
Suasana di ruang tapi terlihat sangat kaku dan menegangkan.Hanya David dan Arga saja yang tampak sedang berbincang mempelajati isi berkas perjanjian kerjasama yang akan di buat meskipun mereka belum mengetahui keputusan apa yang ku ambil atas kesepakatan mereka.Sementara ayah hanya diam dan bermain ponsel, masih terlihat tatapan penuh dengan kebencian di wajah ayah saat melihat Arga.
Untuk memulai drama romantis yang bertujuan menjalankan misi menguji kecemburuan aku pun duduk tepat di sebelah David dan meletakkan nampan yang berisi kopi.
Layaknya pasangan yang sangat mesra dan romantis aku menyuguhkan secangkir kopi untuk David.
Sontak aktingku membuat David terkejut.Tapi bukan David namanya jika tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dengan menutupinya dengan sikap yang cool.
"Terimakasih sayang ..."
Kata David mengambil cangkir kopi yang ku suguhkan sambil tersenyum manis padaku seolah aku istri yang paling dia cintai.
"Serrrrr......."
Darahku seperti mengalir begitu deras kesekujur tubuh dengan perlakuan romantis David meskipun aku tahu itu hanyalah sebuah drama saat di depan Arga.
Sialan si duda,aktingnya terlalu berlebihan sekali buat hilang konsentrasi saja.Huff....
Grutuku dalam hati yang hampir saja kehilangan konsentrasi dalam berakting.
Sementara itu tepat di hadapan kami terlihat wajah Arga begitu masam terbakar rasa cemburu melihat adegan kebohongan itu.Bahkan dia tak kuasa menahan pandangannya ke arah kami dan memutuskan untuk menunduk seolah sedang membaca isi perjanjian kerjasama.
"Baiklah karena semua sudah di sini,tuan Arga sepertinya kau sudah bisa menyampaikan apa maksud kedatangan mu ke sini."
Kata David meminta Arga berbicara.
"Jika kau ke sini untuk meminta maaf itu percuma saja,karena luka yang kau buat tidak akan pernah terhapus bekasnya."
Potong ibu sebelum Arga berbicara.
__ADS_1
"Biarkan istriku...."
"Biarkan dia berbicara..."
"Aku ingin tahu apa alasan dia melakukan ini semua pada kita."
"Bicaralah......."
Kata ayah yang terlihat begitu bijaksana.
"Bapak ibu...."
Panggil Arga pada ayah dan ibu sebelum memulai pembicaraan.
"Memang benar tujuan saya datang kemari adalah untuk meminta maaf pada bapak dan ibu terlebih lebih pada Naima yang telah saya hancurkan hati dan kehidupannya.Saya tidak punya apa pun lagi selain kata maaf untuk menebus semua kezoliman yang telah saya lakukan pada kalian sekeluarga.Sungguh saya sangat menyesali perbuatan saya.Saya tinggalkan Naima di detik detik menjelang akad nikah ,saya batalkan pernikahan begitu saja hanya karena sebuah alasan bahwa Naima tidak bisa memberi keturunan.Padahal tanpa saya ketahui saya pun adalah pria yang tidak dapat memberi keturunan pada istri saya yang saya nikahi karena dokter memfonis saya sebagai pria mandul.Sungguh saya merasa telah mendapatkan balsan dari Tuhan.Hingga akhirnya apa yang saya lakukan pada naima waktu dulu ,telah di lakukan kembali oleh istri saya."
Cerita Arga meminta maaf dan ungkapan penyesalannya.
Tanya ayah.
"Wanita yang saya nikahi setelah saya meninggalkan Naima,telah meninggalkan saya setelah mengetahui bahwa saya seorang pria mandul yang tidak bisa memberikan dia keturunan.Sejak saat itu saya percaya bahwa karma itu memang benar.Dan untuk itu Naima saya mohon maafkan lah saya begitu juga bapak ibu yang telah saya sakiti hatinya.Kalian berhak menyimpan kebencian kepda saya dan itulah balasan yang pantas saya terima."
"Sebenarnya sudah sejak lama saya mencari keberadaan kalian untuk meminta maaf setelah apa yang saya alami betul betul telah menyadarkan saya.Namun saya terlambat kalian keburu pindah meninggalkan kota yang lama tanpa ada seorang pun yang tahu jika kalian pindah ke kota ini.Hingga akhirnya saya memutuskan kembali ke luar negeri dan meneruskan bisnis saya."
"Dan saya sungguh tidak menduga jika melalu rekan bisnis saya yaitu tuan David saya dapat bertemu kalian dan mendapat kesempatan untuk meminta maaf.Jika menurut kalian saya masih pantas di maafkan,maka tolong maafkan lah saya .Saya paham ini pasti sulit ,tapi setidaknya jika umurnya saya tidak panjang maka sudah mengurangi beban pikiran saya."
Kata Arga mengakhiri ceritanya dalam manyampaikan permohonan maaf.
"Arga,saya sangat menghargai keberanianmu untuk datang kesini menemui kami untuk meminta maaf.Tapi meskipun demikian hanya Naima yang berhak mutuskan apakah kau pantas di maafkan atau tidak."
__ADS_1
Kata ayah begitu bijaksana menaggapi cerita Arga yang penuh penyesalan.
Kemudian semua mata pun mengarahkan pandangannya padaku.Termasuk David yang berada dekat di sampingku.Tanpa ku duga David memegang tanganku menatapku kemudian mengedipkan kedua matanya seolah mengatakan .." katakanlah keputusanmu..."
Setelah menarik nafas panjang,akhirnya aku pun siap mengatakan keputusanku dengan menatap mata Arga meskipun itu penuh dengan kebencian yang telah tertanam dalam hati dan saat ini kembali menyeruak.
"Arga...."
"Sebenarnya apa yang telah kau lakukan padaku tidak pantas untuk mendapatkan maaf karena kau begitu menyakitiku.Bahkan jika di turutkan perasaanku,aku tidak ingin melihat wajahmu lagi.Meskipun aku ber empaty mendengar cerita tentang keadaanmu sekarang.Tapi saat ini aku adalah seorang istri yang harus mendukung kesuksesan suaminya termasuk tentang kesepakatan kerjasama ini.Sebenarnya aku tidak ingin melibatkan diriku lagi tentang semua hal yang berkaitan dengan mu.Kau tahu bahkan aku sangat jijik untuk mengingat tentangmu.Akan tetapi suamiku,pria yang bijaksana ini mengajarkan ku tentang satu hal bahwa jangan sampai luka yang ku rasakan terus di simpan di dalam hati karena itu akan mengakibatkan ratusan perut manusia akan kelaparan."
Kataku begitu tegas.Dan spontan David menatapku dengan senyuman dan rasa bangga.Bahkan saat ini tangannya telah merangkul bahuku untuk menguatkan ku.
"Mungkin kau sedikit bingung dengan apa yang ku sampaikan ini tapi biar ku jelaskan.Sebenarnya bisa saja tanpa bertanya padaku suamiku memutuskan membatalkan kerjasama ini dengan perusahaanmu.Mungkin sedikit membuat kerugian pada perusahaan suamiku,tapi jika di bandingkan dengan kehancuran bisnismu,kerugian yang di alami suamiku tidak lah seberapa. Tapi dia ingin mengajarkan padamu bagaimana caranya hidup dalam harapan yang kapan saja bisa ku hancurkan jika aku menginginkannya."
"Tapi,aku bukanlah manusia yang kejam sepertimu,kuputuskan aku memberi mu maaf yang alasannya adalah aku tidak ingin suamiku mengalami kerugian karena masa lalu ku.Ku harap dengan kata maaf dari ku kau bisa menyelamatkan bisnismu,setidaknya semua karyawanmu tidak ikut menanggung imbas dari kezoliman yang pernah kau lakukan karena kerjasama antara perusahaan mu dengan perusahaan suamiku dapat di di setujui setelah aku memaafkan mu bukan?"
"Untuk itu aku memaafkan mu....."
Kataku menyampaikan keputusanku atas hak yang di berikan David padaku.
"Wow kau yakin sayang?"
Tanya David meyakinkan ku dengan membelai lembut rambutku yang di tutupi hijab.
"Hemm..."
Jawabku tanpa rasa malu dan canggung aku menatap wajah David yang begitu dekat di hadapanku.Dan entah mengapa aku merasa sepertinya David terkejut dengan keputusanku sehingga dia bertanya lagi untuk meyakinkan ku.
Apakah David berharap keputusanku harus tidak memberikan maaf ada Warga?
__ADS_1
"Heemmmm.....entahlah.