Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 107...


__ADS_3

Usai mengisi botol air di dapur aku pun bergegas naik ke kamarku.Dengan pintu kamar yang sedikit terbuka kulihat lampu kamar masih menyala dan ku pikir mungkin David masih sibuk dengan pekerjannya.


"David...."


"Apa kau butuh sesuatu sebelum tidur?"


Panggilku masuk ke kamar sambil menutup pintu.


"Hem....."


Jawab David dari bawah selimut tebal yang hanya menyisakan bagian kepalanya saja yang terlihat.


"Loh...."


"Kok tumben kau cepat tidur?"


Tanyaku heran karena waktu masih menunjuk kan pukul sembilan malam.Tidak biasanya David tidur secepat itu.


"Apa kau sedang sakit?"


Tanyaku begitu khawatir dan berjalan cepat ke arah tempat tidur.


Ku letakkan tangan ku di dahi David untuk memeriksa suhu tubuhnya.


Tidak panas....?


Pikirku dalam hati.


"David?"


"Kau baik baik saja kan...?"


Tanyaku tetap khawatir.


"Hem...."


Jawab david dengan mata terpejam.


"Apa kau butuh sesuatu?"


Tanyaku.


"Hemmmm...ya..."


Jawab David.


"Apa?"


"Katakan?"


Tanyaku begitu sigap.


"Kau ...!"


Jawab David singkat dengan sedikit senyuman di bibirnya dan mata yang terpejam.


Melihat ekspresinya ,seketika aku langsung paham jika dia ingin menjahili ku.


"Ow....begitu..."


Kataku yang sudah siap siap untuk menggelitiknya membalas kejahilan nya.Namun dengan sigap david langsung memegang kuat tanganku dan menarik ku hingga aku terjatuh di atas tubuhnya.


"Auwww....."


Teriak David terdengar sesak menahan bobot tubuhku yang menimpanya.


"Rasakan.....!"


"Siapa suruh jahil..."


Kataku bangkit dari atas tubuhnya kemudian duduk di sebelahnya.


"Hey....kenapa kau semakin berat saja?"

__ADS_1


Tanya david namun tetap berada di bawah selimut.


"Enak saja,ini sudah berat ideal tahu."


jawabku kesal.


"Oh ya?"


"Benarkah?"


"Kalau begitu kemarilah!"


Kata David memintaku untuk mendekat dengannya dan masuk kedalam selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Tidak akh...."


"Panas..."


Tolakku.


"Sudah...."


"Cepat kemari jangan banyak alasan karena AC sudah ku nyalakan dengan suhu yang dingin."


Kata David tidak menggubris alasan ku.


Dan benar semakin malam suhu di kamar kami terasa semakin dingin.Aku pun tidak punya pilihan selain mendekat dengan nya dan masuk kedalam selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


"Di mana remote AC nya?"


"Ini terlalu dingin nanti kita bis flu."


Tanyaku saat masuk ke dalam selimut.


"Tidak akan...."


Jawab David mulai melingkarkan tangannya ke tubuhku.


Dan aku merasa ada yang aneh saat David memeluk ku.Aku merasa tubuh David begitu hangat seolah aku langsung bersentuhan dengan kulitnya tanpa ada lapisan kain seperti baju yang di kenakan.


Merasa semakin yakin dengan rasa aneh yang ku rasa,aku mengangkat sedikit tinggi selimut yang telah menutupi tubuh kami berdua.Dan begitu terkejutnya aku dengan apa yang ku lihat.


"Astaga ....."


Teriakku dan tertawa saat mengetahui ternyata David tidak mengenakan pakaian apa pun termasuk pengaman untuk juniornya.David benar benar tampil tanpa mengenakan sehelai benangpun,dan ini mungkin alasan kenapa dia menutupi tubuh kekarnya dengan selimut.


"Ssssttt....."


"Diamlah...."


"Ini belum ******* kenapa sudah berteriak?"


Kata David menutup mulut dengan jarinya dan menatapku begitu tajam bagai singa lapar yang siap menerkam mangsanya.


"David..."


"Kau....?"


Kataku dengan kata tanya yang terputus menahan rasa geli dan rasa lain yang sudah campur aduk.


"Iya ..."


"Kenapa?"


"Aku memang sengaja melakukan nya."


"Dan sekarang giliranmu."


Jawab David memerintahkan ku untuk melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan.


"Langsung?"


Tanyaku begitu polos.

__ADS_1


"Hem...."


Jawab David meraba area pangkal pahaku yang sontak membuat aku menggeliat.


"Jika kau menginginkan nya maka kau sendiri yang harus melepaskan nya."


Bisikku di telinga David seolah memberi tantangan sebelum aku mengigit telinganya dengan lembut.


"Ow...kau ingin menantang ku ya..."


Tanya David sambil menjalankan jari jemarinya ke area sensitiv ku dan membuat gairahku memberontak.


"Hem...."


"Anggap saja seperti itu."


Jawabku lirih dan menggeliat menahan rasa geli.


"Benarkah?"


Tanya David lagi.


"Hemm...."


Jawabku yang sudah tak berdaya.


"Katakan padaku kau ingin cara halus atau cara yang kasar ?"


Tanya David meraba dadaku dan akhirnya melepaskan kancing piyama ku satu persatu.


"Cara mana saja yang membuatmu nyaman dan menyenangkan ku."


Jawabku dengan ******* menahan geli dan sakit saat David mengisap begitu kuat bagian pegunungan di dadaku.


"Hem.....Baiklah...."


Jawab David setelah melepaskan isapan itu dan dia mulai melucuti semua kain yang menempel pada tubuhku satu persatu hingga akhirnya sama seperti David tubuhku menjadi begitu polos tanpa sehelai benangpun berada di bawah selimut yang tebal dan bersentuhan langsung dengan kulit tubuh David tanpa pembatas apa pun.


"Ini adalah hadiah yang kau minta di mobil tadi pagi untuk ucapan terimakasihku."


"Bukan kah kau mangatakan "Kau" yaitu aku sebagai hadiahnya?"


Kata David memelukku erat dan membuat kami berguling hingga akhirnya membuat posisi tubuhku berada di atas tubuhnya.


"Lakukanlah...."


"Seluruh tubuhku ini adalah hadiah untukmu..."


Titah David memberiku kebebasan melakukan apa pun dengan tubuhnya yang sudah berada di bawahku.


Aku jadi malu sendiri mendengarnya apalagi memandang wajah David yang tengah menatapku dengan penuh cinta sambil membelai lembut rambutku dimana setengah tubuhku sedikit tegak di atas dada David.


Tak kuasa menahan rasa malu,aku langsung merunduk dan mendekap tubuh David dan kembali menggulingkannya hingga akhirnya posisi kami jadi berbalik seperti semula.


Kini setengah tubuh David yang tegak di atas dadaku.


"Hey...."


Kata David tersenyum memandangku.


"Kau saja yang melakukannya..."


"Seluruh tubuhku ini adalah hak mu..."


Kataku sambil menutup mataku dan tersenyum tak kuasa menahan malu.


"Hemmm...."


"Baiklah...."


Kata David dengan suara lirih dan mulai bekerja menelurusi seluruh tubuhku yang sudah menjadi hak nya.


aaaaaaaaaaa😀😀😀😀🤭🤦🤭🖐️😜

__ADS_1


Jangan ada yang baper yang semua pembaca setia🤭🤭🤭


Bersambung.....


__ADS_2