
Semuanya sedang berkumpul dirumah kediaman Anna dan Rangga, mereka berdua sangat merindukan anak, menantu serta cucu cucunya. Andira memeluk lengan bundanya dengan manja, memang sejak hamil Andira sangat manja.
"Awws sakitt bunda". Ringis Andira membuat semuanya menatap para Andira..
"Sayang, apa kamu sudah mulai kontraksi?". Tanya Kenan panik menatap istrinya.
"Kayanya iyaa mas, sakitt bangettt". Jawabnya pada suaminya.
"Yaudah ayok kita ke rumah sakit". Ujar Kenan langsung berlalu begitu saja.
"MAS KEN, AKUNYA DITINGGAL!!". Teriak Andira pada suaminya.
"Astaga maaf sayang, aku terlalu panik". Ujar Kenan sambil menggendong istrinya.
Mereka semua langsung mengikuti dari belakang kecuali Marsya dan Mahesa, karena kehamilan Marsya pun sudah mulai membesar takutnya terjadi sesuatu jika Marsya ikut kerumah sakit menunggu Andira lahiran.
Sesampainya mereka di rumah sakit, Kenan langsung membawa istrinya ke ruang bersalin yang sudah terlihat dokter menunggu mereka, dengan hati hati Kenan membaringkan istrinya di ranjang rumah sakit.
"Tuan tunggu saja diluar sebentar". Ujar dokter tersebut pada Kenan.
"Tapi istri saya butuh saya dok". Ujar Kenan pada dokter tersebut.
"Nanti saya akan panggil tuan kembali, sekarang tunggulah diluar". Ujar Dokter tersebut pada Kenan.
"Huft baiklah kalau begitu". Ujar Kenan pada dokter tersebut.
"Terimakasih atas pengertiannya Tuan". Ujarnya sambil memasuki ruang bersalin tersebut.
Kenan menatap pintu ruang bersalin bersama yang lainnya, mereka begitu cemas dengan Andira yang akan melahirkan anak pertamanya, hingga beberapa menit kemudian dokter memanggilnya untuk masuk ke dalam ruangan.
"Sayang kamu pasti bisa, aku akan selalu ada disampingmu". ujar Kenan memegang tangan istrinya.
"Sakit banget mas". Ujar Andira pada suaminya.
"Iyaa sayang tahan ya demi anak kita sayang". Ujar Kenan pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya sambil meringis kesakitan.
"Nyonya sekarang waktunya mengejan". Ujar Dokter tersebut pada Andira.
"Ayo sayang, kamu pasti bisa". Ujar Kenan menguatkan istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya sambil menarik nafasnya sebelum mengejan.
Hingga beberapa menit kemudian terdengarlah suara tangisan bayi membuat Kenan menangis terharu, namun tak berselang lama Andira mengejan kembali membuat dokter langsung memberikan aba aba pada Andira.
Oekk oeek oeek
Lahirlah anak kedua setelah anak pertama berbeda tiga menit, membuat Kenan merasa sempurna setelah anaknya lahir ke dunia, ia menciumi seluruh wajah istrinya dengan gemas membuat Andira tersenyum tipis pada sang suami.
__ADS_1
"Selamat atas kelahiran kedua anak tuan dan nyonya, mereka berjenis kelamin perempuan dan laki laki". Ujar Dokter pada mereka berdua.
"Yang pertama perempuan apa laki laki dok?". Tanya Kenan pada dokter tersebut.
"Laki laki tuan". Jawabnya pada Kenan.
"Baiklah terimakasih dok". Ujar Kenan pada dokter tersebut.
"Iyaa sama sama tuan, sebentar lagi nyonya Andira akan pindah ke ruangan pasien VVIP". Ujar Dokter tersebut pada Kenan.
"Baiklah sekali lagi terimakasih dok". Ujar Kenan diangguki oleh dokter tersebut .
Kabar Andira yang sudah melahirkan sampai pada para abang dan kakaknya, kini Andira sudah dipindah ruangan ke ruangan pasien VVIP, terlihat Anna yang sedang menggendong salah satu anak dari Andira dan Kenan.
"Btw namanya siapa sayang?". Tanya Anna pada anaknya.
"Nama anak yang pertama adalah Raden Putra Marvello Anggara βpanggil aja Baby Raden dan anak kedua kami adalah Natasya Azura Putri Marvello Anggara panggil aja Baby Zura atau Baby Tasya". Jawab Kenan pada mertuanya.
"Ah bagus sekali namanya". Ujar Ghea pada adik iparnya.
"Iyaa harus bagus dong kak". Ujar Andira pada kakaknya.
"Kakak pengen gendong Baby Raden dong bun". Ujar Ghea pada bundanya.
"Yaudah nih sayang". Ujar Anna memberikan Baby Raden pada anaknya.
"Ish padahal ayah baru sebentar loh, tapi yaudah nih". Ujar Rangga memberikan Baby Zura pada Rachel.
"Hahah kalian tidak sadar bahwa orangtua mereka saja belum menggendongnya". Ujar Kenzo sambil tertawa pelan saat melihat Kenan dan Andira yang bengong menatap anaknya direbut.
Sontak saja Anna, Rangga, Ghea dan Rachel menoleh pada keduanya yang memang sedang menatap mereka dengan pandangan terkejut, Anna yang ditatap seperti itupun hanya cengengesan pada kedua orang yang kini sudah resmi menjadi seorang ayah dan ibu.
"Ihh kalian iniii, aku aja belum gendong salah satu dari mereka". Rengek Andira pada mereka.
"Benar apa yang dibilang oleh Dira, masa kita sebagai orangtuanya belum menggendong bagaimana sih". Ujar Kenan pada mereka.
"Hahaah i'm sorry, tapi sumpah ini tuh tradisi di keluarga ini loh". Ujar Ghea pada keduanya.
"Tradisi apaan kak? emangnya daerah ada tradisi segala". Ujar Andira pada kakaknya.
"Udah jangan ribut lagi, btw udah ada yang kabarin Mahesa sama Marsya yang menunggu dirumah?". Tanya Andreas pada mereka.
"Ohh iyaa bener, untung saja kamu ingatkan". Ujar Anna pada menantunya.
"Bagus dong bun". Ujarnya sambil tersenyum bangga pada mertuanya.
"Iyaaa deh iyaa bagus". Ujar Anna pada menantunya.
Sedangkan Mahesa dan Marsya yang sedang menunggu kabar Andira dirumah selama sejam lebih, hingga beberapa menit kemudian pesan dari Anna masuk membuat Mahesa segera membuka pesan dari bundanya tersebut.
__ADS_1
Ting!
...Bundaku Sayang π€πβ€...
...Online...
Sayang, kakakmu sudah melahirkan anak kembar cewek cowok
^^^Syukurlah kalau begitu bun, namanya siapa kalau boleh tau?^^^
Nama anak yang keluar terlebih dahulu adalah Raden Putra Marvello Anggara dan juga Natasya Azura Putri Marvello Anggara, panggil aja mereka Baby Raden dan Baby Zura atau Baby Tasya
^^^Wah nama yang bagus ya bunda^^^
Iyaa sayang , kalian juga jangan lupa siapkan nama untuk anak kalian nanti
^^^Ohh sudah jelas dong bun, bahkan kita menyiapkan banyak nama bun^^^
Syukurlah kalau begitu, udah dulu ya sayang nanti bunda kabari lagi, hati hati kalian berdua di rumah
^^^Oke siap bundaku yang cantik π€πβ€^^^
Siip Gantengnya bunda πβ€π€
Mahesa menyimpan ponselnya, lalu menceritakan pada istrinya tentang Andira yang melahirkan anak kembar berbeda jenis kelamin, membuat Marsya mengucap syukur saat mendengar penjelasan dari sang suami tercintanya.
"Semoga kalian baik baik saja di dalam sana ya sayang". Ujar Mahesa mengelus perut istrinya serta mengecup perut sang istri.
"Iyaa siapp daddy". Ujar Marsya dengan suara seperti anak kecil.
"Aish menggemaskan sekali istriku ini". Ujar Mahesa mengecup bibir serta ********** dengan lembut.
"Mas, udah ihh". Ujar Marsya dengan terengah engah karena merasa sesak.
Hingga beberapa menit kemudian Mahesa memberikan istrinya minum untuk meredakan sesak yang dirasakannya.
...****************...
Hari ini masih lancarkan puasanya?
Semangat terus menjalani ibadah puasanya ya guys :)
Semoga bocornya cuman sedikit hehe
Jangan lupa Like, Comment And Votenya ya guys di bulan penuh berkah inii :)
Maaf sekali lagi, akhir akhir ini selalu telat update bahkan ngga update sama sekali, karena capek banget kerjaannya huhu menyedihkan :(
Dan jugA aku ngetiknya waktu sahur terus dilanjut pas buka, karena dari jam 7 sampai jam 5 sibuk di toko gays jadi maaf ya kalau kadang ngga update atau telat :(
__ADS_1