
Seminggu kemudian seperti yang di janjikan oleh Reynaldi, kini Cleopatra mulai belajar di sekolah TK milik keluarga Yunanda, Cleopatra juga diantar oleh Reynaldi dan Rania. Mereka bertemu dengan Anna serta Michelle yang mengantar anak mereka.
"Wahh Cleo beneran sekolah disini juga ternyata". Ujar Geo yang senang melihatnya.
"Iyaa bang, biar bareng kalian terus". Ujar Cleo memeluk Geo.
"Akhirnya adik kita ini sekolah bersama kita juga". Ujar Natalia mengelus rambut adiknya.
"Iyaa dong kak, masa dirumah terus sih, bosen tau". Ujar Cleo pada nya.
Yang lainnya hanya bisa tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh Cleo, mereka pun masuk mengantar anaknya, lalu Rania melambaikan tangannya sebelum pulang begitupun juga dengan yang lainnya.
Cleopatra memperkenalkan dirinya dengan bahasa inggris, lalu ia duduk di meja kosong yang ternyata disamping nya adalah seorang gadis kecil, Cleo duduk membuat gadis disampingnya tersenyum namun Cleo hanya menatapnya datar.
"Baiklah anak anak, silahkan menggambar sebisa kalian ya". Ujar guru tersebut pada mereka.
"Kenalin nama aku Aura Putri Candrawangsa, nama kamu Cleopatra kan?". Tanya gadis yang bernama Aura tersebut.
"Udah tau, kenapa masih nanya". Ujar Cleo cuek pada Aura.
"Ishh nyebelin banget sih, tapi gapapa kok aku kuat kok". Ujar Aura dengan tersenyum senang.
"Anehh". Gumam Cleo saat melihatnya.
Beberapa jam kemudian, waktunya istirahat Cleo menghampiri para abang dan kakaknya karena kelasnya berbeda ruangan, sedangkan Aura sendiri daritadi mengikuti kemanapun Cleo pergi membuat para sepupu nya tertawa melihat Cleo diikuti oleh seorang gadis kecil.
"Hahah masih pertama sekolah udah ada yang ngejar ya dek". Ujar Natalia pada Cleo sambil tertawa.
"Ihh kesell, Cleo tuh daritadi diikutin dia terus, masa nanti Cleo pulang dia ikutin juga". Ujar Cleo pelan pada mereka.
"Hahah ya biarin aja dek, calon istri buat dimasa depan". Ujar Raditya yang langsung dicubit oleh Marselina.
"Tau darimana itu? calon istri calon istri segala". Ujar Marselina kesal.
"Heheh dari obrolan ayah dan bunda". Ujar Raditya pada Marselina.
__ADS_1
Aura yang sedaritadi tersenyum melihat Cleo tiba tiba langsung terdiam, saat seseorang datang menatap remeh padanya, Aura yang ketakutan mendekati Cleo membuat sang empunya kaget.
"Ihh apaan sih". Ujar Cleo mendorong Aura.
"Cleo, dek". Ujar mereka kaget melihat tingkah Cleo.
"Awws, sakitt, huaa darahh". Ujar Aura langsung pingsan karena terbentur batu didekat meja ujung saat Cleo mendorongnya.
"Astaga Cleo, kamu kenapa kasar sih?". Tanya Geo dengan cepat memanggil guru.
"Cleo seharusnya kamu ga boleh begitu apalagi sama perempuan, gimana kalau posisi dia ada sama kita, apa kamu sanggup melihatnya?". Tanya Raditya pada Cleo.
"Cleo ng-ga sengaja abang, dia yang ngagetin Cleo". Ujar Cleo memeluk abangnya.
Sedangkan yang tadi menatap Aura remeh terkejut melihatnya, ternyata kecil kecil tenaga nya besar pikirnya, Aura telah dibawa ke rumah sakit saat disuruh menelepon keluarga ternyata Aura adalah anak yatim piatu.
Rania yang dipanggil ke sekolah pun segera datang bersama suaminya, baru saja pertama kali putranya masuk sudah dipanggil karena masalah, Rania menghampiri ruangan guru disana sudah ada Cleo yang menunduk ditemani Marselina serta yang lainnya.
"Ya ampun sayang, kamu kenapa bikin masalah nak?". Tanya Rania dengan lembut.
"Maafin Cleo mam, Karena tidak sengaja mendorong Aura, Cleo kaget mam saat dia mendekati Cleo yang sedang makan, sungguh Cleo tidak sengaja". Jawab Cleo memeluk Rania.
"Iyaa bu tidak apa apa, asalkan nak Cleo meminta maaf saja pada yang bersangkutan dan juga nak Cleo tadi mendorongnya dengan keras hingga membuat Aura terbentur pak bu". Ujar guru tersebut pada Reynaldi dan Rania.
Reynaldi maju serta meminta maaf atas anaknya, mereka juga akan membayar biaya rumah sakit selama Aura di rawat, beberapa menit kemudian Reynaldi serta yang lainnya keluar ruangan.
"Sayang, papii kan sudah bilang sama kamu, jangan bertindak keras pada perempuan, kamu harus ingat kakakmu, mami, nenek , Aunty yang seorang perempuan, jika mereka posisi nya sama seperti Aura bagaimana?". Tanya Reynaldi pada anaknya.
"Pastinya Cleo sedih papiii, maafin Cleo membuat kalian dipanggil guru, maafin Cleo hiks hiks". Jawab Cleo dengan terisak.
"Sstt anak ganteng gaboleh nangis, harus kuat oke, pulang sekolah kita jenguk Aura ya". Ujar Rania pada putranya.
"Iyaa mamii". Ujar Cleo memeluk kedua orangtuanya.
Marselina serta yang lainnya hanya menyaksikan saja, tanpa memotong perbincangan antara mereka bertiga, hingga Raditya berbicara dengan tidak termasuk akal dan pikiran.
__ADS_1
"Aunty, uncle. kenapaa sihh Cleo manggilnya kadang mama papa kadang mami Papi, pusing tau". Ujar Raditya pada mereka.
"Ya gapapa sihh, bebas aja mau nya Cleo manggil papa atau Papi, mami atau mama senyamannya Cleo aja Uncle mah". Ujar Reynaldi sambil mengelus rambut anaknya.
"Udah ahh sana kembali belajar ya sayang, jangan bandel ya kalian, nanti pulang nya Mami yang jemput ya". Ujar Rania pada mereka.
"Iya siap mamii". Ujar mereka sambil tertawa.
Reynaldi dan Rania meninggalkan area sekolah TK, keduanya menyimpang di rumah kediaman keluarga Yunanda karena ingin bertemu dengan kedua orangtuanya, saat memasuki rumah ternyata ada yang lainnya juga.
"Wahh ramai nih rumah". Ujar Daddy Dimitri melihatnya.
"Iyaa pasti dad". Ujar Rangga pada daddy nya.
"Ahh kalian dari mana? pasti kesini cuman nyimpang kan?". Tanya Mommy Jinny pada mereka berdua.
"Tadi kita berdua dipanggil oleh guru, garagara Cleo membuat seorang gadis kecil terbentur batu karena dia mendorongnya saat kaget". Jawab Rania membuat semuanya menggelengkan kepalanya.
"Astaga, baru pertama kali masuk loh". Ujar Daddy Dimitri menepuk jidatnya.
"Eh iyaa abang, nanti pulangnya aku yang jemput mereka sekalian mau menjenguk Aura". Ujar Rania pada mereka.
"Nanti penuh mobil kamu dek". Ujar Rangga pada adiknya.
"Iyaa gapapa kak". Ujar Rania terkekeh.
Beberapa jam kemudian, Rania sudah berada di depan gerbang menunggu para anak nya keluar, setelah keluar mereka pun berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Aura, untung saja guru disana memberikan Alamat rumah sakit.
Aura yang saat itu terpejam pun tersadar jika ia tengah dirawat di rumah sakit, uang dari aman ia membayar biaya rumah sakit, Aura panik bukan main sampai nekat akan membuat selang infus.
"Ehh jangan". Ujar Rania mendekati Aura.
"Tante siapa?". Tanya Aura lalu melirik ke yang Lainnya.
"Ibu dari Cleo, disini mau minta maaf udah bikin kamu kaya gini". Jawab Rania dengan lembut.
__ADS_1
"Gapapa kok tante, lagian Cleo pasti tidak sengaja, pasti Cleo terkejut karena aku tiba tiba mendekatinya".Ujar Aura membuat Cleo terkejut.
Rania memeluk Aura membuat sang empunya terharu, karena baru sekarang ia merasakan pelukan seorang ibu, membuat hatinya bergetar ia ingin lagi merasakan pelukan kasih sayang dari orangtuanya.