Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 34.....


__ADS_3

Merasa sudah tidak ada lagi sentuhan bibir David di bibirku,aku pun perlahan coba membuka mataku.Aku merasa heran kenapa David tidak berusaha bangkit malah tetap menindihku bahkan kali ini dia menatapku dengan penuh gairah.


Aku yang merasa sesak karena harus menahan bobot tubuhnya tak kuasa mengalihkan pandanganku darinya.David hanya terdiam semakin lama wajahnya semakin dekat ke wajahku dan lagi lagi begitu refleks...


"Cup..."


Kali ini dengan unsur kesengajaan David ******* bibirku yang belum pernah di nodai oleh lelaki mana pun termasuk mantan yang sudah meninggalkan ku.


Jujur,karena ini adalah ciuman pertama bagiku sontak aku gelagapan tak kuasa melawan serangan ciuman dari David hingga akhirnya aku terbatuk karena sesak menahan nafas.


Merasa ada yang aneh dengan serangan ciumannya yang tak berbalas David pun seketika berhenti dan segera bangkit dari atas tubuhku seolah baru tersadar jika dia telah melakukan sesuatu yang kurang ajar padaku.


Aku pun segera bangkit untuk duduk kembali sambil merapihkan pakaian ku.Jujur meskipun sedikit terkejut sebenarnya sesaat aku menikmati moment ini, dan entah kenapa jantungku jadi berdetak tidak beraturan rasa malu untuk menatap wajah David pun menyelimuti ku.Terus terang meskipun aku pernah punya cerita masa lalu yang hampir ke tahap pernikahan tapi kejadian ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku.


Kami saling diam dalam waktu yang cukup lama setelah adegan romantis itu terjadi.Karena merasa kikuk dan malu aku pun pergi meninggalkan David di kamar sendirian tanpa sepatah kata pun.


Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidur di kamar Rima saja.


Perasaanku campur aduk bahkan tak dapat ku katakan.Sebentar ada rasa kesal karena David berhasil memperdaya ku dan mengambil keuntungan dari keterkejutannya.Namun sebentar aku merasa geli sendiri jika mengingat adegan ciuman tadi.Peristiwa itu selalu melintas di benakku meskipun aku berusaha memejamkan mata ku dan mencoba untuk tidur.


Huff...ya ampun Naima,ada apa denganmu?


Jangan bilang kalau kau juga menikmati peristiwa ciuman tadi.


Aku berkata kata dalam hati sambil senyum senyum sendiri.


Seketika rasa kantukku hilang setelah peristiwa itu,entah kenapa mataku sulit terpejam,dan aku merasa malam ini terasa begitu cukup panjang.


Dalam kamar yang terpisah,David pun merasakan hal yang sama sepertiku.Matanya jadi sulit terpejam meskipun rasa kantuk telah menyelimutinya.Bedanya David merasa sedikit kawatir dan berprasangka jika aku marah padanya setelah peristiwa itu karena aku keluar dari kamar tanpa mengatakan apa pun padanya.


Malam yang panjang akhirnya berganti dengan pagi di tandai dengan suara adzan yang berkumandang.Aku yang tidak begitu lelap tidur langsung terjaga dan bergegas kembali ke kambali ke kamarku untuk mendirikan sholat subuh.Aku berharap David sudah tidak ada di kamar karena telah pergi ke masjid untuk sholat berjamaah.Tapi sayang harapan ku berbeda dengan kenyataan karena ternyata David masih tertidur nyenyak efek karena dia tidak bisa tidur semalaman.


Merasa sudah jadi tanggung jawabku sebagai sesama muslim untuk mengingatkan nya sholat,aku pun menepiskan rasa tidak nyamanku sejenak dan segera membangunkannya.


"David...David...!"


Panggilku menghampirinya yang tertidur di sofa.


"Hem..."


Jawab David tanpa membuka matanya.


"David...bangunlah sudah adzan,apa kau tidak ke mesjid?"


Kataku,kembali membangunkannya.

__ADS_1


Mendengar kata mesjid David sontak terbangun.Dan telinga nya langsung mendengar bahwa imam mesjid sudah mengucapkan takbir sebagai tanda sholat subuh berjamaah sudah di mulai.


"Ya ampun,aku sudah terlambat untuk sholat ke mesjid."


Keluh David merasa menyesal.


"Sudahlah jangan merasa bersalah,kau memang sulit sekali di bangunkan.sebaiknya sholat di rumah saja."


Kataku memberi saran sambil aku pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.Tidak lama setelah aku selesai berwudhu dan saat akan memakai mukena David pun beranjak dari duduknya untuk ke kamar mandi.


"Tunggu....kita sholat sama sama."


Kata David sebelum masuk kamar mandi memintaku untuk menunggunya agar kami sholat berjamaah.


Entah mengapa hatiku merasa begitu sejuk sekali mendengar permintaan David.Aku merasa seolah kami menjadi pasangan yang sakinah mawaddah warohmah.


Tak lama David pun keluar dari kamar mandi setah selesai berwudhu.Disaksikan oleh dinginnya angin pagi aku begitu bahagia karena subuhku pagi ini di imami oleh pria yang pelan pelan mulai membuatku kagum.Dan aku pun mengucapkan syukur begitu sholat selesai yang di tandai dengan ucapan salam dari imamku yang sebenarnya.selesai berdoa aku pun segera mencium punggung tangan David dengan begitu santun dan tulus layaknya seorang istri Soleha.


David pun sedikit heran dengan sikap santunku ini.Sejenak dia terdiam menatapku.Karena Sahira istri pertama David tidak pernah melakukan hal seperti ini di setiap awal paginya.Bahkan aku sendiri pun heran dengan diriku sendiri kenapa pagi ini aku santun sekali layaknya istri Soleha yang patuh kepada suaminya.


"Naima..."


Panggil David sambil melipat sajadahnya.


"Ya..."


Untuk pertama Kalinya sejak pernikahan ini terjadi David menyebut namaku dengan baik sekali.


"Terimakasih untuk hadiahnya."


Kata David yang membuat aku teringat kembali peristiwa tadi malam.


"Oh...ya sama sama."


Jawabku.


"Sama sama?"


"Sama sama untuk apa?"


Tanya David tersenyum sinis.


"Untuk ucapan terimakasihmu."


Jawabku sambil melipat mukenahku.

__ADS_1


"Oh..aku kira sama sama untuk keuntungan yang kau dapatkan dari hadiah mu itu?"


Kata David mulai mencerca ku.


"Haah...apa maksudmu?"


Tanyaku terkejut.


"Jangan sok polos.dari awal aki sudah curiga tentang tujuan dari hadiahmu.Kau sengaja memberikan aku boneka per itu,agar saat aku terkejut aku spontan memelukmu dan tanpa sengaja aku mencium mu."


"Ya kan..?"


Tanya David memberikan penilaian yang buruk tentang niatku memberikan hadiah.Dan tentu saja penilaian nya ini menyulut emosi jiwa dan ragaku.


"Hei...tuan duda yang sombong !!"


Panggilku kepada David sambil menghempaskan lipatan mukena ku karena begitu emosi.


"Dengarkan ini baik baik,dari awal seperti yang kau tahu aku tidak pernah setuju dengan hadiah yang kau minta sebagai hukum dari dalam hidupmu,tapi karena kau terus saja menagihnya bahkan memberi ancaman padaku jika aku tidak memberikan hadiahnya maka kau sendiri yang akan memutuskan hadiah apa yang kau inginkan,tentu saja aku tidak menginginkan hal itu terjadi,karena aku tahu jika sampai itu terjadi hadiah yang kau tetapkan pasti akan menyulitkan ku bahkan merugikan ku.Maka dari itu aku memilih boneka DOR (Nama dari boneka yang dapat membuat orang sangat terkejut jika membukanya) itu sebagai hadiah nya seperti ide yang di berikan Rima.Dan aku pikir ide dari Rima cocok juga karena kau sangat tidak suka boneka itu aku pikir sebaiknya aku berikan hadiah ini padamu untuk memberi efek jera agar kau tidak lagi meminta hadiah pada orang yang mengucapkan terimakasih bahkan meminta maaf padamu dengan tulus."


Kataku menceritakan tujuanku yang sebenarnya memberikan hadiah itu padanya.


Sementara David hanya duduk diam dan tersenyum senyum melihat aku yang mondar mandir menceritakan alasanku memberikan dia hadiah itu.


"Dan hingga akhirnya,kau mendapatkan keuntungan kan dari hadiah itu?"


Tanya David sinis menatapku dengan senyuman sinis di bibirnya.


"Haah..."


"Keuntungan katamu?"


"Aku malah menderita kerugian dari peristiwa tadi malam,karea bibir ku yang suci ini sudah ternoda dari ciuman yang menjijikkan itu."


Jawabku kesal.


"Oh ya ?"


"Kau merasa di rugikan ya?"


"Hem...baguslah kalau begitu,itu artinya peristiwa tadi malam dapat kau jadikan pelajaran yang berharga.Jangan sekali kali kau berfikiran untuk memberikan kan pelajaran dengan mengejutkan ku,karena jika sampai itu terjadi tidak hanya bibirmu tapi aku akan ******* habis seluruh tubuhmu."


David memberikan ultimatum yang sangat menakutkan.


"Gerrr...."

__ADS_1


Tiba tiba aku merasa merinding mendengar kalimat terakhir dari mulut David.Merasa ngeri melihat tatapan David yang begitu tajam melihatku di tambah ancaman yang terngiang ngiang di telingaku,akhirnya aku memutuskan keluar dari kamar untuk pergi ke kamar Rima dengan berjalan cepat untuk membuka pintu kamar dengan sesekali menaikkan pundakku karena merasa geli.Dan bahasa tubuhku yang memberikan isyarat bahwa aku sedang merasa takut dan tidak nyaman membuat David refleks tertawa begitu bahagia.


Bersambung.....


__ADS_2