Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 10


__ADS_3

Akhirnya malam pertama yang luar biasa itu berlalu dengan datangnya matahari menyambut pagi.Aku terbangun setelah alarm handphone ku menyala beberapa kali.Dan hasilnya membuat keributan kembali antara aku dan David di hari pertama pagi ku di rumahnya.


"Oh...ya ampun,tidak bisakah kau tidak berisik saat di pagi hari..."


Keluh David,yang masih menutup matanya dan menarik selimutnya menutupi wajahnya.


"Dan tidak bisakah kau tidak membuat keributan di pagi pertama ku di rumah ini?"


Jawabku atas keluhannya sambil merapikan selimut tidurku.


"Pagi pertama mu"


"Persetan dengan itu karena aku tidak peduli."


Balas David begitu sombong.


"Ok,baiklah kalau begitu juga persetan dengan keluhan mu."


Jawabku seolah berusaha membalas kata katanya yang begitu kejam.


"Kau..!!!"


Dan dia pun mulai kesal setelah mendengar balasan dariku sontak dia terbangun dari tidurnya hanya untuk berdebat denganku.


"Iya kenapa?"


Jawabku menantangnya dengan begitu berani karena David mulai menunjukkan jarinya ke arah wajahku.Tapi perdebatan yang baru saja akan di mulai itu seketika terhenti ketikan terdengan suara ketukan dari luar pintu kamar.


"Bibi Naima.....tok...tok...tok..."

__ADS_1


Tedengar suara Rima memanggil dari luar pintu kamar.


" Ya sayang,masuklah..."


Jawabku.


"Selamat pagi bibi Naima..."


Sapa Rima dan duduk di pangkuanku.


"Ow....selamat pagi bidadari kecilku,kau tampak bahagia pagi ini..?"


Kataku menjawab sapaan Rima untuk mengalihkan emosi david padaku.


"Tentu saja bibi naima,karena ini adalah pagi pertama ku dengan kedua orangtua Ku yang lengkap."


Jawab Rima dengam senyum sumringah.


Sambungku sambil memeluk Rima dan mengarahkan kata kataku ini untuk si duda Sombong Pilihan ayahku ini.Dan matanya pun sontak melotot ke arahku seolah aku ini sarapan pagi yang sangat lezat yang akan dia kunyah dan telan ke dalam mulutnya.Namun aku tidak menghiraukannya karena aku lebih senang mendengar celotehan Rima dari pada makian dari amarah nya.


"Bibi Naima,mulai sekarang aku ingin mengganti panggilan ku untuk menyebut nama mu."


Kata Rima yang masih duduk di atas pangkuanku.


"Oh ya,lalu apa apa nama panggilan baru untuk ku itu?"


Tanyaku sambil tertawa seperti biasa.


"Biar keren aku ingin memanggilmu dengan panggilan ibu Nai..dan itu panggilan sayangku untukmu.Bagaimana apa kah kau setuju?"

__ADS_1


Tanya Rima menatapku.


"Hemmm,apakah aku perlu menjawabnya untuk itu?"


Tanyaku kembali dan menatap Rima dengan semua cinta yang ku punya.


"Tentu saja."


Katan Rima mulai merengek manja padaku.


"Tentu boleh sayang...dan aku sangat menyukai panggilan baru mu itu."


Kataku sambil mencubit hidungnya.


"yeaaay..."


Teriak Rima begitu riang.


"Baiklah ibu Nai ,tolong bantu aku bersiap utk pergi ke sekolah aku ingin terlihat cantik hati ini."


Pinta Rima.


"Baiklah sayang,dengan senang hati."


Aku pun beranjak berdiri dan menggendong rima dalam dekapan ku meninggalkan si duda sombong itu tanpa melihatnya dengan semua kemarahannya yang hanya terdiam saja sejak tadi selama aku berbincang dengan Rima.


Sayang aku tidak menyempatkan diri untuk melihat wajahnya,andai saja aku menyempatkan diri untuk memperhatikan ekspresi wajahnya selama aku nerbincang dengan Rima,mungkin aku bisa melihat sisi baik dari dirinya yang tidak aku ketahui.


Tapi sayangnya hal itu tidak terjadi...

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2