
Sejak kami keluar dari kamar untuk bersiap siap berangkat ke sekolah David juga tidak kunjung keluar dari kamar bahkan untuk sarapan,aku pun tidak begitu peduli dengan itu karena perioritasku hanya Rima.Bahkan dia juga belum keluar kamar hingga kami akan berangkat ke sekolah.Dia terlihat berdiri di balkon kamar saat kami akan masuk kedalam mobil.Kami saling menatap dalam waktu yang cukup lama,terutama antara Rima dan David.Satu sisi Rima ingin sekali melambaikan tangannya untuk berpamitan dengan ayahnya,Namun di sisi lain Rima juga masih merasa canggung jika itu adalah ayahnya,dan mungkin itu wajar untuk anak seusia Rima yang sejak lima tahun lalu tidak pernah bertemu ayahnya.Dan semua itu juga terjadi karena prilaku David yang masih dingin kepada Rima meskipun pagi ini aku melihat ada sedikit ekspresi yang berbeda di raut wajah David di banding hari pertama dia bertemu Rima.
Sekilas ku perhatikan David seolah juga ingin melambaikan tangan nya kepada Rima dan berkata "Selamat belajar Rima" tapi kesombongan dan gengsi nya telah menghentikan tangan nya untuk bersikap ramah kepada Rima.
Dan aku pun sangat geram melihat hal itu.
Huff dasar duda bodoh,kenapa harus menahan gengsi untuk putrinya sendiri.
Hatiku mulai menyumpah serapah melihat tingkah laku David dengan sejuta keangkuhannya.
Tak ingin melihat Rima sedih dengan harapan nya aku pun segera mengajak Rima masuk ke mobil untuk berangkat ke sekolah.
Dan David pun kembali masuk ke kamar menatap foto Rima yang terpajang di kamar itu.
Sejenak terlihat cara dia memandang foto Rima seperti seorang ayah yang begitu merindukan putrinya tapi terhalang oleh suatu hal.Dan seketika rasa rindu itu menghilang bahkan berubah menjadi kebencian saat kenangan masa lalu nya tiba tiba melintas dalam benaknya.Kenangan itu seperti luka yang begitu membekas dalam hidup David hingga terkadang dia merasa sesak dan sulit bernafas ketika teringat akan masa lalunya.
Masa lalu itu tak lain adalah kenangan hidup nya bersama istri pertamanya yaitu Sahira.Sepertinya wanita itu meninggalkan rasa sakit yang begitu pahit dalam masa lalu David hingga mampu merubah kepribadian nya menjadi pria yang sangat dingin.
"David...ku mohon maafkan aku,aku tidak bisa lagi berpura pura hidup mencintaimu karena aku telah menghianatimu dengan Arya..."
"David maafkan aku..."
"ku mohon maafkan aku....."
Bahkan kini rengekan suara Sahira memohon maaf ketika akan pergi meninggalkannya kembali terngiang ngiang di telinganya berulang ulang.Bahkan adegan mesra Sahira dengan Arya yang sempat di saksikan langsung oleh David dengan mata kepala nya sendiri saat itu seketika melintas dalam bayangan di kaca bingkai foto Rima yang sedang dia pandang.Dan saat itu juga emosinya meledak.
"Tidaaaaak.....!!!!"
__ADS_1
"Tarrrrrrrr...."
David melampiaskan emosi dan kemarahannya pada foto Rima dengan melemparkan cangkir kopi yang ada di tangannya.
Mendengar suara gaduh itu,ibu mertua (nyonya wijaya) segera menghampiri David ke kamar.Dan dia pun sangat terkejut melihat keadaan kamar yang sangat berantakan dengan pecahan kaca yang dia lihat berasal dari bingkai foto Rima.Dan ibu mertua menjadi lebih sedih lagi ketika mendapati David sedang duduk di salah satu sudut kamar,menutup kedua telinganya memejamkan matanya sambil berteriak kata yang sama secara berulang ulang.
"Hentika....hentikan...!!!"
Seolah suara Sahira terus dia dengar di telinganya.
"Astaga,David...."
Panggil ibu mertua dan menghampirinya.
"David anakku,ada apa dengnmu nak..?"
Ibu mertua memeluk David dengan penuh kasih sayang untuk menenangkan nya.
"Ibu suruh wanita itu diam dan berhenti menunjukkan wajahnya di depanku."
Rengek David dalam pelukan ibunya yang masih tetap menutup kedua telinganya bahkan matanya sambil menangis seolah tak berdaya.
Melihat di kamar itu hanya ada mereka berdua ibu mertua pun mengerti bahwa itu hanyalah halusinasi putranya dari masa lalu nya yang menyakitkan.
"David,tenanglah nak..."
"Dengarkan ibu suara itu dan wajah itu hanyalah halusinasi mu saja nak,tenangkan dirimu ingatlah satu hal kau harus kuat dan bangkit dari keterpurukan mu karena ada Rima yang membutuhkan mu nak."
__ADS_1
Nasihat ibu mertua mencoba membuat agar David tenang dan dapat mengendalikan dirinya.
"Tapi Bu,wajah Rima selalu mengingatkan ku pada wanita penghianat itu,lalu bagaimana bisa aku menyayangi Rima meskipun sebenarnya aku ingin."
Keluh David seolah tak kuasa menahan beban kesedihan nya selama ini.
"Tapi nak,apa salah rima dalam hal ini,dia tidak mengerti apa pun,jangan lampiaskan kebencianmu pada Rima hanya karena wajahnya mirip dengan Sahira."
Ibu mertua coba menjelaskan kepada David untuk berlaku adil kepada Rima.
*********
Halo semua🖐️🖐️🖐️
Terimakasih buat kalian semua yang sudah membaca Duda Sombong Pilihan Ayah
Dan terimakasih untuk jempolnya...
Aku mohon maaf jika belakangan ini jarang upload episode terbarunya ya...🙏🙏
Di karenakan belakangan ini kesehatan ku agak kurang baik dalam beberapa waktu dekat ini.
Tapi melihat jumlah pembaca yang terus bertambah aku jadi semakin semangat untuk terus menulis dan upload episode baru setiap hari.
Di tunggu ya episode selanjutnya.
selamat membaca
__ADS_1