
"Wah ponakan aunty cantik dan tampan yaa". Ujar Rachel yang berkunjung bersama suaminya.
"Jelas dong kan bunda dan ayahnya juga cantik dan tampan". Ujar Andreas padanya.
"Percaya diri banget sih lo". Ujar Kenzo padanya.
"Harus percaya diri, iya kan sayang". Ujar Andreas pada istrinya.
"Iyaa Sayang". Ujarnya hanya bisa menyetujui suaminya.
Beberapa menit kemudian salah satu anaknya menangis membuat Ghea membawa nya ke kamar, diikuti oleh Rachel yang ingin melihat cara ponakannya menyusu bagaimana, Ghea yang melihat itupun menyuruh saudara untuk tutup pintu kamarnya.
"Cepet banget dia nyusunya ya". Ujar Rachel padanya.
"Kata bunda bayi lelaki emang gini kak". Ujarnya pada Rachel.
"Gitu ya, ah kakak jadi penasaran nanti kakak akan sama melahirkan kembar apa tidak ya?". Tanya Rachel padanya.
"Ya pasti kak, karena kakak punya gen kembar tapi gatau juga sih". Jawab Ghea padanya.
Anna memasuki kamar Ghea membuat kedua Adikkakak tersebut menoleh, Anna tersenyum menatap mereka berdua, lalu ia duduk melihat cucunya yang sangat cepat menyusunya, kemudian Anna mengelus perut Rachel yang sudah membuncit.
"Kamu belum ada ngidamm sayang?". Tanya Anna pada anaknya .
"Belum kayanya bunda". Jawab Rachel padanya.
"Kalau kamu ngidam, bilang aja ya sayang". Ujarnya pada Rachel.
"Iyaa siap bunda". Ujarnya sambil tersenyum pada Anna.
"Okee syaang". Ujar Anna mengelus perut anaknya.
Kandungan Rachel sudah memasuki usia 5 bulan bertepatan dengan anak anak Ghea dan Andreas yang kini berusia 3 bulan, beberapa menit kemudian mereka keluar dari kamar setelah Baby Bintang tidur di kamarnya, para istri menghampiri para suaminya yang sedang asik bermain bersama baby Bulan.
"Mas Ken". Panggil Rachel padanya.
"Iyaa sayang kenapa?". Tanya Kenzo padanya.
"Aku pengen sesuatu mas". Jawab Rachel pada nya.
"Pengen apa sayang? bilang aja sama aku". Ujar Kenzo pada istrinya.
"Aku pengen makan rujak buah mas, kayanya enak tapi kamu yang bikin ya". Ujarnya sambil memeluk lengan suaminya.
"Baiklah tapi sebelumnya, bun disini ada bahan bahannya?". Tanya Kenzo pada Anna.
"Ada kalau ngga salah bunda tadi beli buah buahan sama bumbu, jaga jaga takutnya Rachel ngidam ternyata benar saja". Jawab Anna pada menantunya.
"Yaudah kalau begitu Ken ke dapur dulu, Syaang kamu tunggu sebentar ya". Ujar Kenzo pada istrinya.
"Okee mas". Ujarnya pada Kenzo.
__ADS_1
Kenzo bangkit dari duduknya berlalu pergi ke dapur, Rachel menunggu sambil berbincang dengan yang lainnya, hingga beberapa menit kemudian Kenzo kembali membawa sepiring buah yang sudah ia potong potong dan semangkok bumbu rujak.
"Sayang, pesenan kamu sudah jadi". Ujar Kenzo sambil terkekeh pada istrinya.
"Makasih ya mas". Ujarnya dengan senang.
"Iyaa sayang sama sama". Ujar Kenzo mengelus rambut istrinya.
"Ken kamu ngga ngasih pedas yang banyak kan?". Tanya Anna khawatir.
"Bunda tenang aja Ken memberikan gula banyak dalam sambal nya". Jawab Kenzo pada mertuanya.
"Syukurlah kalau begitu". Ujarnya pada Kenzo.
Mereka semua kini menatap Rachel yang sedang makan rujak buah dengan lahap, tidak merasa pedas sama sekali karena memang Kenzo membuat Bumbunya sangat pas sehingga rasa pedasnya pun terasa sedikit tetapi masih bisa dinikmati.
"Sayang ga pedes kan?". Tanya Rangga pada anaknya.
"Ngga kok Yah, ngga pedes sama sekali tapi enak". Jawab Rachel pada Rangga.
"Beneran ngga pedes syaang?". Tanya Rangga menatap putrinya.
"Beneran ayah, cobain aja nih". Jawab Rachel sambil memberikan rujak buah pada ayahnya.
"Gausah Syaang, kamu aja ya Ayah kan ga terlalu bisa makan pedes". Ujarnya pada Rachel.
"Udah coba dulu ayah". Ujar Rachel padanya.
"Yaudah ayah makan ya sayang". Ujar Rangga dengan ragu ragu memasukkan rujak buah tersebut.
Rangga terdiam sambil mengunyah rujak buah buatan menantunya, sedangkan yang lain penasaran dengan diamnya Rangga, tiba tiba saja Rangga meneteskan air matanya membuat yang lain panik begitu juga dengan Rachel.
"Ayahh kepedesan yah, maafin Rachel yah hiks". Ujar Rachel dengan terisak.
"Mas minum mas nih". Ujar Anna pada suaminya.
"Ayah maafin Ken, rujak buah buatan Ken pedes yah". Ujarnya merasa bersalah.
"Ayah gapapa kok". Ujar Rangga pada mereka sambil tersenyum.
"Gapapa gimana ayah nangis gini karena kepedesan kan". ujar Rachel berkaca kaca.
"Beneran ayah gapapa, ayah nangis karena rujak buatan suami kamu sangat enak sayang". Ujarnya membuat yang lain melongo.
"Hah? yang bener mas? ngga bohong kan?". Tanya Anna pada suaminya.
"Beneran syaang, kamu coba aja rujak buatan menantu ayah ini". Jawab Rangga sambil menepuk bahu Kenzo.
"Menantu bunda juga kali yah". Ujar Anna pada suaminya.
"Udah jangan debatt, lebih baik kalian nikmati saja rujak buah buatan bang Ken". Ujar Andreas pada mereka.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun memakan rujak buah buatan Kenzo kecuali Ghea yang memang belum boleh makan pedas, takut anaknya sakit perut membuat Ghea menjaga jarak dengan namanya pedas, kecuali jika anaknya nanti sudah berumur 2tahun baru ia akan kembali berdekatan dengan namanya pedas.
Ting!
...Unknown Number...
...Online...
Ghea, suami lo bener bener keterlaluan, beraninya selingkuh dari lo
Harusnya lo ceraikan dia Ghea
Suami lo ga bener bener setia sama lo
^^^BACOT!! KALAU GATAU SIAPA SUAMI GUE JANGAN NGEHINA DONG, ASAL LO TAU DIA KEMBARAN SUAMI GUE DAN JUGA PEREMPUAN ITU ADALAH TUNANGANNYA!^^^
^^^NOH LIAT BAIK BAIK 😡😡😡😡^^^
Ghea menyimpan ponselnya dengan keras membuat semuanya menoleh kepadanya terutama dengan Andreas, ia mengambil ponsel istrinya yang membuat Ghea menjadi seperti itu, saat membuka ternyata kembali pesan teror.
"Maunya apa sih, ngga cewek ngga cowok menyebalkan, ini nih yang aku gamau kembar semirip ini, banyak yang salah paham". Ujar Andreas pada mereka.
"Coba liat, belum ada kapok kapoknya ternyataa". Ujar Rangga pada menantunya.
"Nih yah, capek Ghea dan Andre selalu aja ada pesan dari orang yang tidak kita kenal". Ujar Andreas memberikan ponsel istrinya.
"Kalian ganti nomor ponsel aja". Celetuk Geo menghampiri mereka.
"Benar apa yang dibilang oleh Geo". Ujar Anna setuju pada anaknya.
"Baiklah kita ganti nomor ponsel aja, daripada terus terusan ada pesan dari orang yang ngga kita kenal syaang". Ujar Andreas pada istrinya.
"Iyaa mas aku sih hayu aja, capek juga dikirimin terus terusan". Keluh Ghea pada suaminya.
"Baiklah masalah terpecahkan". Ujar Geo sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.
Kembali mereka menatap heran karena kebiasaan Geo setelah mempunyai pacar, yaitu selalu saja datang dan pergi dengan tiba tiba seperti jalangkung saja, beberapa menit kemudian mereka makan siang bersama dengan nikmat hanya terdengar dentingan sendok dan garfu, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.
"Bunda, abang pengen nikah". Ujar Raditya dengan tiba tiba membuat mereka menoleh.
"Wah udah pengen nikah nih, kesepian ya tidur ngga ada yang nemenin". Ujar Andreas meledek nya.
"Ish nyebelin banget sih punya ipar". Ujar Raditya dengan kesal padanya.
"Haha biarin aja". Ujar Andreas tertawa pelan pada abang iparnya.
...****************...
__ADS_1
Maaf ya kalau akhir akhir ini telat update nya, gampang pusing kepalaku 🤕