Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 44


__ADS_3

Empat Tahun Kemudian...


Kini usia anak Rangga dan Anna sudah memasuki umur 5 tahun begitupun dengan anak Andrio dan Michelle hanya beda 3 bulan saja, Anna mengantar keempat anaknya pergi ke sekolah TK VEGAS MANDIRI.


"Ingat kata bunda yaa, jangan.. ". Sengaja Anna tidak melanjutkan nya.


"Jangan bandel, belajar yang benar bun". Ujar mereka barengan.


"Pinternya anak bunda". Ujar Anna mengecup pipi mereka satu persatu.


"Iya harus pinter dong bun". Ujar Ghea yang kini sangat lucu.


"Yaudah sanah masuk, bareng sama Kak Marselina dan Kak Natalia yaa". Ujar Anna pada mereka.


Marselina atau biasa di panggil Marsel dan Natalia menunggu mereka di gerbang dengan tersenyum , walaupun mereka lahir beda 3 bulan tapi orangtuanya tetap mengajari anaknya memanggil dengan sebutan abang atau kakak.


"Kak Marselll". Panggil Geo memeluk kakaknya itu.


"Ehh Geo, untung aku bisa nahan". Ujar Marsel saat adiknya itu tiba tiba memeluknya.


"Kangen tau kak". Ujar Geo padanya dengan lucu.


"Iyaa kakak juga kangen". Ujar Marsel mengelus rambut adiknya.


"Udah ah Ayok masuk". Ujar Natalia pada mereka.


Mereka pun masuk bersama, banyak yang menatap kagum mereka karena tampan dan cantik, membuat semuanya ingin berteman dengan mereka, namun diantara Marselina dan yang lainnya hanya Ghea dan Geo terlihat cuek.


"Senyum dong, masa sama kakak terus sama abang doang senyum nya". Ujar Marselina pada Geo ataupun Ghea.


"Ngga males kak". Ujar mereka berdua.


"Kalian tuh yaa, senyum tuh kaya Raditya dan Rachel". Ujar Natalia menggandeng tangannya.


Raditya dan Rachel memang selalu tersenyum ramah pada teman nya, tapi berbeda dengan Geo dan Ghea mereka hanya tersenyum atau tertawa di hadapan keluarganya.


Sedangkan Rania sedang mengurus anaknya yang semakin aktif, apalagi dengan lincahnya dia berbicara tanpa cadel seperti dulu anak anak Anna dan Andrio membuat Rania serta keluarga nya kagum.


"Mamah, kapan Cleo sekolah seperti abang dan kakak?". Tanya Cleo padanya.


"Tunggu umur kamu sama kaya abang dan kakakmu ya sayang". jawab Rania pada putranya.


"Tapi kan aku udah umur 4tahun mam". Ujar Cleo padanya.


"Coba Tanya papa sayang".Ujar Rania membuat anaknya menghampiri sang papa.

__ADS_1


"Papaa, kapan aku bisa sekolah seperti Kak Marsel atau abang Geo?". Tanya Cleo pada Reynaldi.


Reynaldi berpikir sejenak, anaknya memang pintar sudah bisa masuk sekolah TK seharusnya, tetapi anaknya harus beradaptasi dengan lingkungan baru serta harus berada di dekat Marselina serta yang lainnya, karena Rey takut anak nya dibully oleh yang lain.


"Baiklah boleh sayang, tapi kamu harus selalu berada didekat abang atau kakakmu, okee". Ujar Reynaldi membuat Cleopatra senang bukan main.


"Makasih papa, aku sangat menyayangimu". Ujar Cleo mencium pipi Rey.


"Ohh jadi sama mamah ngga sayang nih?". Tanya Rania dengan pura pura marah.


"Yaa sayang dong mam, i love you so much Mommy". Jawab Cleo dengan mengecup pipi Rania.


"Ahh terimakasih sayang, mama senang mendengarnya, mama pun menyayangimu". Ujar Rania memeluk putranya serta mencium keningnya.


Daddy Dimitri serta Mommy Jinny saling menoleh, mereka senang Rania berbahagia dengan keluarga kecilnya, Cleopatra menoleh pada Opa dan omanya lalu memeluknya karena senang.


"Akhirnya Cleo akan sekolah bareng dengan abang Geo dan yang lainnya Opa Oma". Ujar Cleo sambil tersenyum senang.


"Iyaa jagoan Opa, nanti harus belajar yang rajin ya biar jadi orang sukses". Ujar Daddy Dimitri mengelus rambut cucu nya.


"Iyaa siapp opaa". Ujar Cleo sambil memberi hormat pada Daddy Dimitri.


"Hahah lucu nya cucu oma ini". Ujar Mommy Jinny memeluk cucu nya.


Sedangkan kembali pada Marselina serta yang lainnya, kini mereka sedang beristirahat bersama memakan bekal yang dibekali oleh orangtuanya.


"Gausah gitu natapnya, pasti kakak kasih nih". Ujar Natalia pada Rachel.


"Makasih kakak". Ujar Rachel dengan tersenyum senang.


"Iyaa syaang sama sama". Ujar Natalia tersenyum pada Rachel.


Beberapa jam kemudian, waktunya mereka pulang karena para orangtua sudah menunggu di depan, Anna tersenyum saat anaknya berlari ke arahnya.


"Bundaaa". Teriak mereka padanya.


"Haii cantik dan tampannya bunda". Ujar Anna memeluk keempatnya.


"Halo Aunty". Sapa Marselina dan Natalia.


"Ahh Haii ponakan Aunty, Mommy kalian belum Menjemput?". Tanya Anna yang memang tidak melihat mobil Michelle..


"Heum mungkin telat aunty". Jawab Marselina pada Anna.


Hingga beberapa menit kemudian datanglah Andrio dan Michelle yang memang akan menjemput mereka, keduanya senang pun memeluk orangtua nya.

__ADS_1


"Wahh akhirnya daddy ngejemput kita juga ya ngga dek?". Tanya Marselina pada adiknya Natalia.


"Iyaa benar kak, jarang loh daddy ikut ngejemput kita pulang sekolah". Jawab Natalia membuat Andrio merasa bersalah.


"Maafin daddy sayang, kedepannya daddy akan ikut mengantar dan menjemput kaluan". Ujar Andrio memeluk anaknya.


"Horeee!! bener yaa dad". Ujar keduanya dengan senang.


"Iyaa sayang benar". Ujar Andrio pada anaknya.


Beberapa menit kemudian Anna dan Michelle kembali bertemu, karena memang mereka berjanji akan datang ke rumah kediaman Reynaldi dan Rania.


"Horee abang dan kakak kesinii". Teriak Cleo senang.


"Iyaa karena kita kangen samaa adik kita ini". Jawab Geo yang tersenyum pada Cleo.


"Cleo juga kangen abangg". Ujar Cleo memeluk abangnya.


"Cuman kangen abang doang? ngga kangen sama kita?". Tanya Raditya pada nya.


"Huaaa yaa kangen dongg abangg". Jawab Cleo memeluk kelimanya dengan erat.


Untung saja Anna menahan tubuh mereka agar tidak terjatuh ke bawah, sedangkan yang lainnya menahan senyumnya lucu, karena Raditya tiba tiba berlari ke arah Reynaldi.


"Owhh ponakan uncle makin Tampan". Ujar Reynaldi sambil mengelus rambut Ponakannya.


"Kangenn Uncle". Ujar Raditya padanya.


"Kangen Uncle apa mainan dari uncle nih?". Tanya Reynaldi sambil tertawa pelan.


"Dua duanya uncle". Jawab Raditya membuat tertawa.


Sedangkan Ghea berlari ke arah Rania, yang memang sejak dari bayi selalu dekat dengannya, Rania memeluk ponakannya sedangkan yang lainnya memeluk Daddy Dimitri dan Mommy Jinny.


"Wah cucu opa makin tampan dan cantik". Ujar Daddy Dimitri pada mereka.


"Tentu saja Opa". Ujar Rachel sambil tersenyum.


"Ohh ya sebentar lagi aku akan sekolah bareng abang dan kakak loh". Ujar Cleo dengan gembira.


"Oh yaa?". Tanya Geo dengan tidak percaya.


"Tanya Saja sama papa". Jawab Cleo pada abangnya.


Reynaldi pun menganggukki nya, membuat Geo memeluk adiknya itu dengan senang, karena Cleo wataknya sama seperti dirinya, akan dingin didepan orang yang tidak kenal kecuali keluarga.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian mereka berpamitan pada Reynaldi dan Rania, karena mereka ada urusan masing masing, selama dalam perjalanan pulang Geo serta yang lainnya tertidur karena kelelahan.


Terimakasih tuhan, sungguh keindahan yang membuatku merasa senang. Batin Anna menatap ke empat anaknya.


__ADS_2