
"Bunda". Panggil Aura pada Anna.
"Iyaa sayang kenapa?". Tanya Anna pada Aura.
"Aura kenapa bisa ada dirumah sakit?". Tanya Aura pada Anna.
"Kamu tadi pingsan sayang, makanya bunda bawa kamu ke rumah sakit". Jawab Anna pada Aura dengan menatapnya lembut.
"Kenapa bisa aku pingsan bunda? kok aku ga inget?". Tanya Aura pada Rania.
"Kamu kecapean sayang, makanya pingsan". Jawab Anna pada Aura.
Aura yang mendengar itupun mengangguk anggukan kepalanya, Anna bersyukur Aura tidak mengingat kejadian tadi, namun ia takut jika Cleo menjenguknya pasti Aura akan kembali histeris, sungguh Anna tidak bisa melihat Aura seperti itu.
Beberapa menit kemudian Aura sudah diperbolehkan pulang, Anna dijemput oleh Rangga yang memang sudah menjemput anak anaknya, selama di dalam perjalanan pulang ke rumah Aura masih ceria berbincang dengan Geo dan yang lainnya.
"Ohh ya sayang, gimana tadi belajarnya?". Tanya Anna pada anak anaknya.
"Seperti biasa bunda, menyenangkan tetapi ada juga yang membosankan". Jawab Raditya mengawakili adik adiknya.
"Apanya yang membosankan?". Tanya Aura pada Abangnya.
"Ya pelajaran menggambar paling membosankan menurut abang". Jawab Raditya pada Aura.
"Tetapi bagiku itu menyenangkan". Ujar Ghea pada abangnya.
"Berarti setiap orang memiliki kesenangan yang berbeda begitu juga dengan yang membosankannya". Ujar Aura diangguki oleh yang lainnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman mereka, Aura dan yang lainnya segera mengganti baju mereka, biasanya mereka akan berenang tetapi mengingat Aura mempunyai trauma, Ghea serta yang lainnya mengajak Aura berlari saja di lapangan di belakang rumah.
"Main badminton yuk". Ajak Aura pada abang dan kakaknya.
"Wahh ayoo, setuju nih". Ujar Raditya dengan semangat.
"Yaudah yuk, ambil dulu raketnya". Ujar Ghea pada mereka .
"Ayokk". Ujar mereka bersama.
Beberapa menit kemudian mereka kembali ke lapangan dengan membawa raket, karena cuman ada 5 orang jadi Aura berada di tim perempuan , Aura begitu hebat memainkan badminton hingga membuat Geo dan Raditya kalah karena mereka hanya berdua.
Saat mereka sedang asik memainkan olahraga badminton, tiba tiba datang Cleo ke lapangan bersama para orangtua, Anna sudah was was takut Aura kembali histeris tetapi seperti nya tidak, tapi Anna juga tidak yakin.
"Abang, kakak boleh aku ikutan?". Tanya Cleo pada mereka.
__ADS_1
"Eum gimana Aur?". Tanya Ghea pada Aura.
"Ya boleh aja". Jawab Aura sambil menunduk.
"Makasih ya Aura". Ujar Cleo hanya diangguki oleh Aura yang masih menunduk.
"Yaudah yok main, tiga lawan tiga". Ujar Geo pada mereka.
Mereka bermain dengan asik, kini poin mereka sama karena Aura dan Cleo sama sama hebat memainkannya, hingga membuat yang lainnya kagum termasuk para orangtua yang melihat mereka sambil duduk dikursi dekat lapangan.
"Yeeayy kitaa menangg!". Teriak Rachel memeluk Aura dan Ghea.
"Iyaa kita menangg, mereka kalahh". ujar Ghea pada keduanya.
"Hukuman yang kalah Apanih?". Tanya Aura pada mereka.
"Gimana kalau disuruh ambil belut aja disawah". Ujar Rachel membuat ketiga lelaki kecil bergidik.
"ih janganlah dek geli tauu". Ujar Raditya pada Rachel.
"Atau ngga hukumannya kalian harus joget aja". Celetuk Aura membuat yang lain menahan tawanya kecuali ketiga anak laki laki.
"Yahh makin ngacoo". ujar Geo pada nya.
"Ah kamu mahh Aur, masa gitu sih". Rengek Cleo pada Aura.
"Ih kan hukuman tetaplah hukuman". Ujar Rachel membuat mereka pasrah.
Beberapa menit kemudian speaker sudah tersedia serta mick, Raditya dan Geo serta Cleo memegang mick masing masing, walaupun mereka masih kecil tetapi seenggaknya mereka tau sedikit tentang lagu dangdut.
Semuanya terbahak bahak melihat ketiga anak lelaki tersebut menari sambil bernyanyi dangdut, Aura menepuk pundak Ghea saking lucunya melihat para abangnya dan Cleo.
"Udahh ya, hukumannya". Ujar Raditya dengan kesal.
"Iyaa deh iyaa bang". Ujar Ghea yang masih tertawa.
"Hahaa untung bunda untuk videoin buat kenangan". Ujar Anna membuat ketiga nya kaget.
"Ih bunda hapus ahh". Rengek Geo pada bundanya.
"Ngga akan sayang, biar jadi kenangan aja, biar nanti saat kalian tumbuh dewasa bunda perlihatkan videonya". Ujar Anna terkekeh pada anaknya.
"Ih bunda mah, kok gitu sih". Ujar Raditya kesal padanya.
__ADS_1
"Tau tuh Aunty, hapus dongg". Ujar nya pada Anna.
"Ngga akan, titik". Ujar Anna sambil menyimpan ponselnya di saku.
Beberapa jam kemudian, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, Cleo sekeluarga pamit pulang ke rumah, Raditya serta para adiknya sudah mandi sore akibat gerah.
"Bunda, kapan liburan?". Tanya Rachel padanya.
"Nantilah saat kalian sudah libur sekolah, kita liburan ke luar negeri mengunjungi Aunty Clara dan Uncle Alex, okee". Jawab Anna pada putrinya.
"Baiklah bunda". Ujar nya pada Anna.
"Sekarang lebih baik kalian belajar sambil menunggu waktunya makan malam". Ujar Anna diangguki oleh mereka semua.
"Bunda aku ada tugas membuat pantun, tapi aku gatau harus buatnya gimana". Ujar Ghea pada Anna.
"Pantunnya mau tentang apa sayang?". Tanya Anna pada putrinya.
"Heum, gatau bunda pusing Ghea mikirnya" . Jawab Ghea pada Anna.
"Yaudah kerjakan dulu yang mudah sayang , yang susah kerjakannnya di akhir". Ujar Anna pada Ghea.
"Baiklah bunda". Ujar Ghea sambil kembali menulis sesuatu dibuku.
Beberapa jam kemudian mereka makan malam bersama, saat sedang asik makan tiba tiba terdengar suara bel rumah berbunyi, Anna berdiri untuk membukakan pintu rumahnya dan saat ia membuka betapa terkejutnya ia melihat orang yang paling ia tidak suka.
"Ngapain lo disini!". Teriak Anna menatap seseorang didepannya.
"An, gue minta maaf sama lo, gue tau gue salah sama lo An, maafin gue". Ujarnya berlutut di kaki Anna.
"Berdiri!! gue bilang berdiri kak!". Teriak Anna pada nya.
"Gue ngga akan berdiri, sebelum lo maafin gue An, hidup gue ngga tenang selama ini An, maafin gue hiks hiks". Ujarnya terisak dengan posisi masih berlutut di kaki Anna.
Rangga menghampiri istrinya karena lama, tetapi ia terkejut melihat seseorang dimasalalu mereka tiba tiba datang setelah bertahun tahun lamanya, Rangga geram dengan seseorang yang berada di depannya.
"Mending lo pulangg!". Teriak Rangga padanya.
"Kak Rangga maafin aku kak, sungguh aku ga bermaksud seperti itu" . Ujarnya terisak pada Rangga.
"Bulshit tau ngga! pergi ga lo! jangan ganggu rumah tangga gue! pergii Sintaa!!". Teriak Rangga padanya membuat Anna tersentak.
Baru pertama kali aku mendengar mas semarah itu . Batin Anna sambil mengusap dadanya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Sinta yang merupakan salah satu orang yang membully Anna dimasalalu pun pergi, saat Rangga sudah begitu marah besar kepadanya, kemudian Rangga tenang kembali saat istrinya mengusap tangannya agar tenang.