rangga tersenyum melihatnya, hingga beberapa saat kemudian Mahesa memilih kabur dari sana membuat Anna dan Rangga tertawa melihat anak mereka salah tingkah.


Ting!


...Jenni Menantuku...


...Online...


Bunda, ada yang ketinggalan dirumah deh, ini ada dompet bunda kayanya


^^^Ya ampun, yasudah kamu amankan ya syaang nanti bunda ambil kesana^^^


Okee siap bunda


^^^Siip sayang 😘❤^^^


"Mas kayanya aku udah mulai pikun deh". Ujar Anna dengan tiba tiba pada suaminya.


"Kenapa kamu tiba tiba berbicara seperti itu?". Tanya Rangga menatap heran pada istrinya.


"Dompet aku ketinggalan dirumah Raditya mas, barusan Jenni mengabariku". Jawab Anna dengan berkaca kaca.


"Sayang tua di umur boleh, asalkan muka tetap muda". Ujar Rangga memeluk istrinya.

__ADS_1


Anna merasa nyaman dalam pelukan suaminya, hingga tak. terasa ia tertidur di pelukan suaminya membuat Rangga yang melihatnya pun tersenyum lalu mengangkat tubuh istrinya, sesampainya di kamar ia merebahkan tubuh istrinya ke kasur.


Mas sangat mencintaimu.


__ADS_2