
Seminggu kemudian, hari ini adalah hari yang ditunggu oleh keduanya yang tak lain adalah hari pernikahan mereka yang akan segera di selenggarakan, Anna menemani Michelle di kamarnya sebelum turun kebawah.
"Wahh kak Michelle cantik sekali". Ujar Clara yang memegang baju pengantin Michelle dari belakang.
"Kamu bisa aja, makasih yaa". Ujarnya pada Clara.
"Anna, kamu kan lagi hamil, padahal gausah nuntun aku juga gapapa". Ujarnya pada Anna yang berada disamping memegang lengannya.
"Ya gapapa, ini hari bahagia kalian berdua, jadi aku ingin merasakannya". Ujar Anna padanya.
Andrio yang melihat dari bawah terpesona pada istrinya yang begitu cantik sekali, Rangga serta yang lainnya terpesona pada pasangannya masing masing, sampailah pengantin wanita berada di bawah. Anna serta yang lainnya meninggalkan Michelle yang sudah berada di depan Andrio.
"Kamu cantik sekali sayang". Ujar Andrio pada Michelle.
"Kamu juga tampan syang". Ujarnya sambil menunduk pada Andrio.
"Silahkan untuk kedua mempelai menaiki altar". Ujar Pendeta pada mereka berdua.
Beberapa menit kemudian mereka telah sah menjadi suami dan istri, momen yang ditunggu tunggu adalah mereka berciuman, sontak saja tepuk tangan heboh terdengar saat keduanya berciuman.
Dulu Anna pikir yang dapat bunga akan menyusul tetapi sepertinya salah, karena yang menikah kakaknya bukan sahabatnya Amanda. Kini acara pelemparan bunga dimulai dengan hitungan ke tiga.
Satu.. dua.. tiga
Semuanya menoleh ke belakang melihat siapa yang mendapatkan bunganya, saat itu Rania yang baru datang ke acara pernikahan, ia terhenti saat bunga datang padanya ia akan menghindar namun sebuah tangan memegang pinggangnya agar tidak terjatuh .
Hap..
Bunga tersebut ditangkap oleh Reynaldi Xavier Dirgantara, merupakan rekan kerja Andrio yang sama sama baru datang, Rania terpaku melihatnya namun hanya sesaat ia sadar dan maju ke depan.
"Terimakasih kak". Ujar Rania padanya.
"Iyaa sama sama". Ujarnya cuek lalu berlalu pergi dari hadapan Rania.
Semua yang tadi menoleh pada mereka terdiam, apalagi Andrio dan Michelle yang melihat rekan kerja nya hadir, Reynaldi terkenal begitu dingin dan tak tersentuh oleh orang orang makanya yang tadinya heboh menjadi terdiam.
Rania datang menghampiri pengantin untuk mengucapkan selamat, tetapi ia ditahan oleh Daddynya agar tidak dulu maju ke depan. Begitu juga daddy David yang memberitahunya soal Reynaldi, akhirnya iapun memilih menunggu Reynaldi selesai.
"Selamat, semoga langgeng, ini hadiah dari saya". Ujar Reynaldi pada Andrio dan Michelle.
"Ahh terimakasih tuan Rey atas hadiahnya". Ujar Andrio sambil tersenyum pada nya.
__ADS_1
"Iyaa, btw adikmu mana?". Tanya Reynaldi padanya.
"Itu dia, sama suaminya". Jawab Andrio menunjuk Anna membuat adiknya langsung mengangkat alisnya.
"Ohh iyaa saya lupa , rasanya dia dulu masih single". Ujar Reynaldi padanya.
"Kalau begitu saya pamit ya". Lanjutnya pada mereka berdua.
"Ngga makan dulu hidangan nya tuan?". Tanya Michelle dengan sopan.
"Eum oke, kebetulan saya lapar". Jawab Reynaldi sambil berlalu menuju stand makanan.
Rania yang melihat sikapnya kesal, ingin sekali dia memukul mukanya yang dingin ituu, akhirnya Rania menghampiri kedua mempelai lalu memeluk Michelle yang dibalas langsung oleh Michelle.
"Selamat ya abang Rio sama Kak Michelle, semoga langgeng, cepet cepet dikasih momongan". Ujar Rania sambil tersenyum padanya.
"Oh iyaa Ini hadiahnya, jangan diliat harganya, tapi semoga barangnya berguna hehe". Lanjutnya sambil berlalu pergi ke stand makanan.
Rania sampai stand makanan ternyata Reynaldi masih berada disana, ingin menyerobot rasanya tidak sopan, akhirnya Rania menunggu Reynaldi beres saja. Tetapi semakin ditunggu semakin lama Reynaldi terdiam disana membuatnya kesal.
"Tuan, bisa cepetan sedikit? bukan tuan aja yang akan makan". Ujar Rania sedikit berteriak padanya membuat semua orang menegang ditempat.
"Siapa juga yang takut". Jawab Rania dengan jutek.
"Udah ahh lamaaa". Lanjutnya menyerobot mendahului Reynaldi.
Semua keluarga yang melihat tingkah laku Rania menepuk jidatnya, sungguh Rania tidak ada takut takutnya pada Reynaldi yang sedaritadi menatapnya tajam.
"Aduhh sayangg, mengapa juga Rania harus berurusan dengannya?". Bisik Rangga pada istrinya.
"Mana aku tau sayang, mungkin suatu saat akan menjadi keluarga kamu juga". bisik Anna pada suaminya.
"Ihh amitt amitt sayangg, semoga aja ngga, dia terkenal tak tersentuh, aku takut Rania bakalan kenapa napa". Bisik Rangga sambil bergidik ngeri membayangkan Reynaldi menjadi iparnya.
"Ssttt doakan yang baik baik aja sayang, semoga aja Rania membuat sifat tuan Reynaldi berubah perlahan lahan, seperti di novel novel juga kan ada". Bisik Anna menenangkan suaminya.
"Sayangg novel sama kisah nyata itu beda, iyaa di novel ada, kan yang nyata belum tentu ada syaang". Ujar Rangga pada istrinya gemas.
"Kata siapa ngga ada? Itu sahabat kamu Kak Nicky dingin ketemu Amanda yang sedikit receh, perlahan mencair kan". Ujar Anna membuat suaminya terdiam.
Setelah dipikir pikir memang benar adanya, sahabatnya yang selalu dingin akan menghangat pada Amanda sahabat istrinya, Rangga mengangguk anggukkan kepalanya seolah setuju dengan apa yang dibilang istrinya.
__ADS_1
Andrio yang melihatnya pun hanya bisa pasrah, pernikahan nya penuh ketegangan akibat Rania yang berani berteriak pada Reynaldi, padahal Reynaldi tidak suka ada yang berani meneriaki dirinya.
"Sayang, ini bagaimana jadinya?". Tanya Michelle pada suaminya dengan berbisik.
"Ntahlah sayang, aku juga tidak tau". Jawab Andrio pada istrinya.
"Dad, mending kamu minta maaf mewakili Rania". Ujar Mommy Jinny padanya.
"Heum baiklah". Ujar Daddy Dimitri sambil beranjak menghampiri Reynaldi.
Reynaldi yang saat itu sedang marah pada Rania terhenti ketika rekan kerjanya menghampirinya, ia pun menenangkan hatinya yang bergemuruh marah, lalu membalikkan badannya menghadap Daddy Dimitri.
"Tuan Reynaldi, apakabar?". Tanya Daddy Dimitri berbasa basi padanya.
"Ya saya baik, anda sendiri bagaimana pak?". Tanya balik Reynaldi padanya.
"Ya saya juga baik, sebelumnya saya kesini mau minta maaf atas perlakuan anak saya yang keterlaluan pada tuan". Jawab Daddy Dimitri padanya.
"Bukannya anak bapak cuman Rangga aja ya?". Tanya Reynaldi padanya.
"Anak saya ada 2pak, Rangga dan Rania". Jawab Daddy Dimitri padanya.
"Heum namanya Rania ya, baiklah aku memaafkan nya dengan syarat dia harus menjadi istriku". Ujar Reynaldi membuat Daddy Dimitri kaget.
Haruskah punya menantu yang kaya begini? memang tampan tapi sifatnya serta sikapnya membuat semuanya takut padanya kecuali anakku yang ajaib itu. Batin Daddy Dimitri bergidik ngeri.
"Ngga Mauu!! apaan aku harus nikah sama kamuu". Ujar Raania yang mendengar pembicaraan keduanya.
"Lagian ngga ada yang mau sama cowok nyebelin, dingin, datar kaya kamu". Ujarnya menatap Reynaldi dengan tajam.
"Rania, diamlahh". Bisik Daddy Dimitri pada putrinya.
Acara pernikahan Andrio dan Michelle terjadi ketegangan yang semakin menjadii, Anna dan Rangga menghampiri Rania yang beradu mulut dengan Reynaldi.
"Udahh cukupp, kenapa harus bertengkar sihh!! kalian ngga menghargai acara pernikahan abangku namanya!! berhentii!! dan kamuu!! bisa tidak jangan membuat rusuh!". Teriak Anna dengan emosi pada Reynaldi dan Rania.
Semuanya terdiam termasuk Reynaldi yang takut mendengar teriakan Anna, karena baru pertama kali melihat Anna marah seperti ini, Mommy Alexa menenangkan anaknya karena takut terjadi apa apa pada cucunya.
"Tenangkan dirimu sayang, ingat kamu sedang hamil". Bisik Mommy Alexa padanya.
Akhirnya acara berlanjut setelah Rania dan Reynaldi meminta maaf pada yang punya acara, Anna sendiri memakan ice cream yang ada di stand untuk mendinginkan kepalanya.
__ADS_1