Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 126....


__ADS_3

Setelah tragedi keguguran itu David membatasi semua kegiatanku,termasuk aktivitasku keseharian mengajar di sekolah.Berat bagiku harus meninggalkan murid muridku yang selama ini dapat menghapus kesedihan ku selama mengajar mereka,tapi aku juga percaya semua yang di putuskan David semata mata demi kebaikan ku.


Hari ini hari pertamaku di rumah tanpa jadwal aktifitas termasuk untuk mengurus David.Dia benar benar tidak memperbolehkan ku sedikit pun bergerak tanpa bantuannya.Aku berpikir ingin duduk di balkon sambil menikmati suasana pagi dengan menghirup udara segar untuk menghilangkan rasa jenuhku.


"Eits....eitsss......"


"Mau kemana...?"


Teriak David memperogoki ku saat hendak melangkah setelah turun dari tempat tidur dan seketika menghentikan langkahku.


"Kenapa?"


"Aku hanya ingin duduk di balkon menikmati udara pagi..."


Tanyaku cuek.


"Kau tidak dengar dengan apa yang ku katakan,jangan coba bergerak kemana pun tanpa ijinku."


Perintah David begitu super protektif padaku.


"Tapi aku hanya ingin ke balkon,aki bosan jika terus berbaring di tempat tidur."


Bantahku.


"Hemm...."


"Baiklah,tunggu sebentar..."


Kata David yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk.


"Apa lagi.....?"


Protesku kembali.


Dan tanpa kata David langsung menggendongku dan membawaku ke balkon.


"David....kau terlalu memanjakan ku..."


Kataku tersenyum bahagia dan melingkarkan kedua tanganku di lehernya.


"Itu sudah tugasku...."


Sahut David dan mendudukkan ku di kursi santai yang ada di balkon.


"Pilihan mu benar,hari ini cuaca sangat bagus begitu juga dengan sinar matahari nya,baik untuk kesehatan tulangmu.Duduklah disini sambil berjemur,aku akan kembali membawakan sarapan untukmu.."


Titah David padaku.


"Heiii....."


"Sarapanmu juga ya...."


Pintaku menarik tangan David dengan senyuman manja.


"Tentu saja...."


"Aku tidak akan membiarkan mu sendiri meskipun itu sekedar sarapan.Aku akan selalu menemanimu..."


Jawab David begitu romantis terdengar,sambil mengusap kepalaku yang tertutup hijab.


Sengatan sinar matahari pagi terasa hangat menyengat tubuhku.Dari kejauhan aku juga dapat melihat berbagai kegitan orang orang yang berada di taman kompleks.Mulai dari yang hanya sekedar membawa hewan peliharaannya jalan jalan pagi,orang yang berolahraga,hingga anak anak yang sedang bermain yang terlihat begitu riang.Sektika aku jadi sangat merindukan Rima.Dan tanpa sadar air mataku membasahi pipiku.

__ADS_1


"Hei....ada apa denganmu?"


"Kenapa menangis?"


Tanya David yang datang dengan membawa nampan yang berisi sarapan.


"Haaah...."


"Tidak...."


Jawabku buru buru menghapus air mataku.


"Jangan bohong...."


Kata David menghapus sisa sisa air mata di pipiku.


"Aku sangat merindukan Rima."


Jawabku begitu sedih karena sudah hampir tiga Minggu tidak bertemu Rima.


"Lalu...?"


"Hanya bisa manangis saja?"


Tanya David.


"Jadi?"


Tanyaku kembali.


"Tidak bisakah kau lakukan sesuatu agar putrimu kembali?"


"Katanya kau ibu yang paling pintar dan yang paling mengerti tentang putrimu....?"


Karena jujur,setelah David melontarkan kata katanya semangatku untuk merebut Rima agar kembali kepada kami seketika datang dan memaksa otakku untuk berpikir agar menemukan sebua cara agar Rima kembali dan perusahaan David tidak mengalami kerugian apa pun atas proyek kerjasama yang telah terjalin.


"Hemm..."


"Kau benar David,sudah saatnya aku bertindak untuk membawa putriku kembali padaku,dan menyelamatkan perusahaan kita dari kerugian.Semua pecundang pecundang itu harus di beri tindakan tegas."


Kataku geram bak induk singa yang mengerang ingin memangsa orang orang yang mengganggu anaknya.


"Wow......"


"Prrok....prrok....prrok...."


Kata David bertepuk tangan seolah memberi semangat padaku.


"Keren sekali,ini baru namanya ibu Naima."


"Tapi sebelum itu ibu Nai yang pintar ,kumpulkan lebih dulu tenagamu sebelum melawan Sahira.Ayo kita sarapan..."


Kata David memberi saran sambil menyodorkan semangkuk bubur ayam padaku.


Dengan lahap aku pun langsung menyantap bubur ayam hingga habis tak bersisa dalam beberapa menit saja.


Dan David pun tercengang saat melihatku begitu cepatnya meletakkan mangkuk bubur ayam yang telah kosong hanya dalam beberapa menit saja.


"Apa....?"


Tanyaku begitu santai.

__ADS_1


"Hei...ada apa denganmu?"


"Kau baik baik saja kan?"


Tanya David heran.


"Yaap..."


"Tentu saja...."


Jawabku dan langsung meneguk habis air putih hangat.


"Kau seperti manusia yang tidak makan puluhan tahun saja..."


Kritik David.


"Ya.....anggap saja seperti itu..."


"Karena selain butuh tenaga untuk melawan Sahira,aku juga butuh tenaga untuk memaksa otakku untuk berpikir bagaimana mengambil putriku Rima kembali dalam pelukan ku."


Jawabku tegas.


"Aku mendukungmu,tapi tidak untuk saat ini."


Warning dari David.


"Kenapa?"


Tanyaku sewot.


"Karena kau masih dalam kondisi yang lemah setelah peristiwa kemarin,aku tidak ingin terjadi hal yang buruk lagi pada dirimu."


"Dan aku tidak mengizinkan kau keluar rumah hanya untuk hal hal yang tidak penting."


Peringatan kembali dari David.


"Hei....tenanglah..."


"Tidak perlu sediktator itu padaku"


"Aku berjanji selama masa nifas aku akan tetap berada di rumah,dan aku pastikan di hari ke empat puluh Rima akan kembali bersama kita, dan Sahira serta komplotannya akan berakhir di penjara."


"Ya....itu pun jika kau tidak keberatan jika mantan istrimu mendekam dalam penjara..."


"Hehe...."


Kataku tersenyum dan mengedipkan kan mata seolah menggoda David yang sudah mulai terlihat kesal.


David pun menatapku begitu tajam tanpa mengeluarkan komentar apa pun dari mulutnya yang berbisa.Tapi dengan percaya diri aku yakin David akan setuju dengan apa yang akan di terima Sahira nantinya.


Bersambung......


******************


Halo semua🖐️🖐️🖐️


Terimakasih buat kalian yang masih mengikuti alur cerita Duda Sombong Pilihan Ayah...🙏🙏


Dan aku mohon maaf sekali karena sudah sangat lama tidak upload cerita terbarunya


di karenakan kondisi kesehatan ku yang sangat menurun dalam satu bulan terakhir ini.

__ADS_1


Mohon doa nya ya semua agar aku selalu di beri kesehatan agar cerita ini terus update hingga akhir cerita nya.


Salam Rindu untuk kalian semua🙏🙏🙏🖐️


__ADS_2