Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 45...


__ADS_3

Kulihat mata David sudah terpejam,Tapi tidak dengan mataku.Pikiranku masih saja teringat dengan Arga yang mengingat wajah bahagianya saat di wawancara tadi.Aku yang tadinya mulai berbaring untuk memejamkan mata kembali duduk bersandar karena sesak menahan tangis.


Tak tertahan tangisku kembali pecah,wajahku penuh dengan linangan air mata bahkan isak tangisku tanpa sengaja telah membuat David yang sudah tertidur nyenyak terbangun.


"Hei....ada apa denganmu?"


"Kenapa berisik sekali?"


Tanya David sambil menyalakan lampu tidur.


Aku hanya diam dan menggelengkan kepalaku sambil menghapus air mataku.


"Sudah.....jangan kau tangisi pria seperti si Arga itu.."


Celetuk David mangatai Arga dan ikut duduk bersandar di kepala ranjang di sampingku.


Celetukan David membuat aku terkejut akan penilaiannya tentang Arga.


"Maksudnya?"


Tanyaku heran plus penasaran dan sibuk menghapus air mata di pipiku.


"sebelum aku menjawab pertanyaanmu,coba jawab terlebih dahulu pertanyaanku."


Kata David.


"Apa ?"


Tanyaku semakin penasaran.


"Katakan,apa yang membuatmu merasa begitu sedih saat melihat Arga di televisi tadi?"


"Ehm..,atau lebih tepatnya apa yang kau pikirkan?"


Tanya David.


"Aku pikir hidup Arga sudah bahagia saat ini pasti,karena memiliki istri yang sempurna yang bisa menjadikan dia seorang ayah yang bahagia dengan keluarga kecilnya."


Jawabku dengan kepala tertunduk dan tak kuasa menahan tangis.


"Tapi....tidak mengapa aku turut bahagia dengan kebahagiaan nya sekarang.Karena jika saat itu dia tetap memaksa ingin terus melanjutkan pernikahan kami dengan ku wanita yang tidak dapat memberinya keturunan mungkin dia tidak akan sebahagia ini."


Sambungku sebagai curhatku dan lagi lagi coba menghapus air mata di pipiku dan mencoba tegar menerima kenyataan.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Apakah dia pernah mengatakan itu sebelumnya padamu setelah dia meninggalkan mu?"


Tanya David lagi.


"Kami tidak pernah bertemu lagi setelah dia membatalkan pernikahan begitu saja hunga di hari kau memperkenalkan kami di restaurant seafood,itulah untuk pertama kalinya kami bertemu setelah sekian lama.Bahkan kau tahu jangan kan untuk berbicara begitu melihatnya aku pergi meninggalkan kalian semua begitu saja."


Jawabku.


"Lalu bagaimana bisa kau tahu dia bahagia setelah meninggalkan mu?"


Tanya David kembali.


"Terlihat dari ekspresi wajahnya saat wawancara di televisi tadi."


Jawabku.


"Semua itu bohong....!"


"Ekspresi wajah bahagia itu hanya lah kebohongan untuk menutupi kehancuran dalam hidupnya di balut dengan cerita kesuksesan dirinya sebagai seorang pebisnis."


Jelas David yang membuat aku sangat terkejut.


Tanyaku menatap wajah David dengan ekpresi bingung.


"Ya...benar?"


Jawab David begitu tenangnya.


"Apa alasan kau mengatakan demikian?"


Tanyaku seolah tak percaya.


"Kau tidak perlu tahu apa alasanku mengatakan demikian,tapi aku berbicara atas dasar fakta."


jawab David.


"Fakta?"


"Apa fakta yang kau maksud?"


Tanyaku semakin bingung.

__ADS_1


"Faktanya Arga sudah menerima karma atas perbuatannya pada mu."


Jawab David.


"Maksudnya?"


Tanyaku lagi.


"Coba ceritakan apa alasan Arga dahulu meninggalkan mu?"


tanya David sebelum dia memberi tahu ku dengan semua pertanyaanku.


"Akh...sudahlah."


"Aku tidak ingin membuka kembali luka lama."


Jawabku seolah pasrah dengan derita kesedihanku.


"Jangan jadi wanita bodoh yang hanya percaya pada pemikiranmu sendiri."


"Kau harus tahu fakta apa yang terjadi pada diri Arga setelah minggalkanmu.Bisa jadi fakta itu akan menjadi obat yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang selama ini kau rasakan sepanjang hidupmu."


Nasihat David,meskipun terdengar sedikit kejam tapi aku pikir memang benar.Dan aku pun mulai bercerita tentang hubungan masa laluku dengan Arga yang tanpa sadar dan tanpa sengaja membuat aku sangat nyaman seperti curhat dengan teman dekatku.


"Aku dan Arga sudah saling kenal sejak kami duduk di bangku SMA,bahkan ku akui dia adalah cinta pertamaku.Kami begitu dekat bahkan kami memutuskan untuk kuliah di kampus yang sama meskipun di fakultas yang berbeda.Tujuannya adalah agar bisa punya waktu lebih banyak setiap hari.Kami saling support baik untuk cita citaku maupun cita citanya.Hingga akhirnya kami dapat menyelesaikan kuliah kami dan jadi mahasiswa terbaik saat itu di kampus.Tidak lama setelah lulus Arga pun mendapatkan pekerjaan nya yang bagus di sebuah perusahaan besar di kotaku dulu.Karena merasa sudah memiliki kehidupan yang mapan dia pun berniat melamar ku dan ingin menikahi ku.Tanpa rasa ragu aku pun menyetujui niat baiknya itu begitu juga dengan orang tuaku.


Acara pertunangan dan lamaran pun di langsungkan sekaligus memutuskan tanggal pernikahan.Karena jarak tanggal pertunanagan dengan pernikahan lumayan dekat Aku pun di sibukkan dengan kegiatan persiapan pernikahan.Kami berbagi tugas karena Arga baru saja di terima bekerja maka segala hal tentang urusan pernikahan aku yang tangani agar Arga bisa fokus dengan pekerjaannya.Sesekali dia membantuku saat hari libur,seperti hari dimana aku mengalami kecelakaan.


Saat itu kami berencana akan bertemu di restaurant seafood untuk makan siang dan membicarakan perihal undangan.Namun naas menimpaku,aku yang coba mengelakkan Arga dari sepeda motor yang melaju kencang hingga akhirnya aku tak dapat mengelakkan diriku sendiri hingga akhirnya kecelakaan pun terjadi.Aku mengalami pendarahan hebat pada rahimku hingga akhirnya dokter menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim dan dokter pun menjatuhkan vonisnya padaku dengan pernyataan aku tidak akan bisa mengandung.Aku yang saat itu sangat syok hanya terdiam sedangkan Arga terlihat begitu tenang bahkan dia juga coba menghiburku.Melihat sikap Arga yang begitu care padaku tidak terlintas sedikitpun dalam benakku bahwa dia akan membatalkan pernikahan kami.Mengandalkan kepercayaan atas kekuatan cintaku, aku pun dengan percaya diri tetap mempersiapkan acara pernikahan,hingga menjelang hari H Arga tak kunjung muncul begitu juga dengan keluarganya.Para tamu yang telah hadir pun mulai bertanya tanya hingga membuat kedua orangtuaku resah.Waktu terus berputar hingga sore Arga dan keluarga nya juga tidak datang teleponnya dapat di hubungi namun dia tidak menjawab panggilanku.Gelisah sesuatu yang buruk terjadi padanya ku beranikan diri mengatakan pada keluargaku sebaiknya acara pernikahan ini di hentikan saja dan kita coba cari tau ada apa dengan Arga dan keluarganya kami takut kalau kalau mereka mengalami kecelakaan.Setelah keluargaku dapat mejelaskan dengan para tamu dan undangan yang hadir dengan tenaga dan kepercayaan yang tersisa aku memberanikan diri datang ke rumah Arga.Aku sangat terkejut ketika melihat keadaan rumah Arga dan keluarganya begitu tenang dan santai seolah tidak mengadakan acara apa pun.Bahkan kedua orang tua Arga hanya terdiam menyambut kedatanganku.Mataku hanya fokus mencari Arga yang tak lama keluar dari salah satu ruangan di rumahnya.Terlihat dia begitu santai seolah tidak akan menghadiri acara penting yang sudah berlalu begitu saja.Aku pun bertanya tanya apa yang terjadi sebenarnya.Dengan mata yang berkaca kaca sesak menahan tangis aku pun bertanya kenapa dia tidak datang.Dengan santainya tanpa merasa bersalah Arga mengatakan dia tidak dapat melanjutkan hubungan kami ke pernikahan dengan alasan aku tidak akan pernah bisa memberi dia anak sebagai pewaris keturunan dari dirinya yang berstatus sebagai anak tunggal dalam keluarganya.Bahkan kedua orang tuanya ikut berbicara dan membenarkan pemikiran Arga,sebab mereka mengharapkan cucu dari pernikahan kami.Dengan kalimat penghinaan yang halus " Lalu bagaimana mungkin kau bisa memberi kami cucu jika kau sendiri tidak memiliki rahim lagi." kata kedua orang tuanya."Naima ...ku mohon maaf kan aku!" kalimat terakhir dari Arga.


Tanpa sepatah kata, hanya dengan linangan air mata aku terdiam pergi meninggalkan rumah Arga.Bahkan makian untuknya pun tidak dapat ku keluarkan dari mulutku untuk perlakuannya.


Yang sangat menyakiti ku bukan karena pernikahan yang batal,akan tetapi alasan mereka membatalkan pernikahan seolah aku wanita yang akan membawa ketidak beruntungan baginya dan keluarganya.Seolah Arga lupa kecelakaan itu terjadi hingga aku menjadi wanita yang tidak punya rahim karena menyelamatkan dirinya.....😭"


Kalimat terakhir menyudahi ceritaku.Tanpa sadar tangisku pecah dan menyandarkan kepala ku di bahu David.Dia yang begitu care langsung memelukku dalam dekapannya untuk menenangkan ku...


Bersambung......


Halo pembaca semua...🖐️🖐️🖐️🖐️


Terimakasih ya...masih setia mengikuti cerita DUDA SOMBONG PILIHAN AYAH.


Mohon maaf karena selalu lama upload episode terbarunya,sebab keadaan saya tidak begitu sehat.Mohon doanya agar di beri kesehatan suapaya bisa menyelesaikan novelnya dengan umur yang di berkahi.

__ADS_1


Terimakasih....


__ADS_2