Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 58


__ADS_3

Cleopatra mendekati Ghea yang sedang memeluk seseorang saat akan pulang, karena ia paling terlambat mendaftar sekolah, Aura melihat Cleo dengan senyuman manisnya membuat Cleo terpaku di tempat, membuat kedua adiknya berhenti berjalan.


"Abang". Panggil keduanya pada Cleo.


"Ahh iyaa kenapa dek?". Tanya Cleo pada adiknya.


"Kok berhenti ? maju lagii". Ujar Raina padanya.


"Iya bang". Ujar Randy padanya.


Cleo pun maju menghampiri mereka dengan wajah masih kaget, Aura semakin tersenyum saat Cleo yang ia cari sedaritadi baru muncul, Geo menarik tangan Cleo karena lama sekali berjalan saja pikirnya.


"Abang ihh kok main tarik aja". Ujar Cleo pada abangnya.


"Lagian kamu jalan aja lama banget sih Cleo". Ujar Geo pada nya.


"Ya maaf, aku kan masih kaget bang liat Aura". Ujar Cleo menunduk.


"Cleo Apakabar?". Tanya Aura dengan senyuman manisnya.


"Aku baik, kamu sendiri?". Tanya balik Cleo pada Aura.


"Aku juga baik sangat baikk". Jawab Aura sambil tersenyum senang.


Cleo pun tersenyum saat melihat Aura tersenyum seperti itu padanya, sungguh ia merasa senang karena melihat orang yang ia sukai ada di hadapannya, para orangtua yang melihat itu pun tersenyum karena akhirnya Aura tidak trauma melihat Cleo.


"Kamu sekolah disini juga?". Tanya Cleo pada Aura.


"Iyaa Cleo, aku sangat merindukan kalian, kebetulan memang pekerjaan kedua orangtua ku dipindahkan ke Jakarta". Jawab Aura dengan tersenyum senang.


"Syukurlahh kamu pindahh dek". Celetuk Natalia padanya.


"Memangnya kenapa kak?". Tanya Aura padanya.


"Cleo sangat berubah saat kamu pergi, dia bahkan lebih dingin dan datar tapi sekarang kakak melihat senyuman nya lagi, setelah 6tahun ia tidak tunjukkan didepan semua orang". Jawab Natalia memandang Cleo yang kini menunduk.


"Wahh benarkah? ternyata kamu merindukanku juga ya? ". Goda Aura pada Cleo.


"Ihh apaan engga". Ujar Cleo memalingkan wajahnya.


Semuanya terbahak bahak melihat reaksi Cleo tersebut, hingga beberapa menit kemudian mereka berpamitan untuk pulang, karena besok hari pertama MOPD banyak yang harus mereka siapkan tentunya.


Selama dalam perjalanan pulang, Cleo tersenyum senang membuat yang lainnya juga ikut tersenyum bahagia, Ghea selalu menceritakan apa yang tadi mereka bincangkan dengan Aura pada Cleo, karena hanya Cleo yang tidak ada saat itu.

__ADS_1


"Kamu senang sekali dia kembali Cleo?". Tanya Raditya padanya.


"Tentu saja aku senang bang, karena selama aku membuatnya trauma, aku belum pernah melihatnya tersenyum lebar seperti tadi". Jawab Cleo dengan menatap Raditya.


"Kau suka ya sama Aura dek?". Goda Raditya sambil mengangkat alisnya.


"Heii kalian itu masih kecill, belajar yang benar jangan mikir buat pacaran dibelakang bunda yaa". Ujar Anna pura pura kesal.


"Iyaa maaf bunda, aunty". Jawab mereka bersama pada Anna.


Anna hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan senyumnya, Rangga yang berada di sampingnya pun hanya terkekeh ketika sadar istrinya hanya pura pura kesal, Rangga mengusap kepala istrinya membuat sang empunya menoleh.


Sedangkan Reynaldi yang melihatnya kesal, karena Rangga seperti akan pamer kemesraan, Rania yang sadar dengan suaminya langsung menoleh ke depan, pantas saja suaminya kaya cacing kepanasan toh pikir Rania.


"Anak anak bagaimana jika nanti Aura pergi kembali ke Amsterdam?". Tanya Anna pada mereka.


"Ya kita harus kembali mengikhlaskan nya pergi bunda". Jawab Rachel dengan bijak.


"Aku gamau dia pergi Aunty gamau". Jawab Cleo dengan kesal.


"His, kan Aunty hanya bertanya sayang". Ujar Anna menatap ponakannya itu.


Anna yang menatap Cleo hanya memalingkan wajahnya pun gemas sendiri, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga kecil Anna, karena mobil Reynaldi masih terparkir disana.


"Hiks bundaa cakitt". Ujar Andira sambil memegang lututnya.


"Kan bunda udah bilang sayang, jangan lari kan jadinya jatoh". Ujar Anna memeriksa lutut anaknya yang sedikit mengeluarkan darah.


"Calah temboklah bunda, culuh capa diam dicana hiks". Ujarnya terisak sambil memeluk Anna.


"Sini ayah gendong sayang". Ujar Rangga saat sudah menidurkan Mahesa di kamar.


Anna dan yang lainnya masuk kedalam rumah kecuali para anak anak yang sudah diam di ruang tengah, Reynaldi dan Rania istirahat sejenak apalagi Rania yang kini tengah hamil saat mereka menyimpang ke rumah sakit sebentar.


"Usianya baru 4 minggu yang artinya sebulan ya mas". ujar Rania pada suaminya.


"Iyaa sayang, mas ngga nyangka akan cepat jadinya". Ujar Rey padanya.


"Apanya yang cepat Pah?". Tanya Cleo dengan polosnya.


"Itu apa yaa, kamu tumbuh sangat cepat sayang, sekarang kamu akan masuk SMP padahal papah serasa baru saja mengajarkan kamu berjalan". Jawab Reynaldi berkaca kaca.


"Papah jangan nangiss". Ujar Cleo mengusap air mata Rey yang tiba tiba saja keluar.

__ADS_1


"Iyaa syangg". Ujar Rey tersenyum lalu memeluk anaknya itu.


Sedangkan kini Anna sedang menyiapkan minuman dingin untuk mereka semua, dibantu oleh suaminya Anna membawa minuman dingin tersebut ke ruang tengah, Rania yang melihat itu merasa senang untung saja Anna membuat minuman jus buah.


"Ahh segar bangett kak". Ujar Rania yang memang haus.


"Haus banget ya sampai udah habis aja?". Tanya Reynaldi pada istrinya.


"Yaiyalah mas, aku kan sekarang berbadan dua". Jawab Rania pada suaminya.


"Ah iyaa jadi benar kamu hamil lagi Nia?". Tanya Anna pada adik iparnya.


"Iyaa kak". Jawab Rania sambil meminum jus milik suaminya.


"Loh kok yang mas di minum juga?". Tanya Rey padanya.


"Aku masih pengen mas hehe". Jawab Rania dengan terkekeh.


Beberapa menit kemudian akhirnya Rania sekeluarga pamit untuk pulang, Anna dan Rangga mengantar mereka sampai depan pintu, setelah melihat Rania sekeluarga tak terlihat mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah.


Anna dan Rangga duduk di sofa ruang tengah, karena anak anak sedang tidur sebelum nanti menyiapkan apa yang harus mereka bawa besok ke sekolah, Rangga tiba tiba mengelus perut istrinya membuat Anna mendelik.


"Mas, yang hamil adikmu, bukan akuu". Ujar Anna pada suaminya.


"Aku juga pengen mempunyai anak lagi sayang". Ujar Rangga membuat Anna melototkan matanya.


"Kamu aja sana yang hamill". Ujar Anna kesal pada suaminya.


"Banyak anak banyak rezekinya loh sayang". Ujar Rangga menggoda istrinya.


"Kan udah banyak mas ihh, Udahh enam anak kitaa". Rengek Anna pada suaminya.


"Mumpung umur kita masih bisa memproduksi sayang". Ujar Rangga mengangkat alisnya pada sang istri.


"Aku aja udah 31tahun kesebut tua tau mas". Ujar Anna pada suaminya.


"Eh mana ada sayang, masih muda ituu kalau mas walaupun umur tua juga masih kuat". Ujar Rangga pada istrinya.


"Iyaa mas emang udah tua tapi keliatan muda, udah 35tahun". Ujar Anna mendelik.


Tiba tiba Anna merindukan adik angkatnya Aera dan Lion, apakabar mereka? bagaimana kuliahnya di Amerika? duh jarang banget bisa kumpul jadi membuatnya rindu sekali pada dua bocah itu, tiba tiba ia mendengar suara yang sangat ia rindukan.


"KAK ANNA KAK RANGGA". Teriak seseorang membuat keduanya menoleh.

__ADS_1


Astaga, ngga mungkin kan. Batin Anna berkaca kaca.


__ADS_2