
"David...."
Ku dengar Sahira memanggil David.
Namun meskipun langkah David terhenti,tapi dia sama sekali tidak menjawab panggilan Sahira apalagi menoleh ke arahnya.Hingga akhirnya Sahira terus berjalan menghampirinya dan berdiri di depannya.
Dan entah David lupa atau sengaja tidak menutup panggilan telepon dengan ku ,hingga aku masih dapat mendengar obrolan mereka dari kejauhan.
"Aku ingin membicarakan hal penting dengan mu."
Kata Sahira.
"Tapi aku tidak ingin membicarakan apa pun lagi dengan mu."
Jawab David ketus tanpa melihat Sahira dan coba ingin pergi meninggalkan Sahira.
"David ku mohon."
"sepuluh menit saja..."
Kata Sahira memelas sambil menarik tangan David.
Sontak tingkah Sahira membuat David geram karena telah berani memegang lengan nya.
"Singkirkan tanganmu...."
Perintah David begitu tegas.
"Maaf...."
Sahira pun melepaskan tangan nya.
"Cepat katakan karena waktu sepuluh menitmu sudah berjalan."
Kata David tanpa menatap Sahira.
"David,izinkan aku untuk merawat Rima."
"Sebagai ibunya aku berhak akan hal itu."
Kata Sahira mengajukan permohonan.
"Tidak perlu,Rima sudah memiliki orang yang tepat untuk merawatnya dengan penuh kasih sayang,yaitu Naima."
"Istriku sekaligus ibu untuk Rima yang bersedia mengorbankan apa pun untuk kami."
Jawab David begitu tegas dan seketika membuat aku tersanjung mendengarnya.
"Tapi aku adalah ibu kandungnya."
Sahira bersikeras mengajukan permintaannya.
"Ya kau benar,kau adalah ibu kandungnya."
"Ibu kandung yang rela meninggalkan putri nya yang masih bayi,demi mengejar ambisinya?"
"Begitu?"
Kata David mengingatkan luka lama.
"David aku akui aku salah,tapi aku tidak punya pilihan lain saat itu."
"Tapi percayalah niatku aku hanya ingin mengubah masa depan kita."
Sahira coba menjelaskan alasan kenapa dia tega meninggalkan kami.
"Apa katamu?"
"Demi masa depan kita?"
Tanya David mengulangi alasan yang di katakan Sahira.
"Ya...."
Jawab Sahira begitu percaya diri.
__ADS_1
"Dan rela tidur dengan pria lain meskipun kau berstatus istriku?"
"Itu yang kau sebut demi masa depan kita?"
Tanya David mulai meradang.
"David....!"
"Hentikan..."
"Please jangan ungkit lagi kesalahan masa lalu ku,sungguh aku sangat menyesalinya."
"Kau tidak tahu bagaimana aku menjalani hidupku selama beberapa tahun ini hidup dalam penyesalan."
Sahira coba menceritakan keadaannya yang sangat menyedihkan setelah meninggalkan David dan Rima.
"Tidak ada gunanya kau mengatakan semua itu padaku,aku tidak peduli dengan hidupmu."
"Dimataku kau adalah perempuan hina seperti benalu yang selalu mencari keuntungan untuk kepentingan mu."
"Dan saat Arya telah mencampak kan mu kau coba menemuiku dengan memanfaatkan Rima."
"Dasar wanita serakah..."
Bukan nya prihatin dengan cerita Sahira,malah yang ada David melontarkan kata kata hinaan padanya.
"David ku mohon...."
"Izinkan aku menebus kesalahan ku pada Rima,dengan merawatnya.."
Terdengar suara Sahira seperti menangis sambil memohon kepada David.
"Sudah aku katakan,kau tidak perlu repot merawat Rima jika ingin menebus kesalahan mu.Rubahlah perilaku mu untuk kepentingan mu sendiri.Rima sudah cukup nyaman bersama Naima,bahkan dia mendapatkan begitu banyak cinta yang seharusnya itu berasal dari mu."
Kata David tetap menolak permintaan Sahira sekali pun dia memelas.
"David ini tidak adil....!"
Kata Sahira yang suaranya terdengar mulai melantang.
Tanya David terdengar semakin kesal.
"Kau mengizinkan wanita lain merawat putriku,sementara aku?"
"Aku adalah ibu kandungnya,kenapa aku tidak berhak merawat putriku sendiri?"
Jawab Sahira seolah meninggalkan Rima saat dia kecil bukan lah sebuah kesalahan.
"Aku rasa urat malu mu sudah putus ya sehingga semudah itu kau menuntut hak mu yang tak pantas kau minta."
"Sekarang begini saja,katakan padaku secara langsung berapa Rupiah yang kau butuhkan?"
Tanya David to the point,seolah sudah tahu apa alasan Sahira meminta agar di beri izin merawat Rima.
"Ap...apa maksudmu?"
Tanya Sahira yang ku dengar seperti gugup setelah david bertanya demikian.
"Sahira aku sudah mengenalmu dengan sangat baik,bahkan lebih baik dari dirimu sendiri."
"Biar aku jelaskan saja apa maksud pertanyaan ku meskipun sebenarnya kau pura pura tidak tahu."
"Dulu kau meninggalkan ku bahkan anak ku yang masih berusia tiga bulan karena apa?"
Tanya David dengan nada begitu lantang sehingga hanya membuat Sahira terdiam dan ku lihat dari kejauhan hanya menunduk.
"Kenapa kau diam?"
"Jawab.....!!!"
Bentak David begitu kuat hingga membuat Sahira tersentak karena terkejut.
"Kau tidak bisa menjawabnya?"
"Baiklah biar aku yang menjawabnya untuk mengingatkanmu."
__ADS_1
"Bukan kah kau meninggalkan kami karena demi uang?hidup mewah yang di janjikan Arya dan popularitas ?"
"Ya kan ?"
"Aku benar?"
Kata David,sementara Sahira masih diam seribu bahasa.
"Jadi,jika hari ini kau meminta agar ku bisa merawat Rima,aku sudah tahu pasti sudah menghitung keuntungan untuk dirimu dari hal itu."
"Ya kan?"
"Karena jika Lima tahun lalu kau sendiri tega meninggalkan anakmu demi uang,maka hari ini aku sudah pastikan kau sanggup memperalat anakmu hanya demi uang juga."
"Aku yakin kau sudah menghitung jika Rima tinggal bersama mu berapa uang yang akan masuk ke rekeningku setiap bulan ku transfer sebagai biaya perawatan Rima."
Kata David langsung memfonis niat terselubung Sahira yang tiba tiba ingin merawat Rima.
"David....!"
"Cukup ...."
"Hentikan,aku sudah tidak sanggup lagi mendengar tuduhan mu."
Teriak Sahira sambil menutup kedua telinganya.
"Haha...."
"Biar ku perjelas,ini bukan lah tuduhan tapi fakta yang memang kau juga tahu."
Kata David dengan tertawa sinis mendengar kata kata Sahira.
"Jadi begini saja,sebelum kesabaran ku habis segerah lah kau keluar dari rumah ku atau jangan menyesal jika suatu hari Rima tahu sendiri bagaimana keburukan dari ibu kandungnya hingga akhirnya dia sangat membencimu bahkan enggan mengakui kau adalah ibu kandungnya."
Kata David memberikan peringatan.
"Oh ya?"
"Coba saja jika kau ingin menceritakan masa lalu kita,aku ingin tahu apa penilaian Rima terhadapku?"
"Dan aku juga ingin lihat bagaimana jika semua ancaman mu itu berbalik padamu?"
Jawab Sahira seolah menantang peringatan yang di katakan David.
"Apa maksudmu?"
"Jangan coba coba meracuni pikiran anak ku dengan otak kotor mu itu...!"
"Atau kau?"
Kata David semakin meradang dan hampir menampar Sahira.
"Atau apa?"
"Kau ingin memberiku pelajaran?"
"Silahkan,jika kau ingin Rima menilai kau lah pria kasar,sehingga pantas ibunya meninggalkan mu."
Kata Sahira balik mengancam David.
"Kau memang wanita siluman."
Kata David memaki Sahira terlihat mengepal tangannya menahan geram.
Tak ingin sesuatu yang buruk terjadi aku pun segera berlari meninggalkan Rima yang sedang bermain menghampiri mereka.
"David...."
Teriakku dan langsung memeluknya agar amarahnya reda.
"Terserah kau memanggil ku apa,tapi seperti yang kau bilang kau lebih mengenal diriku lebih baik dari diriku sendiri,jadi kau pasti juga sudah tahu jika aku menginginkan sesuatu aku harus mendapatkan nya meskipun itu dengan cara yang tidak benar."
Kata Sahira menunjuk kan sikap aslinya fan kemudian pergi meninggalkan kami menuju taman kompleks menemui Rima.
Bersambung.....
__ADS_1