
Anna menatap Luna yang sedang menggantikan popok bayi Baby Gisella, sekarang Luna sudah mulai pro dalam mengurus anaknya juga suaminya, Anna senang melihat menantunya yang dulu sangat takut jika bayinya jatuh kini sudah berani.
"Bagaimana sayang?". Tanya Anna pada Luna.
"Apanya bunda?". Tanya Luna padanya.
"Iya mengurus anak lagi?". Tanya Anna pada menantunya.
"Sangat menyenangkan bunda, karena kini Luna sudah benar benar bisa mengurus Baby Gisella". Jawabnya dengan tersenyum senang pada mertuanya.
"Syukurlah kalau begitu sayang,, ah Cantiknya cucu oma". Ujar Anna menatap gemas Baby Gisella.
"Ya jelas cantik karena turunan bundanya". Ujar Luna sambil terkekeh pada Anna.
"Hahaah iyaa juga ya sayang". Ujar Anna terkekeh pada menantunya.
"Iyaa bunda". Ujar Luna yang ikut terkekeh.
"Btw kemana kedua cucu oma yang lainnya?". tanya Anna padanya.
"Gabriel dan Gibran lagi di taman belakang bunda". Jawabnya pada Anna.
"Sedang bermain apa emangnya?". Tanya Anna pada Luna.
"Entahlah bunda, Luna juga engga tau". jawabnya pada Anna sambil tersenyum.
Anna yang mendengar itupun hanya menggangguk nganggukkan kepalanya mengerti, kini ia bangkit dari duduknya untuk melihat apa yang sedang dilakukan sikembar di taman belakang rumah.
"Astaga Gabriel Gibran! kalian ngapain". ujarnya kaget dengan tingkah laku kedua cucunya tersebut.
"Main tanah oma". Ujar mereka berdua pada Anna.
"Baju kalian jadi kotorkan". Ujar Anna menatap mereka.
"Heheh maaf yaa oma". Ujar keduanya sambil cengengesan pada Anna.
"Nanti bunda kalian marah loh". Ujar Anna menakut nakuti sang cucu.
"Ihh jangan sampai dong". Ujar Gibran pada omanya.
"Makanya sekarang lebih baik kalian mandi". Ujar Anna pada kedua cucunya.
"Oke siap oma". Ujar keduanya padanya.
Anna masuk kembali ke dalam rumah bersama dengan kedua cucunya membuat Luna yang baru menidurkan Baby Gisella syok melihat kedua anaknya yang sangat kotor apalagi memakai baju warna putih.
"Astaga kalian ini habis mainin apa sih". Ujar Luna menatap keduanya.
"Maaf ya bunda, tadi main tanah". Ujar Gabriel menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, kalian itu baru aja tadi mandii sekarang baju udah kotor lagii, sekarang mandi lagi ya sayang". Ujar Luna pada kedua anaknya.
"Iyaa bunda, tapi mandiin yaa". Ujar Gibran pada Luna.
"Yaudah ayok bunda mandiin sayang, bun titip Baby Gisella ya". Ujar Luna pada mertuanya.
"Iyaa sayang bunda jagain kok". Ujarnya pada menantunya.
"Makasih sebelumnya ya bunda". Ujar Luna diangguki oleh Anna.
Setelah Luna berlalu pergi bersama kedua cucunya, kini Anna tengah menunggu Baby Gisella yang masih tidur nyenyak, membuatnya gemas pengen sekali cubit pipi gembul cucunya.
Beberapa menit kemudian Geo pulang bareng bersama dengan Rangga suaminya, Rangga mengecup kening istrinya serta Geo menyalimi tangan bundanya, Geo berpamitan pada bundanya untuk ke kamar sedangkan Rangga diam bersama di ruang tengah.
"Wah cucu opa cantik dan menggemaskan semakin kesini". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa benar sayang, Baby Gisella sangat menggemaskan sekali". Ujar Anna pada suaminya.
"Sayang, terimakasih ya kamu udah mau menua bersamaku". Ujar Rangga menatap istrinya penuh cinta.
"Terimakasih kembali ya sayang, aku bahagia menua bersamamu". Ujar Anna pada suaminya.
"Kapan kita akan berkunjung ke rumah orangtua kita sayang? udah lama loh kita engga pernah mengunjungi rumah kedua orangtua kita". Ujar Rangga menatap istrinya.
"Besok juga boleh sayang". Ujar Anna pada suami tercintanya.
"Yaudah besok aja syaang". Ujar Rangga memeluk istrinya sambil menatap cucunya.
Beberapa menit kemudian Geo dan Luna serta kedua anaknya menghampiri Anna dan Rangga yang sedang menatap Baby Gisella, Anna menoleh pada mereka berempat yang sudah terlihat segar.
"Wah kedua cucu ganteng Opa udah mandi nih". Ujar Rangga menatap Gibran dan Gabriel.
"Iyaa opa, ganteng sama seperti kaya opa". Ujar Gibran sambil tersenyum pada Rangga.
"Benar sayang , kalian memang tampan seperti opa". ujar Rangga terkekeh pada kedua cucunya.
"Ayah jugA engga kalah tampan kok sayang". Ujar Geo pada kedua anaknya.
"Haha iyadeh ayah juga tampan kok sama seperti kita". Ujar Gibran sambil tertawa kecil.
"Kangen nenek buyut deh". Celetuk Gabriel membuat semuanya menoleh.
"Nenek buyut yang mana bang?". Tanya Gibran pada abang kembarannya
"Mommy nya oma Anna". Jawab Gabriel pada adik kembarannya.
"Sama adek juga merindukan nenek buyut". Ujarnya sambil menyandar pada lengan sang ayah.
"Yaudah besok kita sama sama ke rumah nenek buyut ya sama opa dan oma". Ujar Rangga menatap kedua cucunya.
__ADS_1
"Wah beneran nih opa?". Tanya Gibran heboh padanya.
"Beneran dong sayang, besok Opa jemput ya". Jawabnya membuat keduanya senang.
Anna yang melihat itupun ikut tersenyum melihat kedua cucunya yang begitu senang, hingga mereka terus saja berbincang sampai akhirnya Baby Gisella menangis dengan kencang membuat Luna langsung menggendongnya dengan pelan.
...****************...
Keesokkan harinya
Seperti janji Rangga pada kedua cucunya kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah kediaman Anggara, selama dalam perjalanan keduanya asik berbincang dengan Anna berbeda di mobil yang dikendarai Geo dan Luna mereka hanya diam sambil mengikuti mobil Rangga yang berada didepannya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Mommy Alexa dan Daddy David, semuanya turun dari mobil lalu memasuki rumah tersebut setelah memencet bel rumah berbunyi.
"Ah sayangnya Mommy". Ujar Mommy Alexa memeluk erat anaknya.
"Haii cucuku". Ujarnya lagi memeluk Geo.
"Hai cicit ku yang ganteng dan cantik". ujarnya pada mereka.
"Ayok masuk sayang". Ajaknya pada mereka semua yang hanya menggangguk.
"Daddy kemana mom?". Tanya Anna sambil celingak celinguk mencari keberadaan Daddynya.
"Daddy kamu lagi dibelakang sayang". Jawabnya membuat Anna langsung berlalu dari hadapan mereka semua.
Daddy David terlihat sedang melamunkan sesuatu bahkan yang dilihat oleh Anna daddynya begitu merindukan seseorang entah siapa, hingga panggilannya membuat Daddy David menoleh bahkan sampai mengucek matanya karena tidak percaya.
"Putriku". Panggi Daddy David sambil berkaca kaca menatap Anna.
"Iyaa dad, ini putri daddy". Ujar Anna menghampiri Daddy nya.
"Sayang bagaimana kabarmu? kenapa baru sekarang berkunjung kemari?". Tanya Daddy David pada anaknya.
"Maaf ya dad, aku baru sempat kemari karena Luna kan baru beberapa bulan melahirkan Baby Gisella". Jawabnya merasa sedih.
"Harusnya daddy yang minta maaf sama kamu karena tidak menengok cicit daddy". Ujar Daddy David memeluk putrinya.
"Lebih baik sekarang kita kumpul yuk dad, diruang tengah udah ada yang lainnya". Ujar Anna mengajak daddynya.
"Iyaa ayok sayang". Ujarnya sambil perlahan berdiri dari duduknya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai diruang tengah membuat yang lainnya menoleh, bahkan Gibran dan Gabriel membantu omanya memapah kakek buyutnya membuat Luna serta Geo merasa terharu.
"Anak ayah pada pintar ya". Ujar Geo menatap keduanya.
"Jelas dong". Ujar keduanya kompak membuat yang lainnya tertawa.
"Ah ini cicit perempuan daddy". Ujar Daddy David menatap Baby Gisella yang sedang berada digendongan Mommy Alexa.
__ADS_1
"Iyaa dad". Ujar Anna padanya.
Jangan Lupa Like Comment Votenya :)