Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 51....


__ADS_3

Hampir dua Minggu sudah kaki cedera dan dalam perawatan dokter David suami ku si duda sombong pilihan ayahku.Ya ...menurutku dia memang cocok mendapat julukan dokter darurat karena sangat super protektif dalam merawatku.


Perlahan kaki ku mulai sudah bisa digerakkan dengan sedikit nyeri yang terasa,tapi aku tetap bersyukur setidaknya perban di kaki ku sudah di buka dan meskipun masih harus menggunakan tongkat setidaknya aku sudah mulai bisa berjalan pelan pelan dan itu pun dalam pengawasan ketat oleh David.


Seharian duduk lalu kemudian berbaring di atas tempat tidur hampir dalam waktu dua Minggu membuat pinggang dan punggungku terasa pegal dan sakit.Ku lihat pagi ini sangat cerah aku berpikir untuk berjemur di atas balkon kamar agar pegal di punggung dan pinggangku hilang karena sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tulang.Aku pun bergegas menuju balkon berjalan pelan pelan memggunkan tongkat yang sudah di sediakan oleh David.


"Wah......senangnya...."


"Akhirnya aku bisa menikmati suasana pagi lagi."


Kataku sambil menarik nafas panjang menghirup udara segar.Tatapan ku pun langsung menuju taman halaman rumah dan jalan yang ramai orang dan kendaraan lalu lalang beraktifitas.


Aku begitu menikmati suasana pagi,tanpa aku sadar ternyata sejak tadi David sudah berdiri di belakangku dan memperhatikanku.Tak lama kemudian David pun mendekatiku dan mendudukkan ku pada sebuah bangku plastik dengan sandaran yang nyaman sekali untukku duduk santai dan menjemur punggungku.


"Duduk di sini...."


Perintah David menduduk kan ku.Aku begitu terkejut saat kedua tangan David menyentuhku dan menyuruhku duduk.


"Terimakasih...."


Kataku heran dengan sikap David yang belakangan ini harus ku akui sangat peduli padaku.


"Kenapa harus repot repot?"


Kataku.


"Lebih repot lagi jika kau tergelincir karena terlalu lama berdiri dengan tongkatmu itu."


Jawab David yang lagi lagi terdengar ketus.


"Jadi selama ini kau merasa di repotkan?"


Tanyaku manja.


"Benar..."


Jawa David santai.


"Kalau begitu tidak perlu membantuku lagi."


Kataku kesal dan coba untuk berdiri.


"Haha...."


David tertawa sambil menahan ku untuk berdiri dan menyuruhku duduk kembali.


"Duduk diam di situ..!"


"Kau ini memang tidak pernah menghargai kerja kerasku dalam melayani mu ya..."


Perintah David melarangku pergi dan tak lama kemudian ku lihat si mba datang membawa nampan berisi hidangan sarapan dan lagi lagi dengan porsi untuk dua orang.Itu artinya David akan menemaniku untuk sarapan pagi di balkon.


Hemm....kalau ternyata ingin buat acara breakfast denganku kenapa tidak katakan langsung saja sih,sampe harus buat aku kesal segala.Dasar duda sombong....


Mahal banget sih pengakuan mu.


Gerutu ku dalam hati,meskipun sebenarnya aku sangat senang melihat bentuk perhatian David dan sedikit kesal dengan caranya.


"Ayo sarapan..."


Ajak David sambil membuka penutup nampan yang berisi dua porsi lontong kare.


"Wow....lontong kare...?"


Teriakku begitu girang karena itu menu favorite ku saat sarapan.

__ADS_1


"Terimakasih...."


"Cup....."


Lagi lagi tanpa sungkan seolah sudah terbiasa aku mendaratkan satu kecupan di pipi kanan David sebagai hadiah dari ucapan terimakasihku untuk menaati peraturan yang sudah di tetapkan oleh David dalam hidupnya.Dan sama hal nya dengan ku, seolah sudah terbiasa David pun tidak begitu terkejut jika aku mendaratkan satu kecupan di pipinya hanya saja dia selalu refleks langsung memegang pipinya tiap kali setelah bibiku mencium pipinya.


"Hem..."


"Lalu bagaimana dengan ucapan terimakasihmu yang sebelumnya?"


Tanya David seolah menagih satu ciuman lagi.


"Haah....?"


"Yang mana...?"


Tanyaku bingung.


"Kau lupa?"


"Baiklah kalau begitu biar aku ingatkan."


"Pagi ini kau berdiri di balkon ini,kemudian aku datang membawakan mu bangku dan menyuruhmu duduk kemudian apa yang kau katakan?"


Tanya David coba menjelaskan.


"Terimakasih..."


Jawabku.


"Dua..."


"Berarti sudah dua terimakasih pagi ini yang belum ada hadiahnya."


"Berarti ada tiga hadiah yang harus kau siapkan."


Jelas David dengan perhitungan yang curang bahkan di tambahkan dengan perostiwa yang sebelumnya yang aku pun sudah melupakannya.


Ya ampun....si duda gila ini,sepertinya kau sangat suka di cium ya?"


Gerutuku kembali dalam hati.


Hem...baiklah sebaiknya ku lunasi saja semua hadiah hadiah ini .


Pikirku dalam hati.


"muach....(pipi kiri)"


"muach....(Pipi kanan)"


"muach...(dahi David)"


Tanpa ragu dan malu aku langsung menyelesaikan hadiahku.


"Lunas...."


Kataku dan langsung mulai menyantap lontong kare yang sejak tadi sudah menggodaku.Seolah tanpa perlawanan David pun hanya terdiam menerima hadiah ciuman ku dan sibuk membuka bungkus lontong kare untuk di sajikan.


Dan setelah mendengar kata lunas dari mulutku,dia pun langsung menutup mulutnya dengan beberapa jarinya untuk menyembunyikan senyuman di wajahnya bahkan untuk beberapa saat dia mengalihkan tatapan matanya dari ku yang tengah fokus menyantap lontong kare.


Lima belas menit kemudian....


"Sudah berapa hari kau tidak makan?"


"Perasaan aku selalu memberi makan tepat waktu?"

__ADS_1


Tanya David terkejut melihat mangkuk milikku sudah bersih dan kilat tidak tersisa apa pun.


"Kenapa?"


Tanyaku cuek sebelum meneguk segelas air putih yang sudah di siapkan juga oleh David.


"Kau makan begitu cepat seperti orang yang sangat kelaparan berhari hari tidak makan."


Kritik David padaku.


"Bukan seperti orang kelaparan,tapi lebih tepatnya aku sangat mensyukuri dan menikmati rezeki yang di beri Tuhan pagi ini."


Jawabku santai.


"Cepat habiskan makanan mu,jangan biasakan membiarkan makanan terlalu lama menunggu untuk di masukkan ke dalam mulutmu."


Perintahku.


"Dasar wanita penceramah...."


"Buka mulut mu...!"


Perintah David menyuapkan beberapa potong lontong yang ada tersisa di mangkuknya.Dan karena aku sangat menyukainya aku pun tidak ragu melahap tiap suapan dari David.


Tak lama kemudian si mba datang kembali membawakan kotak obat dan segelas air lalu memberikannya pada David.


"Ayo minum obatmu!"


Perintah David.


"Untuk apa?"


Tanyaku coba menolak.


"Tentu saja untuk di minum."


Jawab David sambil membuka beberapa obat yang harus ku minum.


"Tapikan aku sudah sembuh?"


Rengekku,agar tidak minum obat.


"Justru itu,kau akan sakit lagi jika tidak meminum obatmu."


Jawab David menangkis alasanku dan menyodorkan obat yang harus ku minum.


Dengan terpaksa karena tidak bisa menolak lagi aku pun segera meminumnya.


"Anak pintar...."


Kata David mengusap kepalaku setelah aku selesai meneguk air putih.


"Sepertinya sudah cukup untuk berjemurnya,segera masuk ke dalam karena kau akan semakin jelek jika hitam karena terlalu lama berjemur."


Kata David sebel pergi masuk ke kamar untuk bersiap berangkat kerja.


"Mba tolong bereskan semua nya,saya akan bersiap untuk berangkat ke kantor ."


Perintah David.


"Baik mba...."


Jawab si mba menundukkan kepalanya dan tersenyum mendengar kata kata David untukku sebelum pergi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2