
Satu tahun kemudian..
Kini usia Baby Gisella sudah memasuki umur 1 tahun 3 bulan sedangkan Baby Arion sudah memasuki umur 1 tahun 1 bulan, bahkan Andira dan Mahesa sudah menikah hanya beda lima bulan.
"Lucu banget ya ponakan Aunty ini". Ujar Andira gemas menatap keduanya Baby Gisella dan Baby Arion.
"Jelas dongg". Ujar keduanya bangga.
"Kapan kamu nyusul punya Baby dek?". Tanya Ghea menatap adiknya.
"Nanti deh Kak, aku masih pengen menikmati masa masa pernikahan yang manis". Jawabnya pada sang kakak.
"Kenan ngga ikut kesini?". Tanya Rachel pada adiknya.
"Kan kerja kak". Jawabnya pada kakaknya.
"Ah begitu toh". Ujar Rachel sambil mengangguk anggukan kepalanya mengerti.
"Iyaa kak". Ujar Andira pada kakaknya.
"Bagaimana dengan kerjaan kamu? masih jadi workaholic?". Tanya Ghea pada adiknya.
"Semenjak menikah, aku hanya ingin fokus mengurus suamiku serta menjadi ibu rumah tangga aja kak". Jawabnya dengan malu malu pada kakaknya.
"Wah bagus Tuh kalau gitu, kakak setuju sama kamu dek". Ujar Ghea pada adiknya.
"Iyaa kak". Ujar Andira pada kakaknya.
Luna dan Aura hanya diam tidak ikut berbicara dengan mereka, karena sibuk menatap buah hati mereka yang begitu menggemaskan sekali, para suami kebetulan sedang kerja jadi tinggal para istri dirumah kediaman Anna dan Rangga.
"Oh ya Kak Lun, kamu KB ngga? atau mau punya baby lagi nanti?". Tanya Aura pada Luna.
"Aku engga di KB karena takut ada efek samping nya, kamu sendiri gimana Aura?". Ujarnya pada Aura.
"Aku juga sama kak". Ujarnya pada Luna.
"Kak Rachel dan Kak Ghea emang udah fiks cuman 4 anak aja?". Tanya Luna pada kedua kakak iparnya .
"Iyaa udah fiks". Jawab mereka berdua kompak pada Luna.
"Kalian sedang membicarakan apa?". tanya Anna ikut bergabung bersama mereka.
"Sedang membahas anak anak kita bunda". Jawab Ghea pada bundanya.
"Ah begitu rupanya". Ujar Anns sambil menyandarkan badannya pada kursi sofa.
"Bundaaa". Teriak Bulan membuat Ghea langsung bangkit dari duduknya.
"Iyaa syaang, kenapa? ada apa?". Tanya Ghea panik pada anaknya.
"Abang bun, abang jatuh kakinya berdarah hiks hiks". Jawabnya dengan terisak.
__ADS_1
"Apaa??!! bagaimana bisa sayang? sekarang dimana abangmu?". tanya Ghea pada anaknya dengan cemas.
"Ada ditaman belakang bunda". Jawabnya dengan masih terisak.
Ghea yang mendengar itupun langsung berlari dengan cepat, sedangkan Anna langsung memeluk cucunya untuk menenangkan karena masih menangis ketakutan, setelah beberapa saat kemudian Bulan tertidur dipelukan Anna.
Anna dengan perlahan menidurkan bulan di kursi sofa dibantu oleh Rachel, sebelum akhirnya mereka menyusul Ghea yang sudah sedaritadi berada ditaman belakang, sesampainya disana Anna melihat cucunya Bintang terduduk lemas.
"Sayang kamu tahan ya, jangan pingsan dulu". Ujar Ghea dengan panik.
"Sayang ada apa ini? kenapa Bintang bisa jatuh?". Tanya Rachel pada Keynan dan Kendra.
"Bintang ngga hati hati waktu berlari bunda, jadinya kena batu deh, padahal abang udah memperingatkan Bintang agar tidak berlari karena didepan banyak batu". Jawab Kendra mewakili abangnya.
"Ghea lebih baik cepat di obati itu lukanya". Ujar Rachel saat melihat adiknya terdiam dengan kepanikannya.
"Ah iya benar kak, Ayok sayang kita masuk ke dalam". Ujar Ghea memapah anaknya.
"Sini bunda bantu sayang". Ujar Anna pada anaknya.
"Iyaa makasih bunda". Ujar Ghea pada bundanya dengan tersenyum tipis.
Ghea menatap anak perempuannya yang sedang tidur di sofa karena kelelahan menangis, Bintang ia dudukkan di sofa sebrang dimana Bulan tidur sambil mengobati luka anak laki lakinya.
"Bunda kan udah bilang, jangan lari lari sayang kenapa kamu engga mau dengerin bunda sih". Ujar Ghea dengan kesal.
"Iyaa maaf bunda, abang janji ngga akan gitu lagi". Ujar Bintang sambil menundukkan kepalanya.
"Iyaa bunda, bunda engga salah kok". Ujar Bintang dipelukan bundanya.
"Bunda khawatir banget takutnya kamu luka parah sayang". Ujar Ghea mengelus rambut anaknya.
"Cucu oma ngga ada yang sakit lagi?". Tanya Anna menatap Bintang.
"Engga ada oma". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada omanya.
"Yaudah lebih baik kalian semua tidur siang ya, udahan mainnya". Ujar Anna pada cucu cucunya.
"Iyaa siap oma". Ujar mereka pada Anna.
"Kalian juga istirahat ya". Ujar Anna pada anak serta menantunya.
"Iyaa siap bunda, bunda juga istirahat". Ujar Ghea pada bundanya.
"Iya sayang, bunda juga akan istirahat kok". Ujar Anna sambil tersenyum tipis pada anak serta menantunya.
Anna menatap mereka yang telah berlalu pergi memasuki kamarnya masing masing, setelah lama terdiam Anna pun bangkit dari duduknya untuk menuju kamar tidurnya, saat akan masuk ia melihat anak serta menantunya yang keluar kamar.
"Loh kalian mau kemana syang?". tanya Anna pada mereka.
"Dira mau ke kantor bunda, Mas Ken harus makan siang kan". Jawabnya padanya.
__ADS_1
"Begitupun juga dengan kita bunda". Ujar Luna mewakili yang lainnya.
"Yaudah hati hati jangan lama juga, nanti anak kalian pada rewel". Ujar Anna pada mereka.
"Iyaa siap bunda". Ujar mereka pada Anna.
"Kalau ada apa apa kabari bunda". ujar Anna pada mereka.
"Siap bunda". Ujar mereka dengan kompak pada Anna.
Anna memasuki kamarnya setelah anak dan menantunya pergi, ia merebahkan badannya di ranjang dengan matanya menatap ke arah foto yang dibingkai dengan besar, ya foto pernikahannya bersama Rangga suaminya.
Engga kerasa udah puluhan tahun lebih kita bersama sayang. Batin Anna menatap foto pernikahan tersebut.
Ting!
...Luna Sayang 🤗❤...
...Online...
Bunda, belum tidur kan?
^^^Belum sayang, kenapa? terjadi sesuatu pada Geo?^^^
Bukan bunda, Luna cuman mau minta tolong sama bunda
^^^Minta tolong apa syang? selagi bunda bisa pasti bunda bantu^^^
Maaf banget tolong cek Baby Gisella takutnya dia bangun bunda, soalnya ini aku masih harus nunggu Geo selesai meeting
^^^Baiklah itu mudahh, tidak ada lagi?^^^
Tidak bunda, makasih yaa bunda, maaf ngerepotin bunda 😢
^^^Engga ngerepotin syang, Baby Gisella juga kan cucu bunda sayang^^^
Baiklah kalau begitu, udah dulu ya bunda, kalau ada apa apa sama Baby Gisella kabari aku ya bun
^^^Iyaa sayang nanti bunda kabarin^^^
Makasih sekali lagi bunda, aku sayang bunda 😘❤
^^^Bunda juga menyayangimu sayang 😘❤^^^
Anna bangkit dari tidurnya, ia keluar kamar untuk memasuki kamar Luna, saat memasuki kamarnya terlihat Baby Gisella yang hendak menangis, untung Anna dengan cepat menggendong nya jadi Baby Gisella langsung tenang saat berada digendongan seseorang.
"Batin anak dan bundanya memang kuat". Gumam Anna melihat Baby Gisella yang tertidur kembali.
"Semoga kamu menjadi anak yang bisa membanggakan semua keluarga kamu ya sayang". Ujar Anna mengecup kening cucunya.
"Tidur lagi ya sayang, oma akan selalu menunggu Baby Gisella tetapi bergantian juga menjaga Baby Arion". Gumamnya sambil beranjak dari duduknya setelah menidurkan Baby Gisella diranjang.
__ADS_1
Saat Anna sampai dikamar Aura, terlihat Baby Arion yang masih tertidur nyenyak membuatnya lega, Anna mengecup kening cucunya dengan penuh kelembutan.