
Dua bulan kemudian, tepatnya kehamilan Rania yang memasuki usia ke 9bulan, Anna menemani Rania dirumahnya karena Reynaldi ada urusan yang tak bisa di tinggalkan, serta anak anak juga masih belum pulang sekolah.
"Duh kak, kok gemetar gini ya". Ujar Rania memegang tangan Anna.
"Kenapa sih Nia?". Tanya Anna menatap Rania.
"Kayanya aku mau lahiran deh kak, duh kak sakitt arghh huuaa". Jawab Rania dengan meringis kesakitan.
"Ya ampun, sebentar kakak siapkan dulu mobilnya". Ujar Anna dengan panik.
"Loh, An lo mau kemana?". Tanya Clara yang memang ingin berkunjung.
"Kebetulan lo dateng, bantuin gue cepett, Rania mau lahiran". Jawab Anna padanya.
"Apaa? yaudah ayok". Ujar Clara padanya.
Keduanya mengangkat Rania penuh perjuangan karena beratnya ibu hamil kembar, setelah memasukkan Rania ke dalam mobil, Anna menutup pintu rumah Rania sebelum pergi ke rumah sakit, Clara yang mengemudi mobil tersebut karena Anna harus mengabarkan keluarga nya.
Saat itu Reynaldi sedang membahas proyek bersama Rangga dan Andrio, tetapi kemudian pembicaraan mereka terhenti karena mendengar bunyi ponsel yang bersamaan, mereka sejenak melihat pesan tersebut yang ternyata dari Anna.
Ting!
...My Family Forever...
Annabelle_An
Rania akan melahirkan, kita sedang di perjalanan menuju rumah sakit Yunanda.
^^^Reynaldi_Rania^^^
^^^Okee , kita kesana sekarang @Rangga_Nana @Andrio_Michelle^^^
Annabelle_An
Okee, aku tunggu
Beberapa menit kemudian Anna dan Clara sampai dirumah sakit, mereka langsung saja memanggil dokter dan suster, segera Rania dibawa ke ruang bersalin karena ketubannya udah pecah, Anna dan Clara menunggu diluar dengan cemas.
Selang beberapa menit Reynaldi dan yang lainnya datang, Anna langsung menyuruh Reynaldi masuk ke dalam ruang bersalin, Rangga memeluk istrinya yang lemas karena baru pertama kali Anna mengantar Rania dalam keadaan akan melahirkan.
"Sabar sayang, kuat yaa". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa mas, aku haus, mas bawa minum ngga?". Tanya Anna pada suaminya.
"Nih kebetulan Mas bawa, mas udah mikir pasti kamu haus sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Makasih ya mas". Ujar Anna lalu meminum air yang dibawakan oleh suaminya.
__ADS_1
Oekk.. Oekk.. Oekk
Oekk.. Oekk.. Oeekk
Anna dan yang lainnya sontak saja berdiri, mendengar suara bayi yang terdengar menit kedua, suara tangisan bayi ada dua membuat mereka yakin bahwa Rania benar hamil kembar, hanya saja tidak tau jenis kelaminnya.
"Selamat ya pak bu, anak bapak dan ibu berjenis kelamin lelaki". Ujar Dokter tersebut pada Rania dan Reynaldi.
"Makasih ya dok". Ujar Rania padanya.
"Iya sama sama, kalau begitu saya tinggal, tunggu beberapa menit lagi, ibu bisa pindah ke ruangan". Ujar Dokter tersebut pada Rania.
"Baiklah dokter, terimakasih sekali lagi". Ujar Rania diangguki oleh dokter tersebut.
Beberapa menit kemudian kini Rania telah di pindahkan ke ruangan pasien, semuanya masuk melihat baby kembar lelaki tersebut, sangat tampan seperti papah atau biasa Cleo menyebut nya dengan sebutan papih.
"Siapa nih namanya?". Tanya Mommy Alexa padanya.
"Namanya adalah Reyhan Putra Yunanda Dirgantara dan Reynan Putra Yunanda Dirgantara. panggilnya bebas deh sama sama Rey bedanya satu nan yang satu han". Jawab Rania sambil tersenyum pada mereka.
"Ahh cucu Mommy tambah ramai". Ujar Mommy Alexa pada nya.
"Iyaa jelas dong, tapi akan lebih ramai lagi kalau ditambah dari abang mom". Ujar Anna pada Mommy Alexa.
"Ah benar juga, Michelle kamu belum ngisi lagi?". Tanya Mommy Alexa pada menantunya.
"Ah cepatlah beri Nata dan Marsel adik". Ujar Mommy Alexa membuat Michelle merah merona.
"Kalian selalu membuatnya kan?". Tanya Daddy David semakin membuat Michelle memerah.
"Udah jangan digoda terus ihh kasian istri Rio malu". Ujar Andrio pada mereka.
Anak anak mendekati bayi baru lahir tersebut, Raditya serta yang lainnya gemas melihat nya apalagi dengan pipi gembulnya, Geo mencubit pipi Ghea menggantikan bayi baru lahir tersebut saking gemasnya namun membuat Ghea kesakitan olehnya.
"Ihh abang sakit tau". Ujar Ghea pada Geo.
"Iyaa maaf maaf dek". Ujarnya pada Ghea.
"Heum ya gapapa". ujarnya pada Geo.
"Anak anak kita pulang dulu yuk, kasian baby Mahesa sama Andira bunda titipin ke pengasuh". Ujar Anna diangguki oleh anak anaknya.
Selama dalam perjalanan menuju rumah kediaman mereka, Anna terus merasa khawatir pada kedua anaknya yang berada dirumah, beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman Anna dan Rangga.
Anna segera turun dari mobil di ikuti oleh anak anaknya, saat ia memasuki rumah nya ternyata pengasuhnya sedang kepanikan, karena Andira jatuh dan berdarah, Anna segera menggendong anaknya yang pingsan karena memang phobia melihat darah.
"Sayang, bisakah salah satu dari kalian menggendong Andira?". Tanya Anna pada anak anaknya.
__ADS_1
"Bisa bunda, biar abang Radit aja". Jawab Raditya segera mengambil alih Andira dari Anna.
"Kalian diam dirumah ya, kabari ayah sayang". Ujar Anna pada ketiga anaknya yang lainnya.
"Baik bunda". Ujar mereka pada Anna.
Sedangkan saat itu Rangga tidak menyadari kepulangan istrinya ke rumah, ponselnya bergetar menandakan adanya pesan dan disana terlihat nama dari salah satu anaknya yang bernama Ghea, segera Rangga membuka nya.
...Ghea Anakku...
...Online...
Ayah, adek Andira dibawa kerumah sakit karena jatuh dari tangga garagara licin.
^^^Astaga, rumah sakit mana sayang?^^^
Kayanya rumah sakit milik ayah deh, mungkin bunda membawanya kesana
^^^Baiklah ayah akan tunggu didepan lobi^^^
Iyaa ayahh
Rangga berpamitan pada mereka untuk menunggu Anna di depan lobi, hingga beberapa menit kemudian mobil yang ia kenali tiba, segera saja Rangga membuka pintu lalu menggendong Andira saat mobil berhenti.
"Sayang, tahan yah Cantiknya ayah". ujar Rangga membawa Andira sambil berlari.
"Ayah mohon kamu kuat ya syaang". Ujar Rangga karena melihat darah masih mengalir.
"Dokter!! suster!! tolong anak saya". teriak Rangga membuat dokter dan suster segera mendatanginya.
Andira dibaringkan di ranjang rumah sakit lalu dibawa masuk ke ruang IGD, Rangga dan Anna mondar mandir menunggu dokter keluar dari ruangan, Raditya juga tak kalah cemasnya dengan kedua orangtuanya.
Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan, sontak membuat Anna dan Rangga serta Raditya menoleh padanya, hendak menanyakan keadaan putrinya tetapi lebih dulu ada seseorang yang bertanya.
"Bagaimana keadaan cucu saya dok?". Tanya Mommy Alexa yang memang tadi melihat Anna dan Rangga.
"Syukurlah kalian membawa nya dengan cepat, jika tidak mungkin putri tuan dan nyonya tidak akan selamat, tetapi sekarang butuh banyak golongan darah B karena stok dirumah sakit tinggal sedikit". Ujar dokter tersebut membuat mereka panik.
"Ambil darah saya dok". Ujar mereka kompak.
"Yaudah mari kita periksa terlebih dahulu". Ujar dokter diangguki yang lainnya.
Beberapa menit kemudian mereka mengucap syukur karena Andira telah sadar, namun perlu waktu istirahat membuat mereka tidak bisa langsung masuk ke dalam ruangan, hanya bisa melihat dari luar kaca.
...****************...
Harusnya ini bareng sama yang kemarin, hanya saja aku lupa update 🤣
__ADS_1