Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 57


__ADS_3

"Aura!!" Teriak seseorang pada nya.


"Kak Gheaa!!". Teriak Aura saat mengetahui Ghea lah yang memanggilnya.


"Aaaa kangen bangett sama adikku inii". Ujarnya memeluk Aura.


"Sama aku jugaa kak". Ujar Aura padanya.


Anna menghampiri mereka dengan menggendong Baby Mahesa, begitu pun Rangga yang menggendong Andira, pertemuan ini adalah pertama kali bagi mereka semenjak 5 tahun yang lalu Aura kembali ke keluarganya.


"Bunda, Ayah Apakabar?". Tanya Aura pada keduanya.


"Baik sayang, kamu Apakabar? orangtua kamu mana?". Tanya Anna pada nya.


"Aku baik bunda begitupun juga dengan Mommy daddy, itu mereka". Jawab Aura menunjuk kepada pasangan suami istri.


"Ahh Anna, apakabar?". Tanya Audrey yang merupakan ibu kandung Aura serta sepupu jauhnya.


"Baikk sangatt baik setelah melihat mu". Jawab Anna terkekeh pada sepupu nya.


"Ish dasar kamu An". Ujar Audrey terkekeh.


Mereka masuk kedalam bersama kecuali Rania dan keluarga kecilnya yang masih di mobil, karena tiba tiba saja Rania merasa mual membuatnya diam di mobil sejenak bersama suami serta anak anaknya, Reynaldi pun mengabari Rangga jika mereka akan daftar di akhir.


Ting!


...Reynaldi...


...Online...


Bang, nanti aku nyusul Rania mual, lemes juga badannya, kayanya masuk angin deh.


^^^Yakin masuk angin? bukan hamill Rey? 😂^^^


Dihh abangg, ga mungkin lahh secepat itu baru aja seminggu aku terus ngelakuin itu 🤣


^^^Wahh dasarr, lo mau bikin adik gue matii hah!! ya pasti hamil ituu!!^^^


Santaii napa bangg, kan udah nikah inii


^^^Anak lo masih kecill 😡^^^


Ampun bangg ampunn 😂


Reynaldi terkekeh melihat chattingan nya dengan kakak iparnya , membuat istri serta anaknya menatap nya aneh, tadi Anna sekarang suaminya yang tertawa sendiri membuat Rania heran pikirnya.


"Kenapa sih mas? ada yang lucu emangnya?". Tanya Rania pada suaminya.

__ADS_1


"Iyaa ada sayang, liat nih". Jawab Reynaldi memberikan ponselnya pada istrinya.


"Hahaha ya ampun mas, bagaimana kalau benar aku hamill?". Tanya Rania sambil terkekeh pada suaminya.


"Iya gapapa sayang, anak itu rezeki kata mamii". Jawab Rey sambil tersenyum pada istrinya.


"Kamu aja sanaa yang hamill". Ujar Rania dengan kesal pada suaminya.


"Haha maaf sayang maaff". Ujar Rey memeluk istrinya.


Cleo menatap kedua orangtuanya pusing lalu ia menatap kedua adik kembarnya, kemudian menatap keluar ke sekolahan terlihat masih banyak yang mendaftar, lebih baik Cleo menjadi yang terakhir saja saat semuanya telah pulang.


"Pah mahh, kapan kita daftar nya?". Tanya Cleo pada keduanya.


"Aduh anak ganteng sabar sayang, kasian mamah mu masih lemas, emangnya kamu tega ninggalin mamah dimobil sayang?". Tanya Rey pada anaknya.


"Yaudah deh Cleo di akhir aja daftarnya papih". Jawab Cleo pada Reynaldi.


"Abang kenapa manggil papah dengan sebutan papih?". Tanya Randy padanya.


"Terserah abang dong mau manggilnya gimana". Jawab Cleo pada adiknya.


Sedangkan Anna kini tengah berbincang bersama Aura setelah mendaftar sekolah, kedua keluarga kecil sedang berada di kantin karena masih ingin berbincang bersama, begitupun dengan Aura yang masih merindukan abang serta kakaknya.


Aura memeluk Ghea serta kakak perempuan nya yang lain, begitu mereka sangat merindukan adik perempuan nya, Aura pun sama rindunya dengan para kakaknya itu, mereka terus saja berpelukan hingga membuat para orangtua terkekeh.


"Ahh baiklah bunda". Ujar mereka bersama.


"Good, itu baru anak bunda". Ujar Anna mengangkat jempol tangannya.


"Iyaa dong bunda". Ujar mereka terkekeh bersama.


Anna terkekeh melihatnya, mereka pun makan bersama terkecuali Rania sekeluarga, hingga beberapa saat kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, Aura minum dengan cepat.


"Darling, jangan minum terlalu cepat, nanti kesedak". Ujar Audrey pada putrinya.


"Ahh iyaa maaf mom". ujar Aura kepadanya.


"Kakak tuh kebiasaan ihh". Ujar Anggini pada Aura.


"Au tuh akak". Ujar Marcello dengan cadel.


Aura dan yang lainnya terkekeh mendengar suara Marcello, hingga Ghea pun mengajak Aura serta para kakak nya untuk bermain, membuat Anna dan Audrey serta Michelle menepuk jidatnya karena anaknya yang akan masuk SMP layaknya anak SD.


"Oh yaa dek, selama disana kamu ada teman?". Tanya Ghea pada Aura.


"Ada, tapi ga banyak". Jawab Aura pada Ghea.

__ADS_1


"Oh yaa? siapa aja emang?". Tanya Ghea antusias pada Aura.


"Ituu anu kak, aku ga terlalu akrab sih sama mereka". Jawab Aura terkekeh.


"Ahh kamu mah, selama 5 tahun loh belum ada yang akrab?". Tanya Ghea kaget.


"Belum hehe". jawab Aura membuat yang lainnya gemas.


Geo menatap Aura yang sudah ia anggap adik kandungnya itu dengan gemas, lalu ia tersadar tidak melihat Cleo di sekitar nya, Geo memang tidak mengetahui jika sedaritadi Cleo belum keluar dari mobil.


Geo menghampiri para orangtua yang sedang asik berbincang , Anna pun tersadar melihat putranya yang menghampiri dirinya, saat sudah sampai disana Geo diam sejenak karena capek jalan dari taman ke tempat dimana para orangtua berbincang.


"Ada apa sayang?". Tanya Anna menatap putranya.


"Itu bun, aku cuma mau tanya, kalau Cleo kemana ya? kok aku ga liat daritadi?". Tanya Geo yang duduk disamping adiknya Andira.


"Loh kamu ga tau sayang? kan Cleo masih di dalam mobil belum keluar, soalnya Aunty Nia lemes badannya". Jawab Anna pada putranya.


"Ahh pantas saja, aku tidak melihatnya". Ujar Geo menatap bundanya.


"Iyaa syaang, sudah sana kamu kembali pada mereka". Ujar Anna pada Geo.


Geo pun kembali menghampiri para adiknya serta kakaknya, sebelumnya ia minum terlebih dahulu karena haus, Nathalia menyadari kehadiran Geo yang entah dari mana karena sedaritadi asik berbincang bersama Aura.


"Loh dek, dari mana?". Tanya Nathalia padanya.


"Tadi dari bunda kak". Jawab Geo padanya.


"Emangnya mau ngapain kesana?". Tanya Marselina padanya.


"Mau nanya keberadaan adikku yang satu lagi". Jawab Geo yang duduk di dekat Aura.


"Siapa yang kamu maksud?". Tanya Raditya pada adiknya.


"Kalian tidak menyadari sesuatu? coba lihat diantara kita, pasti ada yang kurang". Ujar Geo membuat mereka langsung melihat sekitarnya.


Aura yang terlebih dahulu menyadari tidak adanya Cleo, karena biasanya mereka akan berkumpul bersama, Raditya pun baru menyadari nya jika adik sepupunya itu tidak ada di sekitar mereka yang sedang berbincang riang sedaritadi.


"Memangnya Cleo kemana? udah pulang?". Tanya Aura pada Geo.


"Belum dek, boro mau pulang, daftrar aja belum". Jawab Geo pada Aura.


"Loh Cleo juga daftar sekolah disini?". Tanya Aura kaget.


"Ya jelas lah, orang ini milik keluarga Yunanda yang artinya keluarga aku dan cleo". Jawab Geo padanya.


Beberapa menit kemudian mereka menghampiri para orangtuanya, karena memang tempat duduk tadi sudah mulai terkena panas matahari, hingga membuat mereka kembali pada orangtuanya yang duduk ditempat teduh.

__ADS_1


__ADS_2