
Anna mengajak anak perempuannya ke mall, tentu saja membuat mereka senang sedangkan Rangga mengajak anak lelaki nya ke sebuah lapangan basket, membuat mereka bahagia karena akan merasakan kembali bermain basket bersama sang ayah.
"Sayang, kalian pilihlah mana yang kalian suka, masukin keranjang masing masing okee". Ujar Anna pada mereka.
"Okee bunda, nanti kita ketemu lagi di kasir ya bun". Ujar Rachel padanya.
"Iyaa syaang, kalian hatihati Okee". Ujar Anna pada mereka.
"Okee bunda". Ujar Rachel dan Ghea karena Andira pergi bersama Anna .
Sementara Rangga bersama anak lelaki nya sedang bermain basket di sebuah lapangan dekat mall, sengaja Rangga membuat nya agar para lelaki yang menunggu para wanita belanja tidak bosan, mereka asik bermain tanpa menyadari ada yang menghampiri mereka berempat.
"Wah kalian tampan sekali". Ujar seseorang membuat mereka menoleh kecuali Mahesa yang asik memantulkan bola.
"Ya? kamu bicara pada saya?". Tanya Rangga dengan dingin.
"Ah ya, apakah kalian adik kakak?". Tanya seseorang tersebut membuat kedua anak kembarnya mengulum senyumnya.
"Aduh iya ini kakak saya". Ujar Geo membuat Rangga mendelik.
"Benar apa yang dibilang adik saya, Pria ini adalah kakak saya". Ujar Raditya yang juga membuat Rangga mendelikkan matanya pada anaknya.
"Wah kalau gitu bolehkan aku berfoto dengan kakak kalian?". Tanya seorang wanita yang sedaritadi menatap Rangga.
Belum sempat mereka menjawab tiba tiba teriakkan seseorang membuat mereka menoleh termasuk wanita tersebut, disana Anna serta ketiga anak perempuannya menghampiri Rangga dan yang lainnya.
"TIDAK BOLEHH". Teriak Anna pada wanita tersebut.
"Emangnya kamu siapa sih?". Tanya wanita tersebut kesal pada Anna dihadapannya.
"Saya siapa?". Tanya Anna menunjuk dirinya sendiri.
"Iyaa kamu siapa kakak ini?". Tanya Wanita tersebut sambil menunjuk Rangga.
__ADS_1
"Oh kenalin saya, Annabelle Putri Anggara, istri dari Rangga Putra Yunanda". Jawab Anna sambil memegang lengan suaminya.
"Loh kok kata Adek ini, dia adalah kakaknya". Ujarnya membuat Anna mendelik kepada dua anaknya tersebut.
Ohh berani rupanya kalian berdua yaa. Batin Anna menatap kedua anaknya dengan tajam.
Geo dan Raditya yang melihat itupun kabur dari sana sebelum bundanya mengamuk, sedangkan Ghea dan Rachel serta Andira terkekeh melihat mereka berdua yang lari karena takut di amuk oleh Anna, yang semakin bertambah umur semakin terlihat muda.
"Ah mereka itu anak saya mbak". Ujar Anna sambil menatap tajam wanita tersebut.
"Masa sih? kamu bohong yaa". Ujarnya pada Anna.
"Bohong apa nya sih, kalian bertiga maju sini". Ujar Anna pada ketiga anak perempuannya.
"Mbak liat baik baik yaa, kedua anak saya kembar, kembarannya yang lainn itu yang tadi mbak liat, kedua pria yang berlari karena takut saya marah". Ujar Anna sambil menggandeng anak anaknya.
Wanita tersebut yang melihat itupun langsung kabur dari sana, melihatnya membuat Rachel dan Ghea tertawa , sedangkan Rangga merasakan hawa tidak enak karena Anna menatapnya dengan intens, sungguh ingin rasanya Rangga pergi dari hadapan istrinya.
"Kenapa ngga ngelak saat kedua anak nakal itu mengatakan kamu kakaknya mas?". Tanya Anna menatap tajam suaminya.
"Itu sayang, anu mas tadi--". Belum sempat Rangga menyelesaikan ucapannya, Anna langsung memotong.
Rangga mengejar Anna yang telah pergi meninggalkannya, Rangga memasuki lalu melajukan mobilnya, sementara Raditya dan Geo sudah pulang terlebih dahulu karena mereka membawa dua mobil, selama dalam perjalanan pulang Anna diam saja membuat Rangga cemas.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah , terlihat Geo dan Raditya yang sedang duduk di depan teras, ya mereka lupa jika kunci rumah dibawa oleh Rangga, serta kunci cadangan di pegang oleh Anna, Rachel dan Ghea yang melihat itu tertawa.
"Makanya lain kali jangan jahil jadi orang". Ujar Rachel pada kedua nya.
"Garagara kalian berdua ayah tidur di luar". Ujar Rangga kesal pada kedua anaknya.
"Ampun yahh, maafin dehh". Ujar Raditya pada Rangga.
"Au ahh". Ujar Rangga meninggalkan anak anaknya di luar rumah.
"Hahaha kocakk punya bokap". Ujar Raditya sambil. tertawa.
"Kasian tau ngga Ayah, dihukum garagara kalian berdua". Ujar Ghea sambil berlalu masuk ke dalam rumah.
Rangga sedang membujuk Anna yang masih marah padanya, ia telah membujuk berbagai cara tetapi tetap saja Anna mendiamkannya, hingga cara terakhir yang terlintas dari pikirannya, ya Rangga harus pergi dari rumah selama berhari hari agar istrinya tenang.
__ADS_1
Anna yang tadinya mendengar suara suaminya pun aneh, karena tiba tiba senyap tidak ada suara membuat Anna harus keluar dari kamarnya, terlihat Rangga yang akan pergi dari rumah membawa koper, Anna yang melihat itu pun panik dan langsung berlari.
"Mas, mau kemana sih?". Tanya Anna memegang tangan suaminya.
"Lepas, mas mau pergi, bukannya kamu ga butuh mas lagi ya". Ujar Rangga pura pura dingin.
"Mas, maafin aku yaa, jangan tinggalin aku mas please". Ujar Anna pada suaminya.
"Kamu kan lebih percaya sama kedua anak kamu kan, bela aja tuh mereka, aku pergi". Ujar Rangga yang benar emosi mengingat kelakuan kedua anaknya.
"Mas, jangan pergii ninggalin aku mass!! mass!!". Teriak Anna namun Rangga tidak menanggapi nya.
Anna menangis melihat mobil suaminya telah berlalu pergi, Rachel yang baru turun bersama Ghea panik melihat bundanya menangis, mereka berdua menghampiri Anna yang terus menangis, keduanya memeluk Anna membuat ibu beranak 6 itu semakin kencang menangis.
"Bunda kenapa? bilang sama aku bun". Ujar Ghea pada bundanya.
"Ayah kalian hiks ayah kalian pergi ninggalin bunda hiks hiks". Ujar Anna pada mereka berdua.
"Garagara nya apa bun?". Tanya Rachel mengusap bahu bundanya.
"Garagara kedua anak lelaki bunda yang nyebelin sayangnya bunda menyayangi mereka". Jawab Anna sambil terisak.
"Jangan jangan garagara kejadian di mall tadi ya bun?". Tanya Ghea pada Anna.
"Iyaa benerr hiks suami bunda pergii". Jawab Anna dengan terisak.
Raditya dan Geo yang melihat itupun merasa bersalah, niat hati ingin mengerjai ayahnya tetapi malah membuat bundanya menangis, Raditya dan Geo menghampiri Anna yang masih menangis dipelukan kembaran mereka yang lain.
"Bunda maafin Adit sama Geo ya, udah buat bunda saMa ayah bertengkar". Ujar Raditya membuat Anna mendongakkan kepalanya.
"Huft bunda gapapa sayang, mungkin ayah pergi ke rumah oma kalian". Ujar Anna sambil tersenyum pedih.
"Maaf ya bunda sekali lagi, bunda jangan nangis lagi ya bun, kita akan membawa ayah pulang bun". Ujar Raditya disetujui oleh Geo.
Rangga yang saat itu baru sampai dirumah Reynaldi pun melihat ponselnya yang berisi pesan dari anaknya, yang mengatakan bahwa Anna nangis dengan kejet saat Rangga meninggalkannya, tetapi Rangga ingin mendiamkan mereka terlebih dulu hingga hatinya tenang.
Maaf ayaang, tapi mas harus menenangkan diri mas dulu. Batin Rangga sambil menatap langit langit di atas.
...****************...
__ADS_1
Update 3 bab nih, tapi maaf untuk besok kuotanya habis:(