
Anna menatap anak anaknya yang kini tumbuh semakin besar, sungguh Anna tidak menyangka kini Andira dan Mahesa semakin besar, padahal Anna merasa mereka masih kecil tetapi melihat paras mereka berdua membuat Anna merasa mereka sudah berumur 18tahun padahal umurnya belum memasuki 18 tahun.
Jika Andira akan memasuki usia 18tahun berbeda dengan Mahesa yang akan memasuki usia 14 tahun, makanya Anna merasa pertumbuhan anaknya sangat cepat sehingga tinggi badannya saja begitu berbeda, sungguh Anna merasa Mahesa bukanlah anak SMP melainkan SMA.
Andira sekarang sedang menjalani masa masa kuliah nya di kampus milik keluarga Yunanda, dia menjadi gadis yang sangat imut membuat para kaum Adam menyukainya, tetapi Andira sangat jarang tersenyum dan berbicara pada orang yang tidak ia kenali sama sekali.
"Andira sayang". Panggil Anna pada anaknya.
"Iyaa kenapa bunda?". Tanya Andira padanya.
"Kamu ada kuliah pagi Syaang?". Tanya Anna pada anaknya.
"Ngga bunda, nanti siang, kenapa emangnya?". Tanya Andira pada bundanya.
"Bunda cuman mau ngajak kamu ke rumah kak Ghea, biar nanti kamu berangkat dari sana aja". Jawab Anna pada anaknya.
"Yaudah ayok ajaa bun, Dira juga kangen banget sama ponakan Dira". Ujarnya pada Anna.
"Yaudah ayok sayang, kamu siap siap". Ujar Anna diangguki oleh anaknya.
Beberapa menit kemudian keduanya telah siap, Rangga masih berada di kampus mengecek data mahasiswa, sedangkan Mahesa sedang melaksanakan ujian sekolah tingkat akhir, karena beberapa bulan lagi Mahesa akan lulus SMP.
Keduanya sampai di rumah Ghea, kebetulan Ghea sedang mengajak anaknya bermain di halaman depan jadi jelas Ghea bisa melihat mereka berdua turun dari mobil, Ghea bangkit dari duduknya lalu menyalimi tangan bundanya dan mengusap rambut adiknya yang sangat imut.
"Bunda apakabar?". tanya Ghea pada Anna.
"Bunda baik sayang, kalian kabarnya gimana?". Tanya Anna pada anaknya.
"Kita juga baik bunda". Jawabnya pada Anna.
"Syukurlah kalau begitu, Haii cucu omaa". Ujar Anna mencium pipi cucunya satu persatu.
"Haii oma". Ujar Bintang dan Bulan padanya.
"Lagi main apa sayang?". Tanya Anna pada keduanya.
"Lagi main mobil mobilan Oma". Jawab keduanya pada Anna.
"Loh kok Bulan main mobil mobilan? kenapa ngga barbie aja syaang?". Tanya Anna menatap cucunya.
"Dia beda dari yang lain bun". Bukannya Bulan yang menjawabnya melainkan Ghea.
"Kenapa emangnya kak?". tanya Andira yang sedaritadi diam.
"Bulan ngga suka main barbie dek". Jawabnya pada adiknya.
"Kayanya tomboi nih anak kakak". ujar Andira padanya.
"Ah jangan dong". ujarnya pada adiknya.
"Gambaran nya kan kaya kakak, kakak ngga inget dulu tampilan nya tomboi, sekarang aja peminim karena udah nikah". Ujar Andira membuat Ghea seketika terdiam.
"Ahh iyaa benar juga, pas hamil kadang juga tampilan kamu tomboi loh sayang". Ujar Anna pada anaknya.
"Heum gitu ya bun". Ujarnya sambil nyengir.
__ADS_1
"Iyaa syaang". Ujarnya pada anaknya.
Kini mereka hanya berempat dengan kedua anak Ghea dan Andreas, Karena Andira sudah berangkat kuliah hingga menyisakan mereka berempat, Anna juga meminta izin pada anaknya untuk memasak dirumahnya, Ghea melarangnya tapi Anna tetap saja kekeuh ingin memasakkan makanan kesukaan anaknya.
Ghea yang melihat itu terharu, bundanya adalah segalanya begitupun dengan ayahnya, mereka berdua yang merawat Ghea dengan penuh kasih syang, keringat mereka saat merawat anak anaknya tidak dihiraukan membuatnya sedih.
"Sayang kamu kenapa sedih?". Tanya Andreas pada istrinya.
"Ah gapapa mas". Jawabnya pada suaminya sambil tersenyum tipis.
"Beneran gapapa sayang?". Tanya Andreas menatap wajah istrinya.
"Iyaa beneran gapapa mas". Jawabnya pada Andreas.
"Heum. yaudah kalau gapapa sayang, jangan sedih gitu dong". Ujarnya pada sang istri.
"Iyaa engga mas nih aku senyum nih". Ujarnya sambil tertawa pelan pada suaminya.
Ting!
...Renata 🤗...
...Online...
Haii Ghea, mamah muda 👋🏻👋🏻
Aku merindukan ponakan ku , bolehkan aku berkunjung ke rumahmu?
Renata cantik kan?
^^^Haii juga Renaaaa 👋🏻👋🏻^^^
^^^Maaf kayanya gabisa dehh, aku lagi kumpul keluarga nih Ren 😢^^^
^^^Wah kau semakin cantik saja ren 😂^^^
^^^Aku juga Cantikkan 😂😁^^^
Tentu saja aku juga merindukan mu Ghea 😂🤗
Yah, yaudah deh gapapa deh besok aja deh aku kerumahh yaa 🤗
Wah udah jadi mamah muda terlihat belum nikah aja kamu Ghea 😂 apalagi tampilan kamu berbeda setelah menikah 😂
^^^Aku juga merindukan mu kalau begitu 😂🤗^^^
^^^Okee deh terserah kamu aja Ren 😂^^^
^^^Jelas dong awet muda gitu loh 🤣^^^
Yaudah kalau gitu udah dulu yaa, byee Ghea ku sayang 👋🏻👋🏻🤗❤
^^^Bye juga Renatakuuu 👋🏻👋🏻🤗❤^^^
Ghea menyimpan ponselnya setelah selesai berbalas pesan pada sahabatnya, Andreas yang melihat itupun hanya tersenyum karena tau istrinya pasti sedang berkabaran dengan sahabat satu satunya yang ia kenali begitupun Rachel yang mempunyai sahabat satu satunya Chika.
__ADS_1
"Sayang". Panggil Anna pada putrinya Ghea.
"Iyaa bunda?". Tanya Ghea padanya.
"Kamu kenapa sayang?". Tanya Anna pada Ghea.
"Kenapa apanya bunda?". Tanya balik Ghea pada bundanya.
"Kamu habis nangis ya?". Tanya Anna pasa anaknya.
"Engga tuh bun". Jawab Ghea pada bundanya.
"Jangan bohong syaang". Ujarnya pada anaknya.
"Emang beneran ngga nangis bunda, mata Ghea cuman kelilipan aja tadi". Ujarnya pada Bundanya.
"Bener Dre?". Tanya Anna pada Andreas yang duduk disamping anaknya.
"Beneran kok bunda, tadi Ghea kelilipan bun". jawabnya meyakinkan mertuanya.
"Yaudah kalau begitu, bunda kembali kesana ya"..Ujarnya menunjuk halaman belakang.
"Iyaa bunda". Ujar mereka berdua pada Anna.
Beberapa jam kemudian semuanya berpamitan pulang pada Anna dan Rangga, keduanya mengantar mereka semua sampai pintu depan lalu melambaikan tangannya saat melihat mobil mereka berlalu dari rumahnya.
"Sayang, tersisa kita berlima deh". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Ngga nyangka kita udah semakin tua aja tapi wajah kita masih awet muda aja dari wajah". Ujar Rangga terkekeh pada istrinya.
"Haaha benar juga yang kamu bilang mas". Ujar Anna pada suaminya sambil tersenyum manis.
"Yaudah yuk masuk kedalam rumah sayang". Ajak Rangga pada istrinya.
"Iyaa hayu mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Bun, Geo pergi ya bun". Ujarnya pada Anna.
"Mau kemana kamu sayang?". Tanya Anna pada anaknya.
"Ngapelin Luna bun". Jawabnya sambil berteriak dari luar rumah.
"Dasar anak itu bukannya pamitan yang bener". Gerutu Rangga melihat tingkah anaknya.
"Udah mas ngga papa". ujarnya mengelus lengan suaminya.
Mereka berdua duduk diruang tengah begitu juga dengan Andira dan Mahesa, kini Mahesa sudah kuliah begitupun Andira yang melanjutkan S2, kini Anna menatap kedua anaknya yang sudah beranjak dewasa tak terasa cairan bening meluncur begitu saja pada pipi Anna.
"Sayang kamu nangis?". tanya Rangga pada istrinya.
"Apa? nangis?". Tanya Anna sambil memegang pipi nya sendiri.
"Kenapa sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Ah aku hanya merasa sedih, anak anak begitu cepat besarnya mas". Jawab Anna pada suaminya.
"Ya makanya perlahan lahan mereka akan menemukan tambatan hatinya". Ujar Rangga menatap kedua anaknya yang asik mengerjakan tugas.
__ADS_1
...****************...
Maaf ya kalau lama update nya, lagi puasa :)