Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
6 Kembali Dingin


__ADS_3

Hari ini Rita ada kuliah pagi, Rita menggunakan Dress panjang dengan atasan berwarna putih dan bawahan berwarna biru. Rita jarang banget kekampus pakai Dress, entah kenapa Rita hari ini ingin memakai Dress ini sekarang.



Rita mengambil tas dan gitar yang berada disamping meja belajar, Setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan, Rita keluar dari kamar dan menghampiri mama papa.


"Pagi ma, pa" ucap Rita.


"Pagi sayang" jawab mama.


"Kamu kuliah hari ini?" tanya papa.


"Iya dong pa, kemana lagi coba?" jawabku meminum susu.


"Kirain papa kamu mau ngamen, udah bawa gitar segala" ledek papa


Rita yng lagi minum hampir menyemperotkan nya kewajah papa. (hampir loh gak beneran keseprot)


Mama yang melihat langsung memberikan Rita tisu.


"Emang papa gizinin kalau Rita ngamen?" tanya Rita melihat papa.


"Ya boleh, jadikan papa gak perlu kasih kamu uang jajan tiap hari"


"Udah ah Rita mau berangkat sekarang" Rita bangkit dari duduknya.


"Loh enggak makan dulu sayang?" tanya mama melihat Rita.


"Gak usah deh ma lagi gak mood makan" ujar Rita menyalami mama.


"Tumben gak mood makan? biasanya juga dua piring abis dimakan" ledek papa lagi.


"Ih papa ngeselin, Rita pergi dulu pa" menyelami papa.


"Eh Ri tolong antarin ini ke tante Sara sebelah rumah itu ya" ucap mama memberikan kotak berisi makanan.


"Loh kok Rita sih ma kenapa gak suruh Kak Radit yang antarin" ucap Rita males.


"Kan kamu sekalian keluar sayang, kakak kamu masih molor tu dikamarnya"


"Yaudh deh" mengambil kotak dari mama.


"Rita pergi, Assalamualaikum" ucap Rita melangkah keluar rumah.


"Waalaikumsalam"


Rita menghampiri pak Mamat yang berada dipos satpam.


"Pak Mamat"


"Eh iya neng kenapa?" tanyak pak Mamat.


"Tolong panasin mobil Rita sekalian keluarin juga ya pak, Rita mau antar ini dulu" ucap Rita memberi kunci mobil ke Pak Mamat.


"Baik neng" mengambil kunci mobil.


Rita berjalan menuju Rumah tante Sara, Sesampai nya didepan pintu Rita mengetok pintu rumah Tante Sara.


Tokk....Tokk...


"Assalamualaikum'' ucap Rita.


"Waalaikumsalam" jawab seseorang Cowok dan membuka pintu.


"Kamu" ujar Devan kanget.


"Pagi Devan" sapa Rita tersenyum.


"Kamu gak sopan nyapa dosen sendiri dengan nama!" Kata Devan ketus.


Rita yang mendengar itu kanget, "Loh bukan nya lo yang bilang sendiri kalau diluar kampus panggil nama aja?" Rita mengekerutkan kening.


"Kapan saya bilang? jangan asal bicara ya kamu" ucap Devan kesal.


"Devan siapa yang datang?" tanya seseorang dari dalam.


Tante Sara keluar, "Eh Rita rupanya, kok gak disuruh masuk Ritanya Devan?" melihat Devan.


"Ini Rita mau antar titapan dari mama aja tan" ucap Rita memberikan kotak itu ke tante Sara.


"Duh kok repot-repot sih, makasih bilang mama" Tante Sara mengambil Kotanya.


"Gak repot kok tan"


"Oh ya Rita ini anak tante yang pertama nama nya Devan"


"Rita udah kenal sebelum nya tante, Pak Devan Dosen Rita" senyum Rita.


"Oh udah saling kenal" melirik kearah Devan dan Rita.


"Yaudh tan Rita pamit dulu mau kekampus udah telat soalnya" menyalami tante Sara.


"Gak mau pergi bareng Devan aja sekalian Rita"


"Bunda apa-apaan sih" bisik Devan.


"Gak usah tan Rita bawa mobil sendiri soalnya"


"Yasudah hati-hati Rita"


"Assalamualaikum" ucap Rita.

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


Rita keluar dari rumah Tante Sara dan berjalan kembali kerumahnya.


"Apaan sih tu orang gak jelas banget, semalam akur-akur aja eh sekarang malah kembali jadi dingin. Semalam dia sendiri yang bilang kalau panggil nama aja sekarang malah di bilang gak sopan" Rita mengomel sendiri dijalanan


Pak Mamat yang memperhatikan Rita mengomel bertanya ke Rita, "Neng kenapa? kok kayak kesel gitu mukanya?" tanya pak Mamat penasaran.


"Gpp pak, Rita pergi dulu pak, Assalamualaikum" ucap Rita menaiki mobil nya.


"Waalaikumsalam."


*****


Rita sudah sampai dikampus, Rita berjalan dikoridor kampus menuju kelas. Rita yang masih kesal dengan sikap Devan tadi tidak memperhatikan jalan.


"Woy melamun aja pagi-pagi" ucap Tika menepuk bahu Rita.


"Ih Tika bikin kanget aja sih lo" kesel Rita.


"Lo sih jalan main jalan aja gak memperhatiin gue apa yang ada disamping lo sedari tadi" ujar Tika.


"Eh tumben lo gak bareng Putri?" tanya Rita melihat kesamping Tika.


"Tu anak bilang nya ada urusan sebentar, yaudh gue pergi sendiri aja" ucap Tika, "eh tunggu-tunggu" Tika memberhentikan jalan Rita.


"Apaan sih Tik kita bisa telat masuk kelas loh ini" ujar Rita kesal.


Tika mengelilingi Rita, "Beda banget lo hari ini?" Tika memperhatikan penampilan Rita.


"Gimana cantik gak gue?" tanya Rita menaikan alisnya.


"Lo semalam mimpi apaan? kok lo jadi cewek gini?"


Rita memukul kepala Tika dengan buku yang dia pegang, "lo kira selama ini gue bukan cewek apa?" kesel Rita pergi meninggalkan Tika.


Rita memasuki kelasnya, anak-anak memperhatikan penampilan Rita hari ini.


"Wih ada yang beda nih"


"Eh ada bidadari masuk kelas kita"


"Rita gue tambah cantik aja ya, tambah sayang gue sama dia" ucap salah seorang cowok.


Rita memukul kepala Edo dengan bukunya (yap nama cowok itu Edo yang selalu ngejar-ngejar Rita dikampus).


"Apaan sih kalian norak tau gak, kayak gak pernah liat cewek cantik aja" ucap Rita ketus.


Rita berjalan kebangkunya disana sudah ada Dita, Rita duduk disebelah Dita.


"Duh neng udah dandan cantik kok muka masih ditekuk-tekuk aja sih" ucap Dita melihat Rita.


"Gue lagi kesel" jawab Rita membuka buku gitar.


"Rita sayang.... nanti abis kuliah jalan sama abang mau gak?" Edo muncul entah dari mana lalu duduk depan Rita.


Rita menatap sini Edo, "Do lo mau gue campak keluar kelas atau lo pergi dari hadapan gue?'' kata Rita mulai marah.


"Galak amat sih neng, cantik-cantik kok galak" ujar Edo bangkit dari duduknya.


"LO PERGI GAK?" Rita memegang sepatuya yang udah siap dilempar kemuka Edo.


"Iya iya gue pergi"


*****


Devan masuk kekelas Rita.


"Pagi semua" sapa Devan.


"Pagi Pak" ucap anak-anak kompak.


"Sudah pada bawa gita semua hari ini?" tanya Devan.


"Udah pak"


"Siapa yang mau maju luan?"


Anak-anak melihat kearah Rita semua, Rita yang menyadari itu menatap dengan tatapan mematikan kesemuanya.


"Oke karna kemarin ada yang tidak memperhatikan saya mengajar, kita akan suruh Rita untuk maju deluan" Ucap Devan melihat Rita.


Rita membulatkan matanya, "Saya pak?"


"Iya kamu, emang ada Rita yang lain dikelas ini selain kamua?'


Rita dengan pasrahnya maju kedepan membawa gitar, Rita duduk dan memangkukan gitar lalu mulai memetik senar gitarnya sambil bernyanyi.


Oh, there she goes again


Every morning it's the same


You walk on by my house


I wanna call out your name


I want to tell you how beautiful you are from where I'm standing


You got me thinking what we could because


I keep craving, craving, you don't know it but it's true

__ADS_1


Can't get my mouth to say the words they want to say to you


This is typical of love


Can't wait anymore, I won't wait


I need to tell you how I feel when I see us together forever


In my dreams you're with me


We'll be everything I want us to be


And from there, who knows, maybe this will be the night that we kiss for the first time


Or is that just me and my imagination


We walk, we laugh, we spend our time walking by the ocean side


Our hands are gently intertwined


A feeling I just can't describe


All this time we spent alone, thinking we could not belong to something so damn beautiful


So damn beautiful


I keep craving, craving, you don't know it, but it's true


Can't get my mouth to say the words they want to say to you


This is typical of love


Can't wait anymore, I won't wait


I need to tell you how I feel when I see us together forever


In my dreams, you're with me


We'll be everything I want us to be


And from there, who knows, maybe this will be the night


That we kiss for the first time


Or is that just me and my imagination


Imagination


Imagination


Rita memainkan lagu favoritnya, Rita berdiri dari duduk dan membungkukkan badannya sebagai ucapan terimakasih. anak-anak dikelas beertepuk tangan melihat penampilan Rita yang begitu bagus, Devanpun menepuk tangan tidak nyangka Rita bisa memainkan gitar sebagus itu ditambah suaranya yang begitu merdu.


"Oke kamu kembali ketempat duduk kamu" ucap Devan.


Rita berjalan dengan hati senang, dia berhasil membuat satu kelasnya terpukaw dengan penampilannya.


"Wah hebat banget lo bisa main sebagus itu" ucap Dita takcub.


"Biasa aja tu muka" ujar Rita tersenyum bahagia.


*****


"Baik sampai disini dulu kelas musik kita sampai ketemu diminggu depan" kata Devan memubabarkan kelasnya.


Rita merapikan buku-buku pelajaran masuk kedalam tasnya.


"ges gue deluan ya" ucap Dita.


"Loh lo mau kemana? kok buru-buru?" tanya Rita heran.


"heheh mau pulang kerumah gue"


Dita setiap hari jumat setelah selesai jam kuliah semua dia selalu pulang kerumah ortunya yang berada disukabumi. Dita sudah ngekos dibandung sejak SMA.


"Oh yaudh hati-hati ya, titib salam buat ortu lo" ucap Rita.


"Kalau gitu gue sama Putri deluan juga deh Putri minta ditemenin kok toko buku nih" ujar Tika menyenggol lengan Putri.


"Yah gue ditinggal sendiri nih" cemberut Rita.


"Rita kalau mau ikut boleh" ucap Putri.


"Eh gak usah deh gue mau langsung pulang aja" ucap Rita tersenyum.


"yaudh kami deluan ya dah"


Dita, Tika dan Putri sudah pulang tinggal Rita sendiri didalam kelas itu bersama Devan yang juga belum keluar dari kelasnya. Rita mengeluarkan buku sketsanya dan kotak pensil dari dalam tasnya, Rita suka menggambar dikala sendiri. Devan yang memperhatikan Rita mengahampiri Rita.


"Kenapa gak pulang?" tanya Devan yang sudah duduk didepan Rita.


Rita kanget dia gak menyadari kalau Devan masih didalam kelas.


"Eh Bapak belum pulang?" tanya Rita langsung menutup buku nya.


"Saya mau pulang, kamu senderi?" menatap Rita.


"Eh saya juga mau pulang kok pak" buru-buru memasukan buku kedalam tas setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan Rita bangkit dari duduknya, "Kalau gitu saya permisi pulang dulu pak"


Rita berjalan keluar kelas tapi langkahnya terhenti karna Devan memegang tangannya.


"Tunggu saya mau ngomong bentar sama kamu" ucap Devan memegang tangan Rita.

__ADS_1


__ADS_2