
Michelle yang saat itu sedang bersiap untuk kerumah sakit setelah selesai dengan pekerjaannya pun terhenti, karena ada pesan dari Mommy Alexa yang mengabari bahwa Andrio tiba tiba kejang kejang membuatnya khawatir.
Segera saja Michelle berlari, lalu memakai mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan rendah karena jika ia membawanya dengan kebut akan berbahaya, sesampainya ia di parkiran rumah sakit Michelle pun langsung berlari masuk kedalam.
Semoga kamu ngga papa Rio. Batin Michelle cemas.
Sesampainya didepan ruangan Rio, ia langsung menerobos masuk dan melihat Rio sedang pura pura tidur seakan ia kritis, dikelilingi keluarganya Michelle menghampiri ranjang Andrio.
"Mom, Andrio kenapa?". Tanya Michelle dengan khawatir.
"Andrio tiba tiba saja kritis nak". Jawab Mommy Alexa dengan matanya berkaca kaca.
"Kok bisa mom? padahal sebelumnya kan baik baik aja". ujar Michelle tertegun.
"Mommy juga tidak tau sayang, tiba tiba saja dia seperti itu". Ujar Mommy Alexa pada nya..
Anna dan Rangga mencoba menahan untuk tidak tersenyum, karena memang Anna yang meminta abangnya untuk berpura pura kritis sebelum mengucapkan aku sayang kamu pada Michelle.
"Yaudah kamu jaga Andrio ya, Mommy serta Anna dan Rangga ada urusan". Ujar Mommy Alexa pada nya.
Anna akan mendengarkan ucapan abangnya dari luar begitu juga dengan Rangga dan Mommy nya, Michelle mulai mendekati ranjang Andrio lalu mengelus muka Andrio dengan lembut.
"Cepat sadar ya Rio, jangan tinggalin aku". Ujar Michelle dengan pelan.
"Aku menyayangi mu Rio, jadi cepatlah sadar, aku janji akan mengabulkan apapun permintaan mu". Ujar Michelle pada Rio.
Beberapa menit kemudian Andrio menggerakkan jarinya, saat akan memencet tombol untuk memanggil dokter, ia terhenti karena Andrio langsung memegang tangannya.
"Beneran, apapun yang aku minta akan kamu kabulkan?". Tanya Andrio dengan lembut.
Hahh? aku kamu? biasanya juga lo gue. Batin Michelle kaget.
"Eum iyaa Rio". Jawab Michelle dengan gugup.
"Kalau gitu, jadi calon istri aku mulai hari ini, gaada penolakan". Ujar Andrio membuat Michelle serta yang mendengarnya dari luar melongo.
__ADS_1
Andrio yang melihat Michelle hanya diam saja pun takut ia ditolak, tapi ia kan sudah mengancam Michelle, ia berusaha tenang agar tidak terlihat bahwa ia tegang.
"Kok malah ngelamun? mau kan?". Tanya Andrio pada Michelle.
"Kamu tuh nawar apa lagi ngelamar? kok ngga romantis banget sih". Ujar Michelle kesal pada nya.
Ahh bego banget sih gue, ya pantes aja dia diem gitu, ngelamar kaya bukan ngelamar aja. Batin Andrio kesal pada dirinya sendiri.
"Hahaah maaf maaff, aku ulang dehh, Michelle maukah kau menjadi istri serta ibu dari anak anakku?". Tanya Andrio dengan kotak cincin yang telah ia siapkan.
Michelle yang melihat itu terharu, walau dilamar di rumah sakit tak apalah setidaknya ia bahagia, mungkin lamaran ia dan Andrio sedikit berbeda dengan yang lainnya.
"Iyaa aku mau". Jawab Michelle dengan perasaan senang.
"Yess, makasih sayangg, aku sayang kamu Michelle". Ujar Andrio memeluk Michelle.
Anna serta yang lain meendengar itupun Bahagia, ngidam Anna terpenuhi oleh abangnya, sekarang ia akan punya kakak ipar , senang sekali rasanya sebagai orang tua mendengar anaknya melamar perempuan yang ia sukai.
"Mommy masuk yu, pegel nih". Ajak Anna diangguki oleh Mommy Alexa.
"Ahh selamat yaa sayangg, kalian harus menikah dengan cepatt, biar cucu Mommy bertambah". Ujar Mommy Alexa memeluk Michelle.
"Lahh mom, anak Anna aja belum lahir masih proses itu". Ujar Andrio pada Mommy nya.
"Biarin, biar ramai rumah dengan anak kecil". Ujar Mommy Alexa pada putranya.
"Heum iyaa deh gimana mommy". Ujar Andrio pada nya.
"Eh tunggu, tapi kata kamu, kamu suka Nayla Rio". Ujar Michelle menatap calon suaminya.
Sebelum menjawab datanglah Nayla dengan pria yang Michelle kenal, dia adalah Hendra ****Putra**** Bagaskara CEO yang bekerja sama dengan Andrio. Dialah yang membuat Andrio berada di rumah sakit.
"Kamu!! mau apa kamu kesini!". Teriak Michelle marah pada Hendra.
"Syaang Hey, kamu kenapa marah padanya?". Tanya Mommy Alexa mengelus punggung Michelle.
__ADS_1
"Mom, dia yang udah nabrak Andrio sampai masuk rumah sakit sekarang". Jawab Michelle membuat Mommy Alexa serta Anna dan Rangga menoleh pada Hendra.
"Hendra, tante ngga nyangka kamu melakukan itu". Ujar Mommy Alexa kecewa pada ponakannya itu.
"Tante, maafin Hendra, karena terlalu cemburu membuat Hendra melakukan itu pada Andrio". Ujar Hendra menunduk padanya.
"Cemburu? kamu suka sama Michelle?". Tanya Mommy Alexa menatapnya.
"Bukan tante, tapi aku suka sama Nayla". Jawab Hendra padanya.
"Astaga, kalian berdua benar benar yaa, sekarang cepat jelaskan pada Mommy Rio, apakah kamu menyukai Nayla apa Michelle?". Tanya Mommy Alexa pada nya.
"Mommy aku tentu aja suka sama Michelle, aku dekat dengan Nayla karena aku ingin mengetahui apa kesukaan Michelle, apa yang Michelle ng-ga suka, bagaimana kehidupan Michelle, apakah Michelle akan suka juga pada Andrio, selama bertahun tahun Rio berjuang keras untuk bisa membanggakan nya mom, perusahaan yang Andrio miliki sekarang adalah hasilnya mom, Rio tidak mau mengganti Daddy karena Rio mempunyai perusahaan sendiri, Michelle maafkan aku yang sudah membohongi mU bertahun tahun lamanya, jujur aku sudah jatuh cinta saat kita bertemu untuk pertama kalinya". Ujar Andrio panjang lebar membuat semuanya kaget serta Hendra yang telah salah paham.
"Asal lo tau Hendra, Nayla sangat mencintai lo, bahkan dia menanyakan berbagai cara ke gue agar lo membuka hati , tetapi gue malah kena imbasnya". Ujar Andrio pada sepupunya.
"Rio, gue minta maaf gue udah salah paham sama lo, gue juga sadar bahwa gue juga cinta sama Nayla saat itu, maafin gue Rio". Ujar Hendra pada Andrio.
"Iyaa gapapa santai aja, untung gue ga sampe amnesia juga, kasian calon istri gue". Ujar Andrio sambil menggenggam tangan Michelle.
Michelle masih terkejut dengan pengakuan Andrio, jadi selama ini cintanya memang terbatas hanya saja Andrio ingin membuktikannya dengan jadinya perusahaan yang bernama MAC Company.
"Kenapa ga jujur aja sih Rio?". Tanya Michelle dengan mata berkaca kaca..
"Karena aku mau membuktikan keseriusan ku padamu sayang". Jawab Andrio pada Michelle.
Anna serta yang lain meninggalkan ruangan, memberikan waktu untuk mereka berdua, Nayla sendiri sudah meminta maaf pada sahabatnya Michelle dan Michelle pun memaafkan nya.
"Tetapi kan ga harus bohongin aku bertahun tahun seperti ini Rio, bagaimana jika aku menyerah pada waktu itu?". Tanya Michelle dengan tersedu.
"Aku yang akan mengejarmu, menjadi milikku dan tak akan aku lepaskan". Jawab Andrio memeluk Michelle.
"Maafin aku sayang, jangan nangis lagi oke". Ujar Andrio menghapus air mata Michelle.
Mereka berdua kembali berpelukan sedangkan yang lainnya memilih pulang ke rumahh, karena sudah ada Michelle yang menjaga Andrio.
__ADS_1