
Jika di rumahku bisa membahas masalah perjodohan ini dengan kepala dingin dan penjelasan dengan penuh kasih sayang dari ayah dan ibu,tapi tidak di rumah David.
Terjadi perdebatan hebat antara David dengan ayah dan ibunya ,yaitu kakek dan nenek Rima.
"Apa apaan ini semua ayah dan ibu?"
"Kalian menetapkan perjodohanku tanpa bertanya dulu padaku?"
"Lelucon macam apa ini,aku tidak akan pernah setuju dan menerima perjodohan ini !!"
Teriak David dengan orang tuanya.
"David !!"
"Hentikan teriakanmu dan sebaiknya dengarkan alasan di balik perjodohan ini."
Balas Pak Wijaya berteriak agar David tenang dan mendengarkan semuanya dengan baik .
"Kau tahu, beberapa bulan yang lalu Rika mengajukan gugatan ke pengadilan untuk masalah pengambilan hak asuh atas Rima."
Pak Wijaya mulai menceritakan apa yang sudah terjadi hingga kenapa perjodohannya di tetapkan denganku.
"Apa?"
David terkejut.
"Ya benar,mantan istrimu datang membawa surat pengadilan yang menyatakan dia mengajukan permohonan ke pengadilan atas hak asuh Rima.Dan saat ini semua sedang dalam proses dan dua mimggu yang akan datang kita l
lharus mengikuti sidang,itu sebabnya kenapa kami menyuruhmu segera pulang."
Sambung ibu Wijaya menejelaskan.
"Sial..."
"Gubbraak"
Dengan kesal David memukul meja dan membuat Rima terjaga.
"Tenangkan dirimu nak,kita harus tenang menghadapi masalah ini.Ibu sudah menghubungi Rendy pengacaramu,dan dia menjelaskan posisi kita sangat sulit untuk memenangkan kasus ini.Alasannya yang pertama usia Rima yang terbilang masih di bawah umur dan lebih cenderung lebih baik di asuh oleh ibu kandungnya,yang kedua statusmu yang single parents yang di nilai pengadilan seorang ayah yang single parent tidak akan mampu mengurus anaknya yang masih kecil."
Jelas ibu Wijaya.
"Tapi Bu,ibu tau sendiri bahwa Rika yang sudah meninggalkan aku dan Rima dan mengejar pria lain.Ibu macam apa dia dan bagaimana bisa Rima di asuh olehnya?"
"Tidak Bu,aku tidak bisa membiarkan Rima di asuh oleh Rika wanita hina itu."
Ujar David begitu tegas.
__ADS_1
"Biarkan saja ayah..."
Kata Rima yang ternyata sudah berdiri di belakang mereka sejak tadi saat mereka berdebat dan dia telah mendengar semuanya.Merasa ayahnya tidak menyayanginya dengan seketika kalimat itu keluar dari mulutnya.
"Biarkan ibu datang membawaku,bukankah itu lebih baik buat ayah yang selama ini tidak ingin melihat wajahku."
Kata Rima lagi sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.
"Oh...Rima sayang cucu nenek,kenapa kau belum tidur."
Ibu Wijaya menghampiri Rima yang berdiri tepat di belakang David.
"Aku tidak bisa tidur nenek,kalian terlalu berisik ."
Jawab Rima.
"Baiklah sayang maafkan kami,sekarang kembali lah ke kamarmu."
Kata ibu Wijaya membujuk Rima agar tidak terlibat dalam perdebatan mereka.
"Tidak nenek,aku ingin ayah membiarkan ibu datang untuk membawaku tinggal bersama ibu."
Kata Rima berharap ayahnya berbalik melihatnya yang sangat sedih.
"Sayang...jangan berkata begitu,kau tidak tahu ibumu itu juga tidak mampu mengurusmu dengan baik.Bahkan dia tega meninggalkanmu di saat kau bayi dan sangat membutuhkannya sayang.Dan lagi pula bagaimana nenek bisa hidup tanpamu sayang,kau tahu benar jika nenek,kakek dan ayah sangat menyayangimu..."
"Mungkin kakek nenek sangat menyayangiku,tapi tidak dengan ayah.Jadi aku mohon padamu ayah biarakan saja ibu
datang untuk membawaku,setidaknya ibu mau melihat wajahku bukan seperti ayah yang sangat benci melihat wajahku."
Jawab Rima dengan nada suara yang begitu lirih.
"Sayang jangan berkata begitu,itu tidak baik."
Bujuk ibu Wijaya kembali.
"Hentikan Rima,jangan ikut berbicara jika orang tua sedang berbicara,dimana sopan santunmu,kembali ke kamarmu !!!"
David membentak Rima dengan suara yang cukup keras tanpa berbalik ke arah Rima.Rima pun begitu terkejut dengan bentakan ayahnya dan masuk ke kamarnya.
"Hei..David,apa yang kau lakukan?Kenapa kau memarahinya,dia hanya ank kecil yang polos."
Kata ibu Wijaya.
"Dan ada apa denganmu ?Ibu perhatikan memang benar apa yang di katakan Rima kau sama sekali tidak pernah menunjukan kasih sayangmu padanya bahkan tidak juga pernah melihatnya penuh cinta seperti ayah yang mencintai putrinya?"
Sambung ibu Wijaya lagi dengan pertanyaan.
__ADS_1
"Ibu,ibu tahu wajah Rima selalu mengingatkan ku atas penghiatan Rika kepadaku."
Kata David.
"Lalu apa kesalahan Rima dalam hal ini?"
"Apakah dia yang menginginkan wajahnya mirip dengan ibunya?"
"Jangan berlaku tidak adil padanya David,Ibu tahu kau begitu menyayanginya bahkan lebih dari nyawamu sendiri."
"Kau tahu,betapa dia ingin sekali merasakan pelukanmu,kasih sayangmu..."
Nasihat Bu Wijaya pada David.
"Tapi Bu...."
David coba membantah.
"Tidak David,jangan coba membantah ibu.Jika kau tidak ingin hak asuh Rima jatuh ke tangan mantan istrimu karena Rima merasa kau tidak menyayanginya dan lebih memilih ibu kandungnya,maka tunjukkan lah bahwa kau juga ayah yang baik yang sangat menyayangi Rima."
Tegas Bu Wijaya.
"Dan satu hal yang harus kau tahu apa alasan ayah ibu memilih Naima menjadi istrimu?Karena dia sangat menyayangi Rima dan Rima juga begitu menyukai Naima."
"Jadi kami pikir jika kita bisa menjelaskan bahwa kau mempunyai istri yang sangat menyayangi Rima dan mampu mengurus Rima dengan baik mungkin hak asuh Rima akan jatuh ke tangan mu,dan semua ini demi kebaikan Rima."
Jelas Pak Wijaya.
David terdiam dan menghela nafas panjang.Merebahkan tubuhnya di sofa dan coba memikirkan serta mencerna baik baik semua yang dikatakan ayah ibunya.Dia benar benar dalam keadaan dilema.Satu sisi mustahil baginya untuk menikah lagi karena pintu hatinya sudah tertutup untuk cinta akibat rasa sakit atas penghiatan yang di lakukan Rika mantan istrinya Di sisi lain ada Rima yang harus dia perjuangkan hak asuhnya dan dia tidak ingin Rima tumbuh besar di tangan wanita penghianat seperti mantan istrinya.
"Huff...baiklah ayah ibu,jika semua demi kebaikan Rima maka aku akan setuju dengan ide gila yaitu perjodohan ini."
Kata David bila menghela nafas panjang.dan bukan David namanya jika dalam setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu ada kata yang kasar.
"Oh...syukurlah nak,kami senang jika kau paham maksud dari perjodohan ini."
Sambung ibu begitu gembira.
"Tapi ada hal penting yang ingin ku sampaika. pada gadis itu sebelum aku menikahinya.Dan jika dia setuju pada hal yang ku sampaikan maka aku akan segera menikahinya."
Kata David seolah hanya aku yang berharap pernikahan ini terjadi.
"Baiklah nak tidak masalah ,ayah rasa Naima akan setuju dengan apa yang ingin kou sampikan padanya."
KataPak wijaya menyetujui permintaan. David sambil menepuk nepuk bahu David dan kemudian pergi meninggalkan david yang mulai tertidur di sofa yang terlihat begitu lelah karena perjalanan yang cukup jauh di tambah lagi perdebatan yang sangat hebat dengan Bapak dan ibu wijaya.
Bersambung......
__ADS_1